NovelToon NovelToon
Peluru Dan Permata: Istri Rahasia Sang Kolonel Kaya

Peluru Dan Permata: Istri Rahasia Sang Kolonel Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

Lana (17 tahun) hanyalah siswi SMA yang memikirkan ujian dan masa depan. Namun, dunianya runtuh saat ia dijadikan "jaminan" atas hutang nyawa ayahnya kepada keluarga konglomerat Al-Fahri. Ia dipaksa menikah dengan putra mahkota keluarga itu: Kolonel Adrian Al-Fahri.
​Adrian adalah pria berusia 29 tahun yang dingin, disiplin militer, dan memiliki kekayaan yang tak habis tujuh turunan. Baginya, pernikahan ini hanyalah tugas negara untuk melindungi aset. Bagi Lana, ini adalah penjara berlapis emas.
​Di sekolah, ia adalah siswi biasa yang sering dirundung. Di rumah, ia adalah nyonya besar di mansion mewah yang dikawal pasukan elit. Namun, apa jadinya saat sang Kolonel mulai terobsesi pada "istri kecilnya"? Dan apa jadinya jika musuh-musuh Adrian mulai mengincar Lana sebagai titik lemah sang mesin perang?
​"Tugas saya adalah menjaga kedaulatan negara, tapi tugas utama saya adalah memastikan tidak ada satu pun peluru yang menyentuh kulitmu, Lana."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Perundungan di Kantin Sekolah

Perundungan di kantin sekolah menjadi puncak penderitaan Lana hari ini karena ia benar-benar merasa sendirian tanpa ada satu pun pelindung yang datang menolong. Sebuah nampan berisi sisa makanan mendarat tepat di atas meja kayu di hadapannya hingga percikan kuah sayur kemerahan mengenai wajahnya yang sudah pucat pasi. Bau makanan basi menyebar di sekitarnya, menambah rasa malu yang sudah memenuhi batinnya.

Tawa mengejek meledak dari sekelompok siswa yang berdiri melingkari meja Lana seolah sedang menonton sebuah pertunjukan komedi yang sangat lucu. Beberapa dari mereka mengangkat punggung dan meniru gerakan Lana yang tertekan, sementara yang lain mengeluarkan suara hissing yang menghina. Lana hanya bisa memejamkan mata sambil mengepalkan tangan di bawah meja untuk meredam kemarahan yang bercampur dengan rasa malu yang luar biasa hebat.

Ia merasakan bajunya mulai basah oleh tumpahan minuman dingin yang sengaja disiramkan oleh seseorang dari arah belakang tanpa peringatan apa pun. Cairan biru muda merembes ke dalam seragam putihnya, menciptakan noda yang terlihat sangat jelas. Suasana kantin yang biasanya hangat dengan suara bicara teman-teman kini terasa seperti medan penghakiman yang sangat kejam bagi seorang gadis remaja sepertinya.

"Mengapa kamu tidak meminta bantuan pada pria kaya yang membayarmu itu, apakah dia sudah membuangmu ke jalanan?" tanya Maya dengan nada yang sangat menghina. Bibirnya membentuk senyum jahat yang membuat Lana merasa seperti ingin menghilang begitu saja dari hadapan semua orang.

Lana mendongakkan kepala dan menatap Maya dengan mata yang berkaca-kaca namun tetap mencoba untuk mempertahankan sisa-sisa harga dirinya yang tersisa. Garis rahangnya mengeras sedikit sebagai tanda ia sedang berusaha kuat untuk tidak menangis. Ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan orang-orang yang sedang menikmati penderitaannya seolah itu adalah sebuah hiburan yang sangat menyenangkan.

Bibirnya terkunci rapat karena ia tahu bahwa setiap kata yang keluar dari mulutnya hanya akan menjadi bahan olok-olokan yang lebih kejam. Tapi akhirnya, ia mengeluarkan suara yang tertekad: "Saya tidak pernah melakukan apa yang kalian tuduhkan, dan saya tidak butuh belas kasihan dari siapa pun di sini," jawab Lana dengan suara yang tetap berusaha tegar meskipun tubuhnya masih gemetar.

Jawaban itu justru memicu kemarahan yang lebih besar dari kerumunan siswa yang merasa tertantang oleh keberanian yang ditunjukkan oleh Lana secara tiba-tiba. Suara ejekan menjadi lebih keras, dan beberapa dari mereka mulai mendekat lebih jauh. Salah seorang siswa laki-laki berbadan besar maju dan hendak menarik kerah seragam Lana namun langkahnya terhenti saat sebuah suara sirene yang sangat nyaring terdengar dari arah gerbang sekolah.

Semua orang di dalam kantin tersebut seketika terdiam dan menoleh ke arah jendela besar yang menghadap langsung ke arah lapangan upacara. Suara sirene itu begitu keras hingga membuat telinga terasa sakit dan barang-barang di meja bergetar. Tiga buah helikopter militer berwarna hitam pekat tampak sedang berputar-putar rendah di atas gedung sekolah hingga menciptakan angin kencang yang menggetarkan kaca jendela.

Keadaan sekolah yang tadinya riuh dengan makian seketika berubah menjadi sangat mencekam karena kehadiran armada tempur yang sangat tidak lazim tersebut. Daun-daun dari pohon di lapangan terbang terlempar, dan baju siswa terbentang oleh angin kencang. Lana merasakan getaran hebat pada bros emas di sakunya yang menandakan bahwa sistem pengawasan sedang bekerja dalam tingkatan tertinggi—getaran itu seolah menyakitkan di kulitnya.

"Apa yang terjadi, mengapa ada pasukan militer yang datang mengepung sekolah kita secara mendadak?" bisik salah seorang siswa dengan wajah yang sangat ketakutan. Kakinya gemetar, dan ia mulai mundur ke belakang bersama teman-temannya yang juga sama terkejut.

Lana berdiri mematung saat melihat beberapa prajurit bersenjata lengkap mulai turun dengan tali dari helikopter tersebut tepat di tengah lapangan sekolah yang luas. Seragam mereka berwarna hijau tua, dan topi militer menutupi wajah sebagian. Ia menyadari bahwa situasi ini sudah berada di luar kendali dan Adrian mungkin sedang melakukan sesuatu yang jauh lebih gila daripada sekadar memberikan hukuman sosial.

Rasa cemas yang baru mulai merayapi hatinya saat ia membayangkan apa yang akan dilakukan oleh suaminya di tempat umum seperti ini. Apa yang dia lakukan? Akankah dia membuat semua orang tahu tentang pernikahan mereka? Atau apakah ada bahaya lain yang ia hadapi? Adrian memantau dari satelit setiap pergerakan yang terjadi di kantin tersebut dan ia tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh miliknya tanpa izin resmi darinya.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!