anak seorang tukang becak
Nisa adalah seorang anak sangat baik, namun sayangnya dia memiliki kehidupan keluarga yang sangat miskin, sehingga keluarga dari ibunya pun tak mau mengakui mereka karena merasa malu jika memiliki keluarga miskin seperti Nisa hingga dia harus di paksa dewasa oleh keadaan di kala usianya menginjak angka sebelas tahun Di usia yang terbilang masih sangat muda itu dia harus di paksa dewasa oleh keadaan di kala usianya menginjak angka sebelas tahun harus mengurus kedua adiknya yang masih kecil, dan merelakan masalah kecilnya yang tak seindah teman-teman yang lain, bapaknya hanyalah seorang pria tua yng bekerja sebagai tukang becak Namun kehidupan Nisa berubah setalah bertemu dengan seorang pria kaya raya tempat Nisa mengikuti sebuah kompetisi, akan kah hubungan mereka mendapat restu dari keluarga sang pria ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Sebulan kemudian Rio kembali ke rumah nisa dan mengajaknya ke kota untuk bertemu keluarganya, Sebab pak basri memintanya untuk memperkenalkan nisa padanya, sedangkan mama tiara sudah mengenal nisa terlebih dahulu, jelas saja Rio dengan senang hati akan mengabulkan permintaan papahnya
Setelah beberapa lama sampailah rio di rumah nisa, di sambut oleh pak Yunus dan ketiga anaknya
" Pak, maaf sebelumnya saya mau meminta izin bapak untuk membawa nisa ke kota, papah saya ingin bertemu dengan nisa pak" ucap Rio lembut
" Memangnya nak rio benar sudah serius sama anak bapak?" Tanya pak yunus
" InsyaAllah pak, saya sangat serius dengan keputusan saya ingin menikahi nisa" jawabnya mantap
" Ya sudah kalau begitu, bapak akan memberi izin nisa untuk bertemu orang tua nak Rio, tapi bapak harus tanya pada Nisa dulu, bagaimana nak apakah kamu sudah siap bertemu orang tua nak rio?" Tanya pak yunus pada nisa
" InsyaAllah aku sudah siap pak, lagian Nisa juga kenal dengan mamahnya mas Rio, tapi aku belum pernah bertemu dengan papahnya mas Rio"
" Nisa, kamu tenang saja, papah orang nya sangat baik, jadi kamu gak usah takut, papah juga pasti akan menyetujui keputusan mas" ucap Rio menyakinkan nisa
" Baiklah mas, kapan kita akan bertemu orang tua mas?"
" Gimana kalau hari ini? Dan hari ini juga kita akan ke kota " jawabnya
" Terserah mas saja, mana baiknya aku akan ikut" ucap nisa
" Ya sudah lebih baik kamu siap siap nisa, biar cepat selesai juga" ucap pak yunus
" Baiklah pak, aku ke kamar dulu, mas tunggu bentar ya aku bersiap dulu"
Setelah berapa menit, akhirnya mereka benar-benar kembali ke kota
******
" Kenapa banyak sekali makanan di meja ini Tiara? Apakah akan ada tamu?" Tanya omah lidia pada mamah tiara
" Iya dong Bu, hari ini kita akan kedatangan tamu spesial" ucap tiara sembari tersenyum
menyiapkan makanan
" Tamu spesial siapa?"
" Nanti juga ibu tau kok"
" Sayang, pacarnya rio jadi datang kan?" Tanya pak basri pada istrinya
" Apaaaa??? Pacar rio yang mana maksud kamu Basri?" tanya mama omah terkejut
" Nisa lah Bu, emang siapa lagi kekasih Rio kalo bukan Nisa? Kan hanya ada satu wanita untuk Rio " jawab tiara santai
" Tiara...!!! kenapa kamu tidak minta persetujuan ibu dulu sebelum mengajak wanita udik itu datang kesini?" Teriak omah lidia agi
" Emang harus butuh persetujuan omah, Aku juga gak butuh persetujuan omah" sambung rio tiba-tiba dari pintu depan
" Nisa, apa kabar kamu nak?" Ucap mamah tiara memeluk nisa dan nisa pun segera membalas pelukan mamah Tiara dan tak lupa mencium pucuk tangan mamah tiara dan pak basri, namun begitu ingin mencium tangan omah lidia, omah malah membuang muka dan berlalu meninggalkan mereka semua
" Sayang, kenalkan ini papahku papah basri" ucap Rio tersenyum sementara papah basri juga tersenyum melihat anaknya terlihat sangat bahagia
" Ayo sayang, kita makan yuk, mamah tadi masak banyak, soalnya mamah gak tau kamu sukanya makan apa sayang" ucap mamah tiara ramah dan mengajak nisa duduk
" Terima kasih Tante, aku makan gak pilih pilih kok Tante, yang penting bisa makan aja udah cukup" jawab nya ramah
" Syukurlah kalau kamu berpikir kayak begitu nak, tapi jangan panggil Tante dong, panggil mamah aja ya, kan sebentar lagi kamu akan jadi anak menantu mamah" ucap mamah tiara
" Iya tante, maaf maksud saya iya mah" jawab nisa gugup
" Hehehe gitu dong sayang, ya sudah silahkan di makan " ucap nya
Sementara mereka menikmati hidangan, lain halnya dengan omah lidia yang merasa sangat kesal, dia segera menghubungi Jasmin dan menceritakan semuanya, dengan cepat Jasmin segera meluncur ke rumah keluarga Rismoyo
Setelah mereka selesai makan, bertepatan dengan hadirnya Jasmin, Wajah yang sangat tak bersahabat di tunjukkan oleh Jasmin pada nisa, namun nisa tak memperdulikan nya, dan terus saja berbincang dengan mamah Tiara
" Jasmin, ngapain kamu kesini? Mau ketemu omah? Ada tuh di kamarnya, langsung aja kesana" ucap mamah tiara tanpa basa basi
" Biar aku yang panggilin mah, tamu gak seharusnya masuk sembarangan ke kamar orang" Ucap Rio sedikit menyentil Jasmin
" Duduk dulu Jasmin" tambah mamah Tiara Jasmin pun segera duduk dengan gaya yang sangat angkuh
" Omah, ada Jasmin mau ketemu omah".. ucap Rio
" Rio, kenapa sih kamu mesti bawa wanita udik itu datang ke rumah ini? Emang kamu serius sama wanita udik itu Rio ?" Tanya omah sedikit emosi
" Iya omah aku serius, kenapa sih omah masih aja mempermasalahkan ini, kan aku udah jelasin berapa kali ke omah"
"Karena omah mau kamu nikahnya sama Jasmin, bukan sama wanita udik itu"
" Namanya Nisa omah"
" Rio, kamu tau omah itu pengen banget punya hubungan keluarga sama Jasmin, Apa kurangnya Jasmin, dia cantik, dia baik, dia kaya, papahnya juga punya posisi yang tidak sembarang di kepolisian. Kalau kita berkeluarga dengan mereka maka nama baik kita akan terjaga rio" ucap omah panjang lebar
" Jadi omah mau punya hubungan keluarga sama Jasmin?"
" Iya dong rio, omah mau banget"..
" Yah sudah, kenapa omah gak nikah aja sama papahnya Jasmin? Kan biar omah punya hubungan keluarga sama mereka, apalagi papahnya jasmin itu duda loh omah" jawab rio sedikit menekan kata katanya
" Rio...!!!! Tidak sopan sekali kamu ngomong seperti itu pada omah, bodoh kamu karena sudah termakan hasutan wanita jahat itu, hingga kamu sudah berani melawan omah" ucap omah lagi
" Omah juga sama , sudah termakan hasutan wanita jahat dan tak tahu malu itu, sehingga omah lebih memilih mendengar dia di bandingkan aku omah"..
" Rio....!!!!!" Jangan kurang ajar kam-"
" Sudah lah omah, aku tak mau berdebat sama omah, aku takut kelepasan omah, Jadi sekarang lebih baik omah temuin Jasmin atau aku akan mengusir nya karena aku sudah sangat muak melihatnya" ancam rio yang membuat omah sangat syok karena sikap rio yang sudah mulai berani membalas ucapannya
Tak lama rio kembali ke ruang yang dimana mereka semua berkumpul termasuk Jasmin, kecuali papah basri yang sudah ke kantor
" Ada perlu apa kamu ke sini Jasmin? Bukan kah sudah aku katakan untuk tidak lagi datang ke sini?" Ucap rio
" Jasmin datang karena omah yang memintanya kemari" jawab omah yang mendekati Jasmin
" Trus ngapain wanita udik ini datang kesini?" Tanya omah lagi
" Kan aku yang ngajak dia, mamah dan papah juga pengen ketemu sama calon istriku omah" Balas Rio santai
" Ciih, tak pantas sekali dia berada di sini, apalagi Sampai bersanding dengan seorang Rio Rismoyo, apa kata dunia jika tau bahwa seorang Rio pemilik beberapa hotel ternama menikahi seorang wanita udik, miskin dan anak dari seorang tukang becak. Gak malu kamu rio"? Ucap omah
" Jika dengan Jasmin, dunia akan mendukung kamu rio, Dunia akan tau seorang Rio menikahi gadis cantik pemilik butik ternama dan putri dari seorang anggota polisi yang berpangkat, Itu akan membanggakan kamu, dan tak akan membuat kamu malu Rio " lanjut omah lidia
" Bener banget omah, Rio sudah di butakan oleh wanita itu omah, Jasmin gak tau apa yang telah di berikan atau di lakukan wanita itu pada rio, hingga rio benar benar tak bisa melepaskan nya" Tambah jasmin
" Apa salahnya kalau dia anak seorang tukang becak? Dan ibu bilang apa tadi? Malu? Hahaha.. Bu, malah kami akan malu jika memiliki keluarga seorang yang mempunyai kasus yang buruk, korupsi, suka main hakim sendiri, dan selalu memanfaatkan m jabatannya" Ucap mamah tiara tertawa
" Maksud Tante apa? Tante nyinggung papah nya Jasmin Tante?" Tanya Jasmin
" Loh? Emang nya Tante ada bilang tentang papah kamu Jasmin? Kan Tante cuma bilang seseorang, kenapa mesti kamu yang tersinggung, Atau memang gitu kenyataan nya? Balas mamah Tiara lagi
" Jadi kamu lebih memilih si miskin ini jadi menantumu dari pada Jasmin?" Tanya omah lagi pada tiara
" Sepertinya begitu Bu" balas tiara
" Dasar mental miskin" ucap omah
" Biarin aja mental miskin Bu, tapi punya harta banyak, dari pada Mental orang kaya tap gak punya apa apa" balas tiara menyinggung ibunya
" Tiara,,, kamu menyindir ibu?" Bentak omah
" Ckckck, pantas aja ibu lebih memilih Jasmin, ternyata emang benar sifat kalian itu sama persis.. aku kan gak nyebut soal ibu, tapi ibu malah tersindir sama seperti Jasmin kan tadi" balas tiara lagi
" Omah ini gimana?" Bisik Jasmin
" Pokoknya ibu gak setuju dan gak akan merestui hubungan rio dan wanita udik itu" lanjut omah
" Bener omah, omah jangan ngasih restu pada mereka, ntar yang ada wanita dan semua keluarga nya bisa hidup enak, dan menjadikan diri mereka kaya meski tak punya harta sedikit pun, sama seperti om basri omah" ucap Jasmin dengan percaya diri
Plaaaakkkk .....
Satu tamparan untuk Jasmin dari mama Tiara, Membuat rio dan semua nya terkejut melihat aksi mamah nya
" Tiaraaa...!!!! Berani sekali kamu menampar Jasmin. Emang benar kok yang di ucapkan Jasmin, suami kamu itu kan dulunya orang miskin juga sama seperti wanita udik ini" ucap omah berapi api
" Kalian gak punya hak untuk menghina suamiku, tau apa kamu tentang suamiku? mulai saat ini jangan pernah lagi kamu menginjakkan kaki kamu di rumah ini, Pergi kamu SEKARAAAANG!!!!!" Teriak tiara
"TIARA....!!!!" teriak omah pada mama Tiara
"Dan untuk kamu nyonya lidia yang terhormat, jika kamu masih ingin tinggal di sini, jangan pernah menghina dan mencampuri urusan aku atau pun anakku karena anda tak punya hak, atau aku akan melempar anda kembali ke panti jompo tempat yang cocok untuk orang seperti anda" Ancam tiara
" Tiara , aku ini ibu kamu, tega sekali kamu berkata seperti itu pada ibu"
" Maaf, apakah anda lupa bahwa anda hanya seorang ibu tiri yang tak punya malu dan hanya menginginkan hidup enak? Mestinya anda sadar diri, jika kehadiran anda tak pernah di harapkan di sini" ucap tiara lagi
" Kenapa kamu masih di sini wanita tak tau malu? Pergi dan angkat kaki kamu sekarang juga dari rumah ini. Dan jangan pernah kembali dan mengganggu kehidupan rio dan nisa, atau aku tak akan segan segan membuat hidupmu dan papahmu hancur, kamu pikir aku tak tau jika kamu, omah dan papahmu itu yang telah membuat bapaknya nisa masuk rumah sakit? Ayo nisa sayang ikut sama mamah, abaikan saja kedua wanita tak tau malu itu". ucap mama Tiara merangkul kembali tanga nisa
" Melihat itu omah sangat syok dan takut akan ancaman anak tirinya, sedangkan Jasmin telah di keluarkan dari rumah secara paksa oleh seorang security yang di perintahkan untuk mengusir Jasmin
" Maafkan mamah ya nisa, mamah sampai lepas kendali"
" Gak apa apa mah, nisa berterima kasih karena mama udah belain nisa, dan harus ya Nisa yang meminta maaf pada mamah, sebab kehadiran Nisa membuat mamah dan omah menjadi ribut"
" Gak apa-apa nak sayang, memang mereka harus di beri pelajaran sudah lama sekali mamah menahan semua ini " ucap mama tiara tersenyum