NovelToon NovelToon
RITUAL PUJON BAYI

RITUAL PUJON BAYI

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Tumbal / Kutukan / Romansa pedesaan
Popularitas:96.5k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Tiga kali mengalami kehilangan calon bayinya saat usia kandungan hampir melewati trimester pertama, membuat Ainur, calon ibu muda itu nyaris depresi.

Jika didunia medis, katanya Ainur hamil palsu, tapi dia tidak lantas langsung percaya begitu saja. Sebab, merasa memiliki ikatan batin dengan ketiga calon buah hatinya yang tiba-tiba hilang, perut kembali datar.

Apa benar Ainur hamil palsu, atau ada rahasia tersembunyi dibalik kempesnya perut yang sudah mulai membuncit itu ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27 : Lorong yang sama

Ainur bersandar pada dinding papan, berjalan mendekati pintu tidak ditutup rapat, ada celah sangat sempit.

“Baiklah, bila kesayangan kangmas sudah bertitah, bisa apa selain menurut.”

Rasanya jantung Ainur mau copot, dia kenal suara berat ini. Bulu kuduknya berdiri, merinding mendengar nada manis terlontar dari mulut dukun beraura menyeramkan.

‘Ki Ageng berbicara dengan siapa?’ mata Ainur melotot, perasaannya langsung kacau, pikiran jadi liar. ‘Mba Neng kah?’

Dia teringat kalimat bibinya, jika masih banyak rahasia tersimpan. ‘Apa salah satunya ini? Terus malam itu … benarkah mereka melakukan penyatuan?’

‘Ingat tujuanmu, Inur!’ batinnya menghardik, menyadarkan kalau hal ini bisa dicari tahu nanti. Ada hal lebih mendesak.

Ainur mengusir keinginan mau mengintip, dia melangkah terburu-buru menuruni undakan tangga dapur.

Wanita penasaran itu seperti makhluk tak kasat mata. Bergentayangan dipukul hampir tengah malam. Ainur kebingungan mencari pintu penghubung – bagian dapur terlihat biasa saja seperti pada umumnya.

Peralatan masak, tungku kayu, satu set meja makan, lemari tiga pintu sepertinya tempat penyimpanan bumbu atau stok bahan pangan. ‘Di mana pintunya?’

Matanya bergerak liar, lalu memandang lekat sepasang kepala Rusa bertanduk yang dipajang ditembok.

‘Ada yang aneh dengan pajangan itu, kenapa letaknya sangat rendah?’ Ainur mendekat, meneliti dinding bercat kayu. ‘Ada garis celah, bisa jadi ini pintu.’

Dia berjinjit, tangannya mencolok mata palsu Rusa. Sesuatu terjadi, celah hanya berupa garis tiba-tiba mulai melebar.

Ainur mundur kala pintu bergeser ke samping tanpa berbunyi. Ketika muat dilalui badannya, bergegas ia masuk.

Pintu pun kembali menutup dengan sendiri.

‘Ini benar-benar mirip lorong dalam mimpiku?’ Matanya awas memandang lorong bercahayakan lampu obor. ‘Dindingnya juga tanah … kalian disini kan, nak?’

Kaki tak beralas itu melangkah sedikit tergesa-gesa. Pada persimpangan jalan, ia berbelok ke kiri. Ainur bisa mendengar deru napasnya sendiri. Dia mundur lagi saat melihat bayangan tersorot cahaya lampu, bersembunyi di jalan bercabang, menempel erat pada dinding tanah.

“Bagaimana keadaan di dalam, apa aman?” tanya sebuah suara pria sambil berjalan mau melewati tempat persembunyian Ainur.

“Si keparat itu masih pulas, dan para bayi monster juga terlelap. Sepertinya belum menyadari adanya makanan lezat.”

Ainur menahan napas sampai dadanya sedikit nyeri, mengintip dibalik jemari menutupi wajah.

Begitu dua orang pria sudah pergi, tidak lagi terdengar derap langkah kaki – istri dari Raden Dwipangga bergegas melangkah lagi.

‘Pintu tanda silang. Ya, aku harus mencari keberadaan pintu itu.’ Ainur menyusuri lorong.

Hmmm ….

Hampir saja dirinya berteriak, beruntung tubuhnya bereaksi memberikan perlindungan. Mulut bungkam, dan gigi menggigit bibir, berakhir suara pekikannya tidak lolos. Tertahan di tenggorokan.

Meskipun takut, Ainur memberanikan diri mendekati sebuah sel diterangi lampu minyak. Pada lantai tanah – tergeletak manusia yang tubuhnya tercabik-cabik seperti dimangsa binatang buas. Baunya amis sekali – usus terpotong-potong, kepala terpisah dari badan, dan satu biji mata teronggok di bawah jeruji besi. Darah merembes masuk ke tanah.

‘Dia seorang pria. Siapa pelaku yang bisa berbuat sekeji ini?’ tanyanya sambil menekan perut agar tidak muntah.

Tidak ingin larut, takut ketahuan, sementara waktunya terbatas. Ainur berjalan lagi mencari pintu kayu ada tanda silangnya.

‘Itu dia!’ badannya bergetar, perasaan mulai tidak karuan.

Ketika berdiri didepan pintu sama persis seperti di dalam mimpinya. Berulangkali Ainur menghela napas panjang guna menenangkan perasaan kian kacau.

Ainur berjongkok, menekankan kedua telapak tangan pada tanah, demi menghindari hal-hal tak diinginkan. Lalu kembali berdiri.

Pintu kayu berserat kasar didorong – pertama yang dilihat … barisan obor menyala ditopang bambu, lalu dinding tanah bertuliskan aksara Jawa, ada juga gambar pola, hewan dan manusia yang tidak dimengerti olehnya.

Cuuppcuppp ….

Bunyi itu bergema, seperti suara bayi menghisap empeng atau tengah menyusu. Wajah Ainur berkilat, keringat dingin mulai keluar dari pori-pori kulit. Sejenak dia memejamkan mata, lalu masuk ke lorong lebih sempit daripada diluar tadi.

Huuhhh ….

Alangkah terkejutnya ia, sampai spontan menarik napas kasar. Seketika badannya menggigil, air mata jatuh dengan sendirinya. Perasaan aneh mencoba menguasai. Seperti rindu menggebu-gebu, dan kesakitan tak berujung.

Ainur memandang nanar dua anak perempuan yang salah satunya sangat mirip dengan dimimpinya. Mereka dirantai, tidur beralaskan handuk bernoda merah kehitaman, sedang mengemut gelang jari jempol dan tengah.

Ainur masih belum bergerak, jaraknya dengan batita itu terbentang lima langkah kaki orang dewasa. Ia menoleh ke seberang kanan – memandang lekat pria tak sadarkan diri, dalam keadaan polos. Ada dua borgol berantai panjang mengikat kedua tangannya, sedangkan kakinya tidak. Wesa belum sadar kalau dalam bahaya, masih pingsan.

Batita paling kecil bergerak, mencari empengnya yang terlepas dari mulut. Tiba-tiba matanya terbuka, tidak ada terlihat iris hitam, seluruhnya putih.

Grrrwww ….

Mulutnya terbuka lebar memperlihatkan barisan gigi yang semuanya runcing. Seringai keji kontras sekali dengan tubuh mungilnya.

Batita satu lagi juga terbangun. Menggeram, dalam satu kali gerakan sudah berdiri, berlari sangat kencang menuju wanita mematung.

Namun tidak berhasil menerjang, terhalang rantai membelenggu.

Gunakan naluri keibuanmu ….

Ainur teringat kata-kata Kinasih. Dia tetap berdiri pada tempatnya, seinci pun tidak bergeser. Menelan bulat-bulat rasa takut, memandang penuh kasih padahal dua sosok dihadapannya sedang menggeram layaknya hewan ini, benar-benar seperti jelmaan Monster.

Dia berlutut, merentangkan kedua tangan, tersenyum bergetar. Air matanya sudah bercucuran. Hatinya menghangat, meyakini kalau mereka adalah putri-putrinya. “Nak, niki ibu …”

Bukannya tenang, kedua batita langsung mengamuk, melompat-lompat hendak menerkam Ainur. Rantai itu tidak bisa putus, masih tersisa dua langkah kaki lagi.

ARGGH!

Suara teriakan layaknya bunyi meriam. Dinding tanah bergetar, nyala obor meliuk-liuk. Dua batita memberontak, menarik-narik rantai yang mengikat kedua kaki.

Pada saat bersamaan, Wesa mulai siuman.

Seketika Ainur panik, dia mendengar suara derap kaki, dan orang berteriak lantang.

“CEPAT PERIKSA!!!”

.

.

Bersambung.

1
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
Bu Mamik, kau bilang dungu? Dungu juga akibat ulahmu, tunggu saja kala si dungu ini menemukan serpihan otak waras nya, pembalasan terencana akan segera menghampiri dan mengoyak semua milikmu.
menghanguskan mu si paling pintar.
SENJA
enak banget ngatain dungu 😶
SENJA
ini peliharaannya bayi atau balita doang ini si dukun 😶
SENJA
susah juga balas dendam sama orang sakit jiwa pada 😶😶😶
Monica Lora
lama lama kelihatan lebih sakti mb neneng dr pd ki ageng 🤭🤭🤭
SENJA
mba neng ilmunya tinggi juga 😳
Y.S Meliana
si dungu yg skrg sdh tak dungu lg 😒😏
Ayudya
lanjut kak
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Ainur kamu jng lemah kamu hrs kuat dan hrs lbh sadis dr mereka ingat anak"mu tlh dijadikan monster oleh mereka 😱💪💪
Kaka Shanum
dungu?...kemarin mungkin iya tapi sekarang ainur jauh lebih cerdas daripada kamu bu mamiek..
FLA
ayo Inur, kali ini kau gak boleh lemah harus lebih kejam lagi dari perbuatan mereka
Ayudya
ainur kamu.u jangan sampai ketahuan ma Ki Ageng
mmh nengmuti
aki bacanya sambil tahan napas ngeriiii😱😱
Aprisya
awassss hati2 nur
Muah Gg padi
aduuh ainuuuur gmn?jgn smp ketahuan
Reni
duh Gusti OPO maneh Iki , inur metu kah
Ineke Susanti
Selalu bagus kak..
FiaNasa
kasihan anak² Ainur ini jadi alat Ki ageng
☠ SULLY
lantas hubungan yg bagaimana
Ki Ageng dgn mbak Neneng
apa hubungan badan dgn Tukiran waktu itu di ketahui Ki Ageng ??
☠ SULLY
duhh ngiluuu nyaaa . ..
untung nyawamu 1 wesa
klo bisa hidup pasti di siksa smpai monster itu puass
Ki Ageng menjadikan arkadewi
istri nya ??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!