NovelToon NovelToon
Ranjang Tuan Lumpuh

Ranjang Tuan Lumpuh

Status: tamat
Genre:Tamat / Balas Dendam / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Romansa
Popularitas:62.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: KAY_21

Buat yang gak suka gerah, harap melipir!
Bukan bacaan untuk anak yang belum cukup umur.

Ketika Aishe didorong ke laut oleh Farhan tunangan tercintanya, semua rasa cinta berubah menjadi tekad untuk membunuhnya.
Aishe tidak pernah berpikir bahwa Farhan hanya mencintai uangnya, dan tega berselingkuh bahkan mendorongnya ke laut.

Ketika ombak menelan tubuh Aishe, dirinya berpikir akan mati, namun keberuntungan berpihak padanya. Aishe terdampar di sebuah pulau kosong selama 59 hari hingga suatu hari dia diselamatkan oleh Diego, seorang pengusaha yang tampan namun lumpuh.

Dengan kekuatan dan kekayaan Diego, Aishe memiliki identitas baru dan wajah baru, dia bahkan menjadi sekretaris pribadi Diego. Diego, pria yang kaya dan berkuasalah yang dapat membantunya membalas dendam pada Farhan.
Setelah balas dendam selesai, senyuman menyeramkan muncul di wajah Diego, yang membuat jantung Aishe berdegup kencang menunggu kalimat selanjutnya.
"Sekarang giliranmu untuk membalas budi padaku."
Aishe menatap pria yang mendekat di depannya, dalam hati dia berkata, "Lolos dari mulut buaya, malah masuk ke mulut singa."

Ini bukan novel garis lurus yang bisa diambil banyak pelajarannya. Jadi kalian bisa berhenti jika alir terasa berputar-putar, membosankan, jelek dan yang lain.
Silakan kembali tanpa meninggalkan kesan buru di komentar.

Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KAY_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Ashan –

Dari balik tatapanmu, aku tau bahwa niatmu cukup baik. Terlepas dari dia yang sudah menampung dan membantumu.

Aku tau, kamu adalah wanita baik yang penuh pengertian serta perhatian. Satu bulan lebih mengamatimu, aku bisa melihat semua niat tulusmu.

Tapi, Ishe ….

Ego dan gengsi seorang pria itu cukup tinggi. Terlebih jika dia pernah menduduki kursi presdir BIN, salah satu bank terbesar di negara kita. Duduk di kursi kepemimpinan selama lebih dari lima tahun. Membawahi dan memerintah dengan wibawanya.

Lalu, pada posisi seperti sekarang, dia masih tidak ingin terlihat lemah dan tak berdaya. Tidak masalah jika semua orang membicarakannya. Dia hanya tidak ingin menjadi bahan simpati, karena itu, mencoreng wibawanya.

Ashan berdiri beberapa saat setelah masuk ke ruangan. memandangi punggung Aishe yang berdiri mengamati sebingkai foto. Dia buru-buru berjalan, menutup foto kecil yang terpampang jelas di meja kerjanya.

"Nona Aishe," panggilnya.

"Oh, maaf. Ruangan Anda terlihat rapi, jadi saya melihat-lihat sebentar dan …." Aishe memandang Ashan. "Itu Anda dan Tuan Diego?" tanyanya penasaran.

"Iya. Foto saat kita masih muda."

"Sepertinya kalian cukup lama kenal."

Ashan terlihat enggan membicarakan tentang hubungannya dengan Diego, dan memilih untuk mengubah topik pembicaraannya.

"Jadi, kenapa datang ke sini, Nona? Seingat saya, Anda berada di divisi 1 kan?" Ashan bersedekap tangan.

"Itu, saya hanya ingin …."

Ashan menghela napas panjang sambil menunduk. "Begini, Nona." Ia menegakkan kepalanya kembali, memandang Aishe.

"Saya tau maksud Anda baik, tapi, Nona. Dia adalah seorang pria yang pernah duduk di kursi presdir. Anda paham maksud saya bukan?"

Perkataan Ashan seolah membuka perasaan menganjal yang sejak dua hari ini menganggunya. Setidaknya, dia memahami sedikit maksud dari perkataan Ashan.

"Karena itu saya ingin meminta maaf. Perkataanku memang melebihi batas. Jadi, bisakah aku bertemu dengannya?"

"Sayangnya tidak!" Ashan bangkit berdiri. Ia berjalan beberapa langkah menuju jendela kaca yang cukup lebar.

"Nona, saya hanya seorang bawahan. Tidak punya kuasa untuk menyuruhnya kembali ke rumah atau membawamu bertemu dengannya begitu saja."

Aishe tertunduk mendengar jawaban Ashan. Merasa kecewa, juga putus asa. Padahal, ia sudah berbesar hati ingin meminta maaf. Namun yang terjadi justru diluar perkiraannya.

"Jika tidak ada masalah. Anda boleh kembali, Nona Ishe."

Lima hari setelahnya ….

Bulan terlihat bersinar terang, lebih terang dari malam-malam sebelumnya. Namun meski begitu, sinarnya tidak mampu menembus tirai di kamar Aishe. Tidak mampu memberi cahaya sedikit pun untuk menerangi kamar.

Aishe sendiri memang tidak suka dengan lampu yang menyala ketika tidur. Karena itu, ia mematikan seluruh lampu yang ada di kamarnya.

Ditengah kondisi kamar yang gelap, seseorang diam-diam membuka pintu. Tidak ada derap langkah yang bisa terdengar di keheningan malam. Hanya aroma pekat dari minuman beralkohol yang menyebar ke penjuru ruang. Bau alkohol yang cukup pekat, bahkan mampu membangunkan Aishe.

Aishe mengerjap perlahan sambil bangkit dari posisi tidurnya. Dengan pengelihatan yang sedikit samar, ia mencoba memperhatikan sekitar sambil duduk di tepi ranjang. Namun tiba-tiba saja, seseorang menyambar bibirnya.

Dengan brutal, memaksa lidahnya masuk ke dalam. Mengecapkan sisa alkohol yang tersisa di lidahnya. Aishe mencoba memberontak, akan tetapi kedua tangannya di cekal seketika.

Puas mencubu, pria itu mencengkram wajah Aishe, memaksanya membuka mulut, kemudian menuangkan botol Vodca.

"Kau pandai memberontak sekarang."

Suara berat yang cukup familiar, terdengar jelas di telinga Aishe. Matanya membelalak, kala menyadari kehadiran Diego yang tiba-tiba.

Ini … Diego

"Minum! Jadilah gadis patuh!"

Diego masih terus memaksa Aishe menghabiskan setengah isi dari botol Vodca. Hingga botol berkapasitas 750 mili itu menyisakan beberapa tetes dan membuangnya begitu saja.

Aishe terjengkal jatuh ke belakang begitu saja. Dia bukan peminum handal, bahkan hanya segelas bir saja sudah bisa membuatnya mabuk. Apalagi Vodca yang berkadar alkohol tinggi?

Melihat mata sayu Aishe, tidak membuat Diego berhenti memperdaya gadis itu. Ia menerjangnya dengan berutal. Menyesap bekas alkohol yang sempat menetes membasahi leher jenjang Aishe.

Tangan besarnya mulai mengerayang di atas pajamas sutra yang di kenakan Aishe. Menyusuri perut dan terus naik, menjajah dua gundukan kembar yanv ternyata tidak menggunakan pelindung.

"Tidak pakai underwear? Kamu sedang memancing siapa?" gumamnya di telinga Aishe.

"Tidak ada, Tuan. Tidak ada." Suara Aishe mulai terdengar berat dan sedikit lirih.

Kepalanya sudah cukup pening, badannya sudah lemas tidak dapat lagi di kontrol. Kesadarannya perlahan memudar. Aishe mabuk berat, hanya dengan setengah botol Vodca.

Meski sudah mabuk berat hingga tidak dapat membuka mata, dia masih bisa merasakan setiap sentuhan Diego. Setiap remasan, sesapan, bahkan sesuatu yang membuat area sensitifnya terasa geli.

Tangan Aishe tiba-tiba mengerayang, menangkap rambut Diego yang tengelam diantara dua pahanya.

"Emmm … aaahhhh" Lelungan merdu pun lolos dari bibirnya. Jemari kakinya mengerat, ketika Diego membenamkan kepalanya diantara kedua paha Aishe dan membuat tubuhnya menegang.

"Tu-tuan, jangan disana. Ugh … eemm." Ia meregang, menaikkan dadanya dan mendongak ke atas.

Puas mnjilat, Diego pun bersiap dengan senjata laras panjang yang menegang. Menerobos gerbang pertahanan Aishe yang sudah ia basahi.

Tidak ada pemanasan lembut penuh gairah seperti sebelumnya. Malam ini, Diego seperti pria brutal yang tanpa ampun langsung melesakkan senjata miliknya begitu melewati gerbang nirwana.

"Aahh … umgh,Tu-tuan …." Desah Aishe lepas begitu saja tanpa terkendali, di bawah pengaruh alkohol yang memabukkan.

Diego memaju-mundurkan pinggulnya dengan keras, seperti tidak perduli lawan mainnya nyaman atau tidak. Yang dia pikirkan hanya cara ter-puas menyalurkan hasratnya.

"Panggil aku 'sayang'! Di atas ranjang, kau hanya boleh memanggil itu!" protes Diego dalam aksinya.

"Sa-yang …."

Panggilan lembut dengan ekspresi wajah tidak berdaya-nya berhasil membuat Diego tiba-tiba menghentikan gerakan. Dua sudutnya terangkat, menyisakan raut puas di wajahnya.

Diego menarik kedua tangan Aishe, membuatnya berada di posisi woman on top.

Pengaruh alkohol memang membuat kepalanya pening, bahkan membuka mata saja ia tak sanggup. Namun, gelora panas yang tiba-tiba di sulut Diego, membuatnya bergerak mengikuti naluri.

Aishe mengerakkan pinggulnya naik dan turun dengan lembut, memberikan Diego sebuab sensasi yang luar biasa.

"Argh … Ishe." Diego meremass dada gental dan padat milik Aishe, sedangkan tangan satunya mengerayang, melewati tengkuk, dan akhirnya mencengkram rambut.

"Uggh, Sayang … aahhhh ...."

Aishe mempercepat gerakan. Mengandalkan lutut sebagai tumpuan dan memacu pinggulnya dengan liar, hingga membuat pria yang berada di bawahnya meregang.

"Oh … yes, Baby! Aahh." Diego mengerang, mendekap tubuh Aishe sambil mencengkram kuat rambutnya. Menyemburkan magma putih hangat di dalam gerbang kenikmataan. Bersamaan dengan itu, Aishe pun ikut meregang.

"Umm … aahh … Aku mencapai klimaxnya, Sayang." Aishe membenamkan kepalanya di dada bidang Diego sambil meremas kuat pundaknya.

Aku ingin memuaskanmu, tapi lagi-lagi aku yang terpuaskan olehmu. Oh, ****.

"Kau bekerja keras malam ini, Ishe." Diego membelai rambut Aishe yang terlelap dalam dekapnya.

"Diego, bagaimana jika aku …." gumam Aishe lirih ditengah ketidak sadarannya.

...☆TBC☆...

Hayoooo ...

Diego sebenernya lumpuh atau engak?

Yang belum Vote, yang belum kirim hadiah ...

hemmmm othor diam-diam memantau loo.

Apa lagi yang cuma baca doang gak kasih like.

1
Supriyatijunaidi Wicaksono
Luar biasa
Supriyatijunaidi Wicaksono
Lumayan
Mustaotinah Utin
Luar biasa
Inonk_ordinary
ketauan dah abis anu kan semalem. ishe ishe,,bikin masalah aja,,udha tau lemah
Inonk_ordinary
ishe beban
Inonk_ordinary
mentang2 udah dpt pengakuan kom jd nglunjak ya,,ngrepotin tau gak si ishe ini
Sa Eril
kamar tidur nya luas banget
SUSANTI SUTISNA
cusss langsung baca akh kepo soal Elder 😘
SUSANTI SUTISNA
wooow fhanas2 🔥🔥🔥🥵🤪
SUSANTI SUTISNA
kereeeen novel ny...susah nebak ny. lovelovelove
Eliza
Luar biasa
Ntoonreaderlover
Brarti Mustafa dan Leyla lebih tua Leyla,, krn Deniz aja sbg adik Leyla msh tuaan Deniz drpd Mustafa
Triana Oktafiani
Keren sekali kak 👍
Gintania nia
Luar biasa
Ntoonreaderlover
Weh bang santai.. kalem.. Knp mengamuk hm???
Ntoonreaderlover
Ini msh byk yg blm faham wktu mrka gituan Diego lumpuh beneran apa gak.. Kalo dibaca dgn teliti Diego emang lumpuh trus wktu ngelakuinnya Aishe yg diatas tp dia yg ngendaliin Aishe.. Gamau trlalu ngejelasin ckup kalian baca ulang aja🙈
🄺🄷🄰 (Ig: Kaykha_kay): Diego said : Hayo tebak 😌
total 1 replies
Helen555613@gmail. com helen len
brand favorite
Hikari_민윤기
sama Kak, kek aQ yg bolak balik tanya mbah google karena bukan ahli perpondokan... 😭🤣
Sa Eril
cakep nya tiada tanding
Erick Guterez
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!