NovelToon NovelToon
Mantan Rasa Pacar

Mantan Rasa Pacar

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:70.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Hana Fujiwara

Diputusin pas lagi sayang- sayangnya tentu membuat nyesek dan sakit hati. Itulah yang dialami oleh Vina yang di putus oleh Dafa. Putus tanpa kejelasan yang dilakulan Dafa membuat Vina pusing tujuh keliling memikirkan kesalahan yang mungkin diperbuatnya.

Namun, perlakuan Dafa yang sama ketika mereka masih berpacaran menambah pening Vina. Perhatian- perhatian diberikan pada Vina, membuat gadis itu yang belum move on hampir goyah.

Apa sebenarnya alasan Dafa memutuskan hubungan jika masih memberikan perhatian dan harapan? Lalu, apakah Vina dapat bertahan hingga akhir atau malah goyah dan kembali jatuh?

Ikuti kelanjutan hubungan keduanya yang penuh dengan lika- liku dan berbagai emosi yang menguras hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Fujiwara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semoga Pak Supir Nggak Kagetan

Hari yang ditunggu oleh anak- anak kelas sebelas SMA 20 pun tiba. Pagi ini mereka akan berangkat ke Bali. Sementara anak- anak kelas sepuluh dan duabelas hanya bisa gigit jari menatap iri yang hendak berwisata. Para kelas sebelas berjalan bak di red carpet dengan membawa koper masing- masing melewati anak- anak yang menatap iri.

“Kita se- bus sama IPS 1 ya?” tanya Candra.

“Iya, untung kita nggak sama IPA 1,” jawab Vina yang sedang duduk di sebelah pos satpam.

Bus sudah berjejer rapi di depan sekolah, membuat menjadi tontonan orang- orang yang lewat. Mas Junaid sedang berkoordinasi dengan para timnya termasuk Mawar yang sedaritadi di kagumi para kaum Adam.

“Pak Cahyo ikut juga, ya?” tanya Candra pada Pak Cahyo yang terlihat tampan memakai kaos santai.

Pak Cahyo tersenyum dan mengangguk untuk menjawab pertanyaan Candra, membuat kaum Hawa menahan nafas mereka berjamaah.

“Cih, irit amat,” cibir Candra.

“Cek… cek… Elepeners ayo kumpul! Pak Dio akan memberi pengarahan dan berdoa bersama,” ucap Pak Agung yang sudah memegang toa.

Mereka semua serempak berbaris rapi seperti hendak upacara. Vina melirik barisan disebelahnya, dia menatap datar seseorang. Di sebelah kelas IPA 5 berdiri para makhluk IPA 1.

Semenjak insiden di lapangan juga di kantin tempo hari, kedua kelas itu mengibarkan bendera perang. Setelah insiden di kantin, Candra dijatuhi hukuman untuk mencabuti rumput di pinggir lapangan basket outdoor.

“Untung nggak satu bus sama mereka, bisa tawuran di dalam bus nanti,” gumam Anton.

“Baik, silahkan masuk bus. Jangan bar- bar! Baris yang rapi, kita berdoa di dalam bus saja sebelum berangkat,” ucap Pak Agung memberi komando.

Anak- anak pun berjalan rapi menuju bus masing- masing. Lagi- lagi mereka berjalan dengan angkuh dengan menyeret koper.

“Gue udah kayak pramugari belum?” tanya Lia yang berlenggak- lenggok.

“Mirip pramusantet,” celetuk Anton.

“Gue mencium aroma- aroma benci jadi cinta nih,” celetuk Erin.

“Mulut lo di jaga, Juleha!”

IPA 5 kebagian duduk di belakang, sementara IPS 1 duduk di depan. IPS 1 hanya ada separuh kelas saja, sementara yang separuhnya lagi dibuang ke bus lain. Terjadi keributan di dalam bus, IPA 5 heboh merebutkan tempat duduk.

“Heh, gue udah cup kursi ini! Lo belakang sono!” ucap Lia garang.

“Gue nggak mau deket jalan ya, gue mau deket jendela!” kini Vivin yang berbicara.

“Pak! Saya mabok, mau duduk di depan aja!”

Pak Cahyo dan Pak Agung yang menjadi wali di bus 3 ini serempak mengurut pelipis. Bus belum berjalan saja sudah seperti ini ributnya, apalagi nanti. Pak Agung menyuruh anak- anak bus 3 untuk tenang dengan toa yang ternyata baru dibelinya kemarin. Setelah anak- anak tenang pun mereka berdoa bersama sebelum bus berangkat. Bus 3 yang paling terakhir berangkat. Banyak yang menonton rombongan bus itu, anak laki- laki berjamaah melambaikan tangan pada pengguna jalan.

“Pak, kenapa nggak mengundurkan diri saja jadi guru?” tanya Mas Junaid yang kebetulan menjadi tour guide di bus 3.

“Sebenarnya saya juga capek, Mas. Makanya saya ikut ke Bali, mau piknik,” jawab Pak Agung.

‘Piknik gratisan,’ batin Mas Junaid dengan wajah masam.

“Pak setel musik dong! Mau karaoke,” teriak Muntabin yang ikut duduk di belakang bersama rombongan anak- anak cowok IPA 5.

“Dalan liyane, Pak!” teriak Candra bersemangat.

“Dek, kita lewatnya jalan ini. Bus lain juga lewat jalan ini,” jawab Mas Junaid yang menjawab teriakan Candra tadi.

Candra menepuk dahinya, “Maksud saya setel lagu judulnya dalan liyane, Mas.”

Vina tidak menghiraukan keributan di dalam bus, dirinya menikmati suasana jalan dari jendela bus. Sebelum ke menyeberang ke pulau Bali, mereka akan ke suatu pabrik untuk kunjungan industri. Pabrik yang akan mereka kunjungi adalah pabrik pembuatan mie instan.

“Mau jajan, Mbak?” tawar seorang anak dari kelas IPS 1.

“Iya, mana! Oper sini!” teriak Muntabin.

Jajanan itu pun di oper dari depan ke belakang oleh anak itu. Namun dalam perjalanan banyak tangan yang mengambil cemilan itu.

“Heh! Kenapa tinggal bungkusnya?!” teriak Bara.

“Ini masih ada,” ucap Pak Cahyo yang duduk di belakang bersama anak- anak cowok.

Sementara Pak Agung wajahnya sudah sepet karena duduk bersama seorang siswi yang mabuk darat. Baru tiga jam perjalanan siswi itu sudah muntah tiga kali.

Sopo wonge atine sing ora lara?

Kowe medot tresno mergo wong liyo

Opo salahku? Opo kurangku?

Tego temen kowe ninggal aku…

“Hok a, Hok e!” teriak para penghuni bus 3 serempak, termasuk sang supir.

Sing tak sayang ilang

Jaremu aku kurang sayang

Sing tak sayang ilang

Jaremu aku kurang berjuang…

“Karena kamu tidak ber- uang!” pekik Candra.

“Astagfirullah,” ucap para cowok serempak.

Anak- anak bersorak senang saat mereka sudah tiba di pabrik mie instan itu. Vina terlihat paling semangat. Begitu turun dari bus, dirinya selfi di depan papan nama pabrik dan segera pamer pada dua saudaranya. Mereka memulai tour mengelilingi pabrik. Vina menatap datar pada Dafa yang berjalan beriringan bersama Fena. Mereka berdua asyik bercanda tanpa menyadari adanya Vina di belakang.

“Gue sebenernya ga gitu suka sama mie instan, nggak sehat buat tubuh,” celetuk Fena.

“Tapi mie ini beda, Fen. Mereka pakai bahan alami, gue dikenalin mie ini sama seseorang,” jawab Dafa.

‘Sombong banget, lo belom pernah coba rasa Indimie sih. Coba aja lo sekali, pasti langsung ketagihan,’ batin Vina sambil melirik Fena.

Setelah berkeliling, para rombongan diarahkan menuju seperti aula untuk mencicipi produk indimie. Ada layar besar menayangkan sejarah indimie dilahirkan.

Dari Jogja sampai Merauke…

Dari Pulau Jawa sampai ke Miangas…

Indonesia tanah airku…

Indimie, salero bundo…

‘Indimie, Mie anak Indie,’ serempak anak- anak menyanyikan jingle iklan Indimie.

Setelah dari pabrik Indimie, rombongan kembali melanjutkan perjalanan untuk menyeberang pulau. Hari sudah beranjak semakin larut, suasana jalanan juga sudah sedikit lengang. Lia berjalan menghampiri Mas Junaid dan memberikan flashdisk berisi film. Mas Junaid menerima flashdisk dari Lia dan segera menyetelnya di DVD player. Lia kembali duduk manis di kursinya.

“Yok, kita nonton film. Gue ada film bagus,” ucap Lia.

“Tirainya di tutup ya, lampu dimatiin biar berasa kayak di bioskop,” lanjut cewek chubby itu.

Penghuni bus 3 pun menurut, mereka serempak menutup tirai dan bersiap untuk menonton film milik Lia. Bahkan LED di setiap kursi juga dihidupkan.

“Film apaan, Li?” tanya Candra kepo.

“Udah diem, lo tonton aja.”

Vina juga sama keponya dengan Candra. Film itu mulai di putar, anak- anak mulai fokus pada layar masing- masing. Termasuk Mas Junaid, Pak Agung, Pak Cahyo, dan Pak supir yang sesekali melirik.

“Semoga Pak supir nggak kagetan,” gumam Lia lirih.

“Aaaaaa! Setan lo, Lia!” pekik hampir seluruh penghuni bus.

...🐈🐈🐈...

1
Erni Fitriana
ku baca thor
Dhina ♑
komennya cuma 8
dah punya gc ayo gunakan para membernya
Dhina ♑
Ya Allah, ini full Like, tapi belum nambah komen
Dhina ♑
Ya Allah Yarabbi
😂😂😂😂 lagi seru-seru, baca pertarungan mereka....tegang dengan emosinya Juno. Eh kox gambar mas Kardi mendelik 🤣🤣🤣

Si bunda juga iseng banget, sampe nyuruh semua anaknya beli minyak goreng promo
Untung sukses bund 👍👍😂😂

Eh Ekky, kamu kox sepertiku, yang suka maling mangga 🤣🤣 dan selalu sukses juga 😂😂 sumpah deh, nih cerita eh, episode....judulnya Maling Mangga yang Gesrek 🤣🤣🤣

pagi pagi absen dimari
kolom misi tertera karya Author lain 🤦🤦🤦
Omegot NT mah
HaFu: Ternyata Bunda juga hobi maling mangga 😳
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
gila to the point' banget ya
C̸s̸•Netha_10
'gue peduli karena teman' Thor please lah nyesek itu✌️
HaFu: Jleb yak 😗😗
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
ya ampun baper sendiri gue inget mantan dong😭✌️
HaFu: Jangan diinget-inget lagi 😌
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
sumpah suka sama ceritanya 😭🤚
HaFu: Makasih Kak 😭😭
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
humor gue sebatas 'minta di beliin tikus' 😭✌️
C̸s̸•Netha_10
duh gue yg baper dong🤧
Nunu Adelia93
hahaha udah seneng2 tau nya mimpi 🤪🤪
Nunu Adelia93
astaga mantan model gtu gmna mau move on 😂😂😂
Nunu Adelia93: bener banget ka 🤭🤭
aku gak ikut nimbrung d GC yah ka
tanggung LG baca 😂😂😂
total 2 replies
Dhina ♑
Dah full Like, tapi belum afdol kalau ga ulang buay komen
HaFu: Komen yang banyak, Bund
total 1 replies
Dhina ♑
Teman ga tuh
Dhina ♑
Ya Allah...pagi-pagi kalian iming-iming pake Batagor, Ya Allah....perutku meronta ronta
HaFu: Wkwk sarapan batagor enak, Bund
total 1 replies
Nur Ulsyah Musyarofah
Semangat...
HaFu: Tengkyu Akak
total 1 replies
Nur Hayati
si mercy lucu😍😍😍😍
HaFu: Lucu kayak Otornya ya, uhuk 😗😗😗
total 1 replies
Violla
Semangat kak Hana
Dhina ♑
jadi ngiler 🤤🤤🤤 teringat nonton ke Bioskop, makan Popcorn, minumnya Fanta
duh....nostalgila dehh

kalian bikin kepengen 😥😥
R. Yani aja
ih... sweet banget, Dafa...😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!