NovelToon NovelToon
Ada Cinta Di Balai Desa

Ada Cinta Di Balai Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan
Popularitas:19.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ayuni

Arka Baskara, dikirim oleh dinas ke Desa Sukamaju. Tugasnya menjadi Pejabat (Pj) Kepala Desa termuda untuk membereskan kekacauan administrasi dan korupsi yang ditinggalkan kades sebelumnya.

Arka datang dengan prinsip kaku dan disiplin tinggi, berharap bisa menyelesaikan tugasnya dengan cepat lalu kembali ke kota.

Namun, rencananya berantakan saat ia berhadapan dengan Zahwa Qonita. Gadis ceria, vokal, dan pemberani, anak dari seorang Kiai pemilik pesantren cukup besar di desa.

Zahwa adalah "juru bicara" warga yang tak segan mendatangi Balai Desa untuk menuntut transparansi. Baginya, Arka hanyalah orang kota yang tidak paham denyut nadi rakyat kecil.

Bagaimanakah kisah Arka dan Zahwa selanjutnya? Hanya di Novel "Ada Cinta di Balai Desa"

Follow Me :
Ig : @author.ayuni
TT: author ayuni

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istirahat Sejenak

Komplek Perumahan Kenari

Setelah audit panjang yang tidak jelas akhirnya Arka sampai di rumahnya dulu, rumah hadiah dari Ibu Karina saat Arka dinyatakan lulus menjadi seorang ASN Provinsi.

Arka melangkah masuk ke dalam rumah lamanya dengan helaan napas panjang. Ia sempat membayangkan akan disambut oleh debu yang menebal atau aroma pengap karena bangunan ini sudah lama ia tinggalkan sejak penugasannya ke Ibu Kota lalu ke Sukamaju.

Namun, begitu pintu utama dibuka, aroma pengharum ruangan yang segar dan lantai yang mengilap menyambutnya.

Setiap sudut ruangan tampak begitu rapi. Sofa kulit di ruang tamu sudah di vakum bersih, dan di atas meja makan sudah tersedia beberapa camilan kering kesukaannya.

Arka tersenyum tipis, ia tahu betul ini bukan sekedar inisiatif penjaga rumah biasa. Ini adalah "sentuhan tangan" seorang ibu yang sangat teliti. Arka merebahkan diri sejenak di sofa, lalu merogoh ponselnya untuk menghubungi Ibu Karina melalui panggilan video.

Tidak lama video call tersambung.

"Assalamualaikum, Ma," sapa Arka begitu wajah ibunya muncul di layar. Wajah Ibu Karina tampak lebih lega, meski sisa-sisa sembap di matanya setelah menangis mengadu pada Kakek Rajasa tadi masih terlihat.

"Waalaikumsalam, Arka. Kamu sudah sampai di rumah? Sudah makan? Mama sudah minta Pak Darman untuk membersihkan semuanya sejak kemarin. Mama tidak mau kamu pulang dalam keadaan rumah berantakan setelah seharian disiksa di kantor Provinsi," ujar Ibu Karina dengan nada protektif.

Arka terkekeh pelan, rasa lelahnya sedikit menguap. "Terima kasih banyak, Ma. Pak Darman hebat, rumah ini jadi jauh lebih bersih daripada saat Arka tinggal di sini dulu. Arka benar-benar merasa seperti pulang ke rumah."

Ibu Karina terdiam sejenak, menatap putranya dengan tatapan haru. "Maafkan Mama ya, Ka. Mama tidak bisa menahan diri untuk tidak menelepon Kakekmu. Mama tidak sanggup melihat kamu diperlakukan seperti itu oleh Papamu sendiri. Mama tahu kamu kuat, tapi Mama merasa gagal kalau hanya diam saja."

"Jangan bicara begitu, Ma," potong Arka lembut. "Justru karena bantuan Mama dan Kakek, semuanya selesai lebih cepat. Papa... beliau masih bersama Kakek?"

Ibu Karina mengangguk. "Sepertinya Kakek sedang memberi kuliah panjang untuk Papamu di sana. Biarkan saja, Papamu memang butuh diingatkan bahwa kekuasaan tidak ada artinya tanpa nurani.

Arka hanya tersenyum kecil.

"Ya sudah, kamu istirahat ya Nak.. Jangan lupa makan, Mama udah minta Pak Darman menyiapkan makan dan cemilan untuk kamu disana"

"Terima kasih banyak Ma"

Sambungan video call terputus. Arka menyimpan ponselnya ia merebahkan punggung nya menatap langit-langit sambil memijat pelipisnya sedikit.

"Sedikit tenang..." guman Arka dengan helaan nafas panjang.

***

Keesokan harinya, Arka kembali dipanggil ke kantor Gubernur, ia diminta langsung menuju ruang Kepala Kepegawaian. Arka duduk tegak di hadapan Kepala Kepegawaian yang baru saja meletakkan sebuah map biru di atas meja.

"Selamat pagi, Arka," buka pejabat tersebut dengan senyum tenang. "Setelah melalui koordinasi dengan kementerian di Ibu Kota, ada instruksi khusus untuk menarik kamu kembali ke Ibu Kota. Posisi strategis di Sekretariat Jenderal sudah menunggu. SK penugasan resmi akan menyusul dalam satu atau dua hari."

Arka tidak langsung menyentuh map itu. Ia sudah bisa menebak ini adalah langkah "Plan B" dari ayahnya. Setelah gagal menjatuhkannya lewat audit, Pak Baskara kini mencoba menyelamatkannya dengan cara yang sama-sama memaksa, menariknya ke Ibu Kota agar berada di bawah pengawasan langsung.

"Terima kasih atas tawarannya, Pak," jawab Arka dengan suara rendah namun sangat mantap. "Namun, saya menyatakan menolak perpindahan tersebut."

Kepala Kepegawaian tertegun, seolah tidak percaya ada seorang ASN muda yang menolak promosi ke pusat. "Menolak? Arka, ini adalah kesempatan langka. Karier Kamu bisa melesat lebih cepat di sana."

"Saya tahu, Pak. Tapi saya ke sini bukan untuk mengejar kecepatan karier yang instan," lanjut Arka. "Saya baru saja menyelesaikan penugasan sebagai Pj di Sukamaju. Secara administratif, saya masih terdaftar sebagai Kasubbag Perencanaan di Provinsi ini. Saya ingin kembali ke jabatan lama saya. Saya ingin naik pangkat berdasarkan prosedur, masa kerja, dan prestasi yang saya bangun sendiri dari bawah, bukan karena jalur khusus atau instruksi dari Pusat."

Kepala Kepegawaian tertegun melihat Arka.

"Saya ingin mengabdi di sini, di Provinsi. Saya merasa masih banyak yang harus saya selesaikan untuk wilayah ini, termasuk memantau keberlanjutan proyek-proyek yang sudah saya rintis di desa."

Kepala Kepegawaian hanya bisa mengangguk, memang benar apa yang diucapkan Arka, secara administratif sebelum Arka menjadi Pj Kades, ia adalah ASN di Provinsi, lalu ia sempat akan promosi ke pusat, namun saat itu karena Arka dirasa mampu membenahi Sukamaju, maka Arka ditugaskan ke Sukamaju untuk memimpin desa disana yang ditinggalkan oleh kades yang sedang menjalani masalah hukum.

Keluar dari ruangan Kepegawaian, Arka mendapati ponselnya bergetar. Sebuah pesan singkat dari ayahnya masuk.

Papa

“Segera ambil surat penugasan mu. Jangan membuat Papa malu lagi dengan menolaknya. Ini jalan terbaik untukmu.”

Arka menarik napas panjang. Ia tidak membalas pesan itu dengan amarah. Ia justru mengetik balasan yang sangat singkat namun bermakna dalam.

Arka Baskara

“Papa, biarkan Arka menjadi ASN yang berdiri di atas kaki Arka sendiri. Jika Papa ingin melihat Arka sukses, lihatlah Arka yang sekarang, Arka yang bangga dengan jabatan kecilnya di Provinsi, Arka tetap di sini.”

Tak lama kemudian, Kakek Rajasa yang ternyata masih berada di Provinsi sebelum kembali ke Desanya, menelpon Arka.

Kakek: "Kakek dengar kamu baru saja menolak tawaran ke pusat?"

Arka: "Iya, Kek. Arka harap Kakek tidak marah"

Tawa kecil Kakek Rajasa terdengar di seberang telepon.

Kakek: "Marah? Justru Kakek bangga. Kamu punya integritas yang tidak dimiliki ayahmu. Seorang pemimpin yang tidak silau oleh gemerlap kursi empuk di Ibu Kota adalah pemimpin yang sebenarnya dibutuhkan rakyat. Lanjutkan kerjamu di Provinsi, Arka. Kakek akan pastikan tidak ada lagi instruksi khusus yang mengganggu fungsimu sebagai ASN di sana."

Arka: "Terima kasih banyak Kek.."

Sambungan telepon terputus.

Arka merasa sebuah beban besar terangkat dari bahunya. Dengan keputusannya ini, ia bisa tetap memantau Sukamaju, menjaga komunikasinya dengan Pak Sugeng, dan yang paling penting, ia bisa membangun masa depannya bersama Zahwa tanpa harus terus-menerus menjadi bayang-bayang kekuasaan ayahnya.

Siang itu, Arka kembali ke mejanya yang dulu. Sebuah meja sederhana di sudut ruang perencanaan. Ia mulai membuka tumpukan berkas yang sempat ia tinggalkan. Ia sadar, perjuangan hidup yang sebenarnya baru saja dimulai perjuangan tanpa hak istimewa nama besar keluarga Rajasa.

...🌻🌻🌻...

1
Suherni 123
akhirnya up juga ya thor, sehat selalu ya
Ayuni (ig/tt : author.ayuni ): makasih kak.. 😍 terima kasih sudah selalu nunggu kelanjutannya..
total 1 replies
Suherni 123
gak lanjut thor,,,sehat kan....
Suherni 123
gak nongol nongol ini
Suherni 123
masih aman belum ada gebrakan dari Andini
Suherni 123
masih belum aman ka,,, selama Andini masih ada di sekitar mu
Suherni 123
arka kalah set sama Andini
Suherni 123
mewek...mewek😭😭😭
Suherni 123
mboh ah Ka,, kelamaan kamu keduluan Andini
Suherni 123
hmm... arka kurang tegas lah,,
Suherni 123
ada aja badai yang menerjang
Bun cie
waduh tambah runyam nih..sapie..sapie eh andini untuk ke 2 kalinya mau menghancurkan arka..
berharap zahwa bijaksana tdk termakan fitnah kejam andini
Elia Rossa
jahat banget si Andini 😠
Bun cie
duh sedih deh..2 hati yg hrsnya bersatu terhalang beda pemahaman..smoga ada titik temunya..
lanjut kak thor🙏
nanik sriharyuniati
Luar biasa
Suherni 123
agak mumet di part ini😅
Suherni 123
ayo ibu dan satukan mereka
Suherni 123
aku padamu Arka
Suherni 123
ikut deg degan juga Lo aku Bu Karina...
Bun cie
mama karina mmg top👍 bikin surprise u arka dan zahwa😍
smoga restu pak baskara segera turun
Suherni 123
lanjut,,, tetep Istiqomah pak kades banyak yang mendukung mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!