NovelToon NovelToon
Diamonds & Deception

Diamonds & Deception

Status: tamat
Genre:Obsesi / Dikelilingi wanita cantik / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

"Cinta adalah akting terbaik, dan kebenaran adalah kemewahan yang tidak mampu mereka beli."

Di tengah gemerlapnya Paris Fashion Week dan eksklusivitas jet pribadi, Serena Rousseau Mane, sang supermodel yang beralih menjadi aktris, memiliki satu aturan emas: jangan pernah berurusan dengan Nicholas Moreau Feng.

Nicholas bukan hanya aktor papan atas dengan reputasi predator di depan kamera, tetapi juga pria yang menghancurkan hatinya di masa SMA mereka. Kembalinya Nicholas ke dalam hidup Serena lewat proyek film jutaan dolar bukan sekadar reuni profesional, melainkan sebuah permainan kekuasaan. Di balik setelan bespoke dan perhiasan berlian yang mereka kenakan, tersimpan dendam lama tentang pengkhianatan masa lalu dan ketakutan Serena akan "ciuman mematikan" Nicholas yang sanggup menghancurkan kariernya—atau lebih buruk, kembali mencuri hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamar Aleena yang Sempurna

Rein melempar jaket kulitnya ke sembarang arah saat memasuki kamar penthouse-nya yang mewah di pusat Paris. Napasnya masih terasa sedikit memburu setiap kali teringat tatapan menghina dari Aleena. Tanpa mengganti pakaian, ia merebahkan tubuhnya di ranjang king size dan segera meraih ponselnya.

Jemarinya bergerak cepat mengetikkan nama: Aleena Rebecca.

Hanya butuh beberapa detik bagi Rein untuk menemukan akun dengan pengikut ratusan ribu itu. Akun Aleena sangat rapi, sangat Parisian, dan sangat... kaku. Isinya adalah foto-foto di galeri seni, konser piano klasik, dan kegiatan amal. Tidak ada satu pun helai rambut yang berantakan.

"Kenapa kau begitu membenciku, Princess?" gumam Rein sambil memperbesar foto wajah Aleena.

"Apa kau begitu takut pada sedikit kekacauan yang kubawa?"

Rein memperhatikan detail wajah Aleena di layar. Gadis itu cantik, kecantikannya tipe yang tenang namun mematikan, seperti air danau yang dalam. Rein mendengus pelan, ada rasa penasaran yang mulai membakar egonya. Ia ingin melihat wajah tenang itu hancur dalam gairah, sama seperti ayahnya dulu menghancurkan pertahanan ibunya.

Sementara itu, di mansion keluarga Rebecca yang bergaya klasik Victoria, Aleena sedang duduk di kursi beludrunya. Di depannya terdapat MacBook terbuka, namun tangannya justru menggenggam ponsel, menampilkan profil Instagram: Reinhard_A_Feng.

Aleena tertegun. Ia mengira akan menemukan foto-foto mesra Rein dengan puluhan wanita. Namun, kenyataannya sangat berbeda.

Akun Rein didominasi oleh foto-foto estetik namun dingin. Foto dirinya sendiri yang sedang duduk di kap mobil balap di tengah sirkuit Shanghai yang gelap.

Ada video singkat Rein memacu motor sport-nya di jalanan layang, hanya cahaya lampu kota yang kabur. Tidak ada wanita di jok belakang.

Ada foto di sebuah klub eksklusif, Rein memegang gelas kristal sambil menatap kamera dengan tatapan kosong, dikelilingi keramaian tapi ia tampak sangat jauh.

"Dia tidak pernah mengunggah foto wanita-wanita itu," gumam Aleena heran. "Padahal di sekolah dia seperti magnet lalat."

Aleena mengakui dalam hati, secara objektif, Rein memang tampan. Sangat tampan. Tulang pipinya yang tajam dan tatapan matanya yang malas namun cerdas adalah kombinasi yang berbahaya. "Tapi tetap saja... murahan," bisik Aleena pada dirinya sendiri, mencoba membentengi hatinya.

Jemari Aleena terhenti pada satu foto close-up samping yang diambil secara artistik.

Di sana, Rein sedang memalingkan wajah, dan untuk pertama kalinya Aleena melihat dengan sangat jelas tato kecil di belakang kupingnya.

"Kupu-kupu?" mata Aleena menyipit.

Selama ini di sekolah ia hanya melihatnya sekilas. Ia mengira itu adalah tato naga atau simbol gangster yang urakan. Tapi ternyata itu adalah seekor kupu-kupu kecil yang sangat detail, seolah-olah sedang hinggap di kulit leher Rein yang putih.

"Kenapa kupu-kupu?" Aleena merasa aneh. Simbol itu melambangkan transformasi, keindahan, tapi juga... kebebasan yang rapuh. Sangat kontras dengan imej Rein yang berantakan dan liar.

Keesokan paginya, suasana sekolah mendadak tegang. Rein datang dengan gaya yang lebih provokatif. Ia berjalan melewati koridor tepat saat Aleena sedang menutup lokernya.

Kali ini, Rein tidak membawa wanita mana pun di lengannya. Ia berjalan sendirian, namun saat berpapasan dengan Aleena, ia sengaja berhenti. Ia mendekatkan wajahnya ke arah telinga Aleena, posisi yang sama dengan letak tatonya.

"Aku tahu kau mencariku semalam, Aleena," bisik Rein dengan suara bariton yang rendah. "Algoritma tidak pernah bohong. Kau melihat kupu-kupuku, bukan?"

Aleena mematung. Jantungnya berkhianat dengan berdetak lebih cepat. Bagaimana pria ini bisa tahu?

"Kau sangat menyedihkan, Rein," balas Aleena sambil berusaha menjaga suaranya tetap stabil. "Aku hanya sedang meneliti jenis hama apa yang baru saja bermigrasi dari Tiongkok ke sekolah ini."

Rein tertawa, tawa yang terdengar sangat tulus namun menyebalkan. "Hati-hati, Rebecca. Kupu-kupu tidak pernah menghinggap pada bunga yang layu. Jika aku mencarimu, itu artinya kau... sangat menarik bagiku."

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Guys 🦋🦋🦋

1
Fbian Danish
ceritanya bagus bgt. aku suka.... satset tanpa banyak drama, tapi alurnya enak untuk diikuti... suka..suka..suka..
Fbian Danish
baguuuuussss bgt ceritanya kak. cerita sat set tanpa banyak drama tapi alurnya enak dan konflik yg tidak terlalu pelik. aku suka bgt asli.....
Fbian Danish
bapaknya memberi jaminan kancing, anaknya gantungan kristal... like father like son😄
Salsabiell Jannah
sukaaaaa bangetttt sama novel ini 😍😍😍😍
Ros_10: Makasih 😍
total 1 replies
Fbian Danish
bagus bgt karyamu Thor... 🔥🔥🔥🔥
Fbian Danish
happy bgt kak❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!