NovelToon NovelToon
SUKSES BERKAT DUKUNGAN ANAK ANAK

SUKSES BERKAT DUKUNGAN ANAK ANAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna / Duda
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: E'Ngador Together

Ketika dunia seolah runtuh di sekelilingnya, hanya cinta anak-anak yang bisa membangunnya kembali.

Rian baru saja di-PHK ketika rumah tangganya yang sudah berjalan 7 tahun hancur berkeping-keping. Dituduh selingkuh oleh istri, Novi, dan dipermalukan oleh keluarga besarnya, ia tidak punya pilihan selain kembali ke kampung halaman dengan membawa dua anaknya – Hadian dan Alea. Kedua anak itu dengan tegas memilih mengikuti ayahnya, bahkan menolak untuk bertemu dengan ibunda kandung mereka yang kini sudah hidup dengan orang lain.

Di rumah panggung peninggalan orangtuanya, Rian memulai dari nol. Dengan tangan yang terlatih bekerja keras dan dukungan tak lekang dari kedua anaknya, ia mengolah lahan pertanian, membuka peternakan, hingga akhirnya mendirikan perusahaan dan restoran yang sukses.

Setiap langkah kemajuan yang diraihnya tak pernah lepas dari kehadiran Hadian dan Alea. Ketika pertemuan tak terduga dengan Novi dan keluarga barunya terjadi berkali-kali, anak-anak itu tetap berdir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon E'Ngador Together, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. MERENCANAKAN KEHIDUPAN BARU

Pada pagi hari yang cerah dan segar, setelah menikmati sarapan sederhana dari sisa makanan malam sebelumnya, Rian mengajak Hadian dan Alea untuk duduk bersama di teras depan rumah panggung. Matahari sudah mulai menyinari hamparan sawah di sekitar rumah dengan cahaya hangat, dan udara pagi yang segar membawa aroma daun segar dan tanah lembab. Mereka duduk di atas tikar yang telah mereka sebarkan, dengan secangkir teh hangat yang dibuat dari daun teh liar yang dikumpulkan oleh Nenek Siti di tangan masing-masing.

“Kita sudah memiliki rumah yang cukup aman untuk tinggal sekarang,” ujar Rian dengan suara yang tenang, melihat sekeliling rumah yang sudah mulai terbentuk dengan baik. “Sekarang saatnya kita merencanakan apa yang akan kita lakukan ke depannya agar kita bisa hidup dengan lebih layak dan bahagia di sini.”

Alea mengangguk dengan senyum ceria, sedang bermain dengan tali boneka Kiki-nya. Hadian duduk dengan tegak, wajahnya menunjukkan ekspresi yang serius dan penuh dengan pemikiran – seolah dia sudah lama menunggu saat ini untuk memberikan ide-idenya.

“Papa,” mulai Hadian dengan suara yang jelas dan mantap, membuat Rian dan Alea menoleh untuk melihatnya. “Aku sudah berpikir tentang ini selama beberapa hari. Aku ingin membantu Papa bekerja agar kita bisa mendapatkan uang lebih banyak dan membeli apa yang kita butuhkan.”

Rian merasa sedikit terkejut mendengar kata-kata putranya yang baru berusia tujuh tahun. Dia mengingat bagaimana Hadian sudah sering membantu pekerjaan rumah dan memperbaiki rumah panggung tanpa pernah mengeluh, namun dia tidak pernah berpikir bahwa putranya akan mengusulkan untuk bekerja secara resmi.

“Kamu masih terlalu muda untuk bekerja, Nak,” ujar Rian dengan suara yang lembut namun tegas. “Yang penting untuk kamu sekarang adalah belajar dan bermain seperti anak-anak seusiamu. Papa akan mencari cara untuk mendapatkan uang dan memenuhi kebutuhan kita semua.”

Namun Hadian dengan tegas menggelengkan kepalanya. “Tidak, Papa,” jawabnya dengan suara yang penuh dengan tekad. “Aku sudah besar dan bisa membantu Papa. Pak Soleh sudah bilang kalau aku bisa membantu dia di sawahnya setiap hari setelah jam sekolah nanti. Dia akan memberikan sebagian hasil panen atau uang sedikit untuk membantuku. Selain itu, aku juga bisa membantu mengurus kebun kecil yang kita rencanakan buat tanam sayuran.”

Rian melihat ke arah putranya dengan mata yang penuh dengan bangga namun juga sedikit khawatir. Dia tahu bahwa Hadian memiliki niat yang baik dan ingin membantu keluarganya, namun dia tidak ingin putranya kehilangan masa kecilnya karena harus bekerja terlalu dini.

“Mari kita pikirkan dengan matang ya, Nak,” ujar Rian dengan suara yang penuh dengan pengertian. “Kita bisa mencari cara lain agar kamu bisa membantu tanpa harus bekerja seperti orang dewasa. Misalnya, kamu bisa membantu merawat kebun kita atau membantu mengurus ayam kampung yang kita akan pelihara nanti. Dan sekolah tetap menjadi prioritas utama kamu ya.”

Hadian mengangguk dengan penuh pengertian, namun ekspresi wajahnya menunjukkan bahwa dia masih sangat ingin berkontribusi bagi keluarga. “Baiklah, Papa,” jawabnya dengan suara yang tenang. “Tapi jika ada pekerjaan yang bisa aku lakukan setelah sekolah atau di hari libur, tolong beri tahu aku ya. Aku ingin membantu Papa agar kita bisa segera memiliki kehidupan yang lebih baik.”

Setelah itu, Alea juga mengangkat tangannya dengan ceria. “Papa, aku juga bisa membantu lho!” teriaknya dengan suara yang ceria. “Aku bisa merawat tanaman di kebun, memberi makan ayam, dan membuat dekorasi untuk rumah agar bisa dijual ke tetangga!”

Rian tertawa lembut mendengar kata-kata putrinya yang berusia lima tahun. Dia menyadari bahwa kedua anaknya memiliki hati yang baik dan ingin membantu keluarganya dengan sepenuh hati. “Tentu saja, sayang,” jawabnya dengan senyum hangat. “Kamu bisa membantu dengan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan usiamu. Dan jika dekorasi yang kamu buat memang cantik, mungkin kita bisa menjualnya di pasar desa untuk mendapatkan uang tambahan.”

Mereka kemudian mulai merencanakan langkah-langkah yang akan mereka lakukan ke depannya dengan sangat saksama. Rian mencatat setiap ide yang diajukan oleh anak-anak di dalam buku catatan tua yang pernah miliki ayahnya, membuat daftar hal-hal yang perlu mereka siapkan:

Membuat kebun sayuran kecil

- Mereka akan membersihkan sebidang tanah di belakang rumah panggung untuk ditanami sayuran seperti bayam, kubis, cabai, dan tomat. Pak Soleh sudah menawarkan untuk memberikan benih dan ajarkan cara menanamnya dengan benar.

- Hadian akan membantu merawat kebun setiap hari setelah sekolah, sementara Alea akan membantu menyiram tanaman dan membersihkan gulma di sekitarnya.

Memelihara ayam kampung

- Mereka akan membangun kandang ayam sederhana di sisi rumah menggunakan kayu dan bambu yang bisa mereka dapatkan dari sekitar desa.

- Pak Soleh sudah menyatakan akan memberikan beberapa ekor ayam betina untuk mereka pelihara, sehingga mereka bisa mendapatkan telur setiap hari untuk dikonsumsi atau dijual.

Pendidikan anak-anak

- Rian akan mendaftarkan Hadian dan Alea ke sekolah dasar desa yang terletak sekitar satu kilometer dari rumah mereka. Biaya pendaftaran dan buku pelajaran bisa dijangkau dengan uang yang dia dapatkan dari membantu Pak Soleh dan menjual hasil kebun serta telur.

- Rian juga akan mengajarkan anak-anak pelajaran tambahan di rumah setiap malam, menggunakan buku-buku yang mereka bawa dari kota dan buku-buku lama yang diberikan oleh guru sekolah desa.

Pekerjaan untuk Rian

- Rian akan bekerja sebagai pekerja lepas di sawah-sawah milik penduduk desa lainnya, terutama pada musim panen dan musim tanam.

- Dia juga berencana untuk memulai usaha kecil membuat kerajinan kayu dari limbah kayu yang tidak terpakai, dengan bimbingan dari Pak Soleh yang pandai bekerja dengan kayu.

- Jika ada kesempatan, dia akan mencari pekerjaan tambahan sebagai pembantu tukang bangunan ketika ada proyek pembangunan di desa atau desa sekitar.

Perbaikan rumah yang terus berlanjut

- Mereka akan melanjutkan pekerjaan perbaikan rumah panggung secara bertahap – memasang pintu dan jendela yang baru, membuat lantai yang lebih rata dan kokoh, serta membangun dapur yang lebih lengkap dan nyaman.

- Alea akan terus membuat dekorasi untuk rumah dan untuk dijual, sementara Hadian akan membantu membuat furnitur kayu sederhana seperti meja dan kursi untuk rumah.

Selama mereka merencanakan, suasana menjadi semakin hangat dan penuh dengan harapan. Hadian dengan antusias mengajukan ide-ide tentang bagaimana cara mengelola kebun dan kandang ayam dengan lebih efisien, sementara Alea menggambar sketsa dekorasi yang akan dia buat untuk dijual di pasar desa. Rian melihat anak-anaknya dengan hati yang penuh dengan rasa syukur – meskipun mereka telah melalui banyak kesulitan dalam hidup, namun mereka tetap memiliki semangat yang tinggi dan harapan yang besar untuk masa depan.

“Kita akan menghadapi banyak tantangan di jalan ya, Nak,” ujar Rian dengan suara yang penuh dengan kejujuran. “Tidak semua hal akan berjalan sesuai dengan rencana kita. Tapi jika kita bekerja sama dan saling mendukung satu sama lain, aku yakin kita bisa mengatasi segala kesulitan yang ada.”

Hadian mengangguk dengan penuh keyakinan. “Kita pasti bisa, Papa,” jawabnya dengan suara yang jelas. “Kita sudah berhasil memperbaiki rumah ini bersama-sama. Jadi pekerjaan lain pasti juga bisa kita lakukan.”

Alea juga mengangguk dengan senyum ceria. “Iya Papa,” tambahnya dengan suara yang lembut namun tegas. “Kita adalah keluarga yang kuat kan? Kita bisa melakukan apa saja selama kita bersama-sama.”

Setelah selesai merencanakan, mereka berdiri dan mulai melakukan pekerjaan harian mereka. Hadian pergi ke rumah Pak Soleh untuk membantu menyiram kebun, sementara Alea mulai mengumpulkan daun dan bunga untuk membuat dekorasi baru. Rian sendiri mulai menyiapkan tanah di belakang rumah untuk membuat kebun sayuran, menggunakan cangkul yang diberikan oleh Pak Soleh.

Di tengah pekerjaannya, Rian melihat anak-anaknya yang sedang bekerja dengan giat dan bahagia. Dia merasakan kekuatan baru yang datang dari dalam dirinya – kekuatan yang diberikan oleh cinta dan dukungan anak-anaknya. Dia tahu bahwa jalan yang akan ditempuh masih panjang dan penuh dengan rintangan, namun dengan rencana yang jelas dan semangat yang tinggi dari seluruh keluarga, dia yakin bahwa mereka akan bisa membangun kehidupan yang layak dan bahagia di desa yang penuh dengan cinta dan kebersamaan ini.

Matahari semakin tinggi dan memberikan cahaya hangat pada tanah yang sedang mereka persiapkan untuk menjadi kebun sayuran mereka. Udara pagi yang segar terasa semakin menyegarkan, membawa harapan baru untuk masa depan yang lebih baik. Rian menyeka keringat di dahinya dengan lengan bajunya, memberikan senyum pada dirinya sendiri dan pada masa depan yang sedang mereka bangun bersama-sama sebagai keluarga yang utuh dan cinta satu sama lain.

1
Dewiendahsetiowati
ada typo Thor Budi yang harusnya kakak jadi ayah
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!