NovelToon NovelToon
Elora: My Little Princess

Elora: My Little Princess

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Angst / Kutukan / Romansa Fantasi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: bwutami | studibivalvia

AKU baru saja pulang dari medan perang dengan membawa kekalahan pihak musuh di genggaman tangan mendadak dikejutkan oleh kemunculan seorang anak perempuan kecil berumur lima tahun dari dalam karung goni milik salah satu perompak yang menghalangi jalan. Rasa terkejutku bukan karena sosoknya yang tiba-tiba muncul melainkan perkataan anak itu yang memanggilku Ayah padahal aku tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun. Apakah ini salah satu trik konyol musuhku? Sebab anak itu sangat mirip denganku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bwutami | studibivalvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 31: the first snow [1]

TANPA diketahui oleh siapapun, sebenarnya ketakutan dalam diriku bertambah–karena aku merasa kekuatan kegelapan juga mengalami penurunan entah sejak kapan. Hal tersebut juga diikuti dengan stamina tubuhku yang tidak lagi kuat seperti sebelumnya. Biasanya jika merasa lemah dan sedang banyak pikiran, aku akan berolahraga dan berlatih pedang. Staminaku akan kembali seperti semua setelah itu. Namun, belakangan ini, hal tersebut tidak memberikan efek apapun.

Apa yang menyebabkan kekuatan kegelapan melemah? Pertanyaan itu berputar di kepalaku seolah tak mau berhenti. Tak ada yang terlintas dalam benak ini selain hal-hal yang berkaitan dengan kekuatan suci. Sebab, jika tak salah mengingat, perubahan itu terjadi saat aku pertama kali bertemu Elora dan terpapar kekuatannya. Ingatan saat aku membunuh kakek utusan dewa terlintas kembali–lalu disusul dengan pemikiran balas dendam. Tentu saja, para utusan dewa pasti punya dendam terhadapku setelah aku membunuh pemimpin mereka–kakek utusan dewa itu–di masa lalu.

Setelah merangkainya dalam satu kalimat di kepala, aku mulai merasa sangsi. Mungkinkah hukumanku sudah dekat? Sebab, setelah apa yang kuperbuat di masa lalu–tidak mungkin seseorang sepertiku yang telah membunuh ribuan nyawa bisa hidup tenang dan damai. Dewa pasti marah padaku–dan tentu saja aku akan menerima hukuman sebagai konsekuensi dari dosa yang kuperbuat.

Pemikiran tersebut membuatku menarik napas dalam. Elora memang sejak awal adalah seseorang yang diutus untukku, maka masuk akal jika ada perubahan dalam diriku yang terjadi karenanya. Namun, meski dengan alasan tersebut, aku tetap mengganggapnya sebagai hadiah dan tetap memutuskan untuk melindunginya seperti nyawaku sendiri. Mati di tangannya mungkin lebih baik dibanding harus tenggelam dalam kendali kegelapan yang tak bisa dipegang karena sedari awal–aku hanyalah wadah dan alat balas dendam demi ambisiku sendiri.

***

Sembari memperbaiki jubah kaisar yang berwarna hitam di depan cermin, aku mengintip pantulan Elora yang masih pulas. Menarik sudut bibir ke atas, aku mendekat. Kedua tangan dan kakinya saling berjauhan dan terbuka lebar sedangkan selimut yang dia gunakan telah tersingkap dan menjauh dari sang pemilik. Melihat hal tersebut, dengan pelan aku menyelimuti kembali tubuh mungilnya dan membelai kepalanya sebelum memutuskan pergi.

Namun, tarikan pelan di jubah kemudian membuatku menghentikan langkah dan menoleh dengan cepat. Di sana, Elora memandangku datar dengan mata yang masih mengantuk. Tangannya yang bebas dia gunakan untuk mengucek matanya sebelum mengubah posisinya menjadi duduk di tempat tidur.

“Papa mau ke mana?” tanyanya dengan nada yang masih mengantuk. Sesekali anak itu menguap lebar sebelum kembali menatapku. “Papa tidak akan meningalkan El, kan?”

“Papa mau ke wilayah Forsythia dulu.” Aku menjawab sembari mendekat dan duduk di pinggir tempat tidur. Tanganku otomatis bergerak membelai puncak kepalanya seolah telah menjadi sebuah kebiasaan yang sulit dihilangkan. “Papa akan kembali secepatnya, jadi tidurlah lagi.”

“Janji?”

“Ya, Papa berjanji.”

Aku meraih kedua tangan mungil itu dan membawa dia ke dalam pelukan–sementara anak itu tertawa pelan setelah menghirup aroma tubuhku seolah hal itu dapat memberinya ketenangan. “Kalau ingin sesuatu, beritahukan pada Hamon. Jika ada yang membuat masalah denganmu, laporkan padaku dan Hamon. Jangan sungkan menggunakan namaku untuk melindungi dirimu. Namun, karena selama beberapa hari ke depan aku akan cukup sibuk, jadi beritahu Hamon saja jika ada yang mengganggumu. Dia akan segera membereskannya.”

Baru saja hendak melepas pelukan dan menjauhkan diri, anak itu menatapku dengan pandangan berbinar sebelum masuk kembali ke dalam pelukanku; mengalungkan kedua tangan di leher sedangkan kepalanya bersandar di pundak kiriku.

“Papa halus kembali dengan selamat.”

“Iya, Papa janji.”

Kami akhirnya saling melepas pelukan dan anak itu segera kembali masuk ke dalam selimut; membaringkan tubuhnya ke tempat semula dan kembali tidur. Aku dengan sigap memperbaiki selimutnya yang saat ini acak-acakan. Sebelum beranjak, aku mendekatkan wajah, mencium pelan dahinya, dan berkata,

“Jangan nakal selama aku tidak ada.”

“El tidak akan nakal.”

Aku terkekeh sebelum mengacak rambut kuningnya dan pergi dari kamar. Ketika telah sampai di depan pintu, aku kembali menghentikan langkah dan menoleh–seolah perasaan berat meninggalkannya lebih mendominasi.

“Aku pergi sekarang. Tidurlah lagi.”

Dia mengangguk dan melambaikan tangan dengan senyum lebar yang mengulum. “Hati-hati di jalan!”

Aku hanya mengangguk dan segera menarik knop pintu ke bawah. Dua orang ksatria lain bersama Hamon segera memberi hormat begitu melihatku keluar. “Hati-hati di jalan, Yang Mulia,” ucap mereka serempak.

Aku membalasnya dengan anggukan dan berjalan melewati mereka. Sebelum benar-benar pergi dari sana, aku melirik Hamon dan kami berkomunikasi lewat tatapan mata. Dia mengangguk pelan sebelum akhirnya aku memutus kontak lebih dulu dan melangkah lebar-lebar melewati koridor istana utama menuju Forsythia.[]

1
Pengabdi Uji
Tau gk yg mulia ibu asli el itu saya lho🤭
Pengabdi Uji
Keknya elora itu bsa ngontrol bapaknya ya? Punya kekuatan sejenis apatuh
studibivalvia: nyembuhin lebih tepatnya kak 🤣 kekuatannya ntar dijelaskan di bab yg berikutnya tapi kayaknya masih agak lama ketahuan nya
total 1 replies
Alessandro
"hamon tidak mati kan?"
ya ampun.... elora
Alessandro
saripati darah dong, thor...
detil sekali penjelasannya
Laila Sarifah
Agak anomali Kaisar satu ini, masa anaknya disuruh lompat dari ketinggian😭
Alessandro: 🤣🤣🤣 aku jg gemes dr kmrn...
tp ya gmn lg terserah sang pemilik cerita 🤣
total 1 replies
Laila Sarifah
Mudahan dgn adanya Elora di samping Kaisar, hati Kaisar menjadi lebih lembut
Aruna02
😭😭sadis
Aruna02
iiiikh gumush bnget elola 🤣🤣
Sinchan Gabut
Lah... kmrin pingsan, skrg malah cengengesan liat bapaknya habis bantai penduduk desa. jd bokem kamu El? 🤔😆🤣
Sinchan Gabut
gemes bgt sama Elora... 😘
Pengabdi Uji
El apa dy calon calon bocil baddas nanti diajarin sma bapaknya?
Pengabdi Uji
Kan kata gua jg apa, ni bocil pasti dibawa org lucu bgini🤣🤣
Alessandro
agak lain bapak ini....
Alessandro
hati yang mulia keras juga ya.....
butuh siraman cinta agar lebih melunak
Laila Sarifah
Yang Mulia nggak mau kah cari siapa Ibu aslinya Elora😫
studibivalvia: nggak dong kak 😔
total 4 replies
Laila Sarifah
Ya jgn lah di bunuh anakmu sendiri Yang Mulia, nanti anda menyesal
Aruna02
😩😩😩nungguin bapak nya
Aruna02
babi nggak tuh 😭😭😭
Aruna02
jadi, elora beban ya yang mulia🙄
Pengabdi Uji
Pasti ujung ujungnya mah diajak kan? Gk tega kan ninggalin anak ny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!