Daniel merupakan seorang agen rahasia yang sedang menjalani misinya untuk mencari para pengkhianat negara termasuk keturunan mereka. Dalam menjalankan misinya, tanpa sengaja ia menolong seorang gadis bercadar yang sedang dihadang oleh para penjahat saat gadis itu hendak pulang ke rumahnya. Tanpa Daniel ketahui jika gadis bercadar itu adalah targetnya yang selama ini ia cari. Apakah Daniel tega membunuh gadis itu demi misinya ataukah ia harus mengkhianati agen nya sendiri demi cintanya? ikuti cerita mereka penuh dengan misteri dan setiap adegannya sangat menegangkan...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Kabur
Alea dan keluarganya kembali ke danau. Malam itu hujan cukup deras. Momen inilah yang sangat tepat bagi Daniel untuk pergi dari tempat itu secara diam-diam dengan helikopter yang sudah menjemputnya tanpa harus turun do tempat itu. Hanya seutas tali yang menjadi pegangannya agar bisa naik ke atas helikopter itu.
Alea dan si kembar melepaskan Daniel untuk sesaat setelah keempatnya saling pelukan. Alea tidak kuasa menahan airmatanya melihat sang suami tidak bersama mereka lagi.
"Hati-hati sayang...! kabari aku setelah tiba di kapal pesiar", ucap Alea sebelumnya.
"Jangan terlalu lama menjemputku karena aku tidak kuat menahan rinduku padamu", ucap Daniel.
"Hmmm....!" Alea mengangguk sambil menangis menguatkan dirinya. Ia terus berdoa agar suaminya selamat sampai tujuan.
Helikopter menghilang ditengah hujan lebat. Suaranya juga tidak terdengar lagi. Alea menyetir mobil van nya menuju ke hotel awal mereka menginap. Si kembar saling melirik lalu membuka aplikasi untuk melihat helikopter Daniel berada.
"Semoga Allah mempertemukan lagi kita dengan kak Daniel. Kasihan kak Alea..!" ucap Aska.
"Doa ditengah hujan deras adalah salah satu waktu mustajab dikabulkan doa", timpal Arka yang mengangkat ke dua tangannya sambil menatap hujan di luar sana sesaat lalu wajahnya menengadah ke langit.
"Ya Allah, lindungi dan jagalah kak Daniel karena Engkau sebaik-baiknya penjaga makhluk dan bumi ini dari musibah", ucap Arka.
Beberapa menit kemudian, Daniel sudah tiba di atas kapal pesiar yang langsung disambut kapten kapal.
"Selamat datang tuan Daniel. Perkenalkan saya Nick. Nona Alea sudah menceritakan banyak hal tentang anda", ucap kapten kapal itu membuat Daniel sempat cemburu.
"Apakah kalian pernah bertemu?" tanya Daniel.
"Nona Alea salah satu investor perusahaan kapal pesiar ini. Kami pernah bertemu tiga tahun yang lalu saat peresmian kapal pesiar ini", ucap Nick.
Daniel menghela nafas lega namun ia tersenyum penuh kemenangan karena dirinya yang mendapatkan Alea. Dilihat dari fisik dan pahatan wajah kapten Nick, Daniel merasa ada saingannya. Sama-sama tampan.
"Anda beruntung mendapatkan nona Alea. Kharismatik dan kaya raya. Sayangnya aku tidak bisa melihat seperti apa wajahnya. Namun mata indahnya sudah mewakili kalau dia adalah gadis yang sangat cantik. Bukankah begitu tuan Daniel?" puji kapten Nick cukup membuat Daniel bangga.
"Sesuatu yang tertutup biasanya tersimpan keindahan yang tidak boleh dinikmati semua orang. Istriku menjaga seluruh tubuhnya hanya untuk satu pria yang kelak menjadi suaminya dan orang beruntung itu adalah aku kapten", bangga Daniel cukup membuat kapten Nick tertampar.
Sebelumnya kapten Nick begitu penasaran seperti apa wajahnya Alea. Saat itu Alea terpeleset saat turun dari tangga kapal. Tuan Nick berusaha menangkap tubuhnya, namun Alea berhasil memegang railing tangga sebelum tubuhnya jatuh ke bawah. Jilbabnya hampir tersingkap dan otomatis cadarnya jatuh. Namun Alea menutupi wajahnya dengan menjulurkan jilbabnya. Nick mengambil cadar itu dan memberikan kepada Alea.
"Apakah anda tidak apa-apa nona Alea?" tanya Nick yang sudah berjongkok di depan Alea yang masih menunduk dalam keadaan masih syok.
"Alhamdulillah, Allah masih melindungiku. Bisakah anda pergi dari hadapanku agar aku bisa mengenakan cadarku", pinta Alea.
"Baiklah nona. Kalau ada yang sakit, tolong bilang saya agar saya mengirim dokter wanita ke kamar anda", ucap Nick.
"Terimakasih. Aku bisa mengatasinya sendiri. Aku belum butuh dokter saat ini", ucap Alea.
Nick langsung meninggalkan Alea. Begitu kagum nya Nick pada Alea sehingga ia begitu bosan pada para wanita cantik yang memamerkan tubuh mereka dengan pakaian setengah terbuka. Nick berusaha menghubungi Alea namun Alea tidak memberikan akses padanya sehingga Nick tidak lagi berharap pada istrinya Daniel itu hingga akhirnya Alea sendiri yang menghubunginya untuk menolong Daniel yang diperkenalkan sebagai suaminya. Antara syok dan profesional, kapten Nick tetap ingin menolong Alea untuk membantu suami perempuan bercadar itu.
"Sekalinya menghubungi ku sudah punya suami. Sial....!" umpat Nick penuh kecewa saat menerima telepon dari Alea.
...----------------...
Tiba di bandara salah satu kota kecil negara tetangga jerman, Alea menjemput Daniel yang sudah menunggu mereka. Daniel diantar sendiri oleh kapten Nick dengan menggunakan helikopter milik kapal pesiar. Jantungnya makin berdebar kala Alea turun dari pesawat jet pribadinya.
"Astaga. Makin anggun saja wanita itu", puji Nick dalam hati.
"Terimakasih kapten Nick. Aku berhutang budi padamu", ucap Alea saat menyambut suaminya.
"Aku sedang melakukan tugasku. Lagipula kita adalah teman nyonya Alea", ucap Nick.
"Tolong rahasiakan semua ini. Aku percaya padamu kapten Nick", ucap Alea.
"Kalian orang baik, jadi aku tidak percaya dengan berita viral itu. Kalau begitu aku harus kembali ke kapal karena satu jam lagi kami harus berlayar", ucap Nick hendak naik ke helikopternya.
"Baiklah. Hati-hati kapten...! kami juga harus segera berangkat. Sampai jumpa lagi di lain kesempatan", ucap Daniel menyalami Nick.
Keluarga Alea kembali berkumpul. Pesawat segera takeoff begitu juga helikopter Nick menuju ke tempat mereka masing-masing.
Alea dan Daniel saling berpelukan setelah tiga hari berpisah. Si kembar juga ikut memeluk kakak ipar mereka itu.
"Apakah kalian tidak mengalami masalah dengan Van itu?" tanya Daniel.
"Tidak ada yang menanyakan kami karena kami tidak berhenti sedikitpun sampai hotel. Kami langsung masuk kamar dan makan di kamar sampai kami cekout dari hotel untuk menjemputmu", jelas Daniel.
"Alhamdulillah syukurlah. Kalau begitu kita aman sekarang", ucap Daniel lalu memeluk Alea posesif.
Di Amerika, tuan Marlon harus menunggu ayah kandung Daniel keluar dari kediamannya. Ia harus bersembunyi dari orang-orangnya tuan Reagan. Selama empat hari itu ia menunggu tuan Roy di jalan yang selalu tuan Roy lewati.
Tidak lama kemudian mobil tuan Roy melintas diikuti mobil pengawal. Tuan Marlon segera mencegah mobil itu sehingga tiga mobil itu berhenti secara mendadak.
"Ada apa...?" tanya tuan Roy yang saat ini sudah terpilih menjadi presiden walaupun belum dilantik setelah memenangkan hasil pemilu.
"Tuan. Di depan sana ada seorang pria yang tidak terlihat wajahnya. Apakah kami perlu menembak nya?" tanya sang ajudan.
"Tunggu. Jangan sembarangan menembak orang tanpa tahu alasannya mencegah mobil kita. Panggil dia ke sini...! mungkin ada informasi penting yang ingin ia sampaikan kepadaku", titah tuan Roy.
Sang ajudan turun menghampiri tuan Marlon yang masih berdiri ditengah jalan.
"Hai tuan..! anda dipanggil sama tuan Roy...!" ucap sang ajudan sambil menggenggam pistol do tangannya.
Tuan Marlon membuka syal yang menutupi wajahnya. Tuan Roy dan yang lainnya begitu kaget melihat wajah tuan Marlon.
"Bukankah dia tuan Marlon bos FBI yang dikabarkan dibunuh oleh anak buahnya Daniel?" tanya tuan Roy pada sang sopir.
"Iya tuan. Benar. Tapi kenapa dia masih hidup?" tanya sang sopir.