NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA 2 YAAW 2026 PERIODE 1 🏆

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Hari Minggu selalu terasa lebih damai di rumah itu. Cahaya matahari yang masuk malu-malu lewat jendela dapur dan suara burung yang bertengger di pagar belakang.

Azalea sudah sibuk sejak pagi. Di dapur, ia mengikat celemek sederhana, rambutnya tertutup rapi oleh jilbab. Tangannya cekatan menyiapkan bahan-bahan. Tepung, telur, daun bawang, daging cincang, semuanya ditata rapi di meja.

“Aromanya sangat enak,” gumam Azalea sendiri sambil tersenyum.

Erza dan Elora mondar-mandir di depan dapur seperti dua anak kucing kelaparan.

“Mommy bikin apa?” tanya Elora sambil berjinjit.

“Martabak telur,” jawab Azalea lembut. “Sama jus lemon.”

“Mmm!” Erza mengusap perutnya berlebihan. “Aku bisa makan tiga!”

Azalea tertawa kecil. “Pelan-pelan. Mommy bikin banyak.”

Hari itu Enzo ada di rumah. Ia duduk di ruang keluarga, membaca koran, tetapi sejak aroma masakan menyebar, matanya tak lagi fokus pada tulisan. Sesekali ia melirik ke arah dapur.

Tak lama kemudian, Azalea menyajikan martabak telur di meja makan. Warnanya keemasan, potongannya tebal, aromanya menggoda. Jus lemon dingin dituangkan ke dalam gelas-gelas bening.

“Ayo, sarapan,” kata Azalea sambil tersenyum.

Erza dan Elora bersorak kecil. Mereka makan dengan lahap, sampai mulut mereka penuh.

“Enak banget!” seru Elora.

“Ini martabak terenak di dunia!” tambah Erza tanpa ragu.

Azalea hanya tersenyum, menikmati pemandangan itu. Namun tanpa ia sadari, Enzo ikut duduk dan mengambil potongan martabak.

“Mas,” panggil Azalea refleks.

“Hm?” Enzo sudah menggigit.

Matanya sedikit membulat. “Ini … enak.” Kalimat itu keluar begitu saja, jujur, tanpa dibuat-buat.

Erza langsung protes. “Daddy jangan makan banyak-banyak! Itu punyaku!”

“Daddy cuma ambil satu saja,” sanggah Enzo, lalu mengambil satu lagi.

Elora ikut berebut. “Itu punya Elora!”

Azalea tertawa melihat pemandangan langka itu, seorang ayah berebut cemilan dengan anak-anaknya.

“Sudah, sudah,” kata Azalea sambil mengangkat tangan. “Mas mengalah dulu, ya.”

Enzo menoleh. “Ish, aku kan masih ingin makan,” gumamnya.

“Aku akan buatkan martabak telur khusus untuk Mas,” jawab Azalea ringan.

Erza dan Elora langsung bersorak. “Yaaay!”

Enzo terdiam sesaat. “Apa tidak merepotkan?” tanyanya.

Azalea menggeleng. “Tidak. Aku senang memasak.”

Dari tatapan matanya ada ketulusan di sana. Bukan kewajiban atau paksaan.

Enzo mengangguk pelan. “Ma-ka-sih.”

Azalea tersenyum lembut. Dulu, kata itu tidak pernah keluar dari mulutnya. Dia berharap Enzo seperti anak-anak yang sudah mulai terbiasa mengucapkan "terima kasih" dan "maaf" jika salah.

Azalea kembali ke dapur. Ia menyiapkan adonan baru, menyalakan kompor, dan menuang sedikit minyak ke teflon.

Tak lama kemudian, langkah kaki terdengar di belakangnya. Enzo berdiri di ambang dapur, menyandarkan tubuh pada kusen pintu.

“Kamu tidak capek?” tanya pria itu.

Azalea menoleh sekilas. “Tidak.”

Enzo melangkah masuk. “Aku mau lihat prosesnya.”

Azalea mengernyit heran. “Kenapa?”

“Biar tahu higienis atau tidak,” jawab Enzo datar.

“Aku tidak mau perutku dan perut anak-anak kemasukan makanan buruk.”

Azalea tersenyum kecil. “Tenang saja. Aku masak dengan bersih.”

Enzo mengangguk, lalu berdiri di samping kabinet dapur. Posisi mereka terlalu dekat.

Azalea sampai bisa mencium aroma parfum maskulinnya, lembut, tidak menyengat. Ia menuang adonan ke teflon, menaburkan isian, lalu melipatnya dengan cekatan.

“Dulu Jasmine juga suka masak?” tanya Enzo tiba-tiba.

Azalea terdiam sesaat, lalu mengangguk. “Iya. Kak Jasmine suka masak untuk orang yang dia sayangi.”

Enzo menelan ludah.

Azalea hendak mengangkat martabak dari teflon. Tangannya bergerak cepat, fokus. Namun, pada saat yang sama, Enzo reflek meraih sisi teflon.

“Mas, jangan—!”

Terlambat.

“Tss—!” Enzo tersentak. Tangannya mengenai martabak yang masih panas.

Azalea panik. Ia menjatuhkan spatula dan spontan menarik tangan Enzo. “Mas! Kamu kenapa sih!” suaranya bergetar.

Kulit jari Enzo memerah.

Tanpa berpikir panjang, Azalea mengangkat tangan itu dan mengemutnya. Gerakan itu refleks seperti seorang ibu yang biasa menenangkan luka kecil anak-anaknya. Namun, ini bukan tangan anak kecil. Ini tangan Enzo.

Enzo membeku. Napasnya tertahan. Dia merasakan bibir Azalea yang lembut dan lidah yang hangat.

Azalea juga terdiam. Baru beberapa detik kemudian ia sadar apa yang ia lakukan. Ia hendak melepaskan, tetapi sudah terlambat.

Mata mereka bertemu. Jarak mereka begitu dekat.

Sorot mata Enzo berubah, tidak lagi dingin, tidak lagi kosong. Ada sesuatu yang bergerak pelan di sana. Sesuatu yang selama ini terkunci.

Azalea bisa mendengar detak jantungnya sendiri. “Ma—maaf,” bisiknya akhirnya, melepaskan tangan Enzo dengan cepat. Wajahnya memanas. “E, tadi itu ... aku refleks.”

Enzo masih menatapnya. Tangannya masih tergenggam di udara, seolah kehilangan sesuatu. “Tidak apa-apa,” katanya pelan. “Aku juga kaget saja.”

Hening menyelimuti dapur. Hanya suara martabak yang masih mendesis pelan di atas teflon.

Azalea buru-buru membalik martabak, mencoba menutupi kegugupan. “Martabaknya hampir gosong,” ucapnya, berusaha terdengar normal.

Enzo mengangguk, lalu melangkah mundur sedikit. Namun sebelum pergi, ia berkata lirih, “Terima kasih.”

Azalea menoleh. “Untuk apa?”

“Untuk hal-hal kecil,” jawab Enzo. “Yang selama ini tidak pernah aku rasakan lagi.”

Kalimat itu menancap di dada Azalea.

Setelah Enzo keluar dari dapur, Azalea bersandar sejenak pada meja. Tangannya masih bergetar.

Dua hati yang sama-sama pernah hancur baru saja disentuh oleh kehangatan yang tak disengaja dan tak bisa lagi diabaikan.

Dan tanpa mereka sadari, dari martabak telur yang sederhana, sebuah perasaan mulai tumbuh secara pelan, hangat, dan semakin sulit disangkal.

1
Someone
💪💪
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah inilah kenapa jangan makan uang haram, atau ngambil suami orang, jadi nggak berkah kan idup nya 🙏☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah setidaknya lea dr keluarga baik2 bukan hasil anak gundik yg ngerebut kebahagiaan keluarga orang kayak yg ngatain 🙏🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bayangin aja udah sejahat apa dia sm lea tp suami nya lea mutasi dia aja masih baik banget di boyong se-nadia & nadin nya 😊
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
udah kalah di duit kalah juga dr dia ngetreat lea di masalalu, kok bisa semantep itu ngajak rujuknya wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kenapa ada manusia manusia modelan begini di muka bumi ini sih wkwk suka banget ngasih kesimpulan dr apa yg di liat trus di omong2in ke orang2 😩 capek2 di buat dr debu sm Tuhan masa fungsi nya cuma ghibah 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ih makasih lho mbak nad udah ngambil cowo medhit nan kikir ini wkwk kalo bisa jangan di lepas ya biar jd ladang pahala mbak nad seumur hidup biayain laki medhit ini 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
sumpah ini kalo enzo ketemu sm reza pasti otak dia bayangin sekecil apa punya reza 🤣😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
random sih tp lucu banget "berdiri mami elsa yg duduk di kursi roda" 😅 bayangin berdiri sambil duduk 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ternyata oma elsa kalo waras bijak banget, bangga deh oma 😊
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
paham sih enzo ngalamin kayak birthday blue karena ngingetin dia sama hr kematin mendiang isteri, tapi di sisi nya si anak dia juga berhak di rayakan walapun hr lahir nya juga harus membersamai hr meninggal nya ibu nya, toh ga ada manusia di dunia ini yg pengen hr lahirnya juga jd hari kematian orang yg di sayang 🙂🙏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Aah i see, dia jd trauma sama orang2 dr kampung atau di anggap miskin karena di anggap selalu jadiin "nikah sm orang kaya" sebagai jalan pintas bahkan sampe jd simpenan. Tapi semoga di bisa liat ketulusannya lea sama keluarga dia ☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
yeee bilang aja situ medhit, orang isteri sendiri masa di bilang numpang hidup 😒 lah ibu mu juga numpang idup dong dr bapak mu 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oalah pantesan, akhirnya terjawab sudah pertanyaan ku wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah jd beneran mertua nya jasmine sm adek nya jasmine ga kenal? 😅 penasaran banget pas nikahan dulu emang si jasmine ga ngenalin keluarga nya apa gimana
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kok kenalan lagi sih emang pas kakak lu dilamar sampe nikahan ni keluarga ga saling kenalan kah? 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
hah gimana sih bukannya ini mama mertua nya jasmine kakak nya lea kan? emang dia pas nikahan jasmine sm enzo ga ketemu sama keluarga menantu nya sampe adek dr menantu nya ga ngenalin? 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo emang si reza sama nadia selingkuh ya udahlah ya tapi masalahnya ini dia pake jabatan nya dia buat bikin orang yg ga ada masalah personal sm dia jd ga bisa kerja, bener2 ya 😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
biarin aja bude, coba dia ganti isteri pengen tau rejeki nya masih sama apa enggak 😏 kata orang kan beda pasangan beda rejeki, nah kalo habis ini dia kere brati bener doa isteri nya yg bikin rejeki dia deres 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
e paijo satu muka bumi juga tau kalo cari yang susah, kalo gampang ga ada yg ga bisa sekolah, penggangguran juga ga bakal banyak lagian ngatain diam di rumah lu pikir ibu lu yg sakit itu yang ngurusin siapa? lelembut kah, jelas2 isteri nya ngurusin orangtua ni laki gemblung 😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!