NovelToon NovelToon
SESAL YANG TERLAMBAT

SESAL YANG TERLAMBAT

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

Virginia Fernandes mencintai Armando Mendoza dengan begitu tulus. Akan tetapi kesalah pahaman yang diciptakan Veronica, adik tirinya membuatnya justru dibenci oleh Armando.

Lima tahun pernikahan, Virginia selalu berusaha menjadi istri yang baik. Namum, semua tak terlihat oleh Armando. Armando selalu bersikap dingin dan memperlakukannya dengan buruk.

Satu insiden terjadi di hari ulang tahun pernikahan mereka yang kelima. Bukannya membawa Virginia ke rumah sakit, Armando justru membawa Vero yang pura-pura sakit.

Terlambat ditangani, Virginia kehilangan bayi yang tengah dikandungnya. Namun, Armando tetap tak peduli.

Cukup sudah. Kesabaran Virginia sudah berada di ambang batasnya. Ia memilih pergi, tak lagi ingin mengejar cinta Armando.

Armando baru merasa kehilangan setelah Virginia tak lagi berada di sisinya. Pria itu melakukan berbagai upaya agar Virginia kembali.

Apakah itu mungkin?
Apakah Virginia akan kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Virginia bangun

“Aku lelah, Pa. Aku sudah tidak kuat berjalan lagi.” Seorang wanita dengan pakaian Kumal, berjalan tertatih dengan memegang pinggangnya.

“Kamu pikir Papa tidak lelah? Papa lelah, capek, papa ingin istirahat. Tapi perut Papa lapar. Kalau kamu terus-terusan istirahat, kapan kita dapat uang?!” Pria yang dipanggil papa, bukan mengerti malah marah membentak.

Wanita itu menangis tersedu-sedu, tapi semua tak berarti. Papanya tetap tak mau mengerti.

“Lagipula karena ulah siapa kita jadi seperti ini? Ini semua karena ulahmu! Kalau saja kamu tidak terus-menerus menindas Virginia apa mungkin nasibku akan sial? Dasar anak tidak berguna. Aku telah salah pilih. Harusnya aku lebih menyayangi putri dari istri sah daripada anak pelacur sepertimu!!”

Pria tua yang tak lain adalah tuan Fernandez itu terus membentak dan memaki. Meluapkan segala kekesalan dan penyesalan.

“Papa, kenapa papa bicara seperti itu? Bukankah Mama adalah wanita yang paling berharga dalam hidup Papa?”

Wanita muda yang tak lain adalah Veronica itu menatap tak percaya. Bagaimana bisa mengatai dirinya begitu buruk? Bukankah dia adalah putri kesayangan? Ibu kandung Virginia lah yang tidak layak, karena hadir di tengah pasangan yang saling mencintai.

Dengan alasan perjodohan keluarga bangsawan, Nona Patricia Morantes datang di tengah hubungan Mario Fernandez dan Malvina Dorantez. Mario secara terpaksa menikah dengan Patricia dan meninggalkan Malvina. Akan tetapi seperti kata pepatah, cinta sejati akan tetap bersatu pada akhirnya. Mario tetap menjalin hubungan dengan Malvina di belakang Patricia, karena satu-satunya wanita yang dicintai oleh Mario adalah Malvina. Itulah yang dia dengar dari ibunya.

Cuihh…

Tuan Fernandez meludah tepat di hadapan Veronica. “Berharga? Apanya yang berharga? Jika bukan karena ibumu yang terus merayu, apa mungkin aku akan tergoda? Ibumu itu hanya pelacur murahan. Dia menggunakan obat untuk menjebakku. Patricia Morantes barulah wanita paling berharga. Tapi, dasar sial. Ibumu terus saja menghasut.”

“Sekarang, jangan banyak bicara. Kumpulkan lebih banyak lagi barang bekas, lalu jadikan uang. Kalau tidak aku akan menjualmu lagi pada pria hidung belang. Dasar anak tidak berguna. Bahkan pria hidung belang pun malas karena tubuhmu yang lemah.”

Setelah lelah marah-marah tuan Fernandez membaringkan tubuhnya di lantai beralas kardus bekas. Mereka terpaksa tinggal di kolong jembatan karena untuk menyewa rumah kontrak pun tak mampu. Perusahaan, rumah dan semua aset telah dirampas oleh Armando. Perhiasan dan segala hadiah dari Alessandro yang berhasil mereka sembunyikan tak bisa dijadikan uang karena ternyata semua imitasi.

Pernah mencoba meminta bantuan dari teman sesama pengusaha, tapi tak satupun bersedia mengulurkan tangan. Bahkan untuk bekerja serabutan sebagai kuli juga tak ada yang mau menerima.

Veronica? Wanita yang dulu cantik jelita itu, kini hanya seorang wanita lemah yang tak mampu apa-apa. Tubuhnya tak berdaya bahkan rentan sakit karena kehilangan banyak sumsum tulang belakang yang beberapa bulan lalu diambil paksa oleh Armando. Ingin minta tolong pada teman sosialita? Tak ada satu pun dari mereka yang merasa iba. Yang tersisa untuknya hanya tatapan jijik.

*

*

*

Ponsel Alessandro berdering ketika ia sedang memimpin rapat. Mengambil napas kesal karena ada yang berani mengganggu nya di kala meting Namun, 'Beatrice' nama perawat Virginia tertera di layar membuat ia segera mengangkatnya.

“Ada apa?”

“Tuan, jari-jari Nona Virginia bergerak!” Terdengar suara antusias Beatrice di seberang sana.

“Apa?” Alessandro spontan berdiri dari duduknya. Pria itu berlari meninggalkan ruang rapat tanpa peduli apa pun.

“Rapat ditunda. Saya akan memberikan informasi untuk kelanjutan nya.” Bernardo berlari mengejar tuannya setelah berkata demikian.

Para petinggi perusahaan saling pandang. Apa yang bisa membuat Tuan Muda Garcia meninggalkan rapat tanpa ragu? Yang sedang mereka bahas adalah sesuatu yang sangat penting. Tapi mereka bisa apa?

*

“Biarkan saya yang mengemudi!” Bernardo merebut paksa kontak yang ada di tangan Alessandro.

“Kamu!”

“Cepat naik! Anda tidak akan bisa mengemudi dengan baik dalam kondisi panik!”

Mendengus kesal. Lancang! Tapi, pada akhirnya Alessandro patuh pada asistennya. Di dalam mobil, pria itu segera menghubungi Beatrice. Perawat mengatakan dokter Jorge sedang memeriksa kondisi Virginia.

Dokter Jorge secara khusus ditempatkan oleh Alessandro di paviliun samping rumah utama, agar bisa melakukan pemeriksaan sewaktu-waktu. Ale juga tak segan memenuhi kebutuhan peralatan medis apapun yang dibutuhkan untuk pemeriksaan Virginia.

:

Empat puluh menit kemudian, mobil yang dikemudikan oleh Bernardo sampai di rumah mewah Alessandro Garcia. Tanpa menunggu dibukakan pintu, Alessandro berlari kencang masuk ke dalam rumah.

“Bagaimana keadaannya?” tanya Ale ketika ia sampai di kamar Virginia. Kamar yang sejak beberapa bulan lalu telah disulap layaknya ruang rawat rumah sakit kelas VVIP.

“Nona baru bisa membuka mata, tapi belum bisa merespon apa pun.” Dokter menjelaskan. “Namun, ini sudah merupakan perkembangan yang sangat baik. Akhirnya beliau bangun juga.”

Alessandro mendekat setelah berhasil mengatur nafasnya yang sedikit tersengal karena terus berlari. Duduk di tepi ranjang, meraih tangan wanita itu dan menggenggamnya. “Virginia, apa kau bisa mendengar suaraku? Apa kau bisa melihat wajahku?”

Tak ada jawaban. Wanita itu masih diam dengan tatapan kosong.

“Bagaimana dengan hasil pemeriksaan?” Alessandro bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari Virginia.

“Semua dalam kondisi stabil. Sejak awal tidak ada masalah apa pun pada tubuh Nona. Hanya tinggal menunggu Nona kembali bersedia membuka diri. Kemungkinan ini disebabkan oleh trauma dari masa lalu. Tekanan batin yang begitu besar sehingga Nona memilih bersembunyi.”

Alessandro mengepalkan tangannya. Kemarahan pada Armando Mendoza kembali mencuat.

“Setelah ini, Nona bisa dibantu bangun. Bisa juga dibawa berjalan-jalan di sekitar rumah dengan kursi roda. Ajak berbicara. Nona membutuhkan dorongan untuk membuatnya bersedia keluar dari dunia yang diciptakan nya sendiri.”

*

*

*

Matahari bersinar hangat. Alessandro berdiri di taman belakang rumah mewahnya. Di sampingnya dokter Jorge menemani.

Tak jauh dari mereka, di sebuah kursi yang nyaman, di antara tanaman bunga yang sedang mekar, suster Beatrice sedang menyuapi Virginia. Tampak suster Beatrice yang sedikit kesulitan karena Virginia enggan membuka mulut.

“Apa ini akan butuh waktu lama untuk membuatnya kembali seperti semula?”

Dokter Jorge menghela napas. “Semua itu tidak bisa dipastikan. Bergantung pada keinginan Nona sendiri. Yang terpenting, sering ajak bicara, ciptakan suasana yang nyaman. Tidak boleh juga memaksa. Jangan menyinggung sesuatu tentang masa lalu. Lakukan pendekatan dengan lembut. Mungkin memberikan sedikit pujian. Bisa juga mengajak Nona melakukan sesuatu yang paling disukainya.”

Alessandro mengangguk. Ia mengerti, dan pasti akan melakukan apa pun untuk Virginia. Ia melangkah meninggalkan dokter Jorge dan berjalan ke tempat Virginia.

:

“Berikan makanannya padaku!” Alessandro menengadahkan tangan pada Beatrice. Perawat itu pun mengangguk, lalu pergi setelah piring dan sendok berpindah tangan.

Alessandro berlutut di hadapan Virginia. “Nona cantik, apa makanannya tidak enak? Atau ingin pangeran tampan ini yang menyuapi?” Alessandro mendekatkan sendok berisi makanan ke bibir Virginia.

Tak disangka Virginia yang semula hanya menatap kosong, beralih menatapnya. Tatapan keduanya beradu. Virginia hanya diam.

“Apa tidak lapar? Kenapa tidak ingin makan? Kau mau sesuatu yang lain?” Virginia masih diam.

“Tak apa kalau tidak ingin makan. Kamu mau jalan-jalan?” Tetap tidak jawaban, tapi Alessandro bisa melihat mata Virginia berbinar.

Alessandro tersenyum. Meletakkan piring di kursi panjang. Berdiri lalu membungkukkan badan. Mengangkat tubuh Virginia menggendongnya ala bridal. Wanita itu tersentak sehingga refleks mengalungkan tangan di leher Alessandro.

“Ayo kita berkeliling taman!” Alessandro terus membawa Virginia melangkah dengan tatapan keduanya yang masih saling beradu.

“Katakan kemana kamu ingin pergi. Aku pasti akan membawamu ke sana! Apa pun yang kamu sukai, aku pastikan akan terwujud.”

Tidak terlalu jelas, tapi Alessandro melihat wanita itu mengangguk. Senyum pria itu pun terbit.

1
Yunita Sophi
kasian mantan mertua dan ade ipar nya Virginia...
Yunita Sophi
sukur lah Virginia udah sadar...
Yunita Sophi
betul kah pria dlm mimpi itu Alessandro...
Yunita Sophi
kasih pelajaran untuk mereka Arman... jgn cuma kamu yg dapat pelajaran sesakit itu...
Yunita Sophi
kasian jg sih sama Armando... siapa yg gak percaya klo di cekokin terus menerus... yg mencekokin kluarga Virginia pula... pasti kebanyakan di cekokin akan percaya... salah nya Armando knp tdk menyelidiki nya sendiri...
Yunita Sophi
pucing terserah mama aja deh...
Yunita Sophi
Alessandro orang aneh walau dia mencintai Virginia tp kan Virginia lagi gak sadar... masa tunangan dgn orang yg kesadaran nya gak ada.. itu nama nya pemaksaan dong...
Yunita Sophi
ayah nya Virginia anak nya menghilang kok dia gak mencari yah
Yunita Sophi
semoga Virginia baik baik aja...
Yunita Sophi
kasian jg sih si Armando...
Yunita Sophi
si Veronica sih siapa aja yg penting banyak harta nya
Lisna Wati
lanjut
Yunita Sophi
yah mau gimana lagi Armando mungkin itu sdh takdir... tp kok aq kasian yah sama Armando
Yunita Sophi
biar Armando sadar Sergio... coba deh getok kepala nya pake gayung LOPE.. 🤣🤣🤣
Yunita Sophi
mam boleh gak klo nyubit jantung Armando biar dia sadar...🤭😅😅
Yunita Sophi
Virginia udah pergi baru gila Armando...🤣🤣🤣
Yunita Sophi
rasain loh... udah gak ada baru sadar klo kamu menyesal krn percaya sama si kutu kupret yg jago DRAMA
Yunita Sophi
sukur deh Armando kamu mengakui klo kamu bodoh...
Yunita Sophi
maka nya Armando jgn sll percaya begitu aja sama RATU DRAMA... lagian apa yg dia omongin percaya aja
Yunita Sophi
Armando tanya ke pak polisi kartu yg di kasih ke pak polisi masih ingat kan? kartu itu di ambil sama si RATU DRAMA yg so polos..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!