Seorang gadis bernama Sabrina adelia, dia cewek tomboy, cuek, suka yang gratisan dan juga ringan lidah, namun terkadang juga memiliki lidah pedas jika di usik, mendadak terbangun di dunia novel kerajaan modern. Novel yang dia buat sendiri. Sabrina adalah seorang penulis terkenal, namun ketika dia merilis novel terbaru, banyak para penggemarnya yang marah. Karena kehidupan pemeran utama wanita yang tragis bernama kayana. Dimana pemeran utama wanita yang lemah, di jodohkan oleh pria tokoh utama, pria terkaya dan dingin bernama Pangeran Xavier Maheswara. Namun pangeran xavier telah memiliki kekasih bernama Aruna Lauren, aruna sang figuran yang seharusnya menjadi pelengkap di puja bagaikan tokoh utama wanita.
Sang pemeran utama wanita juga harus menyamar sebagai pria, karena kehidupan yang terancam. Dengan modal otak encer, dan sedikit nekat, dia merubah alur novel yang di buatnya. Hingga menarik perhatian pangeran xavier sang pemeran utama pria dan membuatnya sangat terobsesi dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misteri Kehidupan Kayana
Kayana tertidur pulas setelah pangeran xavier mengajaknya berolah raga berkali-kali. "Sayang, akhirnya kamu menjadi milikku. Kamu sangat menggemaskan. Jika seandainya kamu tidak tertidur pulas aku akan melahapmu kembali. Tetapi kamu sudah bisa dan mau mengakui ku, aku merasa bahagia sayang." Ucapnya mengelus pipi kayana dengan lembut.
Tiba-tiba ponselnya bergetar tanda panggilan masuk. Pangeran xavier bangkit dari kasurnya, dia mengambil ponselnya yang berada di atas meja. Dia melihat layar ponselnya, nama asisten kepercayaannya. Dia menekan icon berwarna hijau.
"Ada apa hans?" Tanyanya dengan nada penasarannya.
"Pangeran alexander telah bergerak pangeran, pengawal yang di utus untuk mencari nona kayana begitu banyak pangeran." Ucapnya dengan dingin namun sopan. "Bukan hanya pergerakan dari pangeran alexander, pergerakan dari arah lain pun sama. Tetapi aku tidak tahu siapa orang ini pangeran. Dan satu lagi nona aruna berada di negara ini, dia mencari keberadaan anda." lanjutnya kembali.
Mata pangeran xavier sangat tajam. "Untuk apa dia mencari ku hans?" Tanyanya dengan nada dingin dan datar.
"Pangeran, anda belum menyelesaikan hubungan anda dengannya."
"Aku tidak pernah memiliki hubungan apapun dengannya hans." Jawabnya dengan nada dingin.
"Pangeran, tetapi anda pernah dekat dengannya, semua orang tahunya anda kekasihnya. Itu pun tidak sebentar, anda juga berjanji untuk menikahinya. Walaupun ucapan itu tertuju untuk nona kayana, tetapi menurut ku anda lebih baik memutuskan hubungan dengannya." Jawab hans yang memang sudah seperti sahabat.
"Hmm, baiklah hans, aku kan menyelesaikan urusan ku dengannya." Ucapnya dengan menekan icon berwarna merahnya.
"Hmm, aruna wanita pengganggu , jika dia dulu tidak membohongi ku, dengan mengaku sebagai kayana calon istriku, mungkin aku tidak akan dekat dengannya. Kebohongannya telah banyak sekali, dan aku tahu dia sama dengan ibunya yang dulu seorang pelayan. licik menjerat pria hanya untuk uang. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi." Gumam dengan nada dingin. Dia berjalan menuju kayana yah masih tidur dengan lelapnya.
Pangeran xavier menatap wajah kayana, dia mengelus bibir kayana. Kayana bergerak, selimutnya melorot hingga terlihat tubuh atasnya yang masih naked. "Sayang, kamu telah tidur lama. Aku menginginkan kamu lagi." Bisiknya sangat pelan nyaris tidak terdengar.
Pangeran xavier membuka seluruh selimut yang menutupi tubuh istrinya, dia tersenyum menyeringai.
Sedangkan di sebuah ruangan kerja, di balik meja Mahogany yang luas, seorang pria tampan duduk dengan tubuh tegak, memancarkan aura sedingin es, seolah membekukan udara di dalam ruangan kerjanya. Rahangnya yang tegas, dan sorot matanya yang gelap, pria itu menyilangkan kakinya, bersandar pada kursi mewahnya dengan keanggunan yang berbahaya.
Dihadapan berdiri seorang asisten dengan gelisah di bawah tatapan dingin yang tak lepas dari pria itu. Keheningan di ruangan itu terasa menyesakkan, tidak ada emosi di wajahnya, hanya tekanan kuat yang keluar dari helai napasnya. Kecewa karena laporan yang sama terus berulang.
"Masih belum ada kabar?" tanyanya tanpa nada. Sang asisten hanya bisa terdiam, menyadari bahwa tuannya tidak akan berhenti , sampai kekasih kecilnya yang di bawa pergi di temukan.
"Robert." Panggilnya dengan nada sangat dingin.
"Tuan muda, maafkan aku, nonya lita begitu lihai menyembunyikan nona kayana. Aku sudah berusaha melacaknya, tetapi tidak menemukannya, sama seperti mendiang ibunya, yang sulit di cari dan di lacak." Jawabnya dengan nada bergetar.
"Hmm, lita." Bisiknya dengan nada serak namun menekan. Robert, terakhir kamu mencarinya di mana titik lokasi itu bersembunyi, aku akan turun tangan sendiri untuk mencarinya. Aku rindu harum tubuhnya, hanya dia yang mampu meredam hasrat ku. dengan aroma tubuhnya." Ucapnya dengan nada ingin dan sangat menekan.
"Aku melihat titik tujuannya adalah dua negara tuan muda. negara S dan Negara J." jawabnya dengan nada cepat.
"Hmm, aku akan mencarinya di titik lokasi itu dulu." Jawabnya dengan nada datar. "Kayana sayang ku, aku sangat merindukanmu." Ucapnya dengan nada dingin.
Sedangkan di kamar kayana. Kayana mendesah dengan mata terpejam, dia membuka matanya perlahan merasakan hisapan, tusukan dan lumayan kecil di bunganya. Membuat tubuhnya membusung.
Dia melihat pangeran xavier yang sedang berada di bunganya. "Pangeran, oh. Hentikan. Mmm." Desahannya tertahan, dia menggigit bibir bawahnya dan akhirnya mencapai puncaknya.
Pangeran xavier membersihkan cairan cintanya tanpa jijik. Dia langsung mengukung kayana yang masih terengah-engah. Lalu tanpa aba-aba langsung melumat bibir kayana dengan liar dan gerakan menggebu, napasnya menderu dengan hasrat yang terasa sangat besar. Dia menekankan tubuhnya. Hingga xavier mininya terbenam kembali di tempat yang dia sangat sukai.
Pangeran xavier melepaskan ciumannya. kayana terengah-engah. "Pangeran, aku sedang tidur. kenapa di ganggu sih?" tanyanya dengan wajah cemberutnya.
Pangeran xavier tersenyum tipis. "Karena dalam tidurmu, kamu menggoda ku sayang, tubuhmu menggoda ku." Bisiknya pelan seperti bisikan mantra.
"Aku tidak menggoda, kamu saja yang mesum." Ucapnya dengan bibir yang mengerucut.
Pangeran xavier langsung mencium bibirnya kembali, melumatnya tambah lebih buas.
Sedangkan di sebuah ruang kerja.
"John, bagaimana pergerakan mereka? Apa mereka sudah mengetahui tentang anakku kayana?" Tanya nyonya lita dengan nada dingin.
"Belum nyonya, tetapi mereka sangat gencar mencarinya. begitu juga dengan pangeran alexander." Jawab John asisten berdua bunda lita.
"Mereka berdua terobsesi dengan kayana, apalagi salah satu di antara mereka. Obsesinya sangat besar dan kekuasaannya tidak bisa diragukan." Ucap bunda lita.
"Nyonya lita, ada informasi yang ingin aku sampaikan." Ucapnya dengan nada santainya.
"Apa John?" Tanyanya dengan nada dingin.
"Nona kayana telah dinikahi pangeran xavier dan mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri." Jawabnya dengan nada datar namun sopan.
Deg..
"Apa ini pemaksaan john?" Tanyanya dengan nada dingin.
"Tidak nyonya, dari data semuanya nona kayana menerimanya." Jawabnya dengan sopan.
"Kayana, maafkan bunda, Untuk sekarang bunda tidak bisa berada di samping mu, Karana mereka sedang memburu bunda, bunda takut. tertangkapnya bunda, maka kamu akan ikut tertangkap mereka." Gumamnya dengan nada kecil.
Bunda lita bangkit dari duduknya, dia menatap keluar dari balik jendelanya. "Hanya pangeran xavier yang bisa melindungi mu dari mereka sayang, dan pangeran xavier bisa membantumu merebut milik mu." Lanjutnya kembali dengan tatapan kosong menatap langit dari balik jendela besarnya.
Sedangkan pangeran xavier terus melakukan olahraga panasnya, hingga mencapai puncaknya.
Pangeran xavier menatap kayana tanpa melepaskan penyatuannya. "Sayang, aku akan membantu mu, mengambil alih milikmu, kamu jangan bersembunyi lagi." Ucapnya dengan nada lembut namun tidak main-main.
Deg..
"Kamu tahu sayang, hanya aku yang bisa menyaingi kekuatan dan kekuasaan mereka." Sambungnya dengan nada sangat lembut. "Aku ingin istriku di kenal seorang orang, karena itu aku sudah memutuskan untuk mempublikasikan pernikahan kita." Ucapnya dengan nada santai namun dingin menekan.
penasaran