NovelToon NovelToon
Ketika Restu Jadi Penghalang

Ketika Restu Jadi Penghalang

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Keluarga / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cintamanis / Cinta setelah menikah
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: Muliana95

Bagas, seorang petani yang hidup di desa. Walaupun seorang pertani, dia mempunyai keuangan yang stabil. Bahkan bisa di katakan dia dan keluarga termasuk orang berada.

Namun, uang bukan segalanya. Buktinya, walaupun banyak uang dia tidak bisa menikah dengan pacar yang sudah menemaninya sejak delapan tahun terakhir.

Kenapa begitu?
Dan alasan apa yang membuat mereka tidak menyatu ...
Yuk, ikuti kisah Bagas ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muliana95, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lamaran Yang Tak Di Sangka

"Eh, tapi ..."

"Gak mungkin juga, kamu naik ojek seperti biasanya kan?" potong Bagas.

"Puskesmas pasti tutup," Safira memberi alasan, canggung.

"Kita bisa ke klinik," kembali Bagas memberi interupsi.

Akhirnya, mau tak mau Safira menganggukkan kepalanya.

Sebelumnya, dia masuk kedalam untuk meminta izin pada ibunya yang sedang membantunya menyetrika.

Dan ketika melewati Malik, dengan gerakan cepat, Safira menjambak rambut lelaki yang berhasil membuatnya kikuk itu.

"Ah ..." Malik menjerit dramatis.

"Kenapa bang?" Bagas bertanya panik.

"Oh ..."

"Dia hanya caper," potong Safira cepat. Dia juga mendelikan matanya ke arah Malik.

"Semut, ya hanya di gigit semut," balas Malik, seraya mengedipkan sebelah matanya.

Safira duduk dengan tubuh kaku. Alih-alih memegangi Bagas. Safira lebih memilih memengangi besi di belakang.

Keduanya berjalan dalam diam.

Tak lama kemudian, sepeda motor berhenti di sebuah klinik.

"Masuk lah, aku tunggu disini," ungkap Bagas, menunjukkan bangku tunggu.

Di dalam sana, Safira menelan ludah. Setelah sebelumnya seorang petugas cek tekanan darahnya.

"Ibu, tolong tampung air seninya ya," seorang petugas menyerahkan sebuah cup pada Safira.

Setengah jam kemudian, Safira keluar. Dia juga membawa selembar kertas hasil cek kesehatan.

"Kita langsung pulang, atau jalan-jalan dulu?" tanya Bagas, menyimpan ponselnya ke saku.

"Terserah bang Bagas," sahut Safira menunduk.

Bagas mengangguk, kemudian keduanya berjalan ke arah sepeda motor, yang terparkir di depan.

Bukannya pulang, Baga memilih membawa Safira, ke sebuah angkringan. Disana, menyediakan mie ayam, bakso dan juga seblak.

Yang konon, makanan itu merupakan makanan kesukaan hampir semua kaum hawa.

"Makan disini, atau bawa pulang?"

"Bawa pulang," Safira menjawab secara cepat dan tepat.

Bagas mengangguk, kemudian memesan mie ayam sesuai menu yang dipilihkan Safira.

...✨✨✨...

Safira mengira, jika membawa pulang ke rumah. Berarti, dia akan secepatnya berpisah dengan Bagas. Namun, siapa sangka lelaki itu justru ikut makan di rumahnya. Dan itu, berhasil membuat Safira kalang kabut.

Bagaimana tidak, atas usulan dan permintaan abangnya. Kini Safira dan semua keluarganya makan bersama juga dengan Bagas.

"Tumben kamu hanya mengaduk-aduknya. Biasanya, mangkok ku aja kamu yang habiskan," ujar Malik menggoda adiknya.

"Malik ..." Juliana menegur anak pertamanya.

"Eh salah ya ... Biasanya bukan cuma punyaku, malah ayam punya ibu pun, kamu embat," kekehnya.

Safira menahan napas. Ingin sekali dia menarik memukul kaki cacat abangnya. Namun, apalah daya. Jangan bergerak, bersuara pun Safira tak berdaya.

Bagas sendiri tersenyum simpul. Candaan yang di lontarkan Malik, persis seperti kakaknya. Yang mana, dia selalu jadi sasaran empuk dari tiga wanita itu.

Dan kini, tiba-tiba rasa rindu itu menusuk. Sang kakak hanya pulang, ketika lebaran datang. Selebihnya, masing-masing mereka beralasan sibuk.

Suami kerja lah, anak sekolah lah, dan lain sebagainya.

"Minggu depan kita fitting baju. Aku akan menjemputmu," ujar Bagas, ketika Safira mengantarkannya. "Dan kedepannya, aku akan selalu mengantarkan mu, kemana pun. Jadi, kamu gak usah repot-repot, belajar sepeda motor,"

"Eh, tapi sebenarnya aku ..."

"Kamu keberatan?" potong Bagas.

"Ti-tidak," Safira menggeleng.

"Bagus," Bagas mengelus pucuk kepala Safira yang tertutup hijab.

Dan itu, berhasil membuat Safira hampir pingsan.

✨✨✨

"Nadia ..." suara Anwar terdengar melengking.

"Ada apa sih?" Hesti yang sedang nonton sinetron terkejut.

"Nadia kemana? Suruh dia siap-siap. Sebentar lagi, teman Bayu mau kesini," ujar Anwar dengan napas memburu. "Tadi, ketika aku disawah, Bayu telepon. Temannya yang tentara, mau mencari calon istri. Cepat, suruh dia siap-siap. Karena Bayu akan membawanya kesini," jelas Anwar putus-putus.

Kini, bukan hanya Anwar yang semangat. Tanpa menunggu lebih lama. Hesti langsung mendorong kamar Nadia, tanpa mengetuknya lebih dulu.

"Bangun, cepat siap-siap," Hesti menarik paksa tangan Nadia, agar sang anak bangun dari tidurnya.

"Bu, aku baru tidur loh," keluh Nadia.

"Ini bukan saatnya kamu tidur. Cepat mandi, seseorang akan kesini, untuk melamarmu,"

Mendengar kata lamar, mata Nadia membelalak kaget. Seluruh nyawanya langsung terkumpul dalam hitungan detik.

"Bang Bagas kah?" tanya Nadia penuh harap.

"Hais, bukan itu ... Yang ini, jauh lebih baik di bandingkan Bagas,"

"Kalo begitu lupakan. Kan sudah ku katakan. Aku gak akan menikah dengan siapapun selain bang Bagas," tekan Nadia menjatuhkan tubuhnya.

"Mau, atau kamu aku kurung?"

Mendengar ancaman ibunya. Dengan malas, Nadia bangkit menuju kamar mandi.

Satu jam kemudian. Sebuah mobil berhenti tepat di depan rumah Anwar.

Dengan senyum sumringah, dia menyambut Bayu dan teman yang berada di sisinya.

"Saya Rendi pak, bu ... Saya temannya Bayu, lebih tepatnya atasan Bayu," ungkap lelaki bernama Rendi, mengulurkan tangannya.

Mendengar kata atasan, Hesti dan Anwar saling padang. Mata keduanya langsung berbinar. Seolah, pundi-pundi rupiah terlihat jelas di depan matanya.

Jika di nilai dari wajah dan penampilan, mungkin Bagas pemenangnya. Namun, jika masalah uang dan jabatan. Rendi, bukan lah, tandingan Bagas.

Anwar dan Hesti buru-buru memerintahkan mereka untuk masuk ke dalam.

"Jadi begini wak, atasanku ingin mencari istri," Bayu, suami dari keponakan dari Anwar, membuka suara.

Oya, perlu di ketahui jika Bayu merupakan salah satu abdi negara.

"Kalian datang ke rumah yang tepat. Memang benar, kami sedang mencari menantu untuk anak semata wayang kami," Anwar menjawab penuh wibawa.

Bayu dan Rendi saling lirik. Kemudian keduanya mengangguk, seolah memberi kode yang hanya di pahami oleh mereka berdua saja.

Tak lama, Nadia keluar dengan mengenakan dress berwarna pink. Dan Rendi sempat tertegun beberapa saat.

Anwar yang melihat itu tersenyum puas.

"Ini anak kami, namanya Nadia Humaira. Dan biasa kami panggil dengan Nadia," Anwar menjelaskan, dan Hesti berdiri menuntun Nadia, untuk menyalami Rendi.

"Jika kalian setuju, kami bisa membawakan mahar berapapun yang kalian mau. Tapi, kami punya satu syarat," Bayu kembali melanjutkan tujuannya.

Setelah sebelumnya, Nadia dan Rendi saling kenalan.

Anwar dan Hesti semakin melebarkan senyumannya. Dan jenis-jenis perhiasan mulai tersusun di otaknya.

"Apa syaratnya?" tanya Anwar kemudian.

"Cukup lahirkan anak sebanyak-banyaknya. Dan mereka hanya bisa menikah siri. Karena pak Rendi, masih mempunyai istri pertama yang sah.

"Apa?" Anwar terkejut.

Sedangkan Hesti, mengerjap tak percaya.

Dan Nadia sendiri, tersenyum sinis.

1
Zenun
sesuai kok😁
Zenun
jangan lupa di rekam mak, kasih unjuk ke Bagas biar dia ilfil
Wanita Aries
ihh gak ad adabnya si nadia, gk tau malu main nyelonong masuk.
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰: dan berharap, di terima jadi mantu /Facepalm/
total 1 replies
sjulerjn29
iya bagas betapa hancurnya hati shafira kalo km masih menyimpan rasa untuk orang lain coba bayangkan..
Nadinta
amiiinnn
Nadinta
Nadia plis deh, let Safira dan Bagas hidup bahagia.
@Resh@
aneh perempuan ini, giliran bagas dah nikah nikah niat banget nguber2 , duluaja si bagas ngemiss2 kerumahnya gak ada tu perjuangannya minimal bunuh diri kek brontak kek biar orang tuanya restui, 🤣🤣🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰: Hehh, kok bisa bunuh diri pula /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Xlyzy
ah si ibu sebenarnya niat ga sih mintak maaf ke anak nya
Xlyzy
ya begitulah cinta kalok ga membahagiakan ya merepotkan
☕︎⃝❥Ƴ𝐀Ў𝔞 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪 🩷
/Facepalm/ bagas udah nyaman sama kamu makanya mulai keliatann tuh bandel²nya si Bagas 🤣🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸Jemiiima__
baru nikaah perasaan dah ditanya kapan hamil
kebiasaan ih
🦋⃞⃟𝓬🧸Jemiiima__
krn dia kan bisa kerja masa iya laki msh dibiayain ortuu
🦋⃞⃟𝓬🧸Jemiiima__
yaa duitnya banyak berarti 🤣🤣
Zenun
walah, ganteng tenan petaninya😄
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰: hehe, baru pertama kalinya, aku up visual 🤭
total 1 replies
Zenun
Nadia, kalau kau nekat maju, Bagas malah jadi ilfil
Zenun
so sweeet
checangel_
Di dunia ini tak ada yang sempurna Nad, harap jangan terlalu percaya diri🤧
checangel_
No Nad, cinta lama belum tentu menang mencapai garis finish 'Karena, jika dia sudah mencintainya lebih dalam, cintamu tak akan sanggup menyelam, yang ada nanti kamu tenggelam' /Facepalm/
Wanita Aries
ihh dasar nadia kok nekat bgt sih
L̲̅I̲̅L̲̅Y̲̅V̲̅E̲̅Y̲̅
ini kan orang tuanya nadia. belagu banget sumpah. ada intan malah nyari tembaga. kapan ya karmanya datang 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!