NovelToon NovelToon
Aturan Main Sang CEO

Aturan Main Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / CEO / Office Romance / Balas Dendam
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Lyra Graceva hanyalah seorang sekretaris teliti yang hidup dalam bayang-bayang trauma ibunya dan status "anak haram". Namun, dunianya runtuh sekaligus bangkit saat bosnya yang obsesif, Sean Nathaniel Elgar, menjeratnya dalam sebuah pernikahan kontrak yang berubah menjadi kepemilikan mutlak. Di balik gairah panas dan sikap posesif Sean, tersembunyi rahasia kelam masa lalu yang melibatkan kedua orang tua mereka. Lyra yang awalnya rapuh, bertransformasi menjadi "Ratu" yang dingin demi membalaskan dendam ibunya dan mengungkap kebenaran tentang asal-usulnya, sementara Sean bersumpah akan menghancurkan siapa pun—termasuk keluarganya sendiri—demi menjaga Lyra tetap di sisinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Resepsi Tanpa Undangan

Pikiran Lyra masih berkabut, dipenuhi sisa-sisa sentuhan Sean yang posesif, saat pria itu menariknya keluar dari kamar dan memaksanya mengenakan salah satu dress formal koleksi cadangan yang tersedia di sana. Rasa pegal di pinggang dan pangkal pahanya masih berdenyut nyata, pengingat fisik betapa Sean tidak memberikan ampun sedikit pun pagi ini.

Hingga kemudian, mobil berhenti dengan decit halus yang menyentak kesadaran Lyra sepenuhnya.

Lyra menatap gedung di depannya dengan mata membelalak. Ia masih berusaha merapikan rambutnya yang berantakan, sementara rasa lemas di kakinya akibat aktivitas mereka tadi masih sangat terasa.

"Sean, kau gila? Ini kantor Catatan Sipil. Kenapa kita ke sini?!"

Sean keluar dari mobil, merapikan jasnya tanpa menoleh. "Untuk memastikan kau tidak bisa melarikan diri ke kencan buta mana pun lagi. Turun."

"Aku tidak mau! Kita baru melakukannya semalam dan.... Hmm, Pagi tadi! Ini terlalu cepat!"

Sean membuka pintu mobil di sisi Lyra, membungkuk hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. "Kau sudah menandatangani kontraknya tadi pagi, Sayang. Kau mau aku membacakan pasal pelanggarannya? Atau kau mau aku menciummu di sini sampai semua wartawan datang?"

"Kau... kau benar-benar iblis."

"Iblis yang sudah memiliki akta kepemilikan atas dirimu. Sekarang, keluar atau aku gendong masuk?"

Lyra menghentakkan kakinya kesal, namun akhirnya keluar dengan wajah cemberut. Di dalam, segalanya sudah disiapkan. Tidak ada pesta, tidak ada bunga, hanya petugas yang sudah dibayar Sean untuk bekerja ekstra cepat.

"Tanda tangan di sini, Nyonya Elgar," ujar petugas itu dengan ramah.

Lyra menatap pena di tangannya. Ia melirik Sean yang berdiri angkuh di sampingnya. "Kalau aku melakukannya, kau akan membiarkan ibuku tenang?"

"Aku akan memperlakukannya seperti ratu. Itu janjiku," bisik Sean, nadanya tiba-tiba serius.

Dengan tangan gemetar, Lyra menandatangani dokumen itu. Dalam hitungan menit, statusnya berubah. Ia bukan lagi gadis "noda" yang ia takutkan selama ini. Ia adalah istri dari salah satu pria paling berpengaruh di negara ini.

Sore harinya, mobil mewah Sean berhenti di depan sebuah rumah kecil namun asri di pinggiran kota. Ibu Kirana sedang menyiram tanaman saat ia melihat putrinya turun dari mobil yang harganya mungkin bisa membeli seluruh kompleks perumahan itu.

"Lyra? Nak, kau pulang? Dan... Nak Sean?" Kirana meletakkan alat penyiramnya, wajahnya tampak bingung namun cerah.

"Ibu..." Lyra berlari memeluk ibunya, matanya mulai berkaca-kaca.

Sean menyusul di belakang, memberikan senyum paling sopan yang pernah Lyra lihat selama lima tahun bekerja dengannya. "Selamat sore, Ibu Kirana. Maaf kami datang tiba-tiba."

"Ayo masuk, ayo. Rumahnya berantakan," Kirana mempersilakan mereka duduk di ruang tamu yang sempit. "Lyra, kenapa tidak bilang kalau Nak Sean mau datang? Ibu tidak masak apa-apa."

"Tidak perlu repot, Bu. Kami hanya ingin menyampaikan kabar bahagia," Sean meraih tangan Lyra di atas meja, menggenggamnya begitu erat hingga Lyra tidak bisa menariknya.

"Kabar apa?" Kirana menatap mereka bergantian.

"Kami sudah menikah pagi ini, Bu," ujar Sean tenang.

Gelas teh yang baru saja diletakkan Kirana hampir saja tumpah. "Menikah? Tapi... bagaimana bisa? Lyra tidak pernah bilang kalian berpacaran."

"Semuanya mendadak, Bu. Saya tidak ingin kehilangan Lyra lebih lama lagi. Saya sangat mencintainya," Sean berbohong dengan wajah begitu tulus hingga Lyra ingin muntah di tempat.

"Nak Sean... apa Nak Sean serius?" Kirana menatap Sean dalam-dalam. "Nak Sean tahu kan... latar belakang kami? Lyra mungkin tidak pernah cerita, tapi saya—"

"Ibu," potong Sean lembut. "Saya tahu semuanya. Saya tahu Ibu adalah perawat yang luar biasa. Saya juga tahu tentang bantuan anonim untuk biaya operasi jantung Ibu dua tahun lalu di rumah sakit tempat Ibu bekerja."

Lyra tersentak. "Tunggu... bantuan anonim itu? Sean, itu kau?"

Kirana juga tertegun. "Jadi... donatur misterius yang bilang dari yayasan itu... itu Nak Sean?"

Sean tersenyum tipis. "Saya ingin memastikan ibu dari wanita yang saya cintai selalu sehat. Jadi, Ibu tidak perlu khawatir. Status, masa lalu, atau apa pun itu tidak ada artinya bagi saya. Yang saya inginkan hanya Lyra."

Kirana mulai menangis haru. Ia menggenggam tangan Sean. "Terima kasih, Nak. Terima kasih sudah menerima putriku. Aku selalu takut dia akan sendirian karena... karena kesalahanku di masa lalu."

"Ibu tidak salah apa-apa," ujar Sean tegas. "Dan sekarang, Lyra adalah tanggung jawab saya sepenuhnya."

Lyra terdiam melihat interaksi itu. Di satu sisi, ia merasa sangat tersentuh karena Sean telah menyelamatkan nyawa ibunya tanpa ia ketahui. Namun di sisi lain, ia menyadari betapa dalam jerat yang dibuat pria ini. Sean tidak hanya memiliki tubuhnya, tapi ia juga telah membeli hati ibunya.

Saat Kirana pergi ke dapur untuk mengambilkan camilan, Lyra berbisik tajam pada Sean. "Kau merencanakan ini semua? Sampai ke biaya rumah sakit itu?"

"Aku bilang kan, Lyra," Sean mendekatkan wajahnya, menghirup aroma rambut Lyra secara posesif. "Aku tidak membiarkan apa pun terjadi secara kebetulan. Sekarang, tersenyumlah. Jangan sampai ibumu tahu bahwa 'pangeran' pilihannya ini sebenarnya adalah monster yang merenggut keperawanan putrinya di atas sprei hitam semalam."

"Kau benar-benar licik, Sean Nathaniel Elgar."

"Dan kau... adalah milik si licik ini selamanya, Nyonya Elgar."

1
aditya rian
sean punya sodara nih pasti...
umie chaby_ba
😍😍😍😍
Ariska Kamisa
semoga para pembaca menikmatinya ,
aditya rian
😍😍😍😍😍
Uthie
bakal nyesel gak tuhhh 😁
Uthie
coba mampir 👍
umie chaby_ba
ini penjahat bersahabat dengan penjahat..🫣🫣
umie chaby_ba
what? /Sob/
umie chaby_ba
lalu anak siapa??
umie chaby_ba
what??? apa jangan-jangan Lyra.... anak Edward?🫣
umie chaby_ba
waduh...
umie chaby_ba
oh... cinta pada pandang pertama 🤭
umie chaby_ba
🫣
umie chaby_ba
ulasan pertama /Good/
Rame sih ....
shack... shick.... shock..
cepet terungkapnya ... jebreet jebret...
umie chaby_ba
waah waah udah ada yang baru lagi ... tema posesif posesif gitu aku suka.... 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!