Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29: Lorong Boneka Perunggu dan Penyusupan Bayangan
Berkat peta rahasia dari giok peninggalan sang kapten pengawal, Lin Xuan dan Mu Qingxue tidak perlu membuang waktu menelusuri jebakan magnetik di Labirin Pasir Besi. Mereka menyusuri lorong rahasia di balik dinding baja yang hanya bisa dibuka dengan memancarkan Qi ke titik-titik tertentu sesuai panduan peta.
Setengah jam kemudian, lorong sempit itu berakhir di sebuah balkon batu yang menjorok ke luar.
Di bawah mereka, terhampar pemandangan yang membuat kulit kepala siapa pun merinding. Sebuah aula bawah tanah raksasa yang diterangi oleh obor-obor api biru abadi. Lebar aula ini setidaknya menyamai sepuluh lapangan sepak bola, dan lantainya terbuat dari lempengan perunggu kuno.
Namun, yang mengerikan bukanlah ukurannya, melainkan isinya.
Berdiri rapat bak pasukan terakota, terdapat ratusan Boneka Perunggu setinggi tiga meter. Mereka memegang tombak, kapak, dan pedang raksasa berkarat. Mata boneka-boneka itu memancarkan cahaya merah darah, tanda bahwa formasi pembunuh mereka telah aktif.
Di tengah lautan boneka perunggu yang mengamuk itu, sekitar lima puluh kultivator dari Kekaisaran Naga Azure sedang bertarung mati-matian. Mereka membentuk formasi pertahanan melingkar, dilindungi oleh sebuah kubah cahaya emas raksasa yang bersumber dari sebuah Panji Naga yang ditancapkan di tengah barisan.
Di pusat formasi, duduk seorang pemuda kekar berjubah emas dengan bekas luka melintang di wajahnya—Pangeran Kedua, Huangfu Lei. Ia tidak ikut bertarung, melainkan terus menyuntikkan Qi-nya ke dalam Panji Naga untuk mempertahankan kubah pelindung agar pasukannya bisa perlahan-lahan bergerak maju menuju gerbang raksasa di seberang aula.
"Setiap boneka perunggu itu memiliki kekuatan fisik setara dengan Pembentukan Fondasi tingkat 6," bisik Mu Qingxue, menatap ngeri ke bawah. "Meski mereka tidak memiliki Qi maupun kelincahan, bahan perunggu mereka kebal terhadap sebagian besar serangan elemen. Pasukan Kekaisaran Naga Azure terjebak dalam pertempuran atrisi (menguras tenaga)."
"Huangfu Lei sengaja mengorbankan pasukannya sebagai tameng daging," Lin Xuan menyipitkan matanya, melihat bagaimana dua pengawal kekaisaran ditarik keluar dari kubah pelindung oleh boneka perunggu dan dicabik-cabik hingga tewas tanpa sang pangeran berkedip sedikit pun. "Selama Panji Naga itu berdiri, mereka akan mencapai pintu keluar dalam waktu satu jam."
Mu Qingxue mengangkat pedang esnya. "Kita serang dari atas? Aku bisa membekukan setengah dari aula ini untuk menghentikan pergerakan boneka perunggu, sementara kau menghancurkan formasi mereka."
"Membekukan boneka-boneka itu hanya akan membantu Huangfu Lei," Lin Xuan tersenyum penuh kelicikan, senyum yang membuat Sang Demon Venerable di dalam Dantiannya tertawa penuh persetujuan.
Lin Xuan mengeluarkan sebuah helm tengkorak naga hitam dari cincin penyimpanannya—helm milik kapten pengawal yang ia bunuh tadi.
"Nona Mu, hemat energimu untuk lapisan ketiga. Tetaplah di sini dan gunakan panah es-mu untuk memblokir rute pelarian mereka jika ada yang mencoba mundur. Biar aku yang turun dan memberikan sedikit 'bantuan' pada Pangeran Kedua."
Sebelum Mu Qingxue sempat memprotes bahayanya menyusup ke tengah ratusan boneka dan puluhan musuh, Lin Xuan sudah mengenakan helm tengkorak itu, menutupi wajahnya sepenuhnya. Ia menyarungkan Pedang Pembelah Kekacauan di punggungnya, dan melompat dari balkon setinggi seratus meter tersebut.
Wusss!
Tubuh Lin Xuan meluncur turun menembus kegelapan aula, mendarat dengan suara debum pelan tepat di pinggiran medan pertempuran, tersembunyi di balik tumpukan bangkai boneka perunggu yang telah dihancurkan oleh pasukan kekaisaran.
Ia menyembunyikan fluktuasi Qi Kekacauannya secara mutlak, hanya memancarkan sisa-sisa aura darah dari helm yang ia kenakan.
Dengan gerakan gesit, Lin Xuan merangkak dan menyelinap masuk ke barisan belakang pasukan Kekaisaran Naga Azure yang sedang sibuk menahan gempuran kapak-kapak perunggu raksasa.
"Hei! Dari regu mana kau?! Jangan diam saja, tahan sisi kiri!" teriak seorang komandan pasukan yang bahunya terluka parah, mengira Lin Xuan adalah salah satu prajuritnya yang terlempar ke belakang.
Lin Xuan mengangguk tanpa suara. Ia menghunus pedang fana biasa (rampasan dari cincin pengawal) dan berpura-pura ikut menebas boneka perunggu yang mendekat. Tentu saja, ia hanya menggunakan kekuatan fisik yang cukup untuk memantulkan senjata boneka itu, perlahan-lahan menyusup semakin dalam ke arah pusat formasi.
Tiga puluh meter...
Dua puluh meter...
Sepuluh meter...
Lin Xuan kini berada tepat di belakang lingkaran pelindung inti, hanya berjarak beberapa langkah dari Huangfu Lei yang sedang duduk bersila memejamkan mata, menyalurkan Qi ke Panji Naga Emas di hadapannya.
"Pangeran Kedua, tekanan dari boneka perunggu semakin gila! Batu Roh yang menjadi inti Panji Naga hampir habis!" lapor seorang tetua pengawal dengan panik.
"Gunakan esensi darah para prajurit yang terluka parah untuk memberi makan panji itu!" perintah Huangfu Lei dingin tanpa membuka matanya. "Kita hanya berjarak lima ratus meter dari gerbang lapisan ketiga. Sumsum Kaisar Kuno menanti kita!"
"Perintah yang sangat kejam," sebuah suara yang tak dikenal tiba-tiba terdengar santai dari belakang tetua pengawal itu. "Sayangnya, kalian tidak akan pergi ke mana-mana hari ini."
Tetua pengawal itu tersentak. Ia berbalik, hanya untuk melihat seorang prajurit bertopeng tengkorak mengangkat sebuah lempengan besi hitam raksasa yang entah dari mana asalnya.
"K-Kau bukan—"
Sebelum tetua itu bisa memberi peringatan, Lin Xuan mengayunkan Pedang Pembelah Kekacauan ke bawah.
Ia tidak menyerang tetua itu. Ia tidak menyerang Huangfu Lei.
Beban seratus ribu kati yang didorong oleh fisik primordia menghantam langsung ke arah tiang Panji Naga Emas yang tertancap di tanah!
KRAAAAK! PRANGGGG!
Artefak formasi Kelas Roh Tingkat Tinggi itu... patah menjadi dua bagian dengan suara ledakan yang memekakkan telinga. Inti formasinya hancur lebur menjadi serbuk bercahaya.
Seketika, kubah pelindung emas raksasa yang menahan ratusan boneka perunggu berkedip dua kali, lalu pecah layaknya gelembung sabun!
"APA YANG KAU LAKUKAN?!" Huangfu Lei memuntahkan seteguk darah, matanya terbelalak ngeri saat serangan balik dari hancurnya formasi menghantam Dantiannya.
"Melakukan pembersihan," jawab Lin Xuan. Ia melepaskan helm tengkoraknya dan membuangnya ke tanah, memperlihatkan wajahnya yang tersenyum sinis di bawah cahaya obor biru.
Hilangnya kubah pelindung membuat ratusan Boneka Perunggu kehilangan penghalang mereka. Bagaikan air bah yang bendungannya jebol, monster-monster logam setinggi tiga meter itu merangsek masuk dari segala penjuru, mengayunkan senjata raksasa mereka langsung ke jantung pasukan kekaisaran!
"AAAAAA!" Jeritan keputusasaan meledak seketika. Tanpa pelindung, para prajurit elit yang kelelahan itu dicabik, dipotong, dan diinjak-injak menjadi pasta darah dalam hitungan detik.
Huangfu Lei melompat mundur, menghindari kapak perunggu raksasa yang membelah tanah tempat ia duduk sedetik yang lalu. Matanya yang memerah menatap pemuda berjubah abu-abu di tengah kekacauan itu. Otaknya bekerja dengan cepat, menghubungkan laporan dari luar makam dengan sosok di hadapannya.
"KAU! Kau adalah Lin Xuan! Bocah udik dari Sekte Pedang Bintang yang melumpuhkan adikku!" raung Huangfu Lei, urat-urat di lehernya menonjol karena amarah yang nyaris meledakkan tengkoraknya. "Beraninya kau menghancurkan formasi kekaisaranku?!"
"Adikmu merengek hal yang persis sama sebelum aku mematahkan tulangnya," ejek Lin Xuan santai, menangkis serangan tombak boneka perunggu di dekatnya dengan sebelah tangan.
Di atas balkon yang jauh, Mu Qingxue menarik busur esnya. Anak panah berwarna biru melesat tanpa suara menembus udara, menancap tepat di dada komandan pasukan kekaisaran yang mencoba melarikan diri ke arah lorong asal mereka. Komandan itu langsung membeku menjadi patung es dalam sekejap.
Melihat rekan-rekannya dibantai oleh boneka perunggu dan di-snipe dari atas oleh panah es, Huangfu Lei menyadari bahwa pasukannya telah habis. Ambisinya untuk mendapatkan Sumsum Kaisar Kuno hancur karena satu pemuda ini!
"AKU AKAN MENCABUT TULANG RUSUKMU SATU PER SATU!"
Huangfu Lei mengaum layaknya binatang buas. Berbeda dengan Huangfu Yun yang manja, Huangfu Lei adalah prajurit sejati. Auranya di puncak Pembentukan Fondasi tingkat 9 meledak, memancarkan Qi darah yang sangat kental.
Ia mencabut sepasang palu godam raksasa dari punggungnya—Palu Petir Menangis, senjata Kelas Roh Tingkat Menengah. Percikan petir merah menyelimuti kedua palu tersebut saat ia menerjang maju, menghancurkan dua boneka perunggu yang menghalanginya menjadi kepingan logam, dan membidik langsung ke arah tengkorak Lin Xuan!
Lin Xuan tidak mundur. Matanya memancarkan cahaya abu-abu keemasan. Darah tempurnya yang mendambakan pertarungan seimbang akhirnya mendidih.
"Bagus! Mari kita lihat palu siapa yang lebih berat!"
Lin Xuan mengangkat Pedang Pembelah Kekacauan dengan kedua tangannya, menyalurkan energi Kekacauan tingkat 8-nya secara penuh untuk pertama kalinya sejak menyerap Inti Iblis.
dan kalau bisa update nya jangan lama lama