NovelToon NovelToon
Maaf , Aku Pergi

Maaf , Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

"Kak, hari ini jadikan pulang bareng?"
"Nggak bisa, Viona lagi sakit Gue harus segera bawah dia pulang."
"Kak, boleh nggak kerumah, Aku takut Kak."
"Imlie bisa nggak, nggak usah manja Gue lagi jagain Viona di rumah sakit. Lo sendiri dulu aja ya. Kan ada pembantu Sayang. Ingat! Jangan begadang ya."
"Hiks.. Aku juga sakit Kak. Tapi mengapa dia yang selalu menjadi prioritasmu."
Anak pembawa sial, Saya nyesal udah lahirin Kamu. Kenapa bukan Kamu saja yang mati hah?"
"Ck, anak sialan. Saya muak lihat Kamu."
"Mati aja sana Li, nggak guna juga. Papa sama Mama aja udah nggak anggap Lo anak."
"Mimpi apa Gue. Punya Adik berhati busuk kayak Lo."
"Aku memang gadis pembawa sial. Aku tidak pantas hidup. Tapi, tidak pantaskah Aku mendapatkan pelukan kasih sayang itu? Hahaha siapa juga yang akan memeluk gadis pembawa sial seperti Aku."
kisah ini tentang seorang gadis yang dengan ikhlas menerima segalah kebencian yang di berikan kepadanya. ingin tahu kelanjutannya yang penasaran bisa langsung baca🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4

Happy reading<<<<<<<

<

 

"Oke deh, tapi jangan lama." ujar Imlie. Dan Aryan tak menjawab hanya fokus mengendarai motornya sambil mengelus punggung tangan Imlie di perutnya.

"Gue tau Lo lagi cemburu Sayang. Jadi, Gue harus kaya gini biar Lo nggak menjauh dari Gue. Salah sendiri cemburu sama Viona gadis yang udah Gue anggap Adek Gue. Apapaun yang terjadi Lo hanya milik Gue hanya milik Gue dan tetap jadi milik Gue, Gue nggak bakal lepasin Lo." batin Aryan.

Padahal tak tau sikapnya ini sangat membuat Imlie muak dengan terus memprioritaskan Viona. Apalagi kadang kadang juga mempermalukan Imlie. Apa pantas di sebut sebuah cinta indah?

Brrrum bruuuuum

Aryan dengan tiba tiba langsung menancap gas.

"Aaa... KAK." kaget Aryan dan Aryan terkekeh pelan dan kembali menancap gasnya lagi membuat pelukan Imlie semakin erat.

"Kenapa hmm?" tanya Aryan pelan yang masih di dengar Imlie karena kuping dan pipinya menempel di bahu Aryan.

"Kak, iiih pelan pelan. Nanti kita jatuh." kesal Imlie.

"Siapa Lo nyuruh nyuruh Gue." canda Aryan.

"Gembel." jawab Imlie asal.

"Heheheh." kekeh Aryan pelan dan memelannkan laju motornya.

Setelah melewati perjalanan yang memakan waktu 20 menit akhirnya mereka sampai di apartemennya Aryan.

"Alhamdulillah." batin Imlie.

"Sini." ujar Aryan hendak membantu Imlie membuka helmnya.

"Aku bisa sendiri. Aku nggak manja kaya Viona." kesal Imlie.

"Masih kesel, hmm?.... Sayang! Udah Gue bilang kan jangan cemburu sama Viona. Dia itu udah Gue anggap Adik." jelas Aryan gemes dengan gadisnya ini yang lucu kalau cemburu.

"Bodoh amat." kesal Imlie dan Aryan mengusap kepala gadisnya ini.

Tak lama Aryan langsung menggandeng tangan Imlie untuk masuk dan menaiki Lif.

Ya, memang di apartemen Aryan ini, cuman Imlie satu satunya wanita setelah Mamanya Aryan yang di perbolehkan datang ke apartemen ini. Viona pun tidak.

Ceklek

"Aku nggak mau masuk Kak." ujar Imlie.

"Kenapa hmm? Takut Gue apa apain?" goda Aryan membuat Imlie melotot dan menggeleng keras.

"Bu-kan gitu Kak. Tapi, takut terjadi fitnah aja. Kata Kakek nggak boleh perempuan dan laki laki berada di tempat yang sepi Kak." ujar Imlie yang sudah beberapa kali menceramahi Aryan ketika di ajak ke apartemennya. Ujung ujungnya Aryan mengalah dan mengantarnya pulang. Tapi, kali ini Aryan ingin egois dia butuh tangan lembut gadisnya untuk mengusap rambutnya.

"Nggak akan." jawab Aryan masih menatap intens gadisnya yang nampak gelisah, dia tau gadis di depannya ini gadis baik baik. Nggak kaya wanita di luar sana yang rela memberikan tubuh mereka padanya.

"Inilah mengapa Gue Sayang sama Lo." batin Aryan.

"Kak, tapi...."

"Nurut, atau apa yang Lo cemasin itu bakal Gue kabulin." jawab Aryan dan Imlie langsung diam. Mengikuti langkah kaki Aryan.

"Masuk." perintah Aryan pada Imlie yang masih terpaku melihat isi apartemennya.

"Hah? Ini kan udah masuk Kak?" tanya Imlie.

"Ke kamar Sayang." ujar Aryan sembari melepas baju seragamnya dan menyisahkan baju kaos hitam lengan pendek yang mencetak tubuh atletisnya.

"Bu-at apa? Nggak mau Kak. Nanti kalau di pergoki gimana? Masa cowok masuk kamar cowok sih."

"Nanti gue tanggung jawab." ujar Aryan.

"Tanggung jawab apa?" tanya Imlie yang belum konek.

"Halalin Lo." bisik Aryan kemudian mengecup pipi gadisnya. Wajah Imlie langsung berubah memerah.

"Sana, masuk.. Pakaian Lo di lemari." ujar Aryan mendorong pelan Imlie ke kamarnya kemudian pergi menuju dapur untuk membuat makanan untuk gadisnya.

"Ck, Gue jadi deg degan. Tapi, Gue nggak boleh GR. Karena Gue tau mungkin besok dia akan kembali lagi menjadi seperti biasa. Yaitu Viona prioritasnya." batin Imlie yang memang sudah paham dengan sikap Aryan.

"Gue cuman benar benar di perhatiin, saat dia cemburu." batin Imlie, Ya memang sikap Aryan ini karena cemburu dengan Imlie yang dekat dengan Pria yang di kantin itu.

Setelah mandi dengan handuk yang di lilit di tubuhnya. Imlie menuju walk in closet dengan seragam yang dia bawah untung saja dia sudah mengunci pintunya.

"Eh, sepertinya Gue pakai pakain seragam Gue aja deh. Takut banget kalau pulang di marahin sama Papa dan Mama." batin Imlie dan memakai kembali seragamnya. Dan baru membuka lemari pakaian kemudian di buat terkejut dengan apa yang dia lihat seluruh pakaian dengan ukuran yang pas di tubuhnya dia gantung dengan rapi.

"Hah? Sejak kapan Kak Aryan mengantar semua ini?" batin Imlie kemudian menutup lemari itu dan perjalan keluar kamar.

"Kak." panggil Imlie pada Aryan yang sedang menata makanannya.

Aryan menoleh "Kenapa nggak ganti pakaian?" tanya Aryan menarik tangan Imlie untuk duduk di sebuah kursi.

"Takut aja Kak, nanti kalau pas pulang nanti di marahin Mama dan Papa. Karena sudah berganti pakaian." ujar Imlie.

"Nggak mau pake buat sementara dulu? Biar nggak gerah?" tanya Aryan.

"Kan ada Ac Kak." jawab Imlie dan Aryan mengangguk.

Karena cemburu dengan Imlie yang dekat dengan Pria yang di kantin itu.

Setelah mandi dengan handuk yang di lilit di tubuhnya. Imlie menuju walk in closet dengan seragam yang dia bawah untung saja dia sudah mengunci pintunya.

"Eh, sepertinya Gue pakai pakain seragam Gue aja deh. Takut banget kalau pulang di marahin sama Papa dan Mama." batin Imlie dan memakai kembali seragamnya. Dan baru membuka lemari pakaian kemudian di buat terkejut dengan apa yang dia lihat seluruh pakaian dengan ukuran yang pas di tubuhnya dia gantung dengan rapi.

"Hah? Sejak kapan Kak Aryan mengatur semua ini?" batin Imlie kemudian menutup lemari itu dan perjalan keluar kamar.

"Kak." panggil Imlie pada Aryan yang sedang menata makanannya.

Aryan menoleh "Kenapa nggak ganti pakaian?" tanya Aryan menarik tangan Imlie untuk duduk di sebuah kursi.

"Takut aja Kak, nanti kalau pas pulang nanti di marahin Mama dan Papa. Karena sudah berganti pakaian." ujar Imlie.

"Nggak mau pake buat sementara dulu? Biar nggak gerah?" tanya Aryan.

"Kan ada Ac Kak." jawab Imlie dan Aryan mengangguk.

"Makan." titah Aryan.

"Kakak nggak makan?" tanya Imlie setelah sepiring nasi goreng berada di depannya.

"Gue udah makan." jawab Aryan kemudian duduk di samping kursinya Imlie dan mengambil alih sepiring nasi goreng itu.

"Biar Aku aja Kak." ujar Imlie.

"Nurut." ujar Aryan dan akhirnya Imlie membuka mulutnya.

"Koakak ngak mwakwan?" tanya Imlie berbicara dengan tidak jelas karena mulutnya penuh dengan makanan. Aryan gemus sendiri di buatnya.

"Habisin dulu baru ngomong." ujar Aryan.

"Kakak nggak makan?" tanya Imlie setelah minum.

"Sudah."

"Loh, Kakak makannya di sini tadi? Tapi, kok cepat?"

"Bukan di sini."

"Terus di mana?"

"Di restoran."

"Sama Viona?"

"Hm."

"Ooh." akhirnya Imlie mengangguk saja sudah jadi kebiasaan mereka suka makan bareng juga.

"Cemburu?" tanya Aryan

"Nggak." jawab Imlie

"Buku mulutnya." titah Aryan dan Imlie melanjutkan makannya. Setelah selesai sesi makannya Imlie dan Aryan duduk di sofa sambil menonton film doraemon. Sedangkan Aryan menaruh kepalanya di pangkuan Imlie.

Tangan Imlie sejak tadi mengelus kepala Aryan lembut sehingga Aryan merasa nyaman dan memejanjkan matanya.

"Kak, andai aja Kakak seperti ini terus, mungkin Aku bakal jadi orang yang paling bahagia, tapi sayangkan semuanya nggak semudah itu, mungkin besok atau semenit kedepannya dia bakal berubah lag…….

Dreet dreet

Telfon berbunyi Imlie hendak mengangkatnya dan tapi kalah cepat dengan Aryan.

"Ssshhh… Oke, dengarín Aku. Kamu yang sabar, Aku bakal ke sana sekarang." selesai menutup telfon itu, Aryan langsung bangkit dan memakai jaketnya yang di padukan dengan celana seragam yang belum di lepas.

"Mau kemana Kak?" tanya Imlie.

"Viona perutnya sakit, dan sopir Gue sedang ke bengkel karena motornya mati. Dia lagi datang bulan jadi…..

"Tapi, apa nggak bisa di biarin aja Kak Kak? Kan nanti dia bisa naik taksi." ujar Imlie yang sudah muak, dia tau Viona berbohong karena tadi sahabat sahabatnya lihat sendiri kalau sopir yang dikirim Aryan nggak mau di naik. Dan pasti ini rencananya Viona biar Aryan nggak berduaan sama Imlie.

"Nggak bisa Li. Gue harus pergi ia tanggung jawab Gue."

"Kalau Aku nggak mau Kakak pergi gimana ?" ujar Imlie mengetes Aryan.

"Tanpa sepertujuan Lo, Gue tetap pergi." ujar Aryan yang sudah kesal.

"Tapi, Aku butuh Kakak di sini."

"Tapi Viona lebih membutuhkan Gue Imlie. Lo jadi wanita harus punya rasa simpati dong sama Viona. Dia sedang sakit Imlie." bentak Aryan langsung.

"Tapi, Aku juga butuh Kakak. Aku pacarnya Kakak bukan Si Viona itu Kak. Kenapa sih dia selalu saja yang di pentingin dan diapun bisa memesan taksi kenapa repot pot menelfon Cowok orang. Jangan terlalu dimanjain Kak. Aku aja…

"IMLIE, TUTUP MULUT KECIL LO ITU." marah Aryan dan mencekik lehernya Imlie.

"K-ak, le-pasin." ujar Imlie terbata bata.

"Udah berani ya Lo. Ngomong kasar kaya gitu, siapa yang ngajarín Lo hah?" marah Aryan.

Setelah bebas dari cengkaraman Aryan Imlie pun menatap Aryan dengan sorot tatapan kecewa bercampur marah.

"Siapa yang ngajarín Lo, hah?" bentak Aryan lagi.

"Nggak ada siapun yang ngajarín Aku. Tapi, sikap Kakak yang sudah mengajari Aku." teriak Imlie.

"Pelanin suara Lo jajang." marah Aryan lagi lagi menyakiti hati Imlie.

"Gue bukan jalang Aryansyah." marah Imlie yang sudah pakai Lo-Gue.

"Lo makin hari makin ngelawan Gue ya." ujar Aryan.

"Asal Lo tau Krafina, Viona itu adalah orang yang penting dalam hidup Gue. Dia datang lebih dulu ke hidup Gue dari pada Lo. Jadi, jaga ucapan Lo." ujar Aryan tajan dan menusuk tapi tidak membuat Imlie gentar karena sudah tersulut nosi.

"KALAU DIA PENTING, KENAPA NGGAK LO PACARIN AJA SANA." teriak Imlie membuat Aryan mengepalkan tangannya dan menatap Imlie dengan sangat tajam.

"IMLIE." bentak Aryan dan hendak mendekati Imlie tapi Imlie menjauh.

"Lain kali, Gue nggak mau dengan kata I*knat itu keluar dari bibir manis Lo ini.. Lo perlu tau Gue nggak bakal lepasin Lo. Tanamkan dalam pikiran Lo itu kalau Lo hanya milik Gue." ujar Aryan dingin.

"Le-pasin Gue." ujar Imlie. Ingin sekali Aryan menghukumnya tapi dia ingin ke nah sakit.

"Tunggu Gue pulang jangan coba coba kabur dari sini." ujar Aryan.

"Viona dia berbohong, dia nggak sak..."

"Diam." desis Aryan kemudian menggendong Imlie ke sofa dan pergi dengan cepat setelah pintu apartemen itu terkunci otomatis.

"LO JAHAT ARYAN, LO JAHAT. GUE BENCI LO, GUE BENCIIII SAMA LOO. Tapi, kenapa rasa benci itu sama besarnya dengan rasa cinta Gue ke Lo.." ujar Imlie yang memelan.

"Gue tau tatapan tadi tatapan nburu Kak." lirih Imlie mengingat raut wajah dari Aryan setelah mendengar seorang Pria yang menelfon menggunakan hpnya Viona.

"Aku jadi ragu, apa cinta yang Kau berikan benar benar tulus, ataukah hanya sekedar obsesi? Yang sewaktu waktu akan menghancurkan Kita. Jangan salahkan Aku jika berfikir seperti ini karena Kamu lah yang memicu praduga ini."

"Hiks, miris banget ya nggak keluarga nggak Cowok semuanya sama, setidak penting itukah Aku?"

1
Indah Puspia Sari
peran cewek terlalu bodoh kak,
Sari Nilam
mmg ada ya ibu kandung sejahat itu? kk2 dan ayahnya juga ?lha mendingan imlie ade kandungnya abian aja. sedihlah duanggap pemawa sial
Padang Lua
kapan ubdatenya
Aliya sofya Putri: sabar ya kak aku masih nyelesain novel aku yang berjudul Antara cinta atau balas dendam
total 1 replies
Aliya sofya Putri
maaf ya kak kalau novelnya kurang memuaskan
falea sezi
novel pret
falea sezi
novel jelek
falea sezi
novel apaanmenye menye gini
falea sezi
kabur jauhh anjing
falea sezi
pergi jauh oon
falea sezi
cwek lemah menye menye
falea sezi
pergi jauh imli trs cari krja gpp susah asal bahagia bebas dr manusia toxic
Thuty Natasya
seperti gk asing ceritanya🤭
Adek Denu
upp dong thor😍
Aliya sofya Putri: oke tapi jangan lupa like ya🙏🙏
total 1 replies
Nadia Ulfani
karakter ceweknya terlalu menye menye, gasuka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!