seorang anak kecil yang baru berusia 5tahun, ia ingin melakukan dendam akibat tantenya meninggal karna menyelamat kan nya. setelah ia beranjak remaja ia memulai melakukan dendam tersebut, dan rencananya ia akan bikin anak dari sang pembunuh jatuh cinta padanya dan meninggalkan nya. tetapi ia malah jatuh cinta pada gadis itu, dan siapa sangka ia tidak bisa melanjutkan balas dendam tersebut. tetapi karna permintaan sang mamah dan tidak akan membuat mamahnya kecewa ia akan melakukan balas dendam itu, walaupun harus merelakan orang yang ia cintai. namun ia tidak bisa untuk menyakiti hati orang yang ia cintai tapi apalah dayanya mamahnya selalu memaksa ia untuk melakukan balas dendam. dan ia semakin di buat bingung oleh keadaan, ia harus memilih salah satu ANTARA CINTA ATAU BALAS DENDAM.
penasaran sama ceritanya? sini dibacaa
jangan lupa follow dan vote di setiap bab nya ya gayss
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14 | UJIAN KELULUSAN
happy reading
tak terasa sekarang sudah masuk ke ujian kelulusan. kini afan sedang belajar lagi terlebih dahulu sebelum ujian di mulai, sementara devi gadis itu tengah memperhatikan Afan yang sedang belajar lagi dari semalam. "afan gak bosen apa ya...belajar Mulu"gumannya
kemudian ada Clarissa yang nyamperin afan. devi tentu saja kesal dari kemaren Clarissa terus saja mengganggu dirinya. dari mulai ia piket, tapi sengaja kelasnya di kotorin lagi dengan Clarissa?dan dengan terpaksa devi piket ulang. dan tidak itu saja, Clarissa punya teman baru yang ikut mengganggu devi. temannya bernama lisa murid pindahan, dan sejak pertemuan itu Clarissa dan Lisa berteman atau bisa di sebut sahabat?devi kini sedikit frustasi karna Clarissa makin hari makin ingin mendekati afan dan Lisa
mengganggu dirinya. devi tak mau tinggal diam jika afan di dekati oleh Clarissa maka dari itu ia bangkit dari tempat duduknya dan menuju ke meja afan.
"afann"panggil devi
"iya dev?"
"kenapa nenek lampir itu selalu aja caper sama Lo sih"
"Lo hobi banget ya manggil gue nenek lampir"sahut Clarissa
"dari sikapnya aja kek nenek lampir, dan pantas saja di sebut nenek lampir!"cibir devi
"kenapa? emang kan?"
lagi dan lagi afan hanya menghela nafas panjang, Afan sudah muak tiap hari mendengar perdebatan dua manusia itu.
"udah debatnya sayang...tuh liat mis nara udah masuk ke kelas"bisik afan tepat di telinga devi
"iyaa"devi menjawabnya dengan tersenyum manis ke arah afan
Afan yang melihat senyuman manis devi ia juga ikut tersenyum
"duhh dunia serasa milik berdua ya"ucap salah satu murid di kelas itu
"iya lucu banget mereka"
dan masih banyak bisikan lain nya dari beberapa murid.
devi kembali ke tempatnya seperti semula, dan ujian di mulai.
devi melihat soal yang ada di kertas ujiannya, dan seketika devi berkata "widihh ini mah Ezzy"gumam devi
"bener apa kata Afan gue harus belajar supaya bisa ngerjain ujian nya eh ternyata bener, emang the best deh afan" batin devi
kring kring kring suara bell istirahat
semua murid pada keluar kelas dan menuju ke kantin sedangkan devi dan afan mereka masih di kelas.
"tadi gimana ujian nya?" tanya afan
"mudahh, gue bisa ngerjain"jawab devi antusias
afan terkekeh dan mencubit pipi chubby milik devi. seketika devi meringis padahal afan tidak terlalu kencang mencubit pipi nya.
"afann, ngapain sih pake cubit cubit segala?"protes devi
"perasaan gak terlalu kenceng deh, cubitnya"
"terserahhh, gue mau ke kantin, bye."ucap devi lalu pergi meninggalkan afan sendirian di kelas
"ada ada aja"
di kantin kini devi mala vio berada. mereka sedang makan dan sesekali bergurau. "eh dev gimana hubungan Lo sama Afan?"tanya Mala
"baik kok"jawab devi
"dev soal ucapan Alvaro waktu itu..."vio menggantung ucapan nya
devi mengkerutkan keningnya bingung. ia mencoba mengingat ingat ucapan Alvaro waktu itu. dan yaps Devi mengingatnya.
"emang beneran yah Afan cuman mau balas dendam doang?"tanya devi lesu
"enggak mungkin lah dev, coba Lo lihat hubungan Lo sama afan buktinya baik-baik aja kan? kalo misalnya cuman balas dendam kan pasti dari kemaren udah retak hubungan Lo. buktinya sampe ujian kelulusan ini hubungan Lo sama Afan baik baik aja, ya kadang ada si nenek lampir itu yang ganggu sih" ucap Mala panjang lebar
"iya juga ya mal" sahut vio
"kalo misalnya beneran gimana gays?"
"kalo itu sih gue gatau dev"ucap vio
"kalian gaada niatan selidikin gitu?" tanya devi
"selidikin?" tanya vio dan Mala barengan
"iya selidikin"
"Lo mau nyelidikin ini kek gimana?"tanya vio
"eumm... gatauu"
"aneh Lo dev"
"hehe"
skip aja udah pulang sekolah
Clarissa nyamperin devi dan afan yang sedang berada di parkiran
"afann"panggil Clarissa
afan mengangkat satu alisnya, seolah berkata ada apa?
"gue boleh bareng lu?"
"ga"
"afan itu sama gue, Lo gak liat gue ada di sampingnya"
"gue ga nanya Lo"
"yaudah si"
"Afan ayo pulang aja, gausah dengerin apa kata nenek lampir ini"
afan mengangguk
"liat aja nanti Lo dev, Lo bakal sakit hati setelah tau rencana afan yang sebenernya" batin Clarissa
"fan kenapa sih, Clarissa selalu gangguin hubungan kita?"
"gue juga gatau dev"
"huftt..."devi menghela nafas
"biar Lo gak badmood lagi, gimana kalo kita beli es cream di taman?"
"ide baguss"
sesampainya di taman, mereka duduk di kursi, dan afan ia pergi membelikan es cream untuk devi. selang beberapa menit akhirnya afan kembali dengan membawa es cream di tangannya.
"nih es cream vanilla, es cream kesukaan kamu kan?" tanya afan
"iyaa, ini es cream kesukaan aku, kok Lo tau?"
"jelass lahh"
"iya dehh"
sesampainya di rumah, devi langsung masuk kedalam kamarnya dan malemparkan tasnya dengan asal asalan. ia langsung merebahkan dirinya di
ranjang empuk itu, tanpa melepaskan sepatu dan mengganti seragam nya dengan pakaian santai. apalahh pikiran devi masih menimang-nimang ucapan Mala dan vio di kantin tadi. apakah Afan mencintainya hanya karna dendam atau memang ia mencintai dirinya tanpa ada kata dendam atau malah sebaliknya dan sebaliknya. ohh tuhann ini sangatlah rumitt, fikir devi.
"gabisa gabisa, gue harus selidikin ini"batin devi
"apa gue minta bantuan ayah sama bunda yah?"tanya nya pada diri sendiri
tanpa pikir panjang devi langsung turun dari ranjang dan pergi ke kamar bunda dan ayahnya berada.sesampainya di depan pintu kamar ayah dan bunda devi langsung mengetuk nya.
"ayahhh,,,bundaaa,, devia boleh masuk?"tanya nya
"boleh sayang, masuk aja gak di kunci kok"jawab bunda Salma dari dalam kamar
devi langsung masuk kedalam kamar dan menutup pintunya kembali, ia duduk di tepi ranjang yang di mana ada ayah dan
bundanya sedang rebahan.
"loh dev kamu belom ganti baju? sepatu juga masih dipake"
"hehe maless yahh"jawab devi cengengesan
"ada ada saja kamu ini"gumam bunda salma
"yahh, aku mau nanya"
"nanya apa sayang?"
"ayah pasti tau kan tentang afan?"
"tentang afan?, apa maksud kamu dev"
"ayah pernah punya dendam ke orang atau apa gitu?"
"devia, kenapa kamu bisa berpikir seperti itu kalo ayah punya dendam" ucap bunda salma
"yaa kepikiran aja bunn"
"soalnya waktu itu ada temen kelas devia yang bilang kalo afan pacaran sama devi itu karna dendam bukan karna cinta, jadi yaa devi curiga yah,,bun,,"
"kalo misalnya ucapan teman kamu itu hanya bercanda gimana?"tanya bunda salma
"eumm kalo di pikir pikir iya juga yah tapi gatau dehh"
"okedeh bayy devia mau ke kamar, devia cuman nanya itu"
devia langsung keluar dari kamar kedua orang tuanya. setelah itu devia memutuskan untuk mencari tahu tentang afan bersama vio dan mala.
setelah mengganti seragam dengan pakaian santai, devi ijin untuk ke cafe bersama Mala dan vio. sesampainya di cafe devi langsung mencari keberadaan Mala dan vio dan yeah devi menemukan mereka berdua,tanya pikir panjang dirinya langsung menghampiri kedua temannya itu.
"Hay gays sorry gue agak telat kesini nya"
"gapapa dev, sans aja"jawab mala
"jadii? gimana dev, Lo bakal cari tau tentang afan?"tanya mala
"seperti apa yang gue katakan tadi di kantin"
"lo gak nyoba tanya ke nyokap sama bokap Lo?"tanya vio
"udah, tadi barusan tanya,tapi kek ya mereka gak jujur dehh"
"apa mereka sembunyiin sesuatu dari lo dev"ucap mala
"gue juga mikir gitu mal, tapi ya mau gimana lagi"
"nama lengkap afan itu afan baskara Khadafy kan?"tanya mala
"iya kenapa?"
"baskara?"ulang vio
"gilakk itu kan marga keluarga baskara, katanya nih ya dulu tantenya afan sempet ke tabrak dan pelakunya malah kabur gitu aja gak tanggung jawab"lanjut vio
"Lo tau darimana? jangan bilang Lo ngawur"ucap mala sedikit tak percaya
"gue aja dapet info dari bokap gue, katanya sih gitu"
"tantenya afan?"ulang devi
"namanya siapa vio?"tanya devi
"tantenya afan?"
Devi mengangguk
"kalo gak salah Rara siapa gitu, gue hafal nama depannya aja kalo belakang gatau deh"
"rara ya? besok gue mau coba tanya ke afan tentang Tante nya"
"heh jangan aneh aneh lu dev, itu tante afan loh, Lo tau marga baskara kann?"
"gatau dan gak penting buat gue vioo"
"Tante dari pacar Lo itu masa gatau"
"gak males cari tau"
"aneh lu dev"ucap mala
"yang gue pikirin apakah afan punya dendam sama gue?"
Mala dan vio saling bertatapan lalu berkata "ya ndak tau kok tanya saya" ucap mereka berdua kompak
"gue selidikin kek gimana yah?"
"Lo nyewa orang yang pinter nyelidikin sesuatu"jawab mala
"ehh iya juga ya, kenapa gue gak kepikiran"
"iya lahh"
"eh btw Lo dapet uang dari mana kalo mau nyewa orang"ucap vio penasaran
"helloww Lo lupa siapa bokap gue? gue mau minta berapa juta juga bakal di kasih"
"iya deh iyaa, si paling anak tunggal yang kaya raya"ucap vio
"ohh jelass"