NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gus Azkar

Istri Kecil Gus Azkar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Perjodohan / Tamat
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Aroma melati yang merebak di gedung itu terasa mencekik paru-paru Rina. Harusnya, hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya. Namun, di balik riasan bold dan kebaya putih mewah yang melekat di tubuhnya, ada hati yang sedang hancur berkeping-keping.

​Di sampingnya, duduk Gus Azkar. Pria itu tampak tenang, nyaris tanpa cela. Dua bulan lalu, saat Azkar datang melamar ke rumahnya, Rina tak punya kuasa untuk menolak keinginan orang tuanya. Azkar adalah menantu idaman—seorang ustadz muda yang dihormati, santun, dan memiliki garis keturunan pemuka agama yang terpandang.
​Tapi bagi Rina, Azkar adalah orang asing yang memisahkan dunianya dengan Bian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18 Keheningan yang Berbicara

Azkar menghela napas panjang, air matanya jatuh membasahi tangan Rina. "Sekolahmu... Mas sudah urus. Mas sudah minta izin ke sekolah agar kamu tetap bisa lanjut setelah sembuh. Kamu tidak akan kehilangan masa depanmu, Dek. Mas yang akan jadi jaminannya."

Mendengar kata "sekolah", jari-jari Rina yang lemas itu bergetar sedikit. Kata itu adalah kunci yang selama ini ia cari. Namun, ketakutannya masih terlalu besar untuk sekadar membuka mata dan menghadapi kenyataan.

Rina masih menutup diri karena trauma mental yang dalam.

Setelah perjuangan panjang antara keinginan untuk pergi dan bisikan untuk bertahan, perlahan kelopak mata Rina bergerak. Dengan sisa tenaga yang ada, ia membuka matanya. Pandangannya masih sayu, menatap langit-langit ruangan yang putih bersih.

Gus Azkar yang menyadari hal itu langsung terperanjat dari duduknya. Wajahnya yang kusam karena kurang tidur seketika berubah cerah, namun ia berusaha menahan diri agar tidak mengejutkan Rina.

"Dek? Kamu sudah sadar?" tanya Azkar lembut, suaranya bergetar karena haru.

Rina tidak menjawab. Ia hanya menolehkan kepalanya sedikit ke arah suaminya. Tidak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya yang pucat, tidak pula ada senyum. Tatapannya kosong dan dalam, seolah sedang menilai apakah dunia yang ia lihat sekarang masih sama pahitnya dengan dunia yang ia tinggalkan sebelum koma.

Rina memilih untuk diam. Ia hanya ingin mendengarkan. Ia ingin tahu, apakah semua janji manis yang ia dengar saat ia berada di alam bawah sadar tadi adalah kenyataan atau hanya bunga tidur yang sengaja diciptakan untuk memancingnya kembali.

Gus Azkar yang mengerti kondisi mental istrinya, perlahan menggenggam tangan Rina yang bebas dari infus. Kali ini genggamannya sangat hati-hati, seolah memegang porselen yang mudah retak.

"Mas tahu kamu lelah untuk bicara," ucap Azkar pelan. "Tidak apa-apa. Mas hanya ingin kamu tahu, Mas ada di sini. Ibu, Bapak, Ila, dan... Kak Bian juga ada di luar menunggumu."

Mendengar nama-nama itu, mata Rina berkedip perlahan.

"Mas sudah bicara sama Bapak dan Ibu," lanjut Azkar, matanya menatap langsung ke netra Rina dengan penuh kejujuran. "Kamu tetap akan sekolah. Mas tidak akan memintamu tinggal di pesantren kalau itu membuatmu merasa terkekang. Kita akan mulai semuanya dari nol, sebagai teman kalau kamu mau, bukan sebagai suami yang menuntut."

Rina tetap diam, namun ia mendengarkan setiap kata dengan saksama. Ia mencerna nada suara Azkar yang kini jauh dari kesan mengancam. Tidak ada lagi gertakan, tidak ada lagi paksaan. Yang ada hanyalah seorang pria yang tampak hancur oleh rasa penyesalannya sendiri.

Setitik air mata kembali jatuh di sudut mata Rina saat ia menyadari bahwa ancaman "membuatnya hamil" yang sempat membuatnya depresi, kini telah berganti dengan janji kebebasan.

____________________________________________________

Rina masih dalam mode "diam" untuk memulihkan trauma batinnya.

____________________________________________________

Gus Azkar menyadari bahwa kata-kata saja mungkin tidak cukup untuk menyembuhkan luka di hati Rina. Ia perlu bukti nyata agar Rina tidak lagi merasa terjebak dalam kegelapan. Dengan perlahan, Azkar mengambil ponsel milik Rina yang sempat ia sita beberapa waktu lalu—ponsel yang menjadi saksi bisu kemarahan Azkar saat itu.

Ia menyalakan layarnya dan meletakkannya di atas tempat tidur, tepat di samping tangan Rina agar istrinya itu bisa melihatnya dengan jelas.

1
Qaisaa Nazarudin
Waahh gak ada basa basinya,To the point banget..Noh Gus langsung punya Rival tuh..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Masih pake seragam SMA bukan kah tadi Azkar sudah nyuruh tukar ya bajunya saat di kamar? Atau Outhornya lupa 🤔🤔
Rina Casper: hhehe iya saya lupa kak maaf ya🙏soalnya saya buat novel gak cuma ini doang😭trimakasih sudah mampi☺️
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
gak pake kerudung Rina?
Qaisaa Nazarudin
Apa bedanya,tetap juga kata talak dengan kesedaran nya,apapun alasannya..seorang yang lebih faham agama pasti nya dia akan tau dengan apa yg diucapkannya..
Qaisaa Nazarudin
Ini anak maunya apa sih? Katanya mau bebas,tapi saat mau dibebasin malah gak mau..Kebanyakan DRAMA..
Qaisaa Nazarudin
Nih baru Nongol mereka,noh liat dari Ulah kalian..
Qaisaa Nazarudin
Baru nongol sekarang heran deh,Pesakit di ICU dibiarin orang membesuk sesuka hati,mana ada kayak gitu..🤦
Qaisaa Nazarudin
Bisa ya ruang ICU dibesuk gitu?? mana nih dokternya? Harusnya kalo masih diruang ICU gak diizinkan besuk kerap gitu,harus satu orang yg masuk dlm satu waktu,itu juga gak boleh lama2 ,kalo mau lama2 sambil cerita itu mah nunggu dipindahkan ke ruang perawatan ya..
Nih anak kecil ngenyel banget..🤦
Qaisaa Nazarudin
Orang mana ya yg panggil BAK bukan MBAK?? 🤔
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget sadarnya,Kima seminggu dua minggu kek,biar sampai Ortu kamu dtg menyaksikan penderitaan kamu kayak gini,aku oengen liat,ada gak rasa bersalah dan penyesalan dlm hati dan diri mereka..ckk gak sesuai dengan Ekspektasi aku..🙆🙆
Qaisaa Nazarudin
Bak Rina?? BAK itu apa? 🤔🤔MBAK maksudnya??
Qaisaa Nazarudin
Kenapa hanya Azkar yg Hancur?? Harusnya keluarga Rina sekalian,Kemana mereka?? kenapa tdk dikabarin??
Qaisaa Nazarudin
Harusnya Doktor mengatakan ke Ortunya Rina yg gila itu gimana keadaan anak mereka selama ini dan hingga saat ini..
Qaisaa Nazarudin
Aku suka peran cewek yg TEGAS,BAR-BAR,JUDES,TANGGUH,dan BUKAN CEWEK LEMAH..tapi disini peran utama ceweknya adalah CEWEK LEMAH..yang taunya CUMAN NANGIS mulu 🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Seorang Gus nekad banget menikahi anak dibawah umur? Aku jadi tambah penasaran,Kayaknya Gus Azkar emang udah lama mengenali dan mencintai Rina,Gak mungkin kan saat kuliah dan diluar pasantrennya gak ada wanita dewasa yg dia suka? Kenapa harus Rina yg masih sekolah yg jadi pilihan nya?? 🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Oh Bian udah 23 tahun? Ku pikir Kakel nya Rina gitu??
Qaisaa Nazarudin
Udah tau gitu, Kenapa kalian paksa?? 🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Kasian banget mereka,Tuh pak ustaz apa gak ada ustazah dan santri dipondok yg dia sukain,kenapa harus Risa yg sudah punya KEKASIH juga masih sekolah yg menjadi pilihannya??ckk
muna aprilia
lanjut
angel
egois sekali azkra ini kenapa pemeran ceweknya gak dikasih sekolah sih😔😔
Rina Casper: nanti ke atas bab di sekolahin kok😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!