Dua Benua. Satu Darah Campuran. Sebuah Takdir yang Terbuang.
Maria Joanna adalah kesalahan terindah dalam sejarah kerajaan. Terlahir dari perpaduan darah Kekaisaran China dan Kerajaan Spanyol, identitasnya adalah rahasia yang lebih mematikan daripada perang itu sendiri. Ia dibuang, disembunyikan, dan diasah menjadi senjata rahasia.
Namun, kesunyian itu berakhir ketika Adrian, bangsawan haus kekuasaan, menculik sosok paling berharga dalam hidupnya.
Di puncak Montserrat yang diselimuti kabut, Maria Joanna melepaskan amarahnya. Dengan Shadow Step dari Timur dan Estocada dari Barat, ia menumpahkan darah demi keadilan. Di tengah dentingan pedang dan intrik pengkhianatan yang melibatkan ayah kandung yang tak pernah dikenalnya, Maria harus memilih: menjadi pion dalam permainan takhta, atau menjadi Ratu sejati yang menyatukan dunia di bawah kekuatannya.
Siapapun yang berani mengusik kedamaiannya, akan merasakan amukan Sang Ratu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JulinMeow20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DARAH DI ATAS KERETA CEPAT
POV Maria Joanna
Napas duniaku seolah terhenti. Jarum dingin itu menekan kulit punggungku melalui pakaian pelayan yang tipis. Aku ingin berteriak, tapi suaraku tertahan di tenggorokan.
"Jika kau bersuara, kau akan mati dalam tiga detik," suara pria di belakangku sangat tenang, tanpa emosi sama sekali.
Pria bertato Elang di depanku tetap tersenyum santai, seolah-olah kami hanya sedang membicarakan cuaca. Ia melirik ke arah tanganku yang gemetar. "Putri, ingat apa yang kukatakan? Di Spanyol, mereka memelukmu sambil menusukkan pisau ke jantungmu. Dan tampaknya, kerabatmu dari pihak China sudah tidak sabar untuk memberimu pelukan terakhir."
Jadi ini kiriman Jenderal Zhao? pikirku kalut.
Pria bertato Elang itu tiba-tiba menjatuhkan koin ke lantai. Saat ia membungkuk untuk mengambilnya, tangannya bergerak secepat kilat.
CRASH!
Suara kaca pecah terdengar bersamaan dengan geraman tertahan dari pria di belakangku. Pria bertato Elang itu telah menusukkan sebuah pecahan kaca kecil tepat ke pergelangan tangan sang pembunuh, membuat jarum suntik itu jatuh ke lantai kereta.
"Lari ke gerbong depan, Maria! Sekarang!" perintahnya tegas.
Di markas besar CNI Madrid, Sebastian menatap layar satelit dengan wajah merah padam. Ia melihat titik sinyal ponsel cadangan Maria yang bergerak di jalur kereta menuju selatan.
"Target teridentifikasi di kereta AVE 2140 menuju Sevilla. Namun, ada laporan gangguan keamanan di gerbong 4," lapor operator intelijen.
"Siapkan unit taktis di Stasiun Santa Justa, Sevilla! Aku tidak peduli jika kita harus menghentikan kereta itu di tengah jalan!" teriak Sebastian. Ia segera menghubungi Raja Arthur melalui jalur rahasia. "Yang Mulia, bukan hanya kita yang mengejar Putri. Kelompok 'Black Lotus' dari Asia sudah berada di dalam kereta yang sama dengan Maria."
Di seberang telepon, Arthur hanya terdiam sesaat sebelum berkata dengan nada dingin yang mengerikan, "Sebastian, jika Maria terluka, kau tahu apa yang harus kau lakukan pada dirimu sendiri. Dan hubungi Jenderal Zhao... katakan padanya, jika dia berani membunuh putriku, aku akan mematikan seluruh aliran dana Spanyol ke proyek infrastruktur mereka di Eropa Timur."
POV Maria Joanna
Aku berlari menyusuri gerbong kereta yang melaju dengan kecepatan 300 km/jam. Jantungku berpacu lebih cepat dari kereta ini. Pria bertato Elang itu melindungiku dari belakang, menghalau dua orang pria berwajah oriental yang mencoba mengejarku.
Kami tiba di pintu penghubung gerbong paling depan. Pria itu menahan pintu dengan tubuhnya. "Dengarkan aku, Putri! Namaku Raul, aku adalah anggota 'El Halcon'. Ibumu mengirim kami untuk menjagamu karena dia tahu Arthur tidak akan sanggup melawan keluarganya sendiri."
"Ibu masih hidup? Di mana dia?!" teriakku di tengah deru angin.
Raul menatapku dengan tatapan sedih. "Dia disekap di sebuah biara tua di pegunungan Sierra Nevada, bukan di rumah sakit jiwa. Laporan yang kau temukan itu adalah umpan untuk memancingmu keluar dari istana agar 'Black Lotus' bisa melenyapkanmu tanpa campur tangan militer Spanyol."
Aku terperangah. Jadi, kotak hitam itu... itu jebakan untuk membunuhku? Dan Raul adalah satu-satunya orang yang bisa kupercaya?
"Ambil ini!" Raul memberikan sebuah kunci kuno padaku. "Saat kereta berhenti di Sevilla, jangan keluar lewat pintu utama. Melompatlah saat kereta melambat di tikungan Distrik Triana. Temui seorang wanita bernama 'La Rosa' di kedai El Halcon. Dia akan membawamu pada ibumu."
Tiba-tiba, kaca pintu di depan kami pecah. Sebuah peluru meluncur tepat mengenai bahu Raul.
"RAUL!" aku menjerit saat melihat darah membasahi seragamnya.
Raul mendorongku masuk ke ruang masinis. "Pergi, Maria! Jangan biarkan pengorbanan Julia sia-sia!"
Aku terkunci di dalam ruang masinis, sementara di luar, aku bisa mendengar suara baku tembak yang sengit. Saat aku menoleh ke arah panel kendali, aku melihat masinis kereta sudah tergeletak tak bernyawa dengan sebuah anak panah kecil di lehernya.
Kereta ini melaju tanpa kendali menuju stasiun Sevilla dengan kecepatan penuh, dan di layar navigasi, aku melihat sebuah barikade militer besar sudah menunggu di ujung rel. Jika aku tidak menghentikan kereta ini, aku akan mati dalam tabrakan besar. Dan saat aku meraba sakuku, kunci pemberian Raul telah hilang.