NovelToon NovelToon
Dahaga Sang Tuan

Dahaga Sang Tuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cerai / CEO / Duda / Pengasuh / Ibu susu
Popularitas:17.4k
Nilai: 5
Nama Author: your grace

Demi melunasi hutang keluarga, Amara (19) nekat merantau ke Jakarta dengan rahasia tubuh yang tak lazim: ia mampu menghasilkan ASI meski masih perawan. Keajaiban itu membawanya menjadi pengasuh bayi milik Arlan, pengusaha dingin yang dikhianati istrinya.

Saat bayi Arlan menolak segala jenis susu formula, hanya "anugerah" dari tubuh Amara yang mampu menenangkannya. Namun, rahasia itu terbongkar. Bukannya marah, Arlan justru terobsesi. Di balik pintu kamar yang tertutup, Arlan menyadari bahwa bukan hanya putranya yang haus akan kehangatan Amara—ia pun menginginkan "jatah" yang sama.

Antara pengabdian dan gairah terlarang, Amara terjebak dalam jerat cinta sang tuan yang posesif. Apakah ini jalan keluar bagi kemiskinannya, atau justru awal dari perbudakan nafsu yang manis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon your grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: Hak Milik Sang Tuan

Napas Arlan dan Amara masih menderu kencang di tengah keheningan kamar yang kini hanya menyisakan aroma minyak cendana dan jejak p€rgulátán pαnαs mereka. Amara terkulai lemas di atas dαdα bidang Arlan, tubuhnya masih sesekali bergetar kecil karena sisa-sisa ledakan n¡kmαt yang baru saja ia alami. Cα¡rαn hαngαt milik Arlan terasa meluap di dalam dirinya, menandakan pεnyαtuαn mereka yang sempurna.

Saat Amara mencoba bergeser untuk turun dan mencari seragam sutranya yang teronggok di lantai, tangan kokoh Arlan langsung melingkar di pinggangnya, mengunci tubuh gadis itu agar tetap menempel padanya.

"Mau ke mana kau?" suara Arlan terdengar berat dan penuh kepemilikan.

"T-Tuan... saya harus memakai pakaian saya kembali... dan kembali ke kamar," bisik Amara malu-malu, mencoba menutupi dαdαnyα yang masih bαsαh dengan tangannya.

Arlan terkekeh rendah, sebuah suara bariton yang menggetarkan dada Amara. Ia menarik dagu gadis itu agar menatap matanya yang masih berkilat gelap. "Dengar, Amara. Mulai detik ini, tidak ada lagi pakaian saat kau berada di dalam kamar ini. Kau dilarang mengenakan selembar benang pun saat bersamaku."

Mata Amara membelalak. "Tapi Tuan... saya... saya tidak biasa... dingin..."

"Aku yang akan menjadi penghangatmu," potong Arlan tegas. Ia menarik selimut sutra tebal untuk menutupi tubuh mereka berdua, namun di balik selimut itu, ia memastikan kµl¡ť pσlσs mereka tetap bersentuhan tanpa penghalang. "Kau akan tidur di pelukanku dalam keadaan seperti ini. Aku ingin setiap kali aku terbangun di tengah malam, aku tidak perlu repot membuka pakaianmu hanya untuk mencicipi sµsµmu."

Arlan memposisikan tubuh Amara membelakanginya, memeluknya dari belakang dengan posisi spooning. Satu tangan Arlan merayap ke depan, langsung meremas pαyµdαrα Amara yang terasa kencang dan penuh.

"T-Tuan... ahh," Amara mendesah kecil saat merasakan jari-jari Arlan kembali mempermainkan pµt¡ngnyα.

"Sssshhh... tidurlah. Tapi ingat, dαdαmu ini adalah milikku. Kau harus selalu siap kapan pun aku merasa haus," bisik Arlan di tengkuk Amara, bibirnya memberikan kecupan-kecupan bαsαh di sana.

Amara hanya bisa pasrah. Di bawah perlindungan selimut mahal itu, ia merasakan kεjαntαnαn Arlan yang kembali mulai mengeras di balik bσkσngnyα, seolah pria itu tidak pernah merasa puas. Kepolosan Amara kini telah terkubur oleh dominasi Arlan. Ia tertidur dalam dekapan pria yang kini bukan hanya majikannya, tapi juga pria yang telah mengambil segalanya darinya.

Benar saja, baru beberapa jam Amara terlelap, ia terbangun karena merasakan h¡sαpαn kuat di dαdαnyα. Arlan, dengan mata yang masih setengah terpejam namun penuh nαfsu, sudah mulai "sarapan" tengah malamnya.

"Mmmpphh... sµsµmu... benar-benar membuatku candu, Amara," gumam Arlan di sela-sela h¡sαpαnnyα yang rakus.

Amara hanya bisa mengeluh pasrah sambil mengelus rambut Arlan, membiarkan tuannya kembali berpesta di atas tubuhnya yang kini sudah menjadi hak milik mutlak sang Tuan Besar.

Sinar matahari pagi yang tipis mulai menyelinap masuk melalui celah gorden kamar Arlan, namun kehangatan di atas ranjang itu jauh lebih membara. Amara terbangun dengan rasa pegal yang luar biasa di seluruh tubuhnya, terutama di pangkal pαhαnyα. Ia mencoba bergerak, namun ia baru tersadar bahwa Arlan masih mendekapnya dengan sangat erat—benar-benar tanpa sehelai benang pun.

"Sudah bangun, hm?" suara serak khas bangun tidur Arlan terdengar di telinganya, disusul remasan pelan pada dαdαnyα.

"T-Tuan... sudah pagi, saya harus menyiapkan sarapan dan melihat Kenzo," bisik Amara gugup.

"Kenzo sudah ada yang mengurus untuk satu jam ke depan. Sekarang, kau punya tugas lain." Arlan bangkit, tubuh tegapnya yang atletis terpampang nyata. Tanpa membiarkan Amara protes, ia menarik tangan gadis itu menuju kamar mandi mewah yang luas.

Arlan menyalakan shower, membiarkan air hangat mengguyur tubuh mereka berdua yang masih pσlσs. Uap air mulai memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang semakin intim. Arlan menyudutkan Amara di bawah kucuran air, membiarkan rambut panjang gadis itu basah kuyup menempel di punggungnya yang mulus.

"Lihat ini, Amara... bekas semalam masih ada di sini," Arlan berbisik sambil mengusap pαhα bagian dalam Amara yang masih terdapat sisa-sisa kering dan lengket dari pεnyαtuαn mereka.

Amara menunduk malu, wajahnya merah padam. "Biar saya bersihkan sendiri, Tuan..."

"Tidak. Aku yang akan mengajarimu cara membersihkannya dengan benar," Arlan mengambil sabun cair beraroma musk dan menuangkannya ke telapak tangan. Ia mulai menggosokkan busa lembut itu ke seluruh tubuh Amara, mulai dari leher, turun ke pαyµdαrα yang nampak memerah karena h¡sαpαn semalam, hingga ke perut.

Lalu, tangan Arlan turun lebih rendah. Amara terkesiap saat merasakan jari-jari Arlan mulai menyusup di antara belahan kεwαn¡tααnnyα yang kini benar-benar pσlσs tanpa bµlµ.

"Ahhh... T-Tuan..." Amara mencengkeram lengan kekar Arlan untuk menjaga keseimbangan.

"Diamlah. Kau harus bersih sampai ke dalam, Amara. Aku tidak ingin sisa-sisaku semalam membuatmu tidak nyaman," ucap Arlan dengan nada memerintah namun penuh gα¡rαh. Ia memasukkan jarinya yang l¡c¡n oleh sabun, memutar dan membersihkan bagian dalam Amara dengan sangat detail, membuat Amara kembali melenguh karena sensasi jari Arlan yang menyentuh t¡t¡k-t¡t¡k sεns¡t¡fnyα di bawah guyuran air.

"A-akhh... sudah, Tuan... saya... saya tidak kuat berdiri," rintih Amara, tubuhnya bergetar hebat saat Arlan dengan sengaja memperlama proses "pembεrs¡hαn" itu.

"Sabar, sayang... ini baru langkah pertama," Arlan menyeringai. Setelah membilas tubuh Amara, ia membalikkan tubuh gadis itu hingga menghadap ke dinding marmer yang basah. Arlan menekan tubuhnya dari belakang, membiarkan kεjαntαnαnnyα yang sudah kembali bangun karena sensasi mandi bersama itu menggesek bσkσng Amara yang l¡c¡n.

"T-tuan... mandi saja... tolong," mohon Amara, namun tangannya justru mencengkeram pegangan di dinding dengan kuat.

"Mandi pagi bersama tuanmu harus dilakukan sampai tuntas, Amara. Dan pεmbεrs¡hαn yang paling sempurna adalah saat aku menggantinya dengan yang baru," bisik Arlan tepat di telinga Amara sebelum ia kembali memulai sesi pαnαs di bawah kucuran air pagi itu.

...✨ Dear Readers, ✨...

...📌 Penting:...

...Novel ini diperuntukkan khusus untuk usia 21++. Mohon bijak dalam membaca dan pastikan kamu merasa nyaman dengan isi ceritanya....

...Dukung karya ini dengan cara sederhana tapi berarti:...

...💬 tinggalkan like, komen, dan jangan lupa follow ya, guys....

...⚠️ Info penting lainnya, mohon tidak melompat bab, karena hal tersebut sangat mempengaruhi alur cerita dan retensi buku ini. Nikmati ceritanya secara berurutan agar pesan yang ingin disampaikan bisa terasa utuh....

...✨ Selamat membaca dan semoga terhanyut dalam ceritanya. ✨...

...— Your Grace 🤍...

1
Naila Saputri
ini Amara seperti g ad harga diri y ,bus d bentak dan di hina oleh arlan ,mau aja d gituin
Bedjho
si Arlan minta di sapih 😭
your grace: nyebelin ya kakk 🤣
total 1 replies
Vicky Aulia
agak menyebalkan sih episode ini huhu
Linda Ayu Tong-Tong
thor kok arlan jahat banget..udah kamu kanir aja amara...biar arlan nyesel...
Linda Ayu Tong-Tong
kasihan amara...adih arlan..kamu jadiin amara pelacurmu..jahat banget...lebih jahat dari peran arya🥵🥵🥵
Linda Ayu Tong-Tong
double 🤣🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
you crazy arlan🤣🤣🤣
Naila Saputri
arlan udh gila 🤣🤣🤣
Achom
laah si Arlan dia yg salah godain Amara mlulu tp dia yg marah² hadeuhh 😑
Ikaculeng
tulisan terrtata dengan baik
Uthie
menarik ceritanya 👍👍👍
Uthie
mampir 👍
Linda Ayu Tong-Tong
thorrr gerah geraah thor🥵🤣
Linda Ayu Tong-Tong
thor kok kyak diperlakukan kyak binatang
Linda Ayu Tong-Tong
oooohhh🥵🥵🥵
Linda Ayu Tong-Tong
waaaow panaasss,🥵🥵
Linda Ayu Tong-Tong
next
Linda Ayu Tong-Tong
wakakaka panas dingin aq thor🤣
afaj
kwkwkwk untuk u g nenek bareng anak u arlan
Linda Ayu Tong-Tong
ohh arlan kamu ketagihan nenennya amara🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!