Ayana Frandrika harus diusir oleh kedua orangtuanya karna ia kedapatan hamil dengan posisi masih menjadi
siswi disalah satu sekolah Negeri disebuah kota. tak ingin menanggung malu, orangtua Ayana dengan tega menyuruh Ayana pergi dan mencari pria yang telah menghamilinya.
Ayana terpaksa datang pada Kelvin, kekasihnya yang juga termasuk ayah biologis dari calon anak yang dikandung Ayana.
Namun karna keadaan ekonomi Kelvin yang pas-pasan, membuat Kelvin selalu menyalahkan Ayana yang harus hamil diusia mereka yang masih sangat muda. Pernikahan bahagia yang diimpikan Ayana selama ini jika bersama Kelvin ternyata hanya sebuah mimpi saja. pada kenyataannya Ayana harus teraniaya dan tersakiti terus-terusan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Leo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku mohon tolong dia
Bab 28
.
.
.
Mega yang terkejut sampai berdiri dari duduknya.
Davian benar-benar tak menyangka saat melihat benar adanya Ayana yang dianiaya oleh Kelvin. Melihat lebam disekitar wajah Ayana.
Kelvin berdiri dengan kesal sekali. Siapa yang berani mengganggu hukumannya terhadap Ayana.
"Kau ??!!! Mau apa lagi kau kemari ??!!!" sentak Kelvin yang semakin emosi saat melihat Davian berdiri tegap dihadapannya.
"Aku mau menghajarmu brengsek !!!" balas Davian yang seketika langsung menyerang Kelvin.
Bugghh !!!
Bughh !!
Bugghh !!!
Dagg !!
Dagg !!
Pukulan hantaman tendangan dan serangan-serangan terus dilayangkan Davian. Kelvin yang tak begitu menguasai bela diri benar-benar kuwalahan. Hingga tendangan terakhir Davian mengenai telak diwajahnya.
"Aakkhhh !!!"
"Bangun kau !!" Davian menarik kerah kemeja Kelvin. Mencengramnya dengan kuat. "Pria pengecut sepertimu seharusnya mati sejak dulu Kelvin !!"Teriak Davian.
Buugghhh !!!
Lagi, bogeman mentah mendarat diwajah Davian.
Ayana hanya bisa menangis tersedu-sedu dengan memegangi dadanya.
Sementara Mega tidak tau bagaimana melerai dua pria tampan itu.
"Aku sudah katakan padamu, jangan sekali-kali melukai Ayana !!! atau aku akan membunuhmu !!!!" Teriak Davian lagi.
"Dia istriku !!! Aku berhak menghukumnya !!!!" balas Kelvin masih dengan Berani.
Bugghhh !!!
Kembali Kelvin harus tersungkur dilantai akibat serangan dari Davian.
"Suami macam apa kau ini bajingan !!!? Kau sendiri saja seperti hewan beraninya menghukum Ayana,brengsek !!!!" davian benar-benar sangat murka.
Ia terus menghajar Kelvin hingga pria itu sampai tak berdaya.
Davian ingin mengakhiri hidup Kelvin, namun suara Ayana menghentikannya seketika.
"Dav.. Aku mohon.. Jangan.."
Davian menoleh kearah Ayana yang begitu tak berdaya dengan wajah lebam dimana-mana.
Teriris sekali rasanya hati Davian, Hingga Davian tanpa berkata apapun lagi langsung menghampiri Ayana.
Tanpa minta persetujuan lagi, Davian menggendong tubuh Ayana yang lemah tak berdaya itu dan membawanya keluar.
Kelvin yang kesakitan hanya bisa menatap kepergian Davian yang membawa istrinya.
Melihat kondisi sudah aman, Mega berlari kecil mendekati Kelvin membantu kekasihnya untuk berdiri.
"Pelan-pelan.."Ucap Mega.
"Aakkhh !! Sialan Davian.. Aku akan melaporkan dia kepolisi.."kata Kelvin.
"Fikirkan badanmu dulu !!! Kau bilang sudah tidak mencintai Ayana !!! kenapa kau sampai seperti ini karna dia !!" protes Mega dengan Kesal.
"dia masih berhutang padaku Mega !!!"sentak Kelvin.
Mega hanya mendegus kesal dan duduk sendiri meninggalkan Kelvin.
.
.
.
Davian memasukkan tubuh Ayana dikursi belakang.
"Bertahanlah ya..Kita kerumah sakit sekarang.."Ucap Davian dengan lembut.
Ayana sudah tidak bisa menjawab. Tubuh lemahnya begitu semakin melemah.
Melihat itu Davian bertambah tidak tega. Hingga dengan cepat Davian berlari menuju kursi kemudi membawa Ayana segera kerumah sakit.
.
.
Dengan membopong Ayana, Davian berlari dilorong rumah sakit. Tujuan Davian tak lain adalah ruangan sang kakak Ipar yang memang ahli menangani penyakit dalam seperti Ini.
"Kakak !!!" Teriak Davian saat didepan pintu ruang praktek Eretha.
Perawat pendamping Errtha yang mengenali Davian segera membukakan pintu.
Eretha sangatlah terkejut. "Dia kenapa Dav ??"
"Kak tolong dia.. Aku mohon.."wajah Davian begitu memelas sekali.
"Kita bawa ke UGD saja. Ayo.."Eretha segera menggiring Davian menuju UGD guna memeriksa dan menangani Ayana yang tak berdaya.
Tak sengaja pula, David melihat Eretha dan Davian berlarian menuju UGD. Hingga buru-buru David mengikuti langkah mereka.
.
.
Perlahan Davian meletakkan tubuh Ayana dibrankar.
"Keluarlah. Kakak akan memeriksa dia.."Ucap Eretha.
"Please kak, aku mohon tolong dia.."Davian sangat berharap.
"Iya..iya.. Sekarang keluarlah dulu.."Eretha menggiring Davian agar keluar. Dan segera menutup pintu untuk pemeriksaan.
Davian begitu lemas dan terduduk dikursi tunggu.
"Siapa yang kau bawa Dav ??" tegur David saat sudah tiba.
Davian hanya mendesah kasar seraya mengusap kasar wajahnya.
"Maaf kak.. Aku terpaksa membawa Ayana pergi dari rumah suaminya.. dia dianiaya dipukuli sampai wajahnya lebam semua.."Tutur Davian lirih
David langsung terdiam seketika.
.
.
Belum sadar juga?
Trauma tapi sering tu ciuman dg Davian bahkan sering curi ciuman lagi.Waras gak si