NovelToon NovelToon
JALAN MENUJU KEABADIAN

JALAN MENUJU KEABADIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Spiritual / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:34.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu hanyalah seorang anak petani fana dari Desa Qinghe. Hidupnya sederhana membantu di ladang, membaca buku-buku tua, dan memendam mimpi yang dianggap mustahil: menjadi kultivator, manusia yang menentang langit dan mencapai keabadian.
Ketika ia bertanya polos tentang kultivator, ayahnya hanya menegur jalan itu bukan untuk orang seperti mereka.
Namun takdir tidak pernah meminta izin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH.20

Suasana di Arena Batu Kapur mendidih. Ratusan pasang mata tertuju pada panggung duel Nomor 4.

Di satu sisi, berdiri Tie Niu, raksasa berotot setinggi dua meter dengan kulit gelap mengkilap. Kedua tangannya terbungkus sarung tangan baja berduri yang memancarkan aura dingin. Ia adalah favorit di blok ini, seorang praktisi Kultivasi Tubuh yang jarang ditemui di Sekte Awan Putih yang lebih mengutamakan teknik pedang dan elemen.

Di sisi lain, berdiri Shen Yu. Tubuhnya tampak kerempeng di hadapan Tie Niu, jubah murid luarnya berkibar ditiup angin, wajahnya datar tanpa ekspresi.

"Lihat itu," cibir seorang penonton. "Kelinci melawan Banteng. Aku bertaruh lima Batu Roh, si kelinci akan patah tulang dalam satu pukulan."

"Cuma lima? Aku bertaruh sepuluh dia akan menangis minta ampun sebelum dipukul!"

Di tribun, Jin Bo meremas kipasnya dengan cemas. "Shen Yu... jangan bodoh. Tie Niu itu monster fisik. Jangan adu tenaga dengannya. Gunakan kecepatanmu!"

Di atas panggung, Tie Niu membenturkan kedua kepalan tangannya. Clang! Clang!

"Hei, Kurcaci!" seru Tie Niu sambil menyeringai lebar. "Aku sedang berbaik hati hari ini. Lompat turun sendiri, dan aku tidak akan meremukkan tulang rusukmu. Bagaimana?"

Shen Yu menatap raksasa itu. Ia teringat rasa sakit yang menyiksa saat meminum Ramuan Tubuh Baja kemarin malam. Rasa sakit yang membuatnya ingin menguliti dirinya sendiri.

Apakah penderitaan itu sepadan? batin Shen Yu. Hanya ada satu cara untuk mengetahuinya.

Shen Yu mengangkat tangan kanannya, lalu menekuk empat jarinya, menyisakan jari telunjuk yang mengarah pada Tie Niu.

"Maju," ucapnya pelan.

Provokasi itu sederhana, tapi efektif. Wajah Tie Niu memerah padam karena marah.

"Bocah sombong! Mati kau!"

BOOM!

Tie Niu menghentakkan kakinya. Lantai batu retak. Tubuh besarnya melesat maju seperti bola meriam. Kecepatannya mengejutkan untuk ukuran tubuh sebesar itu.

Teknik: Serudukan Banteng Besi!

Qi kuning kecokelatan menyelimuti tubuh Tie Niu, memadatkan berat badannya menjadi daya hancur yang mengerikan. Tinju kanannya yang berduri mengarah lurus ke dada Shen Yu.

Penonton menahan napas. Jin Bo menutup matanya.

Semua orang menunggu Shen Yu menghindar.

Tapi Shen Yu tidak bergerak.

Ia tidak memasang kuda-kuda bertahan. Ia tidak mundur. Ia justru membusungkan dadanya, mengalirkan Qi tipis ke seluruh permukaan kulitnya yang tersembunyi di balik baju.

"Dia gila!" teriak seorang Tetua.

BLAAAAM!

Tinju besi Tie Niu menghantam dada Shen Yu dengan telak. Suaranya bukan suara daging yang robek atau tulang yang patah.

TENGGGG!

Suara itu bergema ke seluruh arena. Nyaring dan panjang, seperti suara palu raksasa menghantam lonceng tembaga kuno.

Debu beterbangan.

Saat debu menipis, seluruh arena terdiam. Rahang para penonton jatuh.

Shen Yu masih berdiri di tempat yang sama. Kakinya hanya tergeser mundur dua inci, menciptakan parit kecil di lantai batu. Bajunya di bagian dada robek, memperlihatkan kulit yang tidak berdarah, melainkan hanya memiliki bekas memar putih samar yang perlahan memudar. Warnanya abu-abu metalik di bawah sinar matahari.

"Apa?!" mata Tie Niu melotot keluar. Ia merasakan tangannya kesemutan hebat. Rasanya seperti memukul dinding baja padat. "Kau... tubuh apa ini?!"

Shen Yu menepuk-nepuk dadanya yang baru saja dipukul, membersihkan debu. Rasa sakitnya ada, tapi tumpul. Jauh lebih ringan daripada rasa sakit saat meminum ramuan itu.

"Hanya itu?" tanya Shen Yu dingin. "Kupikir kau disebut Tangan Besi. Ternyata cuma Tangan Tahu."

Wajah Tie Niu berubah dari kaget menjadi ketakutan. "Mustahil! Kau pasti pakai baju zirah pelindung!"

Tie Niu meraung, tidak terima. Ia melancarkan rentetan pukulan bertubi-tubi.

TENG! TENG! TENG!

Shen Yu menangkis pukulan-pukulan itu dengan lengan bawahnya. Setiap benturan menghasilkan suara logam. Shen Yu tidak lagi bertahan pasif, ia mulai menikmati ini. Tubuhnya... benar-benar sekeras senjata tingkat rendah!

"Sekarang giliranku," potong Shen Yu di tengah serangan Tie Niu.

Shen Yu menangkap pergelangan tangan Tie Niu dengan tangan kirinya. Cengkeramannya kuat seperti catut besi.

"Lepas!" Tie Niu mencoba menarik tangannya, tapi tidak bisa bergerak. Tenaga Shen Yu, yang didukung oleh otot yang telah dimurnikan dengan "sampah" alkimia dan logam, ternyata mengerikan.

Shen Yu menarik tangan kanannya ke belakang. Otot punggungnya menegang. Qi berputar spiral di kepalan tangannya.

Tinju Penghancur Batu.

"Tidur."

BUAGH!

Tinju Shen Yu mendarat telak di perut Tie Niu yang terbuka.

Waktu seolah berhenti sedetik.

Lalu, dampak pukulan itu meledak.

"HOEEK!"

Mata Tie Niu memutih. Ia memuntahkan air liur bercampur darah. Gelombang kejut dari pukulan itu merambat ke punggungnya, membuat bajunya di bagian belakang melembung sesaat.

Tubuh raksasa seberat seratus kilogram itu terangkat dari tanah, lalu terlempar ke belakang sejauh sepuluh meter, berguling-guling seperti boneka rusak, dan akhirnya berhenti di pinggir arena. Pingsan total.

Hening.

Angin bertiup pelan, menerbangkan debu di panggung.

Shen Yu berdiri tegak, mengepalkan dan membuka tangannya.

Wasit, yang sempat bengong, akhirnya tersadar dan melompat ke panggung. Ia memeriksa Tie Niu, lalu mengangkat tangan Shen Yu.

"Pemenang: Shen Yu!"

Sorakan meledak. Kali ini bukan ejekan, tapi campuran kekaguman dan ketidakpercayaan.

"Gila! Dia menerima pukulan Tie Niu mentah-mentah!" "Apa dia manusia? Suaranya tadi seperti besi!" "Kultivasi Tubuh! Dia pasti praktisi Kultivasi Tubuh ganda!"

Di tribun, Jin Bo menghembuskan napas lega, lalu tertawa kecil sambil mengipasi dirinya. "Dasar orang gila. Dia selalu punya kejutan."

Namun, tidak semua orang senang.

Di sudut area peserta, Luo Feng menatap Shen Yu dengan wajah pucat dan tangan gemetar.

"Bocah itu... dia menyembunyikan kekuatan sebesar itu saat melawanku di kota dulu?" gumam Luo Feng. Ketakutan mulai merayap di hatinya. Jika tinju itu mengenai kepalanya... ia akan mati.

Di panggung utama, Tetua Mo menyipitkan matanya. Jari-jarinya mengetuk sandaran kursi.

"Tubuh Baja... Itu bukan teknik sekte kita," gumamnya pelan. "Dan bahannya... aku mencium bau residu logam sampah. Menarik. Sangat menarik."

Shen Yu turun dari panggung. Ia merasakan tatapan-tatapan itu. Tatapan kagum, takut, iri, dan curiga.

Namun ia tidak peduli. Ia baru saja membuktikan satu hal: Di dunia kultivasi, asal-usulmu tidak penting. Entah kau pangeran atau pemulung sampah, yang bicara paling keras adalah kekuatan.

Ia berjalan menuju area istirahat. Namun langkahnya terhenti.

Seorang gadis pelayan buta berdiri di lorong sepi menuju ruang peserta. Su Ling.

"Suaranya nyaring sekali," komentar Su Ling tanpa senyum. "Seperti gong retak yang dipukul palu."

"Kau datang menonton?" tanya Shen Yu, sedikit terkejut.

"Tidak. Aku datang mendengar," Su Ling memiringkan kepalanya. "Dan aku mendengar sesuatu yang buruk. Lawanmu berikutnya... Luo Feng. Dia baru saja menelan sesuatu. Detak jantungnya berubah. Bukan kuat, tapi... kacau dan beracun."

Shen Yu mengerutkan kening. "Pil Terlarang?"

"Mungkin," Su Ling berbalik. "Hati-hati, Shen Yu. Besi bisa berkarat jika terkena racun."

1
༄⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor
Salsa Cuy
👍🏻🙏🏻
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👍🏻👍🏻👍🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️5️⃣5️⃣5️⃣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👀👀👀Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😈👿😈Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤜🏻💥🤛🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😡🤬😡Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👻👻👻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😯😯😯Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😁😁😁Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙄🙄🙄Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🥹🥹🥹Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!