NovelToon NovelToon
KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU

Status: tamat
Genre:Horor / Sudah Terbit / Eksplorasi-misteri dan gaib / Misteri / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Junan

Juara Pertama "Lomba Menulis Novel Cerita Seram" yang diadakan oleh Noveltoon.

Mbah Arni dan suaminya bersahabat dengan seorang penari tradisional. Saat menginap di rumah Mbah Arni, penari itu tiba-tiba lenyap ditelan bumi.

Semenjak hilangnya penari itu, setiap malam Mbah Arni merasa ada yang berkelebatan di sekitar rumahnya. Terlebih, ketika suaminya sudah meninggal dan Mbah Arni tinggal sendirian, bayangan itu semakin intens mengganggu perempuan tua itu.

Apa yang terjadi dengan penari itu? Mengapa sahabat lain Mbah Arni yang bernama Lastri memilih mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri?

Mengapa Imran dan Parto takut dengan Mbah Arni?


SEASON KEDUA

Imran yang baru masuk SMP bertemu dengan seorang gadis misterius yang hanya ia temui di hari pertama ia bersekolah.

Ke mana perginya gadis itu?

Mengapa nama gadis itu sama dengan nama teman kedua orang tuanya yang tewas kecelakaan puluhan tahun yang lalu?

Apa yang dilakukan ayah Imran dan teman-temannya ketika SMP?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Junan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 28 PRIA PSYCHOPAT

Ibu meringkuk ketakutan mendengar namanya dipanggil. Kami semua juga merasakan hal yang sama, hanya Mbah Nur yang masih terlihat agak tenang.

"Ini hukuman buatmu, Ningrum yang terlalu mencampuri urusanku." Agus kembali berkata dengan nadanya yang berat menakutkan.

Meskipun tidak melihat wujudnya secara langsung, aku hafal betul dengan suara serak-serak lantang itu. Dialah Agus yang pernah hampir menculikku di dekat kuburan. Kami berlima saat ini sedang bersembunyi di bawah tumpukan kayu di balik tembok sebelah barat dari ruangan kecil tempat Agus berada sekarang.

"Aku ingin melihat sampai berapa lama kamu bisa bertahan hidup di situ, Ningrum. Ha ha ha ha ha....." Suara Agus kembali menggetarkan hati yang mendengarnya.

Mendengar perkataan sadis itu, ibuku semakin merasa ketakutan. Aku peluk dia untuk mengurangi rasa takutnya. Berarti benar Agus ingin membunuh kami secara perlahan yaitu dengan menyekap kami di ruangan sempit, tanpa makanan atau minuman. Aku yang phobia dengan ruangan sempit menjadi pusing membayangkannya.

"Ruuuum.....Ningruuuum.... Kamu kenapa diam saja? Setelah kamu mati, nanti giliran suami dan anakmu yang akan ku bunuh."

DEG

Darahku bergolak, lebih dari sekedar ngeri yang aku rasakan saat itu, Agus ini benar-benar sudah sinting, seolah-olah nyawa manusia tidak ada harganya sama sekali baginya.

"Kenapa, Rum? aku jahat ya? suruh siapa kamu dan keluargamu menyelidiki kematian Lek Lastrimu? sudah enak-enak tidak ada yang tahu kalau aku yang membunuhnya, kalian malah ingin menjebloskanku ke penjara." Agus berbicara, maksudnya kepada ibuku yang ia sangka masih ada di dalam lemari.

Kami mendengarkan pengakuan Agus dengan perasaan campur aduk, kesal, marah, dan juga takut.

"Lek Lastrimu itu terlalu baik, Rum. Dikasih belanja berapapun dia nerima saja. Aku selingkuh bolak-balik dia tetap sabar. Cuma sayangnya pas aku nikah sama Cempaka, dia kayaknya cemburu sekali. Di depanku dia seolah biasa-biasa saja, tapi di malam Cempaka hilang, dia tidur di sebelahku dengan tangan berlumur darah. Pasti dia yang sudah membunuh Cempaka..Tapi Lek Lastrimu tidak mengakuinya, Rum."

Agus terus saja berbicara seolah-olah ibuku masih ada di dalam lemari kecil itu. Lagipula seandainya ibuku masih di sana apa ibu akan sempat mendengar celotehnya, bernafas saja sulit.

"Aku khilaf saat membunuh Lek Lastrimu, Rum. Dia terus menolak ku tuduh sebagai pembunuh Cempaka, bahkan aku minta menunjukkan mayat Cempaka dia bilang tidak tahu. Di satu sisi aku mencintai Lek Lastrimu. Tapi di satu sisi aku juga sayang dengan Cempaka. Ku pikir mereka bisa disatukan, ternyata aku salah. Lek Lastrimu tidak tahan cemburu. Dia pasti membunuh Cempaka secara diam-diam. Tapi dia bilangnya kesurupan lah diguna-guna lah. Sungguh alasan yang dibuat-buat, sama kayak ibu tiriku dulu."

Agus menarik nafas dalam-dalam kemudian melanjutkan perkataannya

"Sejak kecil aku sering dipukuli oleh ibu tiriku. Di depan ayahku dia terlihat baik sama aku dan ibu kandungku. Tetapi ketika ayah tidak ada di rumah, dia memperlakukan ibuku seperti pembantu dan juga sering memukuliku. Ketika mengadu kepada ayah, ayah lebih mempercayai ibu tiriku. Bahkan pernah suatu hari dia kepergok ayah sedang memukuliku, dia masih berdalih pura-pura kesurupan hantu kuburan. Lagi-lagi ayah percaya kepada mulut manisnya. Ibuku akhirnya sakit-sakitan dan meninggal, satu tahun kemudian aku tak tahan lagi tinggal di rumah, aku pergi merantau. Pulang-pulang aku dengar ayahku sudah lama meninggal, di akhir hidupnya tidak ada yang mengurusnya. Semenjak sakit-sakitan ibu tiriku sudah menikah lagi dengan orang lain. Sejak saat itu aku benci dengan semua wanita, aku hanya menjadikan mereka obyek balas dendamku saja."

BRAAAK

Terdengar suara pukulan keras pada kursi kayu, mungkin itu ekspresi kemarahan akan masa lalunya.

"Hingga akhirnya aku bertemu Lek Lastrimu yang membuatku luluh dan mengerti arti cinta yang sesungguhnya. Tapi itu tidak bertahan lama, Rum. Semenjak Rosid lahir entah mengapa jiwa petualangku terhadap wanita kambuh kembali. Aku tidak bisa menahannya, Rum. Antara nafsu dan dendam terhadap wanita sulit aku bedakan. Tapi jujur di antara mereka hanya Cempaka yang benar-benar aku cintai dengan tulus, makanya aku menikahinya. Mungkin ini sudah takdirku ya, Rum? aku memiliki dua istri, semoga anakku Rosid tidak mengikuti jejakku."

Kami berlima terkejut dengan kisah masa lalu Agus yang cukup kelam. Apakah itu penyebab ia menjadi seorang psikopat seperti sekarang ini? entahlah.

Dari suara kaki yang bergesekan dengan lantai sepertinya Agus mondar-mandir di ruangan kecil itu. Semoga saja dia tidak menyadari kalau lemari kecil itu sudah kosong tiada isinya.

"Sewaktu anakmu berhasil mengungkap kematian Cempaka, di satu sisi aku senang karena ternyata kecurigaanku terbukti bahwa memang Lek Lastrimu yang telah membunuh Cempaka. Tapi di sisi lain aku takut anakmu yang sok tahu itu juga lama-lama akan menginvestigasi kematian Lek Lastrimu. Itulah mengapa aku membangkitkan arwah Lastri supaya anakmu takut untuk mendalami kematian Lastri. Ternyata perkiraanku salah, semakin ditakuti anakmu malah semakin getol menyelidiki kematian Lastri. Dasar anak geblek, setelah kamu giliran anakmu itu yang akan ku bunuh. Haha ha ha ha....."

KRIIIIIEEEEEEEEET

Terdengar bunyi pintu lemari dibuka oleh Agus, kami berlima menjadi panik. Tentunya Agus akan segera tahu bahwa ibuku sudah tidak di sana lagi. Benar saja beberapa detik kemudian terdengar teriakan lantang dari ruangan kecil itu

"NINGRUUUUUUUUUM............."

Kami berlima menjadi gemetar dan ketakutan mendengar teriakan kemarahannya. Tetapi kami memilih tetap bersembunyi di sini dengan harapan Agus menyangka kita sudah berlari jauh. Ternyata dugaan kami keliru,

"NINGRUUUUUM..... Aku tahu kamu masih ada di sekitar sini, ya kan? ha ha ha ha ha" Suara Agus sengaja dilembutkan tetapi justeru terdengar lebih seram. Jiwa psikopatnya lebih terlihat dengan bersuara lembut merayu seperti itu.

"Kamu sama siapa, Rum. Sama anakmu? Kebetulan dong, kalian bisa mati bersama di sini."

Bagaimana tidak bikin gemetar, kalimat-kalimat yang diutarakannya jauh dari kewarasan seorang manusia normal.

"Ayo, Ruuuum..... keluar dari persembunyianmu sekarang!"

Agus berjalan mondar-mandir di dalam ruangan itu. Ia membawa senter, cahaya senter diarahkan ke seluruh penjuru ruangan.

"Kamu di situ ya, Ruuum?"

Langkah kaki Agus mendekat ke arah kami, kami juga mendengar ada logam yang sedang diseret, mungkin itu ....... GOLOK......????

"Tuhan... selamatkan kami!." Pekikku dalam hati.

Posisi Agus semakin dekat dengan kami, tinggal dua tiga langkah lagi dia akan sampai di ujung tembok dan dapat menengok ke tempat persembunyian kami.

Tiga langkah

Dua langkah

Satu langkah

Agus menoleh ke balik dinding tempat kami bersembunyi. Ada tumpukan kayu lapis di sana.

"Rasakan ini, Ningruuuuuuuum........."

BRUAAAAAAAAAAAAAAAAAK......

"Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaak............"

-bersambung-

1
intan naysila
kesimpulanku :
pak rengga melecehkan mita karna minta cantik dan makaya ada cerita anak dilecehkan saat masuk ruang lab pak rengga, mita hamil dan pak rengga gak mau tanggung jawab makanya dia coba bunuh Mita dgn menabrak mita
Evellyn Decianaa
Udah baca pas 2020, 2024 sekarang baca lagi.. 😂😂😂
☠🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣBinℛᵉˣ
padahal baca ini siang2, tapi ntah kenapa ada rasa takut membacanya.
baru beberapa chapter aja udah buat sakit jantung
Tantina Wyvaldia
gimana kalau p anton nikahi sepupunya parto?
Tantina Wyvaldia
Luar biasa
Tantina Wyvaldia
ceritanya terinspirasi "LIMA SEKAWAN", ya kak?
Tantina Wyvaldia
penuh kesenduan
Tantina Wyvaldia
get soul
Tantina Wyvaldia
astagfirullah
Tantina Wyvaldia
Luar biasa
Mini Upa
lumayqn bagus aku tungu dgn dgn kish selanjutx
Tantina Wyvaldia
kak author sukses bikin takut
Tantina Wyvaldia
semakin menarik dan pantas jadi yang terbaik, sayang, aku terlambat tahu cerita ini
van aridanaa
Kecewa
van aridanaa
Buruk
Fadlan
Luar biasa
cristian cris
kok aku yang patah hati ya gamonnya dari 2021 sampai 2024
Eka Pratiwi
sangat menarik
Piaa Akbar
biasa aja
DA
Datang ke buku ku ya :
ARWAH BUNUH DIRI
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!