Xuan Hao adalah putra Pangeran yang keberadaannya tidak diakui.
Wajahnya memang tampan, tapi dia pemalas dan suka minum, ditambah dia tidak tau apa-apa tentang beladiri, sastra, maupun strategi perang.
Benar-benar pemuda tidak berguna, tapi setelah tanpa sengaja tersambar petir dan mendapatkan berkah langit berupa Sistem, segalanya berubah~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menunduk Menahan Malu
Pangeran Ming Zhaofeng, Pangeran Kedua Kekaisaran Beiming yang mendapat julukan Dewa Kematian Dari Timur.
Dengan nama besar dan prestasinya di medan perang, ia justru menantang Xuan Hao, si Pangeran sampah dalam pertarungan hidup atau mati.
Yang satu Pangeran dengan nama besar dan prestasi mentereng, sementara yang satunya hanyalah Pangeran sampah yang baru saja menunjukkan sedikit kebolehannya.
Banyak orang yang meyakini Xuan Hao akan menolak tantangan, tapi kalaupun diterima, tak akan sedikit orang yang beranggapan kalau dia bodoh.
“Kalau ingin melawanku, silahkan saja maju! Tetapi kalau ingin mati, jangan mengotori acara yang ditujukan untuk Ibu Suri, nenekku!” ucap Xuan Hao tenang.
“Cih, begitu kau mati, kau tak akan tau apa yang terjadi setelah kematianmu!” balas Pangeran Ming Zhaofeng, dimana setelahnya ia langsung melesat maju menyerang Xuan Hao.
Tombak di tangannya mengarah lurus ke tubuh Xuan Hao, tetapi serangan cepat yang mengejutkan dihentikan hanya dengan dua jari.
Bukan dengan perisai, Xuan Hao menggunakan jari telunjuk dan jari tengahnya untuk menghentikan ujung tombak.
Terjepit di sela-sela kedua jari Xuan Hao, anehnya Pangeran Ming Zhaofeng kesulitan menarik tombaknya, seolah jepitan yang dilakukan kedua jari Xuan Hao sangat kuat.
Nyatanya jepitan jari itu sangatlah kuat, membuat Pangeran Ming Zhaofeng memilih melepaskan tombak di tangan, dan beralih menyerang menggunakan pedangnya.
“Lambat!” ucap Xuan Hao lirih, dan~
Clang!!
Krakk!!
Suara besi patah menggema memecah keheningan, membuat orang-orang melotot lebar melihat bagaimana pedang Pangeran Ming Zhaofeng dipatahkan oleh Xuan Hao dengan tangan kosong, seolah pedang itu adalah ranting kering yang rapuh.
“Kau, bagaimana kau bisa melakukannya?” Suara Pangeran Ming Zhaofeng bergetar.
“Bukannya Pangeran melihat sendiri bagaimana aku melakukannya,” ujar Xuan Hao sembari tersenyum.
“Puih!!” Pangeran Ming Zhaofeng meludah, “sepertinya aku terlalu meremehkanmu. Sekarang baru aku akan bersungguh-sungguh!”
Pangeran Ming Zhaofeng merubah kuda-kudanya, dan pada saat itu semua orang bisa menyaksikan otot-otot tubuh sang Pangeran semakin menonjol, dimana tubuh yang semula sudah tinggi besar, kini tampak lebih besar dari sebelumnya.
“Itu Jurus Tubuh Besi, jurus yang katanya bisa merubah tubuh penggunanya menjadi sekuat besi.”
“Jurus yang dilihat saja sudah luar biasa, dan sepertinya Pangeran Ming Zhaofeng ini benar-benar ingin menghabisi lawannya!”
“Entah kesalahan apa yang pernah dilakukan Pangeran Xuan Hao padanya sampai-sampai Pangeran Ming Zhaofeng begitu ingin mengakhiri hidupnya!”
“Apapun itu menyinggung Pangeran Ming Zhaofeng bukanlah sesuatu yang baik, dan celakalah Pangeran Xuan Hao itu karena telah menyinggung orang yang tak seharusnya dia singgung!”
Disaat orang-orang terus saja menganggap kalau Xuan Hao akan celaka, tapi begitu mereka melihat bagaimana serangan yang dilakukan Pangeran Ming Zhaofeng dengan mudah ditahan oleh Xuan Hao, kembali mereka dibuat terkejut dengan kekuatan besar yang selama ini disembunyikan oleh Pangeran yang sehari-hari terus dihina walau tak terlihat barang hidungnya.
Pukulan, tendangan, serangan tipuan, serangan cepat, serangan dari berbagai arah, semua berhasil ditahan Xuan Hao tanpa ada yang terlewat.
Jika itu ditahan dengan bersungguh-sungguh, mungkin orang-orang tak akan seterkejut saat ini.
Tetapi apa yang mereka lihat adalah bagaimana Xuan Hao menahan serangan yang tertuju padanya hanya dengan salah satu tangannya, bahkan itu hanya dengan jari telunjuknya.
‘Hah, kalau saja ini bukan salah satu Misi Sistem yang menyuruhku pamer kekuatan, aku tidak akan melakukan semua ini!’ batin Xuan Hao yang sebenarnya ingin berpura-pura memiliki kekuatan setara dengan Pangeran Ming Zhaofeng.
Sementara itu disaat semua orang fokus pada pertarungan yang sedang terjadi, diam-diam Xuan Mingyu mengundang pembunuh bayaran untuk menghabisi Xuan Hao, dan saat ini pembunuh bayaran itu sedang mengarahkan anak panah beracun ke arah targetnya.
Saat itu juga Xuan Hao yang sedang menikmati pertarungannya, ia merasakan bahaya datang dari arah lain, dan seketika itu juga ia mulai meningkatkan kewaspadaan.
‘Hm, ada saja orang-orang yang datang mengincar nyawaku!’ batik Xuan Hao merasa kesal sendiri dengan orang-orang yang terus mencari gara-gara dengannya.
‘Sebelum hari pernikahanku tiba, kalian semua akan aku buat menyesal pernah hidup di dunia ini!’ lanjutnya.
Syut!!
Tap!!
Keberadaan anak panah yang melesat ke arah Xuan Hao mengejutkan semua orang, dan mereka semua bernapas lega melihat bagaimana anak panah itu berhasil di tangkap Xuan Hao menggunakan tangan kirinya yang sejak tadi hanya diam.
Swush!!
Syut!!
Jleb!!
Aaargh!!
Bruk!!
Sangat cepat anak panah dilemparkan Xuan Hao ke suatu arah, melesat cepat lalu tepat menancap di kepala sosok bertopeng yang kemudian jatuh dari atap bangunan didekat lapangan latihan.
Saat itu juga beberapa prajurit bergerak cepat mengamankan sosok yang telah berubah menjadi mayat dengan busur panah masih ada di tangannya.
Menyaksikan adegan yang begitu cepat, semua orang kini tau darimana datangnya anak panah yang hampir saja membuat celaka Xuan Hao di tengah-tengah pertarungan melawan Pangeran Ming Zhaofeng.
Begitu sosok bertopeng dibawa pergi prajurit Kekaisaran, semua orang kembali fokus ke jalannya pertarungan, dimana saat ini Pangeran Ming Zhaofeng tampaknya sudah kehabisan tenaga, sementara Xuan Hao masih tampak segar bugar, bahkan sama sekali tak terlihat adanya keringat yang membuat basah tubuhnya.
Napasnya begitu tenang, berbeda dengan Pangeran Ming Zhaofeng yang sudah terengah-engah, dan wajahnya saat ini sudah pucat pasi.
“Pangeran Ming Zhaofeng, lebih baik Pangeran menyerah!” saran Xuan Hao.
“Puih, aku tidak akan pernah menyerah!” teriaknya, dan dengan sisa-sisa kekuatan yang dimilikinya, ia kembali menyerang, tapi kini Xuan Hao tidak hanya menghindari atau menahan serangan lawan, melainkan ia mulai melakukan serangan balasan.
Bugh!! Bugh!! Bugh!!
Suara pukulan berkali-kali terdengar begitu serangan Xuan Hao sama sekali tak bisa ditahan ataupun dihindari oleh Pangeran Ming Zhaofeng.
Hanya dalam satu kali tarikan napas, keadaan Pangeran Ming Zhaofeng semakin buruk dengan adanya luka-luka kebiruan di wajahnya.
Belum ada luka berdarah-darah, tapi jika pertandingan tidak segera dihentikan, keadaan Pangeran Ming Zhaofeng akan semakin buruk, dan itu bisa berdampak buruk pada keadaan Kekaisaran Beiming.
“Cukup!!”
Suara teriakan menggema jelas dan terdengar oleh semua orang, dimana suara itu bersumber dari sosok Kaisar Ming Changxuan, Kaisar Kekaisaran Beiming.
Saat itu juga Xuan Hao menghentikan pertarungan, tapi mengira lawan lengah, Pangeran Ming Zhaofeng justru menggunakan senjata rahasia untuk memberikan serangan kejutan mematikan pada lawannya, tapi belum juga senjata itu membuat lawannya terluka parah, sang Pangeran Kedua Beiming dikejutkan dengan senjata miliknya yang berbalik arah, dan bahkan beberapa senjata melukai tubuhnya, menyebarkan racun mematikan yang dapat mengakhiri hidupnya kurang dari sepuluh tarikan napas.
Beruntung Pangeran Ming Zhaofeng memiliki penawar untuk racunnya, dan meski mengalami luka-luka yang sangat banyak, tetapi hidupnya untuk sementara waktu terselamatkan.
“Ternyata Pangeran Ming Zhaofeng yang memiliki nama besar di seluruh medan perang. Dia tak ada bedanya dengan para pengecut yang berada di luar sana!”
Xuan Hao mengucapkan sindiran tegas, membuat Pangeran Ming Zhaofeng tertunduk dalam menahan malu...