NovelToon NovelToon
Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:172.8k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Raka Adiyaksa adalah definisi nyata dari "Sobat Misqueen". Mahasiswa biasa yang rela makan mie instan diremas setiap akhir bulan demi menabung untuk gebetannya, Tiara. Namun, pengorbanannya dibalas dengan pengkhianatan. Di malam konser yang seharusnya menjadi momen pernyataan cintanya, Raka justru melihat Tiara turun dari mobil mewah milik Kevin, anak orang kaya yang sombong, sementara Raka ditinggalkan sendirian di trotoar GBK dengan dua tiket yang hangus.

Di titik terendah hidupnya, saat harga dirinya diinjak-injak, sebuah suara mekanis berbunyi di kepalanya.

[DING! Sistem Sultan Gacha Tanpa Batas Telah Diaktifkan!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Modus Pagi Buta dan Voucher Taksi Hangus

|The Sultan Residence - Villa No. 1|

Raka menatap layar ponselnya dengan bingung. Chat dengan adiknya, Rara, berakhir begitu saja.

Rara: "Bye! Gue mau nulis diary aja!"

"Buset..." Raka geleng-geleng kepala. "Satu kalimat langsung mematikan topik. Gue rasa gue ini chat wizard, saking jagonya bikin orang speechless."

Karena Rara sudah kabur, Raka beralih ke target yang lebih menarik. Vania Winata.

Raka membuka ruang obrolan dengan Vania. Sang diva pop ini mungkin terlihat sangat profesional di panggung, tapi di WhatsApp, dia terasa seperti gadis polos yang jarang pacaran.

Raka mulai mengetik jurus-jurus "buaya"-nya. Bukan buaya darat yang jahat, tapi buaya gentleman.

Raka: "Malam, Van. Udah tidur? Atau lagi ngitungin bintang di desa?"

Tak lama kemudian, balasan masuk.

Vania: "Belum, Ka. Baru kelar briefing. Di sini mendung, nggak ada bintang. Kamu lagi apa?"

Raka: "Lagi liatin foto profil kamu. Lumayan, gantiin bintang yang ilang."

Di seberang sana, Vania pasti sedang blushing.

Obrolan berlanjut. Raka dengan santai menggoda Vania, membuat gadis itu merespon dengan emoji-emoji malu dan stiker kucing lucu. Raka menyadari satu hal: Vania adalah tipe cewek yang butuh dipimpin dalam percakapan, dan Raka sangat menikmati peran itu.

|Kamar Penginapan Sederhana - Pedalaman Jawa Barat|

Di sebuah kamar penginapan kecil namun bersih, Vania berbaring di kasur sambil memeluk guling. Wajahnya merah padam, senyum-senyum sendiri menatap layar HP.

Di kasur sebelah, seorang wanita muda dengan masker wajah menatapnya curiga. Itu Sarah, manajer sekaligus sahabat Vania sejak debut.

Sarah menggeser posisinya, mendekat ke arah Vania seperti ular sanca.

"Hayo..." goda Sarah. "Chatan sama siapa tuh? Senyum-senyum kayak orang gila."

Vania kaget, langsung membalikkan badannya memunggungi Sarah. "Nggak sama siapa-siapa kok!"

"Dih, bohong banget. Sini liat!" Sarah mencoba mengintip. "Sama cowok ya? Siapa? Artis mana? Atau pengusaha?"

Vania menyembunyikan HP-nya di bawah bantal. Wajahnya makin merah. "Bukan artis... Itu... Raka."

"Raka?" Sarah mengernyitkan dahi, masker wajahnya retak sedikit. Dia memutar otak mencari nama itu di database selebriti. "Raka siapa? Raka anak band? Atau Raka yang..."

Mata Sarah membelalak. "Oh! Si cowok hoki di konser kemarin?! Yang dapet 10 hadiah itu?"

Vania mengangguk pelan. "Iya. Dia."

"Ngapain kamu chat sama dia?" tanya Sarah heran. "Dia kan cuma fans biasa. Mahasiswa kan katanya? Emang sih dia baik udah donasiin mobilnya, tapi tetep aja, levelnya beda sama kamu, Beb."

"Aku bilang besok kita balik ke Jakarta. Terus dia bilang mau jemput ke bandara," cicit Vania pelan.

Sarah langsung duduk tegak. "Jemput? Pake apa? Naik motor? Atau naik GrabCar?"

Sarah menepuk jidatnya. Bayangan Vania, sang Diva Nasional, dijemput naik motor bebek atau mobil LCGC di bandara membuatnya pusing.

"Aduh, Vania sayang..." Sarah menghela napas panjang. "Jangan aneh-aneh deh. Aku barusan udah klaim voucher diskon GrabCar Luxe. Aku niatnya mau pesen mobil mewah buat kita besok. Siapa tau driver-nya gabut, ternyata anak orang kaya yang lagi nyamar. Lumayan kan buat cuci mata?"

Vania memutar bola matanya, lalu menimpuk Sarah dengan bantal. "Kamu tuh ya! Otaknya isinya 'High Quality Jomblo' mulu."

"Ya wajar dong! Kita kan butuh sandaran yang mapan!" bela Sarah. "Lagian ngapain sih dijemput Raka? Takutnya nanti repot. Emangnya dia punya mobil yang layak buat bawa koper-koper kita?"

"Punya kok. Dia bilang dia punya kendaraan," jawab Vania membela (padahal dia sendiri tidak tahu Raka punya mobil apa, dia cuma ingat Raka menolak mobil Honda Civic karena 'nggak butuh').

"Lagian, Sarah..." Vania menatap manajernya serius. "Jangan ngeremehin orang. Raka itu baik. Dia mau jemput karena kita mau bahas detail donasi itu. Dokumennya harus ditanda-tangan basah."

"Alasan," cibir Sarah. "Bilang aja kamu mau ketemu dia. Modus!"

"Biarin! Daripada kamu, ngarepin abang taksi online jadi pangeran berkuda putih. Hati-hati loh, ntar malah diculik!"

"Ih amit-amit!" Sarah mengetuk meja kayu tiga kali. "Ya udah deh, terserah. Tapi kalau besok dia dateng naik angkot, aku pura-pura nggak kenal ya!"

Keesokan Harinya.

Sinar matahari pagi menembus jendela kamar utama yang setinggi enam meter.

Raka bangun lebih awal dari biasanya. Hari ini ada misi penting: Menjemput Sang Dewi.

Setelah mandi di bathroom marmernya yang mewah, Raka masuk ke Walk-in Closet. Dia memilih outfit terbaiknya hasil belanjaan kemarin di Grand Indonesia.

Kemeja putih Louis Vuitton yang pas badan, celana bahan hitam slim fit yang sleek, dan sepatu loafer kulit. Tidak lupa jam tangan mahalnya.

Raka berdiri di depan cermin besar.

"Ganteng," pujinya pada diri sendiri. "Dulu gue minderan, sekarang... kayaknya gue bisa nyalon jadi cover majalah Forbes."

Uang dan sistem benar-benar mengubah segalanya. Bukan hanya penampilan fisik, tapi juga aura kepercayaan diri. Dulu dia berjalan menunduk, sekarang dagunya terangkat. Handal.

Raka turun ke garasi. Dia menatap McLaren 720S merahnya yang berkilau.

"Siap beraksi, Beast?"

Raka masuk ke dalam mobil, menyalakan mesin yang menggelegar, lalu meluncur keluar dari kompleks perumahan elite itu menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Perjalanan ke bandara cukup lancar. Raka menikmati setiap detiknya. Menyetir supercar di jalan tol Jakarta adalah terapi tersendiri (selama tidak macet).

|Terminal 3 Kedatangan Domestik - Bandara Soekarno-Hatta|

Satu jam kemudian.

Pesawat dari Jawa Tengah mendarat mulus. Dua orang wanita berjalan keluar dari garbarata, memakai topi dan masker untuk menutupi identitas, meskipun aura kecantikan mereka tetap memancar.

Vania dan Sarah menyeret koper mereka menuju lobi kedatangan.

Sarah sibuk mengotak-atik ponselnya dengan wajah kesal.

"Duh, elah!" keluh Sarah sambil menghentakkan kaki. "Gara-gara kamu nih, Van!"

"Kenapa lagi sih?" tanya Vania santai sambil celingukan mencari sosok Raka.

"Voucher GrabCar Luxe aku angus!" Sarah menunjukkan layar HP-nya ke wajah Vania. "Tuh liat! Udah lewat batas waktu pembatalan gratis. Sayang banget tau! Potongannya 100 ribu! Padahal aku udah bayangin bakal dijemput pake Alphard atau Mercy."

"Ya ampun, Sarah..." Vania geleng-geleng kepala sambil mencubit pipi manajernya. "Kamu ini bener-bener matre ya. Uang segitu diributin."

"Bukan masalah uangnya, tapi experience-nya, Van!" Sarah membela diri. "Siapa tau driver-nya ganteng kayak di FTV. 'Jodohku Supir Taksi Online Miliarder'. Kan romantis!"

"Halu terus," ledek Vania. "Inget kata aku, yang terlihat mewah di aplikasi belum tentu real. Kamu jangan gampang ketipu casing. Mending kita tunggu Raka aja, lebih jelas orangnya."

"Iya, iyaaa... Mana si Raka? Jangan bilang dia telat," gerutu Sarah sambil melihat jam tangannya. "Kalau sampe dia dateng naik motor matic terus kita disuruh ngojek, awas ya kamu!"

Sarah masih mengomel soal vouchernya yang hangus, tidak menyadari bahwa di luar lobi, sebuah mobil merah ceper dengan pintu sayap kupu-kupu sedang merayap perlahan mendekati area penjemputan VVIP.

1
Wega Luna
calon korban papi Raka kayak nya🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤦🤦sakit jiwa tapi kau selalu nempel kayak cicak bella🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
backingan papi Raka GK main main no, mohon maaf sadar diri no
Jack Strom
Huuh percuma... Cewek yang lama saja belum diprank... malah mau dikenalkan sama yang baru... mubazir dah... 🤭😁😛😛😛
Yusru Gepeng
iklan nya k lama jadi bosen nunggu iklan nya ga bermutu
Jack Strom
Hahaha... Betul² sakit jiwa MCnya... 🤭😁😂🤣😛😛😛😛
Jack Strom
Hahaha... Pamer yoo... 🤭😁😛😛😛😛
Kahfi
paling demen Ama karakter sindy
Ambu Rinddiany Thea
s rudy udh d puji2 d sanjung2 langsung d banting sekaligus sama ownernya ,rasain looh 🤣🤣🤣🤣
Fatkhur Kevin
5 bab thor. biar lama bacanya
Kahfi
34D😳
Riyanganz
subuh" buka novelton ya novel ini yg lngsung di cek
Elok Fauziah: Lah, sama 🤭🤭🤭
total 1 replies
умереть с прекрасной улыбкой
/Good/
Ambu Rinddiany Thea
ya allah baca malem2 ngakak olangan sambil nahan suara biar ga kedengeran bocil tidur 🤣🤣🤣
Kahfi
haji kok julid
Wega Luna
vino di goblokin papi Raka🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
bagus ka, dihalalkan dulu baru gas ,justru aku salut sama cowok yg bisa tahan diri,cukup sindy,,,, Bella masih v tapi cara dia interaksi itu bikin ilfil yh .dari awal GK like banget sama Bella
Wega Luna: sebenarnya ini terserah author sih , cuma kalo di realita biasanya,adik atau saudara perempuan bisa kena karma nya contoh banyak , kalo ada cowok yg Gonta ganti pasangan pasti ada saudara terdekat nya yg di gituin sama pasangan nya, gitu
total 2 replies
Jack Strom
Lumayan menghibur dukalara... 😁😛😛😛
Jack Strom
Hahaha... terjebak sama rencana sendiri... itu loh ibarat lempar batu ketimpuk kaki sendiri... 🤭😁😂🤣😛😛😛
Jack Strom
Huuh... pamer!.. 😁😛😛😛
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!