NovelToon NovelToon
Giok Purba: Multiplikasi Abadi

Giok Purba: Multiplikasi Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sci-Fi
Popularitas:268
Nilai: 5
Nama Author: aryaa_v2

Di ambang kematian setelah dikhianati dan dikubur hidup-hidup, Leo Akira secara tidak sengaja meneteskan darahnya pada sepotong giok kuno yang ternyata menyimpan kekuatan primordial: Multiplikasi 1000× dan Ruang Penyimpanan Abadi. Apa pun yang dia sentuh dapat digandakan seribu kali lipat ke dalam ruang tak terbatas; siapa pun yang dia targetkan akan membuat Leo mendapatkan kemampuan orang itu—dengan kekuatan seribu kali lebih hebat.

Dari titik terendah, Leo bangkit dengan satu tujuan sederhana: menghancurkan orang yang menjatuhkannya dan menjadi orang terkaya di dunia. Tapi takdir membawanya lebih jauh. Dia tak hanya mengubah nasibnya, tetapi juga mengangkat peradaban manusia dari level teknologi rendah menuju Tingkat 1 Skala Kardashev, bahkan melampaui alam semesta yang dikenal.

Inilah kisah tentang seorang manusia yang menjadi entitas tak terkalahkan, penjaga umat manusia, dan pengembara di antara bintang-bintang dimulai dari satu tetes darah dan sepotong giok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aryaa_v2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemberontak, Prinsip, dan Titik Tidak Kembali

Ruang antar bintang itu dingin, sunyi, dan sangat luas. Shuttle Leo, yang sekarang diberi nama "Shard of Aeternum" dalam pikirannya, meluncur dalam keheningan sub-dimensi, jauh dari Awan Radian yang kacau. Tidak ada lagi perintah dari Pengadilan, tidak ada lagi instruktur, tidak ada lagi misi. Hanya dia, kelaparannya, dan hantu-hantu keputusannya.

Dia telah menjadi pemberontak. Dan seperti semua pemberontak, dia perlu tempat persembunyian, sumber daya, dan tujuan. Bumi bukan pilihan—itu akan membawa badai ke rumahnya. Dia perlu sesuatu yang lain. Sesuatu yang bahkan Pengadilan segan untuk sentuh.

Ingatannya kembali ke percakapannya dengan Kaelen, tentang zona terlarang. Tempat-tempat di mana hukum fisika tidak stabil, di mana sisa-sisa perang kosmik kuno masih berdetak, atau di mana entitas dari tingkat hierarki yang lebih tinggi telah meninggalkan "bekas luka". Salah satunya adalah Nebula Krios, sebuah awan molekuler tempat waktu mengalir tidak menentu dan ruang dilipat seperti kertas yang diremas. Bahkan Pengawas menghindarinya.

Itu akan menjadi rumah barunya.

Kita lemah, suaranya sendiri yang lebih dalam bergumam saat dia mengatur kursus. Perlu makan. Perlu tumbuh. Planetary Core. Baru bisa lawan.

"Kita tidak akan tumbuh dengan membunuh yang tidak bersalah," jawab Leo, memeriksa persediaan shuttle. Dia memiliki energi untuk beberapa bulan, berkat generator fusi kecil yang telah dia gandakan dan sempurnakan. Tapi itu hanya untuk kebutuhan hidup. Untuk kekuatan, dia perlu sumber energi besar.

Nebula punya... sisa-sisa bintang mati. Inti eksotis. Bisa kita makan.

"Iya. Tapi pertama-tama, kita butuh prinsip." Leo berhenti, menatap bintang-bintang yang terdistorsi di luar jendela. "Kita bukan lagi algojo Pengadilan. Tapi kita juga bukan monster yang akan melahap segalanya. Kita harus menggambar garis."

Garis? suara itu terdengar bingung. Kita lapar. Makan. Itu hukum.

"Tidak. Itu adalah hukum mu. Saya masih manusia. Saya masih memiliki moral. Dan moral itu mengatakan: kita hanya mengambil dari mereka yang akan mengambil dari kita. Kita hanya membunuh untuk melindungi, bukan untuk kekuatan." Dia mengepalkan tangannya. "Itu adalah kompromi saya. Jika kamu ingin tetap terhubung dengan saya, jika kamu ingin mencapai tujuanmu—apa pun itu—kamu harus menerimanya."

Diam yang dalam di dalam dirinya. Dia bisa merasakan konflik di dalam Pengumpan. Keserakahan primal melawan logika baru: bahwa simbiosis dengan "pikiran" ini memberikan keuntungan strategis. Akhirnya, sebuah perasaan setuju, meski enggan, mengalir kembali. Prinsip... bisa diuji. Tapi setuju. Untuk sekarang.

Itu adalah kemenangan kecil. Tapi itu penting.

Perjalanan ke Nebula Krios memakan waktu tiga minggu. Selama itu, Leo berlatih. Dia tidak lagi memiliki fasilitas simulasi Vael, jadi dia berlatih pada dirinya sendiri. Dia menggandakan dan menggabungkan sel-sel tubuhnya, memperkuat Mortal Flesh hingga mendekati Tier 9. Dia merenungkan kekosongan di jiwanya, perlahan-lahan memperbaikinya, membawanya ke Mortal Soul Tier 5. Pikirannya, sudah jenuh dengan pengetahuan, sekarang berfokus pada penguasaan—mengontrol multiplikasi hingga tingkat di mana dia bisa menciptakan benda-benda kompleks dari udara tipis, seperti makanan atau alat, meski sangat menguras tenaga.

Dia juga memeriksa Vault-nya. Selain singularitas mikro dan bayangan kesadaran, ada sesuatu yang baru: jejak dari Pertempuran Awan Radian. Dia telah tanpa sadar menyerap sebagian energi psikis dari Mindbreaker dan esensi entropi dari Accelerator. Itu adalah paket energi yang kacau dan berbahaya, tetapi bisa digunakan.

Saat dia memasuki pinggiran Nebula Krios, alam semesta berubah.

Nebula itu bukan indah. Itu adalah kuburan. Warna-warnanya bukan merah muda dan ungu yang hidup, tetapi abu-abu, perak, dan hitam legam. Gas dan debu bergerak dalam pusaran yang tidak wajar, kadang-kadang mempercepat, kadang-kadang membeku di tempat. Di kejauhan, sisa-sisa supernova berdenyut seperti jantung yang sekarat.

Shard of Aeternum bergetar hebat saat melintasi batas. Perangkat navigasi menjadi gila. Ruang di sini tidak konsisten.

Di sini, suara di dalamnya bernafsu. Energi... tua... sakit.

"Carilah tempat yang bisa kita pertahankan. Sebuah asteroid besar, atau puing-puing planet."

Mereka menemukannya setelah sehari pencarian: inti besi-nikel dari sebuah planet yang hancur, mengambang di tepi nebula, sekitar dua puluh kilometer lebarnya. Permukaannya dipenuhi dengan kristal energi aneh yang tumbuh seperti jamur, memancarkan cahaya redup.

Leo mendarat di sebuah dataran. Saat kakinya menyentuh tanah, dia merasakan getaran—sebuah denyut energi rendah yang berasal dari inti asteroid. Itu sempurna. Dia bisa menambangnya perlahan-lahan untuk energi, dan lokasinya yang tidak menentu akan menyembunyikan tanda tangannya.

Dia menggunakan kekuatannya untuk menggandakan probe sensor dan penyelidik, mengirim mereka untuk memetakan seluruh asteroid. Lalu, dia mulai membangun.

Dia tidak membangun istana. Dia membangun benteng mental. Pertama, sebuah lapisan singularitas mikro pasif di sekeliling asteroid, disetel untuk menyerap semua energi yang dipancarkan ke luar, menyembunyikannya seperti lubang hitam mini. Kedua, sebuah jaringan sensor psikis yang akan memberitahunya jika ada kesadaran asing yang mendekat. Ketiga, sebuah ruang meditasi di dekat inti energi, di mana dia bisa berlatih dan berintegrasi.

Dia bekerja selama berhari-hari, berminggu-minggu. Waktu di nebula ini aneh; terkadang terasa seperti berjam-jam, terkadang berhari-hari. Dia kehilangan jejak.

Suatu "hari", saat dia duduk di ruang meditasinya, berusaha menyatukan jiwa dan simbionnya lebih dalam, sebuah peringatan membunyikan alarm di pikirannya.

Sensor psikis mendeteksi sesuatu. Bukan Pengadilan. Sesuatu yang... asli dari nebula ini.

Dia mengalihkan kesadarannya ke luar. Di tepi wilayah asteroid-nya, melayang di antara kristal energi, ada sebuah wujud. Itu tampak seperti gurita yang terbuat dari kabut nebula dan cahaya bintang yang mati, dengan banyak mata yang berkedip secara tidak sinkron. Itu memancarkan tingkat kesadaran yang rendah, tetapi sangat tua, dan penuh dengan rasa ingin tahu.

Makhluk nebula, bisik Pengumpan, dengan rasa ingin tahu yang hampir anak-anak. Bukan makanan. Tapi... tahu.

"Tahu apa?"

Tahu tempat. Rahasia. Sisa-sisa perang.

Leo dengan hati-hati melangkah keluar, menjaga perisai energinya tetap rendah. Makhluk nebula itu tidak takut. Ia mendekat, salah satu tentakel kabutnya menyentuh perisai singularitas pasif Leo. Di titik sentuhan, sebuah gambar mengalir ke pikiran Leo:

Sebuah pemandangan dari masa lalu nebula ini. Dua cahaya—satu berwarna emas dan teratur (Pengadilan?), satu berwarna ungu dan liar (sesuatu seperti Pengumpan, tapi lebih kuat)—bertabrakan. Pertempuran itu menghancurkan bintang-bintang, merobek ruang. Dan di tengah-tengahnya, sebuah artefak jatuh, terkubur di inti nebula. Artefak itu memancarkan sinyal yang aneh, seperti nyanyian.

Gambar itu pudar. Makhluk nebula itu mengangguk, lalu berbalik dan melayang pergi, menghilang ke dalam kabut.

Leo berdiri di sana, kedinginan meski di dalam baju antariksanya.

Artefak itu. Apakah itu senjata? Kunci? Atau sesuatu yang lain?

Tapi satu hal yang jelas: dia tidak sendirian di sini. Dan nebula ini menyimpan rahasia yang bahkan mungkin tidak diketahui oleh Pengadilan.

Dia memandang ke arah inti nebula yang berputar-putar.

Pencariannya akan tempat persembunyian telah membawanya ke tempat yang jauh lebih berbahaya—dan jauh lebih menarik—daripada yang dia kira.

Pemberontak itu sekarang menjadi penjelajah. Dan di depannya, terbentang kuburan kosmik yang penuh dengan hantu dan hadiah.

1
Arya Saputra
jangan-jangan ada identitas tersembunyi nih dari batu akiknya, jadi penasaran🤔
Arya Saputra
yok lah bisa otw ke peradaban tipe 1 nih
Arya Saputra
Jujur ini cerita yang layak masuk rekomendasi sih, perkembangan karakter Leo yang signifikan dari diinjak-injak bahkan dikubur lalu bangkit dengan identitas berbeda dan merubah sikap 180°, sistem kekuatan giok juga logis dibarengi cerita sains.
Arya Saputra
saya suka nih kalo ada cerita bertemakan sains🤩
Arya Saputra
awal yang lumayan bagus👏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!