NovelToon NovelToon
Merangkai Hasrat

Merangkai Hasrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Chicklit / Komedi
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Jennie Revelton (25) seorang penulis novel dewasa yang terkenal dengan fantasi sensualnya tiba-tiba mengalami writer’s block saat mengerjakan proyek terbesarnya. Semua ide terasa mati hingga seorang pria baru pindah ke unit sebelah apartemennya.

Pria itu adalah tipikal karakter novel impiannya: tampan, mapan, dewasa, dan terlalu sempurna untuk menjadi tetangga. Tanpa sadar Jennie menjadikannya bahan fantasi untuk menghidupkan kembali gairah menulisnya.

Namun semakin sering ia mengamati dan membayangkan pria itu, perasaan Jennie mulai berubah. Dia tak lagi ingin pria itu hanya hidup di atas kertas, tapi juga menginginkannya di dunia nyata.

Keadaan menjadi rumit ketika pria itu mengetahui bahwa dirinya adalah objek fantasi erotis dalam novelnya. Alih-alih marah atau menjauh, pria itu justru mengajukan sebuah penawaran tak terduga.

"Daripada hanya mengandalkan imajinasi, bukankah lebih nikmat jika kau bisa merasakannya langsung?" ~~Johan Alexander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 - Morning After Salah Paham

Jennie terbangun saat merasakan lengan kanannya terasa sakit. Hal pertama yang dia sadari adalah tekstur kain yang sangat halus membalut tubuhnya, kedua matanya mengerjap saat menyadari dia tidak tidur di kamarnya.

"Di mana aku?" gumamnya lalu duduk dan mengumpulkan seluruh nyawanya.

Dia mengucek matanya dan menatap sekitar, lalu tatapannya mengarah ke dirinya yang mengenakan kemeja berwarna hitam.

Saat kabel-kebel di otaknya sudah terkoneksi sempurna, Jennie menutup mulutnya dengan kedua tangannya. "Astaga! Semalam aku tidur di apartemen Johan," bisiknya pada dirinya sendiri.

Ingatannya tentang sentuhan di klub hingga Johan marah karena dia melihat yang seharusnya tidak dia lihat berputar seperti film di kepalanya.

Tiba-tiba suara denting spatula dan aroma bacon panggang tercium dari arah dapur. Sepertinya sang pemilik apartemen sudah bangun terlebih dahulu dan sedang memasak.

Rasa panik mendadak menyerangnya, dia tidak sanggup jika harus menghadapi Johan setelah kejadian semalam. "Aku harus kabur," monolognya.

Pintu utama berada tepat di jalur dapur, tidak mungkin dia lewat sana tanpa terlihat. Matanya melihat sekitar dan akhirnya jatuh ke arah balkon.

"Lewat sana! Aku bisa menyeberang ke balkon unitku."

Jarak balkon hanya sekitar satu meter, dia bisa memanjat pembatas tipis yang memisahkan balkon Johan dan miliknya. Meskipun terdengar berbahaya, tapi dia tidak memiliki muka untuk bertatapan dengan Johan pagi ini.

Dengan gerakan mengendap-endap seperti pencuri kelas teri, Jennie menyelinap menuju balkon. Dia menggeser pintu kaca balkon perlahan, begitu pintu itu terbuka udara pagi langsung menusuk kulitnya.

Saat kakinya menginjak lantai balkon, angin kencang bertiup, menyibakkan kemeja hitam yang dia kenakan.

Dia hendak melangkah menuju pembatas, namun dia menyadari bahwa tas, ponsel dan gaunnya semalam ketinggalan di dalam.

Saat dia berbalik untuk mengambilnya, angin kencang mulai berhembus dan---

KLIK!

Pintu geser itu tertutup rapat, karena apartemen mewah ini dilengkapi dengan sistem pengunci otomatis untuk alasan keamanan, jadi pintu balkon tidak bisa dibuka dari luar tanpa akses kartu atau dibuka dari dalam.

Kedua mata Jennie melotot lebar, dia meggeser-geser pintu kaca itu dengan tenaga penuh, tapi tetap tidak bergerak. Dia mencoba menggedornya pelan, berharap jikalau sistemnya hanya tersangkut, tapi nihil.

Sekarang dia sedang berdiri di balkon lantai lima di pagi hari yang cerah hanya dengan mengenakan kemeja kebesaran, tanpa alas kaki, dan rambut berantakan.

Jika ada tetangga yang melihatnya dia pasti di kira wanita gila yang baru saja di usir.

"Sial!" umpatnya dengan putus asa.

Di tengah kepanikannya, Johan tiba-tiba muncul dibalik pintu kaca dengan memegang spatula dan masih mengenakan apron hitam di atas kaus oblongnya.

Pria itu menatap Jennie yang terkunci di luar dengan ekspresi tidak percaya, lalu sedetik kemudian tawa keras pecah.

Johan tertawa begitu lepas hingga bahunya terguncang, dia membuka pintu balkon dan bisa melihat dengan jelas wajah Jennie yang sudah seungu terong.

"Apa kau sedang cosplay menjadi rapunzel yang berusaha kabur dari menaranya?" goda pria itu sambil menyandarkan tubuhnya di bingkai pintu.

"Pintunya terkunci sendiri! Aku hanya ingin....mencari udara segar!" bela Jennie dengan tangan yang sibuk memegangi ujung kemeja karena terus tertiup angin.

Johan tersenyum geli dan melangkah mendekat, membuat Jennie mundur hingga punggungnya menempel pada pagar balkon.

Pria itu menatap Jennie dengan intens, "Kau tahu...." ucapnya dengan tangan yang terulur untuk menyingkirkan sehelai rambut yang menempel di pipi Jennie.

"Kau terlihat jauh lebih cantik saat baru bangun tidur," sambungnya yang membuat jantung Jennie seolah berhenti berdetak.

Pujian itu terasa jauh lebih mematikan daripada sentuhan di bawah meja. Johan tidak sedang berakting, nada suaranya tulus dan kedua matanya menatap Jennie seolah wanita itu adalah hal yang paling menarik pagi ini.

"Cepat masuk, sarapan sudah siap. Jangan coba-coba untuk lompat dari balkon, karena aku masih membutuhkanmu," ucap Johan sebelum berbalik menuju dapur.

Jennie tidak langsung mengikuti pria itu, dia masih berdiri diam di balkon membiarkan angin pagi menerpa wajahnya yang panas.

Johan seperti memiliki kemampuan magis untuk membuatnya merasa seperti satu-satunya wanita di dunia, tepat setelah dia membuatnya merasa seperti penganggu paling menyedihkan.

Strategi tarik ulur ini jauh lebih manjur daripada taktik rayuan yang pernah dia tulis dalam novelnya.

"Kamu adalah bab paling sulit yang pernah aku tulis, Mas."

Bersambung

1
HiLo
Suka, konfliknya ringan
HiLo
ditunggu kelanjutannya
Aria
lanjut kakkkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!