NovelToon NovelToon
Hot Family

Hot Family

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:645k
Nilai: 4.9
Nama Author: Devi21

Note : Alur lambat dan episode panjang. Karena begitu banyak tokoh di dalamnya. Semua punya cerita, dan tidak asal lewat.


Hidup terlihat begitu sempurna bagi seorang Darren Mahendra. Memiliki istri yang cantik, dan juga anak-anak yang hebat.

Tapi siapa sangka, semakin bertambah usia pernikahannya, semakin banyak kejadian-kejadian yang menguji kebahagiaan keluarganya.

Keluarga, sejatinya adalah tempat ternyaman untuk pulang dan berbagi kehangatan setelah penat mendera.

Sebuah ikatan kuat saling mengasihi satu sama lain, selalu dikedepankan untuk menyelesaikan setiap ujian bersama.

Tidak ada yang mutlak sempurna, masing-masing memiliki peran dalam mengatasi dan menghadirkan masalah. Namun tentu saja kendali tetap berada di tangan seorang Darren Mahendra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengen dinikahi Aa

"Kita ke taman sebentar, Dadd." Zain menunjuk taman di tengah bangunan rumah sakit.

Sesampainya di sana, Darren dan Zain memilih bangku di bawah pohon yang rindang.

"Dadd, kondisi Airin sebenarnya memang tidak pernah baik-baik saja. Tubuhnya tidak bereaksi positif pada pengobatan yang selama ini diberikan. Secara medis, kondisi Airin tidak akan tertolong, sekalipun dia mendapatkan donor sumsum tulang belakang. " Zain menghentikan ucapannya sebentar.

Darren tidak ingin buru-buru menimpali. Dia tahu Zain masih belum selesai.

"Dadd, salahkah kalau, Zain ingin membahagiakan Airin di sisa hidupnya? anggaplah Zain sekarang sudah putus asa dan pasrah pada apapun yang terjadi nantinya. Zain hanya ingin Airin bahagia. Katakan apa Zain salah?"

Darren menepuk pundak anak pertamanya itu. "Tidak salah Zain, cinta sanggup membuatmu melakukan apa saja. Seharusnya cinta tidak membuatmu putus asa. Jika kamu ingin membahagiakan, Airin. Bahagiakan. Tapi siapkah kamu saat, Airin benar-benar pergi nanti?"

"Siapa yang siap ditinggalkan oleh orang yang dicintai, Dadd? Tidak akan ada. Tapi Zain yakin, bisa melaluinya nanti."

Bukan seperti ini yang Darren harapkan. Dalam setiap doa, dia selalu menyematkan anak-anaknya kelak mendapatkan jodoh sebaik Senja. Butuh perempuan yang luar biasa, tidak hanya secara fisik, tapi juga secara mental.

Mereka bisa dikatakan bukan keluarga yang biasa saja, terlebih lagi bagi Zain. Tiga nama besar dibelakangnya, akan menjadikan dia sasaran empuk perempuan-perempuan pengejar status sosial. Mereka akan segan jika dihadapi secara elegan, seperti yang dilakukan Senja pada perempuan yang mendekati suaminya.

"Dadd, apakah bisa kita berteman baik tanpa ikatan apapun dengan perempuan yang sangat kita cintai?" tanya Zain tiba-tiba.

Darren menggeleng kuat. "Tidak akan! yang ada, salah satunya atau bahkan keduanya masih akan memendam rasa. Jangan katakan, jika bersama terus, pasti lama-lama akan biasa. Hanya status dan nama hubungan yang berbeda, sejatinya tetap saja cinta," jawab Darren.

"Dadd, Airin ragu meneruskan hubungan kami. Karena dia sangat optimis akan sembuh. Tapi masalah keturunan, sangat membebani pikirannya."

"Terus?"

"Zain sendiri tidak tahu. Untuk memastikan, Zain harus bertanya langsung pada profesor Daniel. Jujur, Zain takut salah melangkah. Zain tidak ingin nengambil keputusan apapaun saat ini."

"Kamu benar, jangan mengambil keputusan apapun sekarang. Masih ingin di sini, atau menemui Airin?"

"Kita ke tempat, Airin sekarang saja, Dadd. Ajak mama pulang. Kasihan, Mama pasti capek setelah meeting hari ini." Zain sengaja menekankan kata meeting sembari menatap Darren dengan pandangan menuduh.

Darren pura-pura tidak paham dengan maksud anaknya itu. Zain sudah cukup dewasa untuk menilai. Jelas saja dia bisa menebak apa yang dilakukan kedua orang tuanya. Semenjak adik-adiknya beranjak remaja, quality time mama dan daddynya memang sulit didapatkan. Zain memaklumi, kalau keduanya memilih untuk mencuri waktu dan berbohong.

Ketika Zain dan Darren memasuki ruang rawat Airin, Lena dan Senja sedang berbincang hangat duduk di sofa. Keduanya sengaja meninggalkan Airin Sendirian di atas brankarnya, agar tidak mendengar pembicaraan Airin yang mulai mengarah pada hal-hal yang tidak jelas.

"Aa, sudah ketemu sama Dokter Nancy?" Airin langsung menyambut Zain dengan pertanyaannya.

"Sudah, tapi lebih jelasnya nunggu profesor Daniel saja," jawab Zain, tidak ingin mengatakan yang sebenarnya sekarang.

Airin hanya tersenyum kecut mendengar jawaban Zain. Padahal saat dia sudah mendengar semua kemungkinan dari Dokter Nancy sendiri.

"Dadd, Maafkan Airin ya. Belum apa-apa sudah merepotkan semua orang di rumah, Daddy," ucap Airin sembari menatap Darren dengan matanya yang kembali sayu.

Darren hanya menjawabnya dengan anggukan kecil dan senyuman yang tidak terlalu lebar. Senja dan Lena kompak berdiri dan bergabung bersama yang lain di sisi brankar Airin.

"Sudah ada,Zain. Mama pulang dulu ya, Rin. Ini Dasen sudah menteror, Mama. Biasahlah, kalau di rumah padahal selalu sibuk sama temannya. Tapi kalau Mama tidak di rumah, ribetnya luar biasa," keluh Senja.

Darren mengamit pinggul sang istri, dia tidak pernah mengajari anak-anaknya untuk bersikap seposesif itu pada Senja. Tetapi, secara natural mereka semua sudah mewarisi sifatnya itu. Sungguh keberuntungan yang luar biasa Darren.

"Senang sekali ya, Bu. Saya malah pengen kalau keluar ada yang nyari begitu," sahut Lena.

"Jangan kepengen, Bu. Percayalah, bahkan saya tidak pernah merasakan menjadi ibu-ibu arisan karena mereka. Dunia saya hanya sebatas Darren Mahendra dan empat orang anaknya. Kalau saya bisa keluar dari zona itu lebih dari tiga jam, pasti ada pengawalan dari salah satu dari mereka," sungut Senja dengan tatapan pura-pura kesal pada sang suami.

"Terimakasih ya, Ma, Dadd. Maaf sekali lagi, karena selalu merepotkan," ucap Airin, sekali lagi.

"Tidak mengapa sayang, jangan pikirkan apapun selain kesembuhanmu. Mama, pulang dulu." Senja mencium pipi kiri dan kanan Airin dan juga Lena.

"Zain, Mama duluan. Jaga kesehatan juga kamunya," nasehat Senja.

Darren tidak mengucapkan sepatah kata pun, hanya melempar senyumannya sekilas pada Lena dan Airin. Lalu dengan masih mengamit pinggul istrinya, keduanya berjalan menuju lobby rumah sakit.

"Langsung pulang? Nggak mau ngedate lagi?" tanya Darren dengan tatapan nakal.

Senja menjawab dengan cubitan mesra di lengan.

******

Kini Airin hanya berdua saja di dalam ruangan, karena Lena sedang ke kantin membelikan makan malam untuk Rasyid yang akan langsung ke rumah sakit setelah kembali dari Bandung nanti.

"Aa, kira-kira Daddy, sudah merestui hubungan kita belum?" Airin memberi pertanyaan yang membuat Zain sedikit heran. Wajah Airin juga tidak sesendu tadi.

"Mungkin sudah," jawab Zain, akhirnya.

"Kalau sudah, Aa mau tidak menikahi Airin secepatnya?"

Pertanyaan Airin seketika membuat Zain tersedak meski sedang tidak memakan atau meminum apapun. Rasanya baru tadi, Airin dan dirinya membahas tentang keraguan untuk melanjutkan hubungan mereka. Tapi mengapa kini, Airin malah meminta Zain untuk menikahinya lebih cepat.

"Aa, kenapa? Aa, berubah pikiran? Apa Aa sudah tidak mau menikahi Airin?" perempuan itu mencecar Zain dengan pertanyaan bertubi-tubi.

Zain mengambil sebotol air mineral di atas nakas terlebih dahulu, lalu meneguknya hingga habis. Dia benar-benar bingung dengan sikap Airin. Kenapa perubahan mood nya begitu cepat.

"Aa, Bagaimana?" kejar Airin.

"Pasti, Aa mau." jawab Zain, meski nasih agak bingung.

****

Sementara itu, sampai di rumah, Senja dan Darren dengan semangat menuju kamar mereka untuk mandi dan melakukan ibadah sholat bersama. Tapi baru saja membuka pintu, tangan Senja sudah ditahan oleh Dasen.

"Mama tidak boleh tidur di kamar, Mama. Sekarang waktunya untuk Das," ucapnya.

"Astaga, Das! Biarkan Mama mandi dan sholat dulu," tukas Darren.

Dasen membuka pintu kamar. "Sekarang, Mama ambil baju dan mukena, Mama. Dasen tunggu. Mama sholat bisa sama Das," tegasnya.

Darren menepuk pundak Dasen agak keras. "Suami Mama itu Daddy, Das. Kenapa jadi kamu yang mengatur, Mama?"

"Tidak perlu berdebat, Dadd. Malam ini, ada yang perlu Das ceritakan pada Mama. Penting! Daddy tidak perlu tahu." Dasen langsung mengamit lengan Senja, begitu tahu di tangan mamanya sudah ada mukena dan baju ganti.

"Daddy, malam ini Daddy temani Beyza. Tadi, mbak Wati sudah merapikan kasur bawah buat Daddy." Beyza tiba-tiba muncul, semakin membuat Darren memanyunkan bibirnya.

Di tengah rasa kesal dan pusingnya, Bi Ina muncul membawa sebuket bunga mawar putih di tangannya. "Permisi, Pak. Ini ada kiriman bunga buat Ibu," ucapnya.

Darren menerima dengan heran. Lalu mencari kartu yang biasanya menempel di sekitar buketnya. Tapi tidak ada.

"Dari siapa, Bi? tadi yang nganter bilang apa?" selidik Darren dengan wajah yang sudah mulai memerah.

1
Anisa Yuliati
luar biasa ceritanya
Sandisalbiah
sambutan menegangkan di oart awal.. menarik
Gegek Grace
ask ask ask,, jadi bingung. artinya apa
lilyswit
menghibur, memberikan banyak wawasan dan cara pandang..luar biasa
Al Fatih
lanjutannya mana kaka....
Al Fatih: ok kaka,, nanti tak baca karyamu yg lain...,, tp kira2 suatu hr nanti bakal ad lanjutannya lagi ga....

aq masih berharap 😢
total 2 replies
Al Fatih
kaka semangat yaa,, ceritanya bagus koq...
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
lah udahan mom,,,
di lanjut nyook bisa nyoook 🤗🤗🤗🤗
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
🤣🤣🤣🤣🤣 jgn kalah Ama yg tua😅😅😅
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
wkwkwkwk Darren emg beda🤣🤣🤣🤣🤣
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
percuma kuliah jauh2 keluar negeri 😅😅😅😅
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
seandainya Denok anak dr istri pertama Mbah gondrong mgkn ma Nja' akan setuju2 sj Das😆😆
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
bener2 Mbah gondrong orang pintar 🤣🤣🤣🤣
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
nah kan bener,,, ini Erika bahenol 🤣🤣🤣🤣
kira2 senja merestui hubungan dasen Denok g ya😅😅😅😅
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
jgn bilang mama denok ini Erika bahenol 😅😅😅😅
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
😂😂😂😂
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
amin..
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
walaahh seamin tapi tak seiman
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
ngapain ini bocor bertiga 🤦🤦🤦
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
boleh Aja asal udah halal🤭🤭🤭
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
meskipun ada benarnya tp cukup pedas kata2 Oma Bae😣😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!