NovelToon NovelToon
Dinikahi Sahabat Ayah

Dinikahi Sahabat Ayah

Status: tamat
Genre:Cinta Beda Dunia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

Katya dan Donny dipertemukan bukan oleh cinta, melainkan oleh keputusan orang dewasa, norma, dan takdir yang berjalan terlalu cepat. Mereka datang dari dua dunia berbeda—usia, cara pandang, dan luka—namun dipaksa berbagi ruang paling intim: pernikahan.

Novel ini bukan sekadar kisah beda usia.
Ia adalah cerita tentang pertumbuhan, batas, rasa bersalah, dan kemungkinan cinta yang datang paling tidak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penunggu Ruang ICU

Dunia Katya seolah runtuh untuk kedua kalinya dalam satu hari. Baru saja ia meratapi pengkhianatan di balik selembar kertas cerai, sebuah panggilan telepon dari nomor rumah sakit menghantamnya lebih keras. Donny kecelakaan. Kondisinya kritis. Mobilnya ringsek setelah terjun ke parit akibat kegagalan sistem rem.

Tanpa memedulikan rasa sakit di pipinya atau air mata yang belum mengering, Katya berlari keluar dari rumah ayahnya. Persetan dengan gengsi, persetan dengan surat cerai itu. Di titik ini, hanya satu hal yang ia tahu: Donny adalah hidupnya.

Langkah kaki Katya menggema di lorong rumah sakit yang berbau karbol tajam. Napasnya tersengal, dadanya sesak. Namun, tepat di depan pintu Unit Perawatan Intensif (ICU), langkahnya tertahan oleh dua sosok yang berdiri tegak bak benteng yang tak tertembus.

Ian dan Clarissa.

"Minggir! Aku ingin melihat suamiku!" teriak Katya, suaranya parau karena tangis.

Ian melangkah maju, menghalangi jalan Katya dengan tatapan dingin yang tak bergeming. "Suami? Sepertinya kamu lupa ingatan, Tante. Bukankah Clarissa sudah memberikan dokumen itu padamu? Kamu bukan lagi siapa-siapa di keluarga ini."

"Aku belum menandatanganinya! Mas Donny masih suamiku secara hukum dan agama!" Katya mencoba menerobos, namun Ian mencengkeram bahunya dengan kuat, mendorongnya mundur.

"Jangan membuat keributan di sini," desis Clarissa sambil melipat tangan di dada. Senyum sinisnya tampak begitu mengerikan di bawah lampu neon yang pucat. "Donny sudah membuat keputusannya. Dia memilih untuk melepaskanmu sebelum kecelakaan itu terjadi. Sekarang, sebagai putra kandung satu-satunya, Ian adalah wali sah yang berhak menentukan siapa yang boleh masuk dan siapa yang tidak."

"Kalian kejam! Kalian menyabotase mobilnya, kan? Kalian ingin dia mati agar bisa menguasai hartanya!" tuduh Katya dengan telunjuk gemetar.

Ian tertawa rendah, sebuah suara yang terdengar seperti gesekan logam. "Tuduhan yang berat, Tante. Tapi sayang, tidak ada bukti. Yang ada hanyalah fakta bahwa ayahku muak padamu dan mengalami kecelakaan saat mencoba melarikan diri dari drama yang kamu buat."

Katya terjatuh bersimpuh di lantai marmer yang dingin. Ia merasa sangat tidak berdaya. Di dalam sana, pria yang ia cintai sedang bertaruh nyawa, sementara di luar sini, ia diasingkan oleh orang-orang yang haus kekuasaan. Ia bisa melihat melalui kaca kecil pintu ICU, tubuh Donny dipenuhi kabel dan alat bantu napas. Wajah pria gagah itu kini pucat pasi, terbungkus perban yang mulai merembes darah.

"Tolong... biarkan aku masuk sebentar saja. Aku hanya ingin membisikkan doa untuknya," rintih Katya, memohon pada Ian.

Ian hanya menatapnya datar. "Pergilah, Katya. Sebelum aku memanggil keamanan untuk menyeretmu keluar. Kamu hanya orang asing sekarang."

Clarissa mendekat, membisikkan sesuatu di telinga Katya yang membuat bulu kuduknya berdiri. "Nikmati kegagalanmu, Katya. Kamu pikir kamu bisa menggantikan Sarah? Kamu hanyalah boneka yang sudah rusak, dan sekarang saatnya dibuang ke tempat sampah."

Katya menutup telinganya, tidak ingin mendengar racun itu lagi. Ia terus bertahan di sana, duduk di kursi tunggu yang jauh, menatap pintu ICU dengan harapan ada keajaiban. Ia tidak akan pergi. Jika ia tidak bisa masuk sebagai istri, ia akan menunggu sebagai hamba yang memohon pada Tuhan.

Satu jam berlalu. Suasana di lorong itu semakin mencekam. Tiba-tiba, lampu merah di atas pintu ICU berkedip. Bunyi alarm dari dalam ruangan terdengar nyaring, memecah keheningan malam yang sunyi.

Pintu otomatis terbuka dengan cepat. Seorang dokter dan dua perawat keluar dengan wajah tegang. Keringat membasahi dahi sang dokter. Ian dan Clarissa segera merapat.

"Dokter! Bagaimana keadaan Papa?" tanya Ian dengan nada yang dibuat-buat cemas.

Dokter itu menggelengkan kepala dengan cepat, matanya menyapu orang-orang di lorong tersebut. "Kondisi Tuan Donny menurun drastis. Terjadi pendarahan internal yang hebat di bagian abdomen. Kami harus segera melakukan operasi darurat sekarang juga."

"Lakukan saja! Apa masalahnya?" bentak Clarissa.

"Masalahnya adalah stok darah kami," jawab dokter itu dengan napas memburu. "Tuan Donny memiliki golongan darah yang sangat langka, O-Rhesus Negatif. Stok di bank darah rumah sakit kosong, dan PMI membutuhkan waktu setidaknya tiga jam untuk mengirimkannya dari pusat. Beliau tidak punya waktu tiga jam. Jika tidak mendapatkan donor dalam tiga puluh menit ke depan, jantungnya akan berhenti."

Ian terdiam. Ia tahu golongan darahnya adalah B, mengikuti ibunya, Sarah. Clarissa pun terkesiap, menyadari rencananya bisa berantakan jika Donny mati terlalu cepat sebelum semua aset berpindah tangan.

Katya, yang sejak tadi menyimak dari kejauhan, tiba-tiba berdiri. Jantungnya berdegup kencang. Ia ingat hasil tes kesehatan saat ia hamil Arkan dulu. Ia ingat betapa dokternya terkejut melihat golongan darahnya yang sangat jarang ditemukan di Indonesia.

Katya melangkah maju dengan mantap, membelah kerumunan kecil itu. Ia menatap Dokter, lalu menatap Ian dan Clarissa dengan tatapan yang kini penuh kekuatan.

"Ambil darahku, Dok," ucap Katya tegas.

Dokter itu menoleh. "Anda memiliki golongan darah yang sama?"

"O-Rhesus Negatif. Saya istrinya, dan saya adalah satu-satunya orang di ruangan ini yang bisa menyelamatkan nyawanya," sahut Katya dingin. Ia melirik Ian yang terpaku pucat. "Bagaimana, Ian? Masih ingin melarang 'orang asing' ini masuk, atau membiarkan ayahmu mati karena kesombonganmu?"

1
Agriphina Amoretta
keren 👍😍
Luwi Utami
maju terus.. restu udah di depan mata Donny.. usia bukan jd masalah dlam. suatu hubungan..
Luwi Utami
menarik sih judulnya.. baru mulai baca.. seru juga mnikah sm sahabat ayahnya
Perempuan
Ceritanya cukup mendebarkan
Perempuan
Gak ada kelanjutannya yaa?
Erna Na
sangat Bagus
awesome moment
sll bgitu kn?
awesome moment
g salah koq. p lg tanpa ikatan darah
Alvaraby: 👌👌👌 ok lanjut kak bacanya. selamat menikmati
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!