NovelToon NovelToon
Kontrak Rahim Sang CEO Miliarder

Kontrak Rahim Sang CEO Miliarder

Status: tamat
Genre:CEO / Showbiz / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

"Di dunia para penguasa, segalanya bisa dibeli—termasuk keturunan. Namun, apa jadinya jika rahim yang disewa justru membawa cinta yang tak terduga?"

Adrian Ardilwilaga adalah definisi sempurna dari kekuasaan dan kekayaan. Sebagai CEO Miliarder dari Ardilwilaga Group, ia memiliki segalanya, kecuali satu hal yang sangat dituntut oleh dinasti keluarganya: seorang pewaris. Pernikahannya dengan Maya Zieliński, wanita sosialita kelas atas yang anggun namun menyimpan rahasia kelam tentang kesehatannya, berada di ambang kehancuran karena tekanan sang mertua yang otoriter.

Demi menjaga status dan cinta Adrian, Maya merancang sebuah rencana nekat—sebuah kontrak rahim ilegal. Pilihan jatuh kepada Sasha Vukoja, seorang mahasiswi seni berbakat asal Polandia yang sedang terdesak kesulitan ekonomi. Sasha setuju untuk menjadi ibu pengganti, tanpa pernah menyangka bahwa ia akan jatuh hati pada sang pemberi kontrak.
Ketegangan memuncak saat Arthur, sang pangeran mahkota, lahir.Bagaimana kelanjutannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gemerlap Salju dan Kerinduan yang Beku

Musim dingin di Warsawa kali ini terasa lebih menusuk, bukan karena suhu yang turun di bawah nol derajat, melainkan karena kekosongan yang kian menganga di dalam dada Sasha. Di sebuah studio kecil di kawasan Praga yang berbau cat minyak dan tiner, Sasha menatap kanvasnya yang masih kosong. Seharusnya ia sedang mengerjakan tugas restorasi lukisan abad pertengahan, namun tangannya terasa kaku. Pikirannya terbang melintasi benua, menuju sebuah kamar bayi di Jakarta yang hanya pernah ia huni dalam mimpi-mimpi buruk yang indah.

Di tengah kesunyian itu, pintu studio terbuka, membawa embusan angin dingin dan aroma kopi panas. Lukas, seorang arsitek muda yang sedang naik daun di Warsawa, masuk dengan senyum yang sangat akrab di mata Sasha. Lukas adalah pria yang berbahaya bagi pertahanan batin Sasha. Ia memiliki garis rahang yang tegas, bahu yang kokoh, dan cara bicara yang sangat otoriter namun penuh perlindungan—sangat mirip dengan Adrian.

"Kamu masih di sini, Sasha? Matahari sudah terbenam sejak tiga jam yang lalu," suara Lukas berat dan tenang, gema yang selalu berhasil memicu deja vu menyakitkan bagi Sasha.

Lukas melangkah mendekat, meletakkan cup kopi di meja kerja Sasha. Ia menatap Sasha dengan binar yang tidak bisa disembunyikan. Sejak pertemuan pertama mereka di galeri seni, Lukas tidak pernah menutupi ketertarikannya. Ia adalah pria yang jujur, mapan, dan sangat mengagumi dedikasi Sasha pada seni. Bagi banyak wanita di Warsawa, Lukas adalah sosok idaman, namun bagi Sasha, Lukas hanyalah sebuah pengingat akan pria yang tidak bisa ia miliki.

"Terima kasih, Lukas. Aku hanya... kehilangan fokus hari ini," bisik Sasha, mencoba menghindari tatapan mata Lukas yang seolah bisa membaca jiwanya.

"Kamu selalu kehilangan fokus saat salju mulai turun, Sasha. Apa yang kamu cari di balik jendela itu? Sesuatu di Polandia, atau sesuatu yang tertinggal di belahan dunia lain?" tanya Lukas dengan nada yang sangat lembut, namun tepat menusuk sasaran.

Dilema itu menghantam Sasha seketika. Di hadapannya berdiri Lukas, pria yang nyata, yang bisa memberikan masa depan yang normal, kasih sayang yang sehat, dan perlindungan tanpa kebohongan. Namun, di dalam hatinya, masih ada takhta yang diduduki oleh Adrian Ardilwilaga. Setiap kali Lukas mencoba menyentuh tangannya, Sasha merasa seperti pengkhianat. Ia merasa masih menjadi milik pria yang telah menyewa rahimnya, pria yang telah mencuri hatinya dalam satu malam di Singapura.

Batin Sasha tersiksa oleh kerinduan yang ganda. Ia merindukan pelukan Adrian yang penuh api, namun ia juga merasakan sakit yang tak tertahankan di payudaranya setiap kali ia melihat ibu-ibu muda di taman menggendong bayi mereka. Arthur. Nama itu selalu ia sebut dalam doa-doa malamnya. Ia merindukan aroma bayi itu, detak jantung kecil yang dulu pernah bersatu dengan detaknya selama sembilan bulan. Ia merasa seperti seorang ibu yang meninggalkan jiwanya di tanah asing demi sebuah kontrak yang kini terasa seperti kutukan.

"Aku tidak bisa, Lukas," suara Sasha pecah saat Lukas mencoba meraih jemarinya. "Kamu terlalu baik, dan aku... aku belum selesai dengan masa laluku."

"Masa lalu tidak akan pernah selesai jika kamu terus memberinya makan dengan kerinduan, Sasha," ujar Lukas, kali ini dengan ketegasan yang sangat mirip dengan Adrian saat menghadapi masalah bisnis. "Aku tidak memintamu melupakan, aku hanya memintamu membiarkanku berjalan di sampingmu."

Sasha memalingkan wajah, air matanya jatuh membasahi kerah sweater wolnya. Bagaimana ia bisa menjelaskan pada Lukas bahwa di Indonesia, ada seorang anak yang memiliki darah dan wajahnya, namun secara hukum bukan anaknya? Bagaimana ia bisa menjelaskan bahwa cintanya pada Adrian adalah luka yang sengaja ia pelihara agar ia tidak melupakan Arthur?

Malam itu, setelah Lukas pergi dengan kekecewaan yang tertahan, Sasha terduduk di lantai studio. Ia memeluk lututnya, menatap foto Arthur yang ia simpan secara sembunyi-sembunyi di balik bingkai lukisan. Ia terjepit di antara dua dunia: kehidupan baru bersama Lukas yang menjanjikan ketenangan, atau bayang-bayang Adrian dan Arthur yang menjanjikan kepedihan abadi. Di Warsawa yang membeku, Sasha menyadari bahwa meski ia telah melarikan diri sejauh mungkin, ia tetaplah seorang tawanan dari sebuah cinta yang lahir dari rahim yang disewakan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!