NovelToon NovelToon
Pesona Adik Angkat

Pesona Adik Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: bundaAma

Aaron Alexander Demian Dirgantara, seorang pria sukses yang memiliki perusahaan di Amerika yang bergerak di bidang infrastruktur dengan kekayaan yang tidak terhitung, memiliki paras tampan dengan tinggi badan ideal dan bentuk tubuh yang cukup bagus.

Ia merupakan seorang pria yang sangat di puja puja dan menjadi impian para wanita, namun ia hanya menganggap wanita sebagai tisu basah dan mainannya.

Setelah 10 tahun ia tak pulang ke negaranya, ia malah terpincut pada seorang wanita muda yang sering ia temui di sebuah club, wanita yang membuatnya penasaran dan ingin memiliki nya seutuhnya.

Namun takdir berkata lain, selain saingannya yang lumayan banyak ia tertampar dengan kenyataan jika wanita kecil incarannya adalah adik angkatnya sendiri yang sering ia temui di rumah dengan pakaian syar'i nya.

Bagaimanapun kelanjutannya, yuk ikuti kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundaAma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps-14

Dengan langkah malas Hajeera melangkah ringan ke dalam sebuah gedung pencakar langit yang merupakan perusahaan milik ayahnya yang saat ini masih dikelola oleh asisten ayahnya yang dahulu yakni pak Romi.

Ia menekan tombol lift khusus Presdir hingga beberapa karyawan menengok ke arahnya dan mencoba untuk menghentikannya, namun seorang sekretaris pria melewati mereka yang tengah berbisik bisik mencari cara untuk memberitahu wanita muda yang tampak menyedihkan itu agar tidak menggunakan lift khusus atasan.

"Dia tamu pribadi pak Romi..." ujar Anton sekilas lalu kembali melanjutkan langkahnya menyapa Hajeera.

"Selamat sore nona,.." sapa Anton seraya sedikit membungkuk hormat pada pemilik perusahaan tempatnya bekerja.

Hajeera hanya mengangguk seraya tersenyum singkat tanpa mengeluarkan satu katapun dari dalam mulutnya.

"Bapak sudah menunggu, mari saya antar..." ujar Anton mempersilahkan Hajeera untuk masuk ke dalam lift yang sudah terbuka.

Hajeera pun melangkah masuk di temani oleh Anton meninggalkan sekumpulan pegawai yang tak mengenalnya yang tengah membicarakan nya, ia memang tidak ingin mempublikasikan jika dirinya adalah putri tunggal keluarga Manopo karena saat identitasnya terbongkar ia akan kembali kesulitan mendapatkan teman yang benar benar mau menemaninya bukan hanya memanfaatkan nya.

"Apakah Indri sering kemari?" tanya Hajeera menatap lurus ke arah pintu lift tanpa menengok ke arah samping tempat Anton berdiri.

"Tidak terlalu sering, hanya saja kemarin ia beberapa kali datang ke perusahaan untuk menemui bapak..." jawab Anton tanpa menutup nutupi karena pak Romi selalu berkata jika Hajeera adalah bos sesungguhnya untuk itu ia harus menjawab jujur semua pertanyaan yang ditanyakan Hajeera.

"Ckkk.. Aku dengar Simon mencoba membangun kota elit? Apakah uang hasil bisnis narkobanya tidak cukup hingga menyuruh Indri meminta investasi kemari?" Hajeera berdecak, bertanya namun tidak terdengar seperti meminta jawaban.

"Apakah kita sudah menentukan siapa yang akan kita dukung di pemilihan sekarang?" tanya Hajeera

"Belum Nona, karena saat ini umur Nona sudah legal dan harusnya nona sudah mengelola perusahaan sendiri pak Romi Tidka langsung mendukung yang manapun karena hanya nona yang bisa memutuskan nya..." jawab Anton dengan patuh.

"Berikan keduanya dukungan, kita tidak perlu berat sebelah karena kita tidak melakukan penggelapan pajak jadi tidak akan ada yang berubah pada pendapatan perusahaan..." titah Hajeera tegas.

"Baik Nona..."

Klinggg

Pintu Lift terbuka, Hajeera melangkah lebih dulu keluar, berjalan ke arah ruangan Presdir tempat pak Romi bekerja.

"Silahkan Nona..." ucap Anton membukakan pintu ruangan pak Romi setelah mengetuk beberapa kali

Hajeera melangkah masuk sendirian menghampiri pak Romi yang masih berkutat dengan tumpukan berkas dihadapan nya.

"Selamat sore pak.." sapa Hajeera pada Romi.

"Hmm... Duduklah, kita berbicara setelah saya menanda tangani ini..." ucap pak Romi mempersilahkan Hajeera untuk duduk di sebuah sofa di ruangannya.

Hajeera duduk lebih dulu dan beberapa saat kemudian pak Romi datang menghampirinya setelah menekan telepon meminta Antok untuk mengantar kan teh dan camilan untuk Hajeera.

"Bagaimana kabarmu Nona.." tanya pak Romi memulai membuka percakapan.

"Kabarku baik, meskipun akhir akhir ini mood ku sangat buruk..." jawab Hajeera.

"Apakah lututmu masih terasa sakit?" tanya Hajeera menanyakan kabar lutut pak Romi yang sering sakit.

"Emwhh.. Lututku baik baik saja, nona tidak perlu khawatir..."

Tok.. Tokk...

Anton masuk ke dalam ruangan dengan membawa nampan berisi kopi dan teh serta beberapa camilan untuknya.

"Terimakasih..." ucap Hajeera seraya menyeruput teh yang di suguhkan oleh Anton.

"Jadi, kapan anda akan bergabung ke perusahaan? Saya pikir kinerja nona yang baik dan strategis bisa membantu perusahaan semakin berkembang..." ujar pak Romi bertanya.

"Aku tidak berniat mengelola perusahaan.." jawab Hajeera yang sudah bulat tidak ingin berkecimpung dengan dunia bisnis yang baginya memuakkan.

"Aku hanya ingin menjadi wanita biasa saja, yang hanya diam di rumah memasak dan berdandan..." lanjutnya.

"Maka, nikahilah Aaron..." ucap pak Romi dingin dengan wajah tegas yang serius.

"Ckkk... Aku tidak mungkin menikahi pria bodoh yang angkuh seperti nya.." tolak Hajeera kembali menyeruput teh panas di tangannya.

"Maka bersiaplah, perusahaan akan jatuh ke tangan Indri..." ancam pak Romi.

"Hahahahah..." Hajeera tertawa geli membayangkan Indri memegang kendali perusahaan.

"Apakah perusahaan Manopo kali ini tidak hanya bergerak di bidang produksi makanan saja melainkan akan bergerak dibidang narkoba juga?" ledek Hajeera seraya tertawa sumbang.

"Maka jalan satu satunya, jika kamu ingin menjadi wanita biasa nikahin Aaron seperti wasiat yang di wasiatkan ibu anda..." ucap pak Anton masih dengan nada mengancam.

"Tempatkan Stev di sisimu, aku meminta agar putramu yang menggantikan posisiku suatu hari nanti...." ujar Hajeera tulus dengan nada serius.

"Kamu ingin semua orang bergosip jika keluarga ku ingin mengkudeta milikmu?" tanya pak Romi geram mendengar jawaban dari sang nona kecil yang kini sudah beranjak dewasa.

"Katakanlah begitu, bukankah sekarang pun semua orang menggosipkan mu begitu?" jawab Hajeera yang menjawabnya dengan pertanyaan.

"Shittt...." pak Romi berdesis mendengar jawaban dari Hajeera, tekanan darahnya meningkat hingga tubuhnya merasa sedikit kaku.

"Aduhhh... Aduh... Leherku..." keluh pak Romi seraya memegangi lehernya yang tiba tiba kaku.

"Cepatlah sembuh, aku akan memanggil Steve kemari untuk menjemput mu,.." ujar Hajeera bangkit dari duduknya seraya membantu mengurut pundak pak Romi.

"Dan jangan katakan tentang Indri yang akan mengambil alih perusahaan, tugasmu hanya satu! memastikan Indri tidak memiliki hak di perusahaan milik keluarga ku..." titah Hajeera dengan nada suara yang berubah dingin

"Jangan katakan tidak bisa!!" potong Hajeera saya melihat pak Romi mulai membuka mulutnya.

"Jika mereka tahu, yang mencelakakan nya adalah Indri, ibu tidak akan membuat wasiat gila seperti itu..." lanjut Hajeera yang langsung membuat pak Romi terdiam.

Saat ia mulai tersadar tubuh Hajeera sudah menghilang dari pandangannya, menyisakan pintu masuk yang mulai tertutup rapat.

Tubuh pak Romi sedikit bergetar ia begitu sakit saat mengetahui jika Hajeera sudah tahu lebih dahulu tentang pelaku kematian orang tuanya, ia membayangkan betapa sakitnya hati Hajeera saat seseorang yang di anggap kakak oleh nya adalah seseorang yang menyebabkan dirinya kehilangan kedua orang tuanya.

Betapa sakitnya hati Hajeera saat ia harus hidup dengan wanita jahat dan tidak tahu malu seperti Indri, ia harus tetap bersikap baik pada seseorang yang membuatnya kehilangan kedua orang tua.

"Betapa malangnya nasibmu nak..." lirih pak Romi menatap kepergian Hajeera yang sudah entah kemana.

Sedangkan di sebuah perusahaan lain, seorang pria tengah berdiri mendengar kan suara asisten pribadinya yang tengah memberinya informasi penting.

"Jadi maksudmu Simon sudah mengantongi izin pembangunan?" tanya Demian pada Harus yang memberinya informasi.

"Yah pak, saya dengar begitu, hanya saja mereka kesulitan mendapatkan investor karena latar belakang Simon di dunia bisnis ini masih seorang pemula..."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!