NovelToon NovelToon
Putri Posesif Tuan Gavin & Dokter Bedah Misterius

Putri Posesif Tuan Gavin & Dokter Bedah Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / CEO / Berbaikan / Cinta pada Pandangan Pertama / Enemy to Lovers
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

Novel ini adalah sekuel dari novel yang berjudul: Dinikahi Sang Duda Kaya yang sudah tamat sebelumnya.

Alea Ardiman, "The Smiling Shark" yang jenius namun anti-cinta, harus berurusan dengan dr. Rigel Kalandra setelah jatuh pingsan. Rigel, dokter bedah saraf yang dingin, adalah satu-satunya pria yang berani membanting laptop kerja Alea dan mengabaikan ancaman kekayaannya.
​"Simpan uang Anda, Nona Alea. Di ruangan ini, detak jantung Anda lebih penting daripada Indeks Harga Saham Gabungan."
​Alea merasa tertantang, tanpa menyadari bahwa Rigel sebenarnya adalah pewaris tunggal konglomerat farmasi sekaligus "Investor Paus" yang diam-diam melindungi perusahaannya. Ketika Ratu Saham yang angkuh bertemu Dokter Sultan yang diam-diam bucin, siapakah yang akan jatuh cinta duluan di bawah pengawasan ketat Papa Gavin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Lembur Berdua

​​"Angka ini nggak masuk akal! Siapa yang masukin data pengeluaran operasional segede gaban cuma buat beli staples?!"

​Alea berteriak frustasi di depan layar laptopnya. Jam dinding digital di ruang tengah penthouse sudah menunjukkan pukul sebelas malam, tapi Ratu Saham itu masih sibuk memelototi laporan keuangan bulanan. Rambutnya dicepol asal, wajahnya berminyak tanpa makeup, dan kacamata antiradiasi bertengger miring di hidungnya.

​"Zahra pasti salah input! Awas aja besok gue potong gajinya buat beli obat sakit kepala!" gerutu Alea sambil memijat pelipisnya yang berdenyut kencang.

​Ting.

​Bukan suara notifikasi pesan, melainkan suara pintu lift pribadi penthouse-nya yang terbuka.

​Alea menoleh kaget. Siapa yang datang tengah malam begini? Arka sudah pamit menginap di rumah teman—katanya mau kerja kelompok, padahal pasti mabar game. Papa Gavin masih di luar kota.

​Langkah kaki tegap terdengar mendekat. Sosok tinggi dengan jaket hoodie abu-abu dan celana jins santai muncul dari balik partisi ruangan. Di tangannya tergantung kantong plastik yang menguarkan aroma surgawi: Mentega dan cokelat.

​"Lembur lagi?" sapa Rigel santai, seolah dia pemilik rumah.

​"Lo?!" Alea melotot, refleks menarik kerah piyamanya yang agak rendah. "Lo kok bisa masuk lagi sih?! Gue udah ganti kode pintunya tadi pagi!"

​"Arka," jawab Rigel singkat sambil meletakkan bungkusan itu di meja kopi. "Dia bilang kakaknya yang bandel lagi mode senggol-bacok karena laporan keuangan. Jadi dia kasih kode baru lo sebagai langkah antisipasi biar gue bisa masuk kalau lo pingsan. Lo kan belum boleh kerja terlalu keras, Alea. Bisa muntah darah lagi."

​"Bocah laknat! Liat aja, uang jajannya gue potong lima puluh persen!" umpat Alea. "Ngapain lo ke sini? Mau ngetawain gue yang lagi kusut?"

​"Mau kasih nutrisi otak," Rigel membuka kotak martabak itu. Uap panas mengepul, membawa aroma mentega yang gurih bercampur manisnya cokelat. "Martabak Pecenongan. Keju campur Cokelat Toblerone. Tapi gulanya saya minta dikurangin tujuh puluh persen."

​Alea menelan ludah. Perutnya yang sedari tadi cuma diisi kopi mendadak demo.

​"Kurang gula? Rugi dong. Hambar nanti," protes Alea, meski tangannya sudah otomatis bergerak mengambil satu potong.

​"Manisnya udah cukup dari cokelat. Kalau ditambah gula pasir lagi, nanti lo diabetes. Gue nggak mau punya pacar ompong," sahut Rigel asal sambil duduk di sofa, tepat di sebelah Alea.

​"Pacar?! Siapa yang pacar lo?!" Alea tersedak martabaknya.

​"Calon. Belum resmi kan?" Rigel menatap Alea dengan senyum miring yang menyebalkan tapi bikin deg-degan. "Udah, makan aja. Jangan banyak protes. Mulut lo penuh cokelat tuh."

​Rigel mengulurkan tangan, membersihkan sudut bibir Alea dengan ibu jarinya—lagi. Kebiasaan baru yang sukses membuat jantung Alea konslet.

​"Tutup laptop lo," perintah Rigel setelah Alea menghabiskan potong kedua.

​"Nggak bisa! Ini belum beres! Besok meeting sama direksi!"

​"Tutup, Alea. Otak lo udah panas. Dipaksa juga hasilnya bakal error," Rigel menutup paksa laptop Alea. Blam. "Sekarang rileks. Kita nonton film."

​"Nonton? Gue nggak punya waktu buat..."

​"Diem," Rigel menyalakan TV layar datar 60 inci itu, memilih film action yang tidak butuh banyak mikir. "Duduk diem. Nikmatin martabak lo. Anggap aja ini terapi stres."

​Alea mau melawan, tapi sofa empuk dan perut kenyang membuatnya lemah. Akhirnya dia menurut, menyandarkan punggungnya di sofa.

​Film berjalan dua puluh menit. Adegan tembak-tembakan yang berisik justru terdengar seperti ninabobo bagi Alea yang kelelahan. Matanya mulai berat. Kepalanya terangguk-angguk.

​Tanpa sadar, kepala Alea jatuh ke samping. Mendarat di bahu kokoh Rigel.

​Rigel menoleh pelan. Melihat Alea sudah memejamkan mata dengan napas teratur, dia tersenyum tipis. Rigel tidak menggeser tubuhnya. Dia justru merangkul bahu Alea, menarik wanita itu agar posisinya lebih nyaman.

​"Dasar cewek bandel keras kepala," bisik Rigel, mencium puncak kepala Alea.

​Lama-kelamaan, posisi mereka berubah. Alea yang mencari kehangatan dalam tidurnya, memeluk pinggang Rigel erat-erat, menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria itu. Kakinya bahkan naik menumpang di paha Rigel. Rigel pun menyandarkan kepalanya di atas kepala Alea, ikut terlelap karena lelah seharian di ruang operasi.

​Di sofa ruang tengah yang luas itu, Ratu Saham dan Dokter Sultan tertidur saling berpelukan, melupakan dunia, saham, dan gengsi.

​Cahaya matahari pagi menerobos masuk lewat celah tirai yang belum tertutup rapat, menyilaukan mata. Namun, bukan itu yang membangunkan mereka.

​Ting Tong! Ting Tong! Ting Tong!

​Bel pintu penthouse berbunyi brutal. Bukan sekali dua kali, tapi terus menerus seperti kode morse bencana alam.

​BRAK! BRAK! BRAK!

​"Alea! Papa tahu kamu di dalam! Buka pintunya! Kenapa passcode-nya diganti lagi?!"

​Suara berat dan menggelegar dari luar pintu membuat mata Alea terbuka lebar seketika. Jantungnya serasa berhenti berdetak.

​Papa.

​Itu suara Papa Gavin.

​Alea mendongak kaget. Pemandangan pertama yang dia lihat adalah rahang tegas Rigel. Dia menyadari posisinya: Tidur menindih tubuh Rigel, kakinya membelit kaki Rigel, dan tangannya memeluk leher pria itu. Rigel juga baru saja terbangun, matanya mengerjap bingung, rambutnya acak-acakan seksi.

​"Rigel! Bangun! Gawat!" bisik Alea histeris, menepuk pipi Rigel. "Papa dateng! Papa pulang!"

​Rigel langsung sadar sepenuhnya. "Papa kamu?"

​"Iya! Gavin Ardiman! Kalau dia liat lo di sini pagi-pagi begini, abis kita! Dia bakal mikir kita ngapa-ngapain!" Alea panik luar biasa, melompat turun dari sofa, nyaris tersandung kakinya sendiri.

​"ALEA! BUKA ATAU PAPA DOBRAK!" Teriak Gavin lagi dari luar.

​"Mampus... mampus gue..." Alea mondar-mandir panik. "Lo sembunyi! Sembunyi di mana kek! Di kulkas! Di balkon!"

​Belum sempat Rigel bergerak, suara bip-bip-bip-klik terdengar. Pintu utama terbuka.

​Sial. Alea lupa kalau papanya punya kunci master darurat fisik, bukan cuma kode digital.

1
Mineaa
wkwkwkwk.....kopi ga tuh.......
aya Aya wae nich dokter satu......
Arix Zhufa
nah ini calon suami idaman....pasti klo udh nikah gk bakal pelit sama istri
Savana Liora: iya. mantap yak
total 1 replies
Arix Zhufa
mau baca cerita soal mama kiana & papa gavin ach
Savana Liora: bacalah kak. dijamin seru. dinikahi sang duda kaya judulnya
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
hati hati Alea macan mau ngamuk mending siap siap panggil pawangnya 🤣🤣
Mineaa
duiiihh..... papa gavin lg konslet kaya nya......hati hati pa.... mulutmu harimaumu....
Alea di tantangin......
papa jual......Alea beli....
Tarwiyah Nasa
waht Alea mewarisi sifat kiana
Aidil Kenzie Zie
up lagi donk tor lagi sert
Aidil Kenzie Zie
👍 Dok
Nisa Naluri
hahahahah🤣....ngakak
Bu Dewi
lanjut kak
Savana Liora: siap kk
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
kirain Rigel bakal pamer
Savana Liora: lihat lanjutannya besok. lebih daripada pamer
total 1 replies
Arix Zhufa
makin seru aja
Aidil Kenzie Zie
Papa Gavin nggak dicek dulu siapa sebenarnya dokter Rigel
Savana Liora: nantik2 katanya
total 1 replies
Arix Zhufa
ini adek tiri ya min?
Savana Liora: iya kk
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
panggil Mama Kia pawang papa Gavin
Aidil Kenzie Zie
Alea masuk jebakan Batman Arka 🤣🤣
Arix Zhufa
si arka dpt dobel untung...
Arix Zhufa
keren lo cerita nya
Arix Zhufa
gak mgkn Rigel jatuh cinta tiba2
Arix Zhufa
😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!