NovelToon NovelToon
THE BLOGGER STORY

THE BLOGGER STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Fantasi Timur / Wanita perkasa / Konflik etika / Fantasi Wanita / Transmigrasi
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBERIKAN DUKUNGANNYA YA...!!!

Lin Yao seorang blogger makanan didunia modern Time Travel kenegeri kuno, menjadi seorang wanita muda miskin.

Berawal hanya dengan sebuah sendok, ia menghasilkan uang sepenuhnya melalui Hobby & kecerdasannya dalam makanan.

Lin Yao memanfaatkan keterampilan memasaknya untuk bisa bertahan bertahan hidup didunia yang baru ia pijaki.

Bukan cuma untuk dirinya seorang, tapi juga bagi keluarganya.



Bagaimana kah kisah perjalan Lin Yao diDunia kuno...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

05

Lin Yao memandang keramaian pasar kota. Bangunan ikonik khas negeri kuno berdiri agung disisi kanan-kirinya.

Jalan lebar berbatu putih halus yang bisa dilewati tiga kereta sekaligus, membuat jalur transportasi lancar bebas hambatan.

Lin Song menarik-narik baju sang kakak perempuan, penasaran sekaligus gugup melihat pemandangan disekitarnya.

Maklum saja ini untuk pertama kalinya Lin Yao dan Song pergi kepasar kota.

Meski jarak desa kekota cuma tiga puluh menit berjalan kaki, namun karena faktor keadaan. Kedua bocah itu tak memiliki kesempatan untuk bermain-main kesana.

Yao dan Song belum pernah meninggalkan desa, tidak sekali pun berinteraksi dengan begitu banyak orang. Melihat pasar dan suasana kota yang amat ramai, jelas membuat keduanya auto sedikit gugup.

Melihat kios permen gula, Lin Song tanpa sadar memperlambat langkahnya. Ia menelan ludah, melepaskan baju sang kakak dan terus menoleh guna melihat patung-patung gula emas yang terpajang.

Tetapi begitu Lin Song mengangkat kakinya guna mendekat, pemilik toko melirik judes padanya. Lin Song segera menarik tangan Lin Yao lagi dengan wajah memerah takut.

Lin Yao sangat merasakan ketegangan Lin Song. Ia cuma bisa menghela napas perlahan. Adiknya itu amat menyedihkan.

Tetapi didunia yang sulit ini, hanya bisa makan sampai kenyang saja sudah merupakan berkah.

Lin Yao membungkuk, berbisik ditelinga Lin Song "ketika aku menghasilkan uang, nanti kita akan membelikannya bersama, oke..?"

Mata Lin Song kembali berbinar "Oke..! kakak kedua, kita kumpulkan banyak uang ya..? lalu membeli patung permen gula itu."

Lin Yao mengangguk setuju.

Setelah menghibur si kecil, Lin Yao melanjutkan perencanaan belanja.

Awalnya Yao berpikir bahwa jika ia bisa mendapatkan piring besi modern, membuat pancake jauh lebih mudah dan cepat karena panasnya yang merata.

​​Tetapi setelah bertanya-tanya kebeberapa toko, ia harus menelan kekecewaan karena harganya yang begitu mahal.

Piringan besi seukuran telapak tangan harganya saja mencapai delapan puluh koin tembaga, jauh melebihi anggaran mereka.

Meski pun kecewa, Lin Yao tak harus menyerah, ia menggunakan wajan yang mereka miliki saja dirumah untuk sementara waktu.

Karena belum mampu membeli perkakas memasak, Lin Yao mengajak Lin Shun dan sang adik ketoko bahan pangan.

Untuk membuat pancake, tepung adalah kunci utamanya.

Lin Yao memilih tepung kualitas nomor satu yang terbuat dari gandum terbaik.

Meski harganya jauh lebih mahal, namun demi membuat makanan berkualitas yang akan menarik pelanggan dan meninggalkan kesan baik, investasi awal sangat penting.

Lin Song mengikuti kedua kakaknya dari dekat, memperhatikan tepung terigu putih dan tak kuasa menahan diri untuk bermain. Ia menusuk sebuah kantong katun dengan jarinya, hingga meninggalkan bekas berlubang dipermukaan.

Lin Song panik, Ia sontak melihat kesekeliling dengan cemas. Setelah memastikan jika tidak ada yang memperhatikan, ia baru bisa menghela napas lega.

Setelah menanyakan harga, Lin Yao menggertakkan giginya.

Tiga puluh wen untuk sekantong kecil tepung terigu putih seberat lima puluh jin, sungguh amat sangat memilukan.

Tepat sebelum Lin bersaudara pergi, mereka melihat pemuda jangkung mengganggu penjaga toko.

"Berikan aku potongan harga satu sen per jin, aku membeli lima puluh jin tepung terigu putih. Lain waktu aku akan kembali berbelanja ditokomu."

Xu Fang Zhi nama pemuda itu.

Ia telah menghabiskan uang untuk membeli banyak biji-bijian, jadi ia mencoba untuk menawar.

"Tidak..!" tegas pemilik toko.

"Paling banyak aku hanya bisa mengurangi lima sen, jadi kau cukup membayar dua puluh lima wen. Lebih dari itu, aku tidak akan mau berbisnis denganmu." sambung pemilik toko dengan kesal.

Xu Fang Zhi tersenyum pongah, ia menghujani pemilik toko dengan pujian seolah-olah itu gratis.

"Terima kasih banyak pemilik toko, dengan kebaikan hatimu aku yakin bisnismu ini pasti akan berkembang. Pelangganmu akan berdatangan dari seluruh penjuru dunia, dan reputasi baik tokomu akan menyebar luas."

Semua orang senang mendengar hal-hal baik.

Pemilik toko yang awalnya agak tidak sabar, kini berseri-seri gembira mendengar kata-kata manis pemuda itu. Ia melambaikan tangannya lalu berkata "dasar nakal, kau akan melakukan apa saja hanya untuk menghemat beberapa koin tembagamu."

Xu Fang Zhi menjawab dengan acuh tak acuh "kau terlalu memujiku tuan..!"

Lin Yao menyaksikan kemampuan tawar-menawar orang-orang zaman ini untuk pertama kalinya. Ia mengamati sebentar guna mengambil pelajaran, sebelum menarik Lin Shun dan sang adik bungsu keluar dari toko itu.

Selanjutnya kakak-,beradik itu perlu membeli lemak babi karena milik mereka yang ada dirumah hampir habis.

Minyak lemak hewan terutama babi, itu sangat penting untuk membuat panekuk kucai telur yang renyah dan lezat.

Lin Yao menuntun kedua saudaranya kecounter daging babi, membeli sepotong lemak dengan ukuran yang sesuai dengan dua puluh wen.

Untuk telur, simpanan mereka dirumah masih ada lima puluh butir. Jadi sudah tidak perlu membeli kali ini.

Mereka menuju ketempat terakhir, yaitu toko per bumbuan.

Bawang putih, garam, setengah jin gula, lada shicuan, menjadi barang belanjaan terakhir yang dibeli.

"Kakak, aku ingin mendaki gunung untuk memetik beberapa daun bawang lagi." kata Lin Yao mendongak, guna melihat waktu.

Matahari masih berada condong diufuk timur, berarti hari masih pagi.

Lin Shun sedikit khawatir "aku akan ikut denganmu, tidak aman jika kau pergi sendirian."

Lin Yao tersenyum, melambaikan tangan kekiri-kanan "kakak, kau masih perlu membawa barang-barang ini pulang. Aku hanya akan mencari daun bawang liar dikaki gunung, jadi kakak tidak perlu cemas."

"Kau harus berjanji untuk tidak masuk kedalam hutan."

Lin Yao mengangguk "ya, aku berjanji. Tenang saja, aku akan segera pulang."

Mendengar bahwa sang kakak perempuan akan mendaki gunung, Lin Song dengan gembira berkata "kakak kedua, aku juga ikut ya..? aku bisa membantu mencari daun bawang."

Lin Yao menepuk kepala bulat adiknya. "Baiklah Song'er, ayo kita pergi bersama."

Lin Song mengangguk, sehelai rambut kecilnya bergoyang saat ia melompat rendah karena saking kegirangan.

Kakak beradik berpisah dengan Lin Shun dipintu gerbang desa.

Sesampainya dikaki gunung, Lin Yao menyibak rerumputan dengan teliti.

Lin Song meniru apa yang dilakukan kakaknya. Berjongkok dengan hati-hati, matanya lebar waspada saat mencari tanaman yang diingini diantara rerumputan.

Tak lama Lin Song melihat segerombolan kucai hijau yang amat subur dan segar.

"Kakak Kedua, ada di sini." seru Lin Song antusias.

Lin Yao menoleh, tawanya lebar terukiran kala matanya memindai penemuan sang adik.

"Song'er hebat, kau memiliki mata yang amat jeli." puji Lin Yao.

Kakak beradik itu jongkok berdampingan, menggali tanah dengan hati-hati lalu mencabut kucai hingga keumbi akar.

Pencarian dilanjutkan dan tak lama kemudian kedua keranjang kecil digendongan Lin Yao telah penuh terisi.

Lin Yao berdiri, menepuk-nepuk tanah dari tangannya "Ini sudah cukup. Ayo pulang..!"

Lin Song mengikuti apa yang dilakukan Lin Yao, membersihkan tanah dari tangannya lalu menggandeng lengan sang kakak guna pulang kerumah sembari sesekali bercanda lepas.

1
Delia ATA
Xu Fang Zhi bukan orang sembarangan keknya ya
Enah Siti
sama beladri biar tbah seru gtu 💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏🙏thor
Murni Dewita
double up thor
Murni Dewita
seharusnya tiga saudara memiliki ilmu bela diri
Murni Dewita
ko lin yao tidak memiliki ruang dimesi thor
Ari Peny
ayo2 lagi thor🤣🤣🤣
Zabarra
hadir thor 😍
Zabarra
karyamu yang gandre kuno gin bagus thor, bahanya rapi, dialognya cocok. keren 👏👏
Markuyappang
AYO PERJUANGKAN RESEP RESEP ITUU. KITA BERANTAS TIKUS LINTAH ITU GAKNADA KAPOK KAPOKNYA ISHHH KESEL BANGETT.
Sabrina
laris mansi tanjung kimpul 🤣🤣🤣
Sabrina
semangat untuk kalian 👏👏👏
Sabrina
selalu hadir untukmu thor, semangat 👐
Sabrina
Selalu keren, suka sama tata bahas dan dialog rapi, cocok sama tema cerita. Alurmya juga enggak ngebosenin..semangat thor 😍
Datu Zahra
Keren thor, tatanan bahasanya rapi, berkembang dan dialognya sangat pas demgan cerita. Karyamu emang top 👍
Datu Zahra
cakep 👏👏👏
Datu Zahra
thor, novelmu makin berkembang. bahasa kata²nya sangat cocok sama cerita. keren 🫰
Lala Kusumah
semangat Yao'er 👍👍👍💪💪💪
Murni Dewita
lanjut
Datu Zahra
punya niat jahat nih pasti Sun Dafu 😡
Markuyappang
siapa lagi itu yg bakalan ganggu jualan tiga saudara itu haishhhhhh kalo sampe bibi or paman or kakeknya awas aja. kalo ada yg mau nyuri resep yakinlah kau pasti gagallll.
semangat trs updatenyaaa 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!