NovelToon NovelToon
MAFIA DAN GADIS CANTIK

MAFIA DAN GADIS CANTIK

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Steve Lim tak pernah menyangka dirinya akan dijebak oleh oknum pemerintah yang bekerja sama dengan organisasi mafia yang dipimpinnya, mereka ingin menjebloskan Steve Lim ke penjara dengan dugaan pemerasan serta pencucian uang atas tanah di wilayah Makau yang terkenal dengan pusat industri kasino globalnya. Dimana Makau dijuluki Las Vegas dari Timur.

Pada saat dia mencoba menyelamatkan dirinya dari jebakan para oknum pemerintah, tak sengaja dia bertemu dengan seorang gadis bernama Ruolan Tan yang membantunya bersembunyi dari kejaran musuhnya.

Bagaimana kisah mereka berdua selanjutnya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 KEMATIAN YANG MISTERIUS

Wong terbunuh di apartemennya sendiri, dengan luka tikam di dada. Polisi menemukan mayatnya beberapa jam setelah kematiannya.

Steve Lim dan Ruolan Tan memeriksa tempat kejadian dan menemukan beberapa petunjuk yang menarik. Mereka menemukan sebuah catatan kecil di dekat mayat Wong yang bertuliskan "Kamu tidak bisa menyembunyikan kebenaran".

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang penuh kecurigaan. "Aku pikir ini bukan hanya tentang kejahatan biasa, Ruolan. Aku pikir ada sesuatu yang lebih besar di balik ini."

Ruolan Tan memandang Steve Lim dengan mata yang penuh kesepakatan. "Aku setuju, Steve. Aku pikir Wong mungkin telah menemukan sesuatu yang tidak seharusnya dia ketahui."

Sophia Lau yang sedang duduk di ruang tamu, memandang Steve Lim dan Ruolan Tan dengan mata yang penuh kesedihan. "Aku tidak percaya... aku tidak percaya kakakku telah mati."

Steve Lim memandang Sophia Lau dengan mata yang penuh empati. "Kami akan menemukan siapa yang melakukan ini, Sophia. Kami akan membawa mereka keadilan."

Tiba-tiba, Ruolan Tan menemukan sebuah rekaman CCTV di apartemen Wong yang menunjukkan seseorang memasuki apartemen Wong beberapa jam sebelum kematiannya.

Steve Lim memandang rekaman itu dengan mata yang penuh kejutan. "Aku tahu siapa orang itu... itu adalah anak buah Menteri Chen!"

Steve Lim dan Ruolan Tan memandang rekaman CCTV itu dengan mata yang penuh kecurigaan. "Anak buah Menteri Chen?" kata Ruolan Tan dengan nada pertanyaan.

Steve Lim mengangguk. "Ya, aku yakin itu dia. Aku pernah melihatnya di sekitar kantor Menteri Chen sebelumnya."

Sophia Lau memandang Steve Lim dan Ruolan Tan dengan mata yang penuh harapan. "Apakah itu berarti Menteri Chen yang membunuh kakakku?"

Steve Lim memandang Sophia Lau dengan mata yang penuh empati. "Kami belum bisa memastikan itu, Sophia. Tapi kami akan menyelidiki lebih lanjut."

Ruolan Tan memandang Steve Lim dengan mata yang penuh kesepakatan. "Aku akan memeriksa catatan keuangan Menteri Chen dan melihat apakah ada transaksi mencurigakan."

Steve Lim mengangguk. "Baik, aku akan mencoba untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang anak buah Menteri Chen itu."

Tiba-tiba, ponsel Steve Lim berdering. Ia menjawab, dan suara di seberang garis mengatakan, "Steve, aku telah menemukan sesuatu. Menteri Chen memiliki alibi untuk waktu kematian Wong."

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang penuh kekecewaan. "Menteri Chen memiliki alibi. Aku tidak tahu apa yang harus kita lakukan sekarang."

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang penuh kecurigaan. "Tunggu, Wong dipenjara waktu itu. Bagaimana dia bisa lolos dan mati di apartemennya?"

Ruolan Tan memandang Steve Lim dengan mata yang penuh kesepakatan. "Aku juga tidak tahu, Steve. Tapi aku punya teori."

Sophia Lau memandang Steve Lim dan Ruolan Tan dengan mata yang penuh harapan. "Teori apa itu?"

Ruolan Tan memandang Sophia dengan mata yang penuh empati. "Aku pikir Wong mungkin tidak dipenjara seperti yang kita pikir. Aku pikir dia mungkin telah dibebaskan dan disembunyikan oleh seseorang."

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang penuh kejutan. "Seseorang? Kamu pikir Menteri Chen yang membebaskan Wong dan kemudian membunuhnya?"

Ruolan Tan mengangguk. "Ya, itu masuk akal. Menteri Chen mungkin ingin Wong diam selamanya."

Sophia Lau memandang Steve Lim dan Ruolan Tan dengan mata yang penuh kebencian. "Aku ingin tahu siapa yang membunuh kakakku. Aku ingin membalas dendam."

Steve Lim memandang Sophia Lau dengan mata yang penuh empati. "Kami akan menemukan siapa yang membunuh kakakmu, Sophia. Aku berjanji."

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang penuh skeptis. "Kamu yakin Menteri Chen yang membebaskan Wong? Bukankah itu terlalu berisiko baginya?"

Ruolan Tan memandang Steve Lim dengan mata yang penuh keyakinan. "Aku yakin, Steve. Menteri Chen adalah orang yang sangat berkuasa dan memiliki banyak sumber daya. Dia bisa melakukan apa saja untuk melindungi dirinya sendiri."

Sophia Lau memandang Ruolan Tan dengan mata yang penuh keraguan. "Tapi, bagaimana dengan keamanan penjara? Bagaimana Wong bisa lolos begitu saja?"

Ruolan Tan memandang Sophia Lau dengan mata yang penuh empati. "Aku tahu itu terdengar tidak mungkin, Sophia. Tapi aku yakin ada seseorang di dalam penjara yang membantu Wong lolos."

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang penuh skeptis. "Aku tidak tahu, Ruolan. Aku butuh bukti yang lebih kuat untuk percaya itu."

Ruolan Tan memandang Steve Lim dengan mata yang penuh kesabaran. "Aku tahu, Steve. Aku juga butuh bukti yang lebih kuat. Tapi aku yakin kita bisa menemukannya."

Sophia Lau memandang Steve Lim dan Ruolan Tan dengan mata yang penuh harapan. "Aku percaya kalian. Aku percaya kalian bisa menemukan kebenaran."

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang penuh tekad. "Aku akan mencari bukti yang lebih kuat, Ruolan. Aku tidak akan membiarkan Menteri Chen lolos begitu saja."

Ruolan Tan mengangguk. "Aku akan membantu kamu, Steve. Kita akan menemukan kebenaran."

Sophia Lau memandang Steve Lim dan Ruolan Tan dengan mata yang mulai kehilangan arah. "Aku... aku tidak tahu lagi apa yang harus dipercaya. Aku merasa seperti aku sedang berjalan di dalam kabut."

Steve Lim memandang Sophia Lau dengan mata yang penuh empati. "Kami ada di sini untuk kamu, Sophia. Kami akan menemukan kebenaran, tidak peduli apa pun yang terjadi."

Sophia Lau mengangguk, tapi terlihat tidak yakin. "Aku hanya ingin tahu siapa yang membunuh kakakku... dan mengapa."

Ruolan Tan memandang Sophia Lau dengan mata yang penuh kesabaran. "Kami akan menemukan jawabannya, Sophia. Tapi kamu harus kuat dan percaya pada kami."

Sophia Lau mengangguk lagi, tapi suaranya mulai bergetar. "Aku... aku tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan..."

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang penuh kekhawatiran. "Ruolan, aku pikir Sophia perlu istirahat. Dia tidak bisa menangani ini lagi."

Ruolan Tan mengangguk. "Aku setuju, Steve. Aku akan menemani Sophia."

Ruolan Tan menemani Sophia Lau ke kamar tidurnya, sementara Steve Lim tetap di ruang tamu, memikirkan strategi berikutnya untuk mengungkap kebenaran.

Setelah beberapa menit, Ruolan Tan kembali ke ruang tamu dengan wajah yang khawatir. "Steve, Sophia sudah tidur. Tapi aku khawatir tentang dia. Dia sangat tertekan."

Steve Lim mengangguk. "Aku tahu, Ruolan. Aku juga khawatir. Tapi kita harus tetap fokus pada kasus ini. Kita harus menemukan bukti yang lebih kuat untuk menjatuhkan Menteri Chen."

Ruolan Tan memandang Steve Lim dengan mata yang penuh tekad. "Aku setuju, Steve. Aku akan memeriksa catatan keuangan Menteri Chen lagi. Aku yakin ada sesuatu yang tidak beres."

Steve Lim mengangguk. "Baik, Ruolan. Aku akan mencoba untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang anak buah Menteri Chen itu."

Tiba-tiba, ponsel Steve Lim berdering. Ia menjawab, dan suara di seberang garis mengatakan, "Steve, aku telah menemukan sesuatu. Aku telah memeriksa catatan keamanan Gedung Pemerintah, dan aku menemukan bahwa Menteri Chen keluar dari gedung pada jam 9:15 malam itu."

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang penuh kejutan. "Aku tahu kita ada sesuatu, Ruolan. Aku tahu Menteri Chen tidak bersih."

1
Tobatos Corp
kemampuan yang meningkat
Tobatos Corp
harus hati hati ini
Tobatos Corp
semakin seru
Faniah Haidar
♥️♥️♥️
Faniah Haidar
💐💐💐
Faniah Haidar
penasaran gimana endingnya 🤭
Tina Andara
mudah mudahan Roulan Tan terbuka matanya ya kan
Vania Andina
Roulan Tan kau kan bisa bela diri napa gak kau hajar dia
Raisa Andriana
semangat tor
Tina Andara
gak ada yang gratis kan Tan
Tina Andara
kan udah tahu kalau Steve tuh mafia Tan
Tina Andara
lari Tan ! lari... !
Tina Andara
nyali juga nih Ruolan Tan
Tina Andara
pasti seru nih ceritanya
Vania Andina
lanjut aja deh thor
Vania Andina
satunya belum kelar thor dah bikin lagi satu karangan film baru thor
Raisa Andriana
lanjut
Yuniar Farah
next thor 👍
Larasati John
bos geng nih ceritanya, laki banget sekarang,,, semangat steven lim,,,
Faniah Haidar
semangat thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!