Berada dalam lingkungan sekolah terfavorit dan populer tak membuat Ve berkecil hati. Meski bully-an masih terus terjadi tetapi Ve punya sejuta cara untuk menghadapinya. Belum lagi Salsa yang tak pernah berhenti menganggunya.
Sayangnya ia juga harus dipusingkan dengan cinta dua lelaki tampan dan kaya raya tetapi berbeda karakter. Al sikapnya dingin, sedang Dion sangat humble. Parahnya lagi mereka mencintainya, meski tau Ve gadis miskin.
Lalu bagaimanakah kisah cinta mereka di masa putih abu-abu itu, dan siapakah yang ahirnya memenangkan hati Ve? Apakah cinta bisa menembus batas perbedaan antara si kaya dan si miskin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERTARUNGAN VE DAN SALSA
"Dan kamu Ve, jangan pernah percaya sama orang laki-laki seperti dia!" ucap Salsa sambil menunjuk ke arah Dion.
Salsa segera mendekati Dion sambil bersedekap. Bahkan beberapa kali ia mengelilingi Dion, sesekali matanya menyisir tubuh Dion dari atas sampai bawah, seolah meremehkan keberadaan Dion di sana.
"Kamu lihat dia, Ve. Lelaki di sampingku inilah yang tempo hari hampir memperkosa kamu! Sayang, kamu malah memberontak dan tidak menikmatinya," ucap Salsa sambil mencibir.
Ve mengepalkan tangannya dari kejauhan, ia masih berusaha memendam amarahnya saat ini. Padahal di dalam hatinya ia sudah ingin menghajar Salsa.
Dion hanya tersenyum mendengar penuturan Salsa. Beruntung sebelum semua ini, ia sudah menjelaskan duduk perkaranya dengan Ve, sehingga ia tidak takut kalau Ve sampai marah ataupun salah paham padanya.
"Good girls. Orang kaya macam kalian memang lebih suka menindas orang lain demi ambisi kalian! Sayang, kalian salah memilih target," ucap Ve tegas.
Kini Ve mulai mendekati Salsa, tanpa ragu ia langsung menampar pipi Salsa yang mulus itu.
PLAK!
"Awwhhh," rintih Salsa.
Ia pun beringsut mundur beberapa langkah melihat kemarahan di mata Ve. Kemarahan yang tak pernah ia lihat selama ini, kini terlihat membara di kedua mata Ve.
"Enak nggak, atau masih kurang?" gertak Ve sekali lagi.
"Awas aja kamu Ve," ucap Salsa geram.
"STOP! Ada apa ini!"
Tiba-tiba dari pintu masuk rooftop datanglah Pak Prapto. Ia memandang kedua gadis remaja itu secara bergantian. Lalu sesaat kemudian mendekati mereka. Salsa lalu mengubah mimik wajahnya seolah dia yang menderita saat itu.
Sayang, ia datang di saat tidak tepat, jelas sekali mereka sedang bertengkar saat ini. Tapi ia tak bisa menghukum Salsa karena sebuah alasan klasik. Demi menjaga martabatnya ia mengorbankan Ve di dalam masalah ini.
"Apa-apaan kamu Ve, Bapak kira kamu murid yang berprestasi dan patut di contoh, tapi apa ini?"
Tampak sekali raut kekecewaan yang nampak pada wajah Pak Prapto. Ve hanya menunduk.
"Sial, kenapa ada Pak Prapto sih," keluh Ve.
Belum lagi Al yang menyusul mereka dan berada di belakang Pak Prapto membuat Ve muak.
"Salsa, Bapak mohon maaf untuk kejadian siang ini, dan untuk Ve, mari ikut Bapak ke ruang BK, sekarang!"
"Lah, kok saya, Pak!" ucap Ve tidak terima.
Sementara Salsa tersenyum melihat keberuntungan untuknya datang di waktu yang tepat.
Setelah itu Pak Prapto segera kembali, sayang Ve belum juga mengikutinya. Hingga membuat Pak Prapto menoleh, "Tunggu apa lagi, Ve! Ayo!"
"I-iya, Pak."
Sebelum pergi, Ve memberi kode pada Dion untuk mengambil kamera yang ia taruh di pojok rooftop.
Dengan langkah kesalnya Ve mengikuti Pak Prapto untuk pergi ke ruang BK dan menjelaskan apa yang sebenarnya sudah terjadi. Begitu pula dengan Salsa yang mengikutinya dari arah belakang.
Sementara Al mengambil paksa seragam yang dipakai oleh Tristan.
"Sabar, Bro," ucap Tristan yang melihat kemarahan di bola mata Al.
Al hanya membalasnya dengan mata yang melotot ke arah Tristan.
"Stay calm, ok."
Dengan sekejap Al memakai kembali seragam miliknya, lalu menyusul Ve dan Salsa ke bawah. Tetapi ternyata keributan kembali terjadi di tangga. Ve yang sebelumnya berjalan di belakang Pak Prapto berbalik badan dan menendang ke arah Salsa hingga ia terjatuh.
Pak Prapto yang panik segera berbalik dan melerai mereka. Ve benar-benar tak melewatkan kesempatan emas kali ini untuk menghajar Salsa. Kesabatan miliknya sudah hilang entah kemana.
Berkali kali ia menendang dan memukul Salsa secara membabi buta. Hingga perkelahian kedua gadis itu terjadi di tangga.
Begitu pula dengan Salsa yang kemudian bangkit dan menjambak rambut Ve. Ve tak tinggal diam, ia juga membalas perlakuan dari Salsa. Al yang panik segera berlari dan memegangi tubuh Ve. Sedangkan Salsa berlari dan berlindung di balik tubuh Pak Prapto.
Tapi sayang, ketika Ve menendang untuk terakhir kali, yang awalnya ia arahkan pada Salsa malah meleset dan mengenai dada Pak Prapto hingga kaca mata yang dipakai beliau terjatuh.
"Arrghhh ...." keluh Pak Prapto sambil memegangi dadanya yang nyeri akibat ulah Ve barusan.
"Eh, ma-maaf, Pak!" seru Ve merasa bersalah.
Tapi Salsa malah mengejek Ve dari balik punggung Pak Prapto.
"Wleekk ...."
"Salsaaaaa ... Veeeee .... cukup!" teriak Pak Prapto putus asa.
"Sudah, sudah Ve, cukup," teriak Al.
Ve menoleh, "Lepasin nggak, atau we tonjok muke lu!"
"Nggak takut!" ucap Al dengan mode jutek.
Tetapi jangan ditanya lagi, pelukan Al pada Ve begitu kuat, hingga Ve kesulitan untuk melepasnya. Salsa yang melihat hal itu semakin geram dan hendak pergi, tapi sayang teriakan Ve membuat Salsa tak bisa kabur dari lokasi.
"Woi ... jangan kabur!" teriak Ve dari tangga atas.
Beruntung anak-anak menangkap tubuh Salsa dan menyerahkannya pada Dion dan Tristan yang sudah berada di sana.
"Thanks ya, tahanan aman, silakan bubar!" ucap Dion.
Sementara Tristan mengusir anak-anak yang sempat berkerumun tadi.
Saat Salsa hendak kabur, Ve sempat menginjak kaki Al agar Al melepas pelukannya, tetapi dasar Al, ia tetap tak mau melepaskan Ve dan malah semakin mengeratkan pelukannya pada Ve.
"Hm, kapan lagi coba bisa peluk kamu kek gini," kekeh Al dalam hatinya.
...🌹Bersambung🌹...
.
.
Hai hai sahabat Fany, jangan lupa dukung karya ini ya, karena Fany lagi ikutan lomba Yang Muda Yang Bercinta dari NOVELTOON, jadi mohon dukungannya selalu, terima kasih.
Akhirnya es baloknya Al yg mementing kan belajar dari berpacaran akhirnya runtuh dengan kehadiran nya Veeya..
terimakasih Outhor semoga sukses selalu..🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹✌️✌️✌️✌️✌️✌️
Sabrina itu lebih gila dari anaknya Salsa...
sepertinya Lisa tau apa yg terjadi saat ini...