hidup dengan tekanan dan di cintai oleh kakak angkat sendiri membuat Vanya hanya bisa pasrah, dan menerimanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fajrian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
akad nikah yang terulang
**
Hari yang ditunggu-tunggu pun sudah tiba,
Di mana aku menjadi seorang pengantin dari Dimas Wijaya.
Sah, sah,, Alhamdulillah,
Seorang penghulu mendoakan pernikahan kami yang baru, aku mencium tangan Dimas begitupun sebaliknya Dimas mencium keningku,
Papa Dan papa Dimas terlihat berpelukan mereka merasa bahagia dengan pernikahan putra-putri mereka,
Dan mereka resmi menjadi besan, dua keluarga yang dipersatukan oleh pernikahan.
Pagi harinya diadakan acara akad ijab qobul,
Dan dilangsungkan dengan acara resepsi pada siang hari sampai sore,
Pesta pernikahanku kali ini benar-benar sangat mewah dan megah papa mengeluarkan banyak biaya untuk membuat acara sebesar ini,
Semua relasi bisnis diundang dan dekorasinya pun sangat luar biasa indahnya,
Pada saat resepsi Aku menggunakan gaun warna silver dipadukan dengan jasnya Dimas dengan warna senada,
Kami pun menyalami tamu yang begitu banyaknya sampai aku merasa kecapean,
Di sini di Mas terlihat biasa saja dan terlihat sangat bahagia menikmati pesta pernikahan kami,
Dan laki-laki Kak vano dipertanyakan,
Dia hanya datang sebentar saat resepsi itu digelar dan langsung berpamitan kembali yang katanya ada kunjungan ke luar kota,
Kami semua tidak mempermasalahkan Yang penting dia sudah datang.
Saat Kak Vano ada di pesta Aku tak mau melihat ke arahnya,
Karena aku masih merasa kecewa dan benci pada Kak vano,
Tidak terasa pesta pun usai,
"Vanya"Aku ingin langsung memboyongmu ke rumah baruku,
Mama Dimas dan papanya terlihat agak kaget dengan keputusan Dimas sepertinya mereka tidak tahu dengan rencana Dimas kali ini,
"Dimas rumah yang mana yang kamu maksud"bukankah kamu akan membawakannya pulang ke rumah kita ujar Mama Dimas,
"Nggak mah aku akan membawa Vanya ke rumah baru yang sudah aku siapkan,!
"Astaga ternyata Dimas sudah mempersiapkan segalanya,! Ucap mamanya, bahkan dia tidak memberitahu kami tentang rencana ini,
"Tidak apa-apa,! Hanya sekarang sudah tanggung jawab Dimas Saya tidak keberatan asalkan dia bisa pulang kapan saja ke rumah nya,
Tentu saja Tuhan Wilman Vanya tetaplah putrimu dan juga sekarang sudah menjadi putri kita Iya kan mah tutur bapaknya Dimas,
"Iya dong pah dia menantu satu-satunya kesayangan mama,!
Aku bahagia mendengarnya saat Mama Dimas mengatakan hal tersebut,!
Sepertinya aku memang diharapkan di keluarga mereka,
Aku pun sudah memantapkan akan menjadi istri yang baik untuk Dimas dan sepenuhnya mencintainya,
Setelah acara lepas pisah antara aku dan keluarga tidak ada yang namanya tangis menangis karena aku tidak akan pergi terlalu jauh, animasi di kota ini dan kapanpun aku bisa pulang ke rumah itu perjanjian kami tadi,
Tapi biar bagaimanapun aku sudah mengemban tanggung jawab seorang istri jadi aku harus melakukan peranku sebagaimana mestinya,
Tanpa harus berkemas apapun karena aku bisa mengambilnya kapanpun ke rumah,
Aku masih dengan gaun pengantinku memasuki mobil Dimas yang sudah dihias sedemikian rupa cantiknya.
"Tidak ada pembicaraan yang serius bahkan Dimas cenderung diam di sepanjang perjalanan menuju rumahnya.
"Kapan kamu mempersiapkan rumah itu di kenapa sampai orang tuamu tidak tahu tanya aku karena penasaran,!
Tapi Dimas malah tidak menyakitiku,!
Aku sedikit kecewa tapi ya sudahlah mungkin Dimas capek pikirku saat itu,
Setelah perjalanan se jaman kami pun tiba di sebuah rumah berlantai 2,
Aku sedikit mengagumi penampakan rumah tersebut ya begitu cantik nampak dari luar dan desainnya elegan,
Ternyata Dimas pintar memilih rumah pikirku lagi,
Saat mobil Kami sampai di halaman terlihat Dimas menghela nafas berkali-kali entah apa yang dia pikirkan sepertinya ada beban yang penuh dia rasakan.
Rumah tersebut terlihat sudah ada penghuninya,
"Dimas kok sudah ada orang tanyaku pada Dimas apa mereka para pembantu di sini,?
Namun Dimas hanya menoleh padaku dan masih tidak berniat menjawab pertanyaan ku.
Aku dibiarkannya berjalan sendiri menuju rumah tersebut jangan Dimas yang melangkah mendahuluiku,
Walaupun aku kesusahan dengan gaun yang aku pakai namun Dimas terlihat tidak peduli,
Saat pintu utama dibuka, alangkah terkejutnya diriku,
Saat mendapatkan Kak Vano sudah berada di dalam rumah tersebut.
Aku menghentikan langkahku, Karena rasa terkejut ku,
Namun Dimas menarik tanganku agar aku lebih dekat dengan semua orang yang ada di dalam rumah ini,
Namun,,! Tidak ada hujan tidak ada angin tiba-tiba,
"Vanya,! Maafkan Aku, aku jatuhkan talak tiga terhadapmu.
"DEG,,, bagaikan dihempas dari ujung samudra, jantungku terasa mau keluar dari rongganya,
"Hah ,, "apa apan semua ini Dimas,"Apa maksudnya cecar ku karena tidak mengerti dengan keputusan yang telah Dimas ambil.
Sekilas aku melihat kak vano tersenyum,
Tanpa mau repot-repot menjawab Dimas hanya diam,
"Dimas"jawab pertanyaanku, Aku me mukul lengan dimas,
Namun tanganku diraih oleh kak vano,
"Hanya sudahlah kamu sudah dijatuhkan talak 3 oleh Dimas dan tidak ada kesempatan lagi untukmu bersatu dengan nya,
"Pak ustadz tolong nikahkan kami kata Kak vano tiba-tiba, membuat aku merasa tambah dipermainkan, aku menatap ke arah ke vano penuh dengan kemarahan,
"Aku nggak mau"! Aku bergegas hendak pergi dari rumah ini hatiku benar-benar hancur karena aku merasa dipermainkan oleh kak Vano dan Dimas,
Kak Kak vano kembali menarik tanganku,
"Vanya menikahlah denganku Aku akan pastikan kamu bahagia,!
"Aku nggak mau"! " kenapa'? Kak vano tega mempermaikan hidupku,
"Tidak ada yang mempermainkanmu aku hanya mencintaimu dan tidak mau kamu menjadi milik orang lain"
Persetan dengan obsesi kakak aku nggak mau tetap nggak mau Teriak ku,
Tiba-tiba Kak Vano mendekapku yang sudah mulai histeris tanpa aku sangka dia membisikkan sesuatu di telinga ku.
Video kita malam itu akan sampai pada papa jika kamu menolak untuk menjadi untuk menjadi milikku, aku mendongak menatap mata Kak vano, di situ Kak Vano sangat meyakinkan jika dia punya video kami di malam itu,
Aku pun membeku Oh takut tidak bisa berpikir hanya ketakutan dan rasa malu Yang aku takutkan sekarang jika sampai video itu gak pernah tunjukkan pada papa atau bahkan pada semua orang karena aku tahu betul bagaimana Kak Vano akan nekat jika sudah punya keinginan yang kuat.
Walaupun nantinya tidak hanya aku yang malu tentu saja kak Vano akan mendapatkan dampak nya juga, tapi aku tidak bisa menjangkau pikirannya,
Kak vano punya seribu cara untuk menekan ku,
Pada akhirnya aku diam, walau pun hatiku tidak mau, namun aku pun tidak bisa melawan nya.
Kak vano membawaku duduk di depan seorang lelaki tang di panggil nya ustadz tadi, entah ustadz dari mana yang hanya diam saja melihat ada seorang wanita di perlakukan tidak adil seperti ini.
"Pak ustadz sekarang nikahkan kami, dia sudah di talak oleh, dimas,! Ucap kak vano,
"Saya terima nikah dan kawin nya vanya Angraeni dengan maskawin tersebut tunai,,