NovelToon NovelToon
Kebangkitan Zahira

Kebangkitan Zahira

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Pelakor jahat / Cinta Lansia / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: SOPYAN KAMALGrab

pernikahan selama 20 tahun ternyata hanya jadi persimpangan
hendro ternyata lebih memilih Ratna cinta masa lalunya
parahnya Ratna di dukung oleh rini ibu nya hendro serta angga dan anggi anak mereka ikut mendukung perceraian hendro dan Zahira
Zahira wanita cerdas banyak akal,
tapi dia taat sama suami
setelah lihat hendro selingkuh
maka hendro sudah menetapkan lawan yang salah
mari kita saksikan kebangkitan Zahira
dan kebangkrutan hendro

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SOPYAN KAMALGrab, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kz 28

“Papah... buku-buku kuliahku ke mana untuk hari ini?” tanya Anggi dari dalam kamarnya.

“Cari sendiri,” sahut Hendro sambil memasukkan sesendok nasi ke mulutnya. Harusnya pagi ini ia bisa sarapan dengan tenang, tapi sejak bangun tidur, sudah banyak gangguan datang silih berganti—termasuk teriakan anak gadisnya itu.

Sementara itu, Anggi merasa pusing sendiri. Kamar yang biasanya tertata rapi kini berubah menjadi lautan barang-barang berserakan. Sejak kecil, Zahira selalu menyiapkan segalanya—baju, buku, bahkan sepatu. Tapi sekarang, semua harus ia cari sendiri.

Di ruang makan, Hendro menyuapkan nasi ke mulutnya sambil sesekali melirik ponsel.

“Papah, sepatu basket aku ke mana?” teriak Angga dari kamarnya.

“Papah, baju kuliah Anggi mana?”

“Papah, kaus kaki aku juga enggak ada!”

Suara Angga dan Anggi bergantian memanggil, membuat sarapan Hendro tak lagi nikmat.

“Brisik!” teriak Hendro, meletakkan sendoknya dengan kasar ke atas meja hingga menimbulkan bunyi keras.

Ia berdiri dan berjalan cepat ke kamar Anggi. Begitu membuka pintu, matanya langsung terbelalak melihat kondisi kamar.

“Anggi!” bentaknya. “Apa-apaan ini? Kenapa kamar kamu bisa berantakan begini? Kamu pikir siapa yang bakal beresin semua ini, hah?”

"Ini malah marah-marah, bukannya bantu cari buku kuliah aku!" gerutu Anggi kesal.

Hendro hanya menggeleng pelan. Dalam hati ia heran, anak 17 tahun tapi masih belum bisa mengurus dirinya sendiri.

"Biasanya kamu nggak seperti ini, Anggi," ucap Hendro, nada suaranya mulai kesal.

"Biasanya aku tinggal berangkat, semuanya sudah disiapin Mama!" sahut Anggi dengan nada tinggi, wajahnya kesal, nada suaranya sinis.

Hendro menarik napas panjang. "Kamu ternyata terlalu bergantung pada orang yang selama ini kamu benci," ucapnya tajam.

“Pah, aku mau tinggal sama Mamih Ratna, ya. Di sini membosankan, Papah marah melulu,” ucap Anggi kesal.

“Harusnya Mamih Ratna yang tinggal di sini, ngurusin kamu,” balas Hendro, menahan emosi.

“Enggak bisa, Pah. Mamih Ratna itu wanita karier. Nggak mungkin ngurus hal-hal remeh kayak gini,” jawab Anggi santai.

“Hal remeh-temeh, tapi bikin kamu pusing sendiri. Lihat jam, udah siang begini. Sudahlah, enggak usah kuliah hari ini. Sore nanti Papah mau jemput Mamah kamu pulang. Hidup kita bisa benar-benar berantakan tanpa dia,” ucap Hendro tanpa sadar telah mengakui bahwa hidupnya tak teratur sejak Zahira pergi.

Anggi menatap Hendro, lalu berkata pelan, “Benar, Pah... Tapi kasih pengertian ke Mamah nanti. Jangan terlalu ortodoks soal perempuan. Jadi wanita itu harus modern, Pah. Wanita modern rela berbagi lelaki dengan perempuan lain.”

Tiba-tiba terdengar teriakan dari ruang tengah.

“Angiiiii!” seru Angga.

“Apa sih, lu teriak-teriak! Emang gue budek?” balas Anggi dengan nada kesal.

“Lihat ini,” ucap Angga sambil menyodorkan ponselnya. “Si David lagi gandengan sama Laras di pantai Bali.”

Anggi mendekat dan menatap layar ponsel itu. Wajahnya langsung memerah. Giginya gemeretak, matanya menajam, dan tanpa pikir panjang ia hendak membanting ponsel itu.

Namun Angga lebih sigap. Ia menarik ponselnya dari tangan Anggi sebelum sempat terbanting.

“Udah tiga kali lu banting HP gue. Jangan sampai ini jadi yang keempat,” gerutu Angga sambil menyembunyikan ponselnya ke belakang.

Anggi berbalik, berteriak ke arah Hendro. “Papah! Aku mau ke Bali! Minta uang sekarang!”

“Mau ngapain kamu ke Bali?” tanya Hendro tenang, meski sudah curiga.

“Mau ngelabrak si David sama si Laras!” jawab Anggi, penuh emosi.

Hendro hanya menggelengkan kepala. “Baru saja kamu bilang wanita modern harus bisa berbagi lelaki. Sekarang pacarmu jalan sama cewek lain, kamu udah ngamuk?”

Anggi terdiam, tak mampu menjawab.

Baru kali ini ia benar-benar merasakan bagaimana rasanya sakit hati karena cinta dibagi. Dan itu hanya seorang pacar—bagaimana dengan mamahnya, yang harus menerima kenyataan suaminya diambil wanita lain... dan disetujui oleh anak-anaknya sendiri?

“Enggak ada acara ke Bali! Kalian harus ikut membujuk mamah kalian pulang. Papah jamin, hidup kalian bakal berantakan tanpa dia,” ucap Hendro tegas.

“Papah terlalu berlebihan. Kami baik-baik saja, kok,” sahut Anggi sambil melipat tangan di dada.

“Baik-baik saja? Kalian berdua sudah empat hari enggak kuliah, selalu dengan alasan sepele. Kalau begini terus, kalian bisa di-DO!” balas Hendro dengan nada meninggi.

“Setuju, Pak,” ucap Angga tiba-tiba.

Anggi menoleh cepat. “Kenapa kamu setuju, sih, Angga?”

Angga mengangkat bahu. “Enggak tahu... Aku malah kangen, tiap pagi ribut sama Mamah. Meski cerewet, dia yang bikin rumah ini hidup.”

..

..

Sementara itu, di rumah Zahira,

ia melihat kedua orang tuanya sedang menonton televisi bersama, ditemani segelas kopi dan ubi rebus.

“Andai aku punya suami seperti Bapak, setia menua bersama,” gumam Zahira lirih.

Zahira membuka aplikasi menulis onlinenya. Ternyata tulisannya sudah mencapai lebih dari 60.000 kata.

“Ini gimana cara dapet uangnya, sih?” gumamnya bingung. Ia hanya bisa menulis, tapi belum mengerti bagaimana cara menghasilkan uang dari sana.

Ia membuka kotak masuk. Banyak komentar masuk, tapi Zahira belum tahu cara membalasnya satu per satu.

“Aku harus kursus sama Zaenab, ini,” pikirnya dalam hati.

Lalu matanya tertuju pada bagian bawah layar.

22.000 orang sedang membaca.

300.000 total tayangan.

Ia pun berpindah ke aplikasi lain.

“Kalau yang ini lebih simpel,” ucapnya pelan.

“Sudah 80 bab, dan aku dapat Rp1.600.000. Ini karya baruku yang ketiga. Popularitas: 2,07 juta…”

“Sudah hampir sebulan aku nulis, kok nggak ngasih duit juga,” keluhnya, masih belum menyadari hal besar di depan matanya.

Zahira belum sadar, dua karya tulisannya itu sebenarnya sudah menghasilkan potensi puluhan juta rupiah. Bahkan, beberapa notifikasi penting ia abaikan, termasuk satu dari agen perfilman yang ingin mengangkat ceritanya ke layar lebar.

..

..

Sementara itu, di desa yang sama, di sebuah rumah paling besar, Senja duduk bersama seorang pria bernama Langit.

“Kenapa kamu tidak menjadikan Mamah Zahira sebagai kepala konveksi, malah memilih Romlah?” tanya Langit heran.

“Kalau hanya soal mengungkap kasus pencurian, sih, gampang. Tapi aku ingin tahu siapa sebenarnya pembeli barang-barang kita,” jawab Senja tenang.

“Pesaingmu itu berat, Senja. Mereka licin dan sulit dicari bukti kesalahannya,” ujar Langit, mulai khawatir.

“Awalnya aku juga mentok. Tapi setelah membaca novel online Wanita Sekeras Baja, pikiranku jadi terbuka dan lebih cerdas,” ucap Senja mantap.

“Masa, sih?” Langit mengernyitkan dahi.

“Beneran. Kamu baca aja sendiri. Penulisnya cerdas banget. Ada satu kalimat yang bikin aku sadar harus ambil tindakan ini.”

“Apa itu?” tanya Langit penasaran.

‘Jika ikan tidak terpancing, maka paksa dia memakan kailnya,’” ucap Senja menirukan kutipan itu dengan serius.

Langit tertawa pelan. “Aku semakin nggak ngerti. Sejak kamu baca novel online, pemikiranmu jadi aneh.”

Senja menoleh dan tersenyum penuh keyakinan. “Lihat saja nanti. Jika ada kesempatan, maka tangkaplah. Jika tidak ada kesempatan, maka ciptakanlah.”

1
sutiasih kasih
msih bgusan zahira ke mana" dlm merawat dan mmberimu kasih sayang anggi....
km banggain mmmu yh bangke itu.... bisa" ujungnya km di jual jdi pelacur🤣🤣
sutiasih kasih
duh .. knapa bu rini koit duluan sih...
kn jdi g seru.... blm lihat nasib cucu" ksayangannya😅😅😅
sutiasih kasih
gasss di OTT si hendra...
manusia bngsat.... sdh jgn di kasih hidup enak mlu🙄🙄
sutiasih kasih
jahatnya km hendro... mngatas namakn zahira yg mmbuang bayinya...
🙄🙄🙄
sutiasih kasih
smoga hendro mnikah sama si sundel romlah...
biar makin seru khancuran mereka smua...🤣🤣
sutiasih kasih
andai km tau zahira... angga dan anggi bukan ankmu..
sutiasih kasih
sdh di bilang.... apes g ada di kalender hendro...🤣🤣
sutiasih kasih
ingat hendro... tgl apes g ad di kalender....
km udah zdolim sm zahira.... slm dia jdi istrimu....
bhkn udah pisahpun... km masih jga mengusik hidupnya demi keuntunganmu sndiri...
jgn smpe km trperosok smpe tak bisa trtolong... krna saking serakah jga licik...🙄🙄
sutiasih kasih
kpan hendro n atasannya kena OTT thor....🙄🙄
sutiasih kasih
makin hncur berantakn hidupmu hendro....
zaki yg org lain aj tau karakter kuat zahira...
lha km sbg suaminya mlah g tau sprti apa zahira..
sutiasih kasih
ya itu salah km sndiri hendro...
zahira mmberi didikan akhlak yg baik... tpi km dan ibumu sll mnyahkn zahira... hnya krna zahira dri kampung...
sutiasih kasih
baguslah langit dan senja bahagia di tangan org yg tepat....
sutiasih kasih
sbntar lgi khncuran mantan suami... kena OTT KPK😅😅
sutiasih kasih
tuh kn... hendro n ratna pasangan yg cocok....
sm" suka selingkuh ... sm" kotor... n nnti jga sm" kena penyakit n karma...
sutiasih kasih
sepandai tupai melompat.. pasti akn jatuh jga... smua tinggal nunggu giliran... kpan jatuhnya😅😅
sutiasih kasih
demi romlah km rela khilangan 100 jta hendro...
tpi saat zahira jdi istrimu... km pelit bin medit untuk kperluan istrimu yg sdh mngabdikn hidupnya untuk... suami... ank dan jga mertua...
l🙄🙄
sutiasih kasih
gmn ya klo bu rini n hendro tau... trnyata ratna yg trlihat trhormat dgn karirnya... trnyata tak lbh dri seorang ani"🤣🤣🤣🤣
gmn.... msih trhormat zahira ke mana" kn....
sutiasih kasih
jgn" selingan istri barumu adalah ngangkang debgan bnyak pria tajir🤔🤔
sutiasih kasih
makan tuh istri kebanggaanmu hendro...
pdahal bnyak di luaran sana istri punya karir cemerlang.... tpi tetap cekatan dlm mngurus suami dan ank"nya...
lhaaa ratna.... cm menang di karir tpi nol besar dpm mngurus rumah tangga🤣🤣🤣
sutiasih kasih
gmn hendro.... ganti istri apkah mmberimu bahagia...
🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!