NovelToon NovelToon
ANTARA KETIGA DALANG ITU Dan AKU

ANTARA KETIGA DALANG ITU Dan AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Duniahiburan
Popularitas:15
Nilai: 5
Nama Author: Siti Gemini 75

Sekar Arum, gadis desa Plumbon, memiliki cinta yang tak biasa: wayang kulit. Ia rela begadang demi menyaksikan setiap pertunjukan, mengabaikan cemoohan teman-temannya. Baginya, wayang adalah jendela menuju dunia nilai dan kearifan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Gemini 75, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekuatan dari Rumah

Malam sebelum hari presentasi, Sekar Arum merasa gugup dan tidak bisa tidur. Ia berulang kali membaca naskah presentasi, mencoba menghafal setiap kalimat dan fakta. Namun, semakin ia berusaha, semakin pula ia merasa bingung dan lupa. Otaknya seolah penuh dengan benang kusut yang sulit diuraikan.

Ia juga merasa tidak percaya diri dengan penampilannya. Ia takut mendapatkan komentar negatif dari teman-teman tentang pakaian, jilbab, atau cara berbicaranya. Ia ingin tampil sempurna, tetapi ia tahu bahwa kesempurnaan itu tidak mungkin diraih. Ia melihat dirinya di cermin, merasa wajahnya pucat dan matanya cekung.

Ia mencoba untuk tenang dan berpikir positif, tetapi ia tetap tidak bisa mengusir rasa khawatir dan takut yang menghantuinya. Ia merasa sendirian dan tidak berdaya.

Tiba-tiba, ia teringat pada Bapak dan Ibu di kampung halaman. Ia teringat pada senyum mereka, nasihat mereka, dan doa mereka. Ia merasa rindu pada mereka.

Tanpa berpikir panjang, ia mengambil ponselnya dan menelpon Bapak.

Setelah beberapa dering, Bapak mengangkat telepon.

"Assalamualaikum, Nak," sapa Bapak dengan suara lembut.

"Waalaikumsalam, Pak," jawab Sekar Arum, suaranya bergetar.

"Kenapa, Nak? Kamu baik-baik saja?" tanya Bapak, khawatir.

"Sekar gugup, Pak. Besok Sekar ada presentasi pertama di depan kelas. Sekar takut gagal," kata Sekar Arum, menangis.

"Astaghfirullah. Jangan gitu, Nak. Kamu harus percaya diri. Bapak dan Ibu percaya sama kamu," kata Bapak, memberikan semangat.

"Tapi, Sekar takut, Pak. Sekar takut mengecewakan Bapak dan Ibu," kata Sekar Arum.

"Tidak, Nak. Kamu tidak akan mengecewakan kami. Apapun hasilnya, kami akan tetap bangga padamu. Yang penting, kamu sudah berusaha semaksimal mungkin," kata Bapak.

"Ingat, Nak. Kamu itu anak pintar, anak kuat, dan anak solehah. Kamu bisa melakukan apa saja yang kamu inginkan, asal kamu mau berusaha dan berdoa," kata Bapak.

"Iya, Pak," jawab Sekar Arum, mulai merasa lebih tenang.

"Sekarang, kamu tidur ya. Besok pagi, kamu bangun dengan semangat baru. Bapak dan Ibu akan selalu mendoakanmu," kata Bapak.

"Terima kasih, Pak," ucap Sekar Arum.

Setelah menutup telepon, Sekar Arum merasa jauh lebih tenang dan percaya diri. Kata-kata Bapak telah memberikan kekuatan baru baginya. Ia merasa bahwa ia tidak sendirian. Ada Bapak dan Ibu yang selalu mendukung dan menyayanginya.

Ia kemudian berdoa kepada Allah SWT, memohon kemudahan dan kelancaran dalam presentasinya besok. Ia juga berdoa untuk keselamatan dan kesehatan Bapak dan Ibu di kampung halaman.

Setelah berdoa, Sekar Arum merasa lebih damai dan tenang. Ia mematikan lampu dan berbaring di tempat tidur. Tidak lama kemudian, ia tertidur dengan nyenyak.

Keesokan harinya, Sekar Arum bangun dengan semangat baru. Ia merasa segar dan berenergi. Ia tersenyum mengingat percakapannya dengan Bapak semalam. Kata-kata Bapak telah memberikan keyakinan bahwa ia bisa melakukan yang terbaik.

Ia segera bangun, mandi, dan mengenakan pakaian terbaiknya. Ia memilih blus berwarna biru muda dengan motif bunga kecil-kecil, rok panjang berwarna abu-abu, dan jilbab segiempat berbahan voal yang senada dengan warna blusnya. Ia berdandan tipis, memoleskan bedak dan lip gloss agar wajahnya terlihat segar dan ceria. Ia ingin tampil menarik dan percaya diri di hari presentasinya.

Setelah siap, ia keluar dari kamar dan menuju dapur. Di sana, ia melihat Ibu Siti sedang menyiapkan sarapan.

"Pagi, Sekar. Sudah siap presentasi?" sapa Ibu Siti dengan senyum ramah.

"Pagi, Bu," jawab Sekar Arum sambil tersenyum. "Sudah, Bu. Semoga hari ini lancar."

"Aamiin. Ibu doakan semoga berhasil," kata Ibu Siti, menyiapkan sepiring nasi uduk dan segelas teh manis untuk Sekar Arum.

Sekar Arum makan dengan tenang. Nasi uduk buatan Ibu Siti memang lezat. Setelah selesai makan, ia berpamitan kepada Ibu Siti dan berangkat ke kampus.

"Bu, Sekar berangkat dulu ya. Assalamualaikum," kata Sekar Arum sambil mencium tangan Ibu Siti.

"Waalaikumsalam. Hati-hati ya, Nak. Semangat!" jawab Ibu Siti.

Sekar Arum berjalan menuju halte bus. Di sana, ia bertemu dengan Dewi yang juga hendak berangkat kuliah.

"Eh, Sekar. Mau presentasi ya? Semangat!" sapa Dewi dengan ceria.

"Iya, Dewi. Doakan ya," jawab Sekar Arum.

"Pasti dong. Kamu pasti bisa," kata Dewi, memberikan semangat.

Tidak lama kemudian, bus datang. Mereka berdua naik dan mencari tempat duduk yang kosong.

Di dalam bus, Sekar Arum mencoba untuk mengulang kembali materi presentasi di dalam otaknya. Ia berusaha untuk fokus dan tenang.

Sesampainyadi kampus, ia segera menuju ke aula fakultas. Di sana, ia melihat teman-teman kelompoknya sudah menunggu.

"Hai, Sekar," sapa Aisha dengan senyum ramah.

"Hai, Aisha," jawab Sekar Arum.

"Kamu sudah siap?" tanya Aisha.

"Insya Allah siap," jawab Sekar Arum.

"Jangan gugup ya. Kita pasti bisa," kata Aisha, memberikan semangat.

"Iya," jawab Sekar Arum.

Mereka kemudian mulai menyiapkan perlengkapan presentasi. Dika memastikan laptop dan proyektor berfungsi dengan baik, Rani menata slide presentasi di laptop, Toni menyiapkan contoh-contoh kasus nyata yang akan ia sampaikan, dan Aisha dan Sekar Arum kembali berlatih berbicara di depan kelas.

Saat giliran kelompok mereka tiba, Sekar Arum merasa jantungnya berdebar kencang. Ia menarik napas dalam-dalam dan berusaha untuk tenang.

Ia melangkah maju ke depan kelas bersama dengan Aisha. Mereka berdua tersenyum kepada dosen dan teman-teman sekelas.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," ucap mereka berdua dengan suara yang lantang.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab dosen dan teman-teman sekelas.

"Selamat pagi, semuanya. Kami dari kelompok lima akan mempresentasikan tentang pengaruh media sosial terhadap perilaku remaja," kata Aisha, membuka presentasi.

Sekar Arum kemudian mengambil alih pembicaraan. "Seperti yang kita ketahui, media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan para remaja. Namun, apa saja pengaruhnya? Mari kita simak penjelasan dari teman-teman kami," kata Sekar Arum, memberikan pengantar.

Dika kemudian mulai menjelaskan tentang data dan fakta yang telah ia kumpulkan. Ia menjelaskan tentang jumlah pengguna media sosial di Indonesia, jenis-jenis media sosial yang paling populer di kalangan remaja, dan dampak positif dan negatif media sosial terhadap berbagai aspek kehidupan remaja, seperti pendidikan, sosialisasi, dan kesehatan mental.

Rani kemudian menampilkan slide presentasi yang telah ia desain dengan cantik. Slide tersebut berisi gambar-gambar, grafik, dan animasi yang menarik, sehingga memudahkan para pendengar untuk memahami materi yang disampaikan.

Toni kemudian berbagi contoh-contoh kasus nyata tentang pengaruh media sosial terhadap perilaku remaja. Ia menceritakan tentang kasus-kasus bullying, hoax, dan cybercrime yang melibatkan remaja, serta dampak yang ditimbulkan bagi korban dan pelaku.

Aisha kemudian menjelaskan tentang cara memanfaatkan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Ia memberikan tips dan saran kepada para remaja tentang cara melindungi diri dari konten-konten negatif, cara memverifikasi informasi yang beredar di media sosial, dan cara menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat.

Sekar Arum kemudian menutup presentasi dengan kesimpulan dan ajakan. "Media sosial memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku remaja. Oleh karena itu, kita harus menggunakan media sosial dengan bijak dan bertanggung jawab. Mari kita jadikan media sosial sebagai sarana untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa," kata Sekar Arum.

Setelah presentasi selesai, dosen memberikan kesempatan kepada para pendengar untuk bertanya. Beberapa teman mengajukan pertanyaan yang berbobot dan menarik. Kelompok Sekar Arum berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan sebaik mungkin.

Setelah sesi tanya jawab selesai, dosen memberikan apresiasi kepada kelompok Sekar Arum. "Presentasi kalian sangat baik dan informatif. Kalian berhasil menjelaskan topik dengan jelas dan terstruktur. Kalian juga berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan baik. Saya memberikan nilai A untuk kelompok kalian," kata dosen dengan senyum puas.

Sekar Arum dan teman-temannya merasa senang dan lega mendengar apresiasi dari dosen. Mereka saling berpelukan dan memberikan selamat satu sama lain. Mereka berhasil melewati tantangan ini dengan sukses berkat kerja keras, kerjasama, dan dukungan dari orang-orang terdekat.

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!