NovelToon NovelToon
Pilot'S Barbaric Triplets

Pilot'S Barbaric Triplets

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Konglomerat berpura-pura miskin / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Office Romance
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

💞💞Ini kisah remaja si triple dari "Ratu Bar-Bar Milik Pilot Tampan"💞💞

______________________________________________

"Akankah 'Pilot's Barbaric Triplets' terbang tinggi, atau jatuh berkeping-keping ketika identitas mereka terungkap?

Alvaro Alexio Nugroho (Varo): di mata dunia, ia adalah pewaris ketenangan sang pilot Nathan. Namun, di balik senyumnya, Varo menyimpan pikiran setajam pisau, selalu selangkah lebih maju dari dua saudara kembarnya. Ia sangat protektif pada Cia.

Alvano Alexio Nugroho (Vano): dengan pesonanya memikat, melindungi saudara-saudaranya dengan caranya sendiri. Ia juga sangat menyayangi Cia.

Alicia Alexio Nugroho (Cia): Ia mendominasi jiwa Bar-bar sang ibunya Ratu, ia tak kenal rasa takut, ceplas-ceplos dan juga bisa sangat manja di saat-saat tertentu pada keluarganya namun siap membela orang yang dicintai.

Terlahir sebagai pewaris dari dua keluarga kaya raya dan terkenal, triplets malah merendahkan kehidupan normal remaja pada umumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Malam harinya, Cia yang bosan harus mendekam di kamar terus, mengunakan segala jurus andalannya untuk membujuk Mama dan Papanya untuk mengizinkan dirinya keluar sebentar. Dengan alasannya klasik: ingin ke minimarket, padahal ada hasrat tersembunyi untuk mencicipi bakso Pak Jono yang legendaris. Namun, di tengah jalan, ia di sambut dengan pemandangan yang membuatnya berdecak kesal.

"Ck, cobaan apa lagi ini?!" gerutunya, matanya menyipit di balik helm full facenya. Sekelompok pemuda sedang adu jotos di tengah jalan, menghalangi jalannya menuju kebahagiaan semangkuk bakso. Lampu motornya menyinari wajah-wajah yang ia yakini sekelompok geng motor yang sok jago. Cia mendengus. "Menganggu saja! Udah tau gue lagi laper! Tapi, tunggu ... matanya memicing lagi. Di antara kerumunan itu, ia mengenali empat sosok yang familiar: Aksa, Galang, Arya, dan Bima. Mereka terlihat kewalahan menghadapi lawan karena kalah jumlah.

"Oke, Cia," gumamnya pada diri sendiri, berusaha meredam emosinya. "Inget bakso Pak Jono. Inget kuah kaldu yang gurih. Inget pangsit goreng yang kriuk ... tarik napas dalam-dalam, lalu hempaskan. "Oke, saatnya jadi superhero dadakan! Demi bakso pak Jono!"

Cia berjalan mendekati kerumunan itu dengan langkah malas, tapi aura intimidasi sudah mulai terpancar dari tubuhnya. Ia berhenti beberapa meter dari perkelahian dan berteriak, "WOI! MINGGIR SEMUANYA! INI JALAN UMUM, BUKAN RING TINJU!"

Matanya menyapu seluruh anggota geng motor yang memakai jaket kulit bergambar tengkorak di punggungnya.

Seketika sekelompok pemuda itu menghentikan aksinya. Menatap Cia dengan tatapan penuh tanya.

"CK! Ada pahlawan kemalaman ternyata! Minggir, Nona, jangan ikut campur! Nanti kulitmu yang mulus itu bisa lecet!" seru salah satu dari para geng motor yang badannya paling besar dan tato di lengannya paling banyak, maju selangkah. Seringai meremehkan terukir di wajahnya.

Cia menyeringai balik, seringai yang sama sekali tidak menunjukkan rasa takut. "Bacot! Beraninya keroyokan! Jantan dong! Jadi cowok kalau berani satu lawan satu!" balasnya, tanpa sedikit pun gentar. "Kalau mau adu kekuatan, jangan di tengah jalan, mengganggu orang lewat aja! Gak punya otak apa gimana, sih?" desisnya santai.

"Lo mau ngapain, hah? Mau bantu para pecundang ini?" tanya si cowok bertato, dengan nada mengejek. "Lo yakin bisa ngalahin kita semua, hah? Badan lo aja kayak lidi gitu." lanjut

"Gue nggak yakin," balas Cia, dengan nada santai. "Tapi tangan gue gak janji bisa buat kalian bisa baik-baik saja setelah ini. Atau mau gue kasih pelajaran etika berlalu lintas terlebih dahulu?"

Lalu tanpa menunggu jawaban, Cia langsung bergerak. Ia melompat ke depan dengan kecepatan yang mengejutkan, lalu menendang wajah si cowok bertato hingga tersungkur ke tanah.

Bugh!

Si cowok bertato mengerang kesakitan sambil memegangi hidungnya yang berdarah. "Sialan!" umpatnya. Para anggota geng motor lainnya terkejut dan langsung menyerbu Cia.

Melihat itu, Aksa, Bima, Arya, dan juga Galang kembali bertarung, bergabung bersama Cia, meskipun mereka meskipun dalam benak mereka penuh tanda tanya tentang gadis di hadapannya itu.

Cia yang melihat Aksa dan teman-temannya yang penasaran akan dirinya hanya menyeringai tipis di balik maskernya. Lalu kembali fokus menghadapi serangan itu musuh di hadapannya. Ia bergerak lincah dan gesit, menghindari setiap pukulan dan tendangan dari para anggota geng motor. Ia membalas serangan mereka dengan pukulan, tendangan, dan sikut yang mematikan, dengan gerakan yang terukur dan efektif.

Bugh!

Brak!

Augh!

Suara pukulan dan erangan kesakitan menggema di jalanan. Cia bertarung dengan ganas dan tanpa ampun. Ia tidak peduli dengan jumlah lawannya, ia hanya ingin melampiaskan kekesalannya dan membersihkan jalanan dari para berandalan ini.

Aksa, Arya, Galang, dan Bima hanya bisa terpana di sela-sela pertarungan, melihat gaya Cia bertarung. Mereka tidak mengenal siapa gadis yang berani menantang musuh mereka, tapi mereka merasa terbantu dengan kehadirannya.

Dalam waktu singkat, sebagian besar anggota geng motor itu terkapar di tanah, tidak berdaya. Mereka mengerang kesakitan sambil memegangi luka-luka mereka. Cia benar-benar momok bagi mereka.

Cia berdiri di tengah kerumunan orang yang terkapar, napasnya terengah-engah, tapi tatapannya tetap tajam dan mengintimidasi. Ia menyeka keringat di dahinya dengan kasar.

"Gimana?" tanyanya, dengan nada mengejek. "Masih mau lanjut? Atau mau gue panggilin ambulans sekarang? Mumpung lagi diskon nih!"

Tangannya sudah mengepal, siap menghajar siapa saja yang berani menghalangi jalannya.

Tiba-tiba, seorang cowok berbadan tegap dengan tato naga di lengannya mendekat. Cowok itu adalah ketua geng motor itu.

"Eh, santai dong, Nona. Nggak usah ngegas gitu," balas cowok itu, mendekat dengan gaya sok keren. "Sini, abang bisikin ... gimana kalau kita ...,"

Bugh!

Belum sempat cowok itu menyelesaikan kalimatnya, Cia sudah menendang perutnya hingga tersungkur ke tanah. Cowok itu mengerang kesakitan dan memegangi perutnya.

"Dibilangin baik-baik nggak mau, ya udah gue bikin pingsan aja sekalian!" seru Cia, sambil berkacak pinggang.

Cia menatap tajam para anggota geng motor yang masih tersisa. "Siapa lagi yang mau nyoba? Sini maju! Gue lagi pengen olahraga malem! Biar sekalian bakar kalori."

Aksa dan teman-temannya terbelalak melihat aksi Cia yang tiba-tiba. Mereka tidak menyangka Cia akan seberani ini. Terlebih, Aksa sangat mengenali gerakan dan tatapan mata di balik topeng itu, mengingatkannya pada sosok Ratu, pembalap misterius yang pernah membuatnya kewalahan di arena balap.

"Ratu ...?" gumam Aksa pelan, matanya terpaku pada sosok bertopeng yang bergerak lincah menghindari setiap serangan musuh.

Aksa semakin yakin bahwa gadis di hadapannya itu adalah Ratu. Tatapan mata yang tajam, dan aura intimidasi yang terpancar dari tubuhnya, semuanya sama persis dengan Ratu saat di arena balap beberapa hari lalu.

"Ratu," gumam Aksa pelan, matanya tidak lepas dari sosok Cia. Rasa kagum dan penasaran semakin bercampur aduk di hatinya.

Arya, Bima, dan Galang juga ikut terpana dengan kehebatan dan ke beranian Cia. Mereka tidak menyangka akan ada cewek yang menolongnya.

Cia masih berdiri tegak dengan napas terengah-engah, tapi tatapannya tetap tajam dan mengintimidasi. Ia menatap para anggota geng motor itu dengan tatapan meremehkan.

"Gimana?" tanyanya, dengan nada mengejek. "Masih mau lanjut? Atau mau gue panggilin ambulans sekarang?"

Bersambung ...

1
Muft Smoker
waah waah ad yg cemburu nii ,,
🤭🤭

kak dtggu next bab ny yx ,,
cerita ny baguuuus ,,
Surya
ya Thor lebih tegas lagi Cianya
Surya
lanjut kak keren banget ceritanya
Juli Restiarini
lanjutnya jangan lama2 lgi seru ni
riniandara: mohon maaf belum bisa up rutin karena, author lagi berduka ayah author meninggal dunia.
total 1 replies
Surya
Cerita yang menarik untuk di baca.. karakter yang kuat aku sih suka kak terima kasih
Surya
Varo kebagian juga, aku mu juga dong di angkat jadi cucunya Opa Anggara/Facepalm//Grin/
Surya
ancaman pamungkas buat Cia kocar kacil /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Surya
wah bab pertama sih udah keliatan seru banget karakter utamanya dapat bangat. semoga kedepannya lebih seru semangat kak./Heart//Heart//Heart//Rose//Rose//Rose/
mimi
gak tau aja Bu Fani kalau ini triplenya Ratu dan Nathan /Facepalm//Facepalm/
mimi
lanjut kak, semakin menarik kak triple Alatas dan Nugroho ini mah di lawan./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
_bunda@dlan_
thour karakter x cia lebih ditegassin lgi donk, kyak ibunya 🤣
mimi: setuju lebih greget lagi Thor
total 2 replies
mimi
salah cari lawan ini mah
mimi
seru banget aku suka
mimi
wah triple bereaksi nih pasti seru banget... semangat ya thor awalnya sudah menarik dan penasaran aku suka karakter tokoh yang kuat.
riniandara
Jangan lupa tinggalkan jejak yang teman-teman/Applaud//Pooh-pooh/
riniandara
Hay semua! apa kabarnya. Semoga semua dalam keadaan sehat dan mudah rejeki ya. terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca karya sederhana author semoga menghibur. jika kalian suka jangan lupa like dan kasih vitamin yang banyak buat author supaya rajin dan semangat untuk up/Applaud//Applaud/ terimakasih.
Muft Smoker: siap kak author ,,
semangat truus ,,
total 3 replies
Mama lilik Lilik
ini kisah anak² ratu dan Nathan ya KK author, hmmm sepertinya menarik 👍💪semangat kk, terimakasih 🙏
riniandara: iya kakak. terima kasih supportnya/Applaud//Applaud//Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!