NovelToon NovelToon
Asisten Kesayangan Pak Manager

Asisten Kesayangan Pak Manager

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Cinta pada Pandangan Pertama / Office Romance
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Seribu Bulan

Felicia datang ke kantor itu hanya untuk bekerja.
Bukan untuk jatuh cinta pada manajer yang usianya lima belas tahun lebih tua—dan seharusnya terlalu jauh untuk didekati.
James Han tahu batas. Jabatan, usia, etika—semuanya berdiri di antara mereka.
Tapi semakin ia menjaga jarak, semakin ia menyadari satu hal: ada perasaan yang tumbuh justru karena tidak pernah disentuh.
Ketika sistem memisahkan mereka, dan Felicia hampir memilih hidup yang lain, James Han memilih menunggu—tanpa janji, tanpa paksaan.
Karena ada cinta yang tidak datang untuk dimiliki, melainkan untuk dipilih di waktu yang benar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seribu Bulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian Enam

Senin selalu menjadi hari yang sibuk. Mood Felicia sudah cukup buruk dengan tumpukan berkas laporan dari tim produksi sampel yang harus ia cek sebelum masuk ke meja Pak Han.

Namun sialnya, pagi ini ada sebuah insiden yang terasa seperti mimpi buruk yang berubah menjadi nyata. Di dalam ruangan Pak Soni yang kedap suara, suasananya terasa sangat mencekam.

"Feli! Kamu ini niat kerja tidak, sih?" Pak Soni menggebrak meja, membuat tumpukan laporan di depannya bergeser. "Lihat ini! Report sample minggu lalu salah total! Data ukuran akhir tidak sinkron dengan aktual pakaian yang ada! Kamu tahu berapa kerugian perusahaan kalau kita kirim data sampah begini? Nanti client minta buat ulang sampel, buang waktu dan juga biaya."

Feli mencoba mengatur napas, wajahnya pucat. "Maaf, Pak, tapi—"

"Jangan memotong! Saya tidak butuh alasan!" potong Pak Soni dengan nada tinggi. "Tugas kamu itu memastikan semuanya benar. Kalau salah begini, ya kamu yang tidak becus kerja!"

"Tapi Pak, Saya bukan—"

"Masih mau membela diri?" Pak Soni melotot. "Sekarang kamu perbaiki ini dalam satu jam, atau saya buat surat peringat—"

Brak!

Pintu ruangan terbuka tanpa ketukan. Sosok tinggi Pak Han berdiri di sana dengan aura yang lebih dingin dari biasanya. Tatapannya langsung tertuju pada Feli yang terlihat terpojok, lalu beralih ke Pak Soni yang mendadak mati kutu.

"Ada masalah apa, Pak Soni? Suara anda terdengar sampai ke lobi," suara Pak Han tenang, tapi sangat menusuk.

"Ah, ini Pak Han... Maaf, Pak. Ini si Feli, asisten Maria dari divisi sampel, kerjanya ceroboh sekali. Sedang saya beri teguran keras," jawab Pak Soni, mencoba mencari dukungan dari rekan sejawatnya.

Pak Han berjalan masuk, berdiri tepat di samping Feli seolah membuat barikade pelindung. Ia melirik sekilas laporan di meja, lalu menatap Pak Soni dengan tajam.

"Felicia bekerja di bawah saya sekarang. Dia asisten pribadi saya, dan saat ini tugas utamanya adalah mengurus jadwal serta agenda saya," ucap Pak Han tegas.

 "Mengenai report sample itu, kalau datanya kacau, ya itu kesalahan orang divisi sampel yang tidak kompeten mengolah data awal, bukan kesalahan asisten saya."

Pak Soni terbelalak, mulutnya menganga sedikit. "Lho? Bukannya Feli ini asistennya Maria di divisi sampel? Dia kan memang di sana, Pak."

Pak Han menyunggingkan senyum miring yang meremehkan. "Itu dulu, Pak Soni. Sekarang situasinya sudah beda. Saya rasa Anda harus lebih sering memperbarui informasi tentang perubahan struktur internal perusahaan, daripada menghabiskan waktu memantau berita skandal artis di portal gosip."

Wajah Pak Soni langsung memerah padam karena malu. "I-iya, Pak Han. Maaf, saya tidak tahu kalau Feli sudah... pindah posisi."

"Permintaan maaf Anda salah alamat," sahut Pak Han dingin, ia melipat tangan di dada. "Anda juga berhutang maaf pada asisten saya karena sudah membentaknya tanpa mengecek fakta terlebih dahulu."

Pak Soni tampak ragu. Meminta maaf pada seorang bawahan adalah hal yang paling ia hindari demi harga diri. Namun, melihat tatapan Pak Han yang seolah siap menelannya detik itu juga, ia pun menyerah.

"Maafkan saya, Feli. Saya... saya tadi terbawa emosi," ucap Pak Soni dengan suara rendah dan terpaksa.

Feli hanya bisa mengangguk pelan, masih merasa sedikit syok.

"Ayo, Feli. Jadwal saya padat hari ini, dan saya tidak mau asisten saya membuang waktu di ruangan yang pengap ini," ujar Pak Han tanpa menoleh lagi ke arah Pak Soni.

Saat mereka keluar dari ruangan, Pak Han berjalan sedikit lebih lambat agar sejajar dengan Feli. Tanpa melihat ke arah Feli, ia berbisik sangat pelan, "Lain kali kalau ada yang marahin kamu, lawan. Kalau kamu nggak berani, panggil saya. Jangan cuma diam kayak manekin."

Feli menggigit bibir, menahan senyum yang hampir pecah. "Siap, Pak Bos."

...***...

Setelah drama di ruangan Pak Soni, Feli mengekor di belakang Pak Han masuk ke ruangan bosnya yang luas dan beraroma maskulin itu. Feli segera menyibukkan diri, menyusun berkas-berkas ke dalam lemari arsip agar tidak perlu menatap mata Pak Han yang sedari tadi memperhatikannya.

Hening sejenak, hanya terdengar bunyi gesekan kertas, sampai akhirnya Pak Han memecah kesunyian.

"Feli," panggil Pak Han sambil menyandarkan punggung ke kursi kebesarannya.

"Ya, Pak?" jawab Feli tanpa menoleh, masih sibuk berjinjit merapikan map di rak atas.

"Kok baju yang kemarin saya belikan nggak kamu pakai?"

Pertanyaan itu membuat gerakan tangan Feli membeku. Ia menoleh perlahan, mendapati Pak Han sedang menatapnya dengan sebelah alis terangkat—khas gaya bos yang sedang menuntut penjelasan.

"Itu... anu, Pak... Saya masih belum berani pakainya," jawab Feli jujur, suaranya mencicit.

"Nggak berani?" Pak Han mengernyit.

 "Kenapa? Kamu takut bajunya ada GPS-nya? Atau kamu takut bajunya berubah jadi labu kalau lewat tengah malam?"

Feli memutar bola matanya, sedikit lega karena selera humor Pak Han yang aneh akhirnya muncul. "Bukan gitu, Pak. Maksud saya... itu, beneran buat saya? Beneran boleh saya pakai? Saya takutnya Bapak kemarin cuma khilaf karena kelaparan, terus nanti pas saya pakai, Bapak malah nagih pembayarannya."

Pak Han terdiam sejenak, lalu mendengus geli. Ia memutar pulpen di jarinya dengan gaya arogan yang dibuat-buat.

"Feli, dengar ya. Saya ini kalau khilaf biasanya beli saham, bukan beli parfum aroma vanilla," sahut Pak Han telak. "Barang-barang itu sudah lunas. Tidak ada sistem cicilan, tidak ada pajak tersembunyi. Kalau kamu nggak pakai, malah saya yang rugi karena sudah capek-capek jadi maneken kamu di mall kemarin."

Feli menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ya tapi kan harganya mahal banget, Pak. Saya kalau pakai itu ke kantor, nanti orang-orang kira saya baru menang lotre atau simpanan direktur."

Pak Han bangkit dari kursinya, berjalan mendekat dan berhenti tepat di depan Feli yang sedang bersandar di lemari arsip.

"Bagus dong kalau mereka kira begitu," bisik Pak Han dengan nada bicara yang mulai menjurus ke modus. "Lagipula, sekarang kamu itu asisten pribadi saya. Masa asisten pribadi saya bajunya kalah rapi sama OB di depan? Itu namanya menjatuhkan harga diri saya."

"Dih, ujung-ujungnya bawa harga diri Bapak lagi," gumam Feli.

"Besok dipakai. Titik. Tidak ada tapi-tapi," perintah Pak Han mutlak. "Dan kalau kamu masih merasa nggak enak karena itu 'gratis', anggap saja itu seragam dinas khusus dari saya. Kalau perlu, besok saya suruh kamu pakai sepatu heels itu pas kita meeting biar kamu nggak bisa lari-lari lagi dari saya."

Feli melongo. "Pak, itu mah penyiksaan terselubung namanya!"

"Sudah, sana balik kerja. Dan satu lagi," Pak Han menahan pintu saat Feli hendak keluar.

 "Jangan lupa mandi lebih dari sepuluh menit besok pagi. Saya nggak mau calon pacar saya datang dengan rambut setengah basah lagi."

"PAK HAN!"

Feli kabur keluar ruangan dengan wajah yang sudah seperti kepiting rebus, sementara di dalam ruangan, Pak Han tersenyum penuh kemenangan melihat asisten barunya yang semakin hari semakin mudah dibuat salah tingkah.

1
Seribu Bulan 🌙
siap kak makasih yaa😍
Andina Jahanara
lanjut sampe tamat kak 💪
Faidah Tondongseke
Ceritanya seru,Cinta bersemi di kantor,Asiik deh pokoknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!