Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Pram sangat tidak terima begitu mendengar kabar dari ayah tirinya, bahwa keluarga Barack telah membatalkan perjodohan dia dan Bianca.
Yang membuat dia semakin marah setelah mendengar Bianca akan menikah dengan Dylan, seorang tukang galon yang telah membuatnya malu karena dia salah mendiagnosa.
"Brengsek! Bisa-bisanya dia lebih memilih menikah dengan tukang galon itu dari pada aku?" Amarah Pram meledak. Lagi-lagi Dylan telah membuatnya sangat merasa terhina.
Hari itu juga dia segera datang ke kantor utama Barack Group untuk menemui Bianca.
"Bianca, kamu tidak bisa membatalkan perjodohan kita begitu saja. Selama bertahun-tahun aku setia menunggu kamu. Tapi ini balasan kamu?" protes Pram setelah bertemu dengan Bianca di ruangan direktur.
Bianca menanggapinya dengan nada datar, "Aku tidak pernah menyuruh kamu untuk menungguku. Dan aku juga tidak pernah bilang bersedia untuk dijodohkan dengan kamu. Jadi jangan merasa dirimu korban."
"Tapi kenapa kamu harus menikah dengannya? Dia itu hanya tukang galon. Apa kamu tidak malu menikah dengan pria seperti itu?" tanya Pram dengan nada penuh amarah.
"Untuk apa aku malu? Dia sangat tampan, pekerja keras, dan juga pria baik-baik. Tidak ada yang perlu aku sesali. Justru di dunia ini mencari pria seperti itu sangat sulit."
Jawaban dari Bianca semakin membuat Pram murka. Untuk pertama kalinya dia mendengar Bianca memuji seorang pria.
Pram sama sekali tidak tahu, di dunia ini pria berinisial D memang tidak pernah mengecewakan.
Kemudian, Bianca berkata dengan nada serius. "Setelah aku menikah dengan Dylan. Aku ingin dia bekerja di Rumah Sakit Pratama."
Pram sangat terkejut mendengarnya. "Jangan bercanda, Bianca. Bagaimana mungkin akan mempekerjakan tukang galon disana. Kamu tahu sendiri kan Rumah Sakit Pratama telah menjadi rumah sakit terbesar di negeri ini? Aku tidak ingin membuat reputasi rumah sakit hancur begitu saja."
Bianca menatap tajam pada Pram, "Jika aku ingin membuat Rumah Sakit Pratama hancur, aku pasti akan bilang bahwa rumah sakit tersebut telah dipimpin oleh seorang direktur yang mendiagnosa penyakit pasien secara asal-asalan."
Pram berusaha menahan emosi. Dia tidak ingin bermasalah dengan Bianca. Dia pasti akan mencari cara untuk bisa mendapatkannya. "Tapi aku tidak bisa mempekerjakannya, Bianca."
Bianca bertanya dengan nada mengancam, "Kalau begitu kamu pilih, akan mempekerjakan dia di Rumah Sakit Pratama atau aku akan menarik semua sahamku disana?"
Pram sangat terkejut mendengarnya. Dia benar-benar tidak mengerti, hanya demi membela seorang tukang galon, sampai Bianca rela memutuskan kerja sama perusahaan mereka. Sebesar itukah cinta Bianca pada pria miskin itu?
...****************...
Sinta yang habis belanja sayuran di warung, dia segera masuk ke kamar Niken yang sedang bersiap untuk berangkat bekerja.
"Niken, apa kamu sudah mendengar gosip tentang Dylan?" tanya Sinta dengan wajah yang tampak sangat terkejut.
Setelah ayahnya Niken meninggal, Dylan telah memutuskan untuk tinggal berpisah dengan keluarganya Sinta, karena dia tidak nyaman dengan perlakuan Sinta kepadanya. Karena itu, Dylan mencari rumah kontrakan yang masih satu wilayah dengan Niken. Jadi, wajar saja jika para tetangga tahu tentang Dylan.
Niken yang sedang memakai make up pada wajahnya, balik bertanya dengan nada santai, "Gosip tentang apa, Bu?"
"Mereka bilang Dylan akan segera menikah."
Jawaban dari ibunya membuat Niken langsung terpaku.
Selamat menunaikan ibadah puasa juga yaa buat othor..
Semoga masih diberi kesehatan dan usia yang berkah..
Bisa kagak sih otaknya lempeng dikit biar tetap eling 😅...
Memangnya Bianca mengajakmu ke kamarnya buat ngapain...
Dia sekedar mau bilang jangan sampai salah masuk kamar, kalau nasibmu masih pengen hidup lebih lama Dy 😅😅..
Seru juga kalau dihadirkan pihak ketiga ala khodamnya mereka berdua yang ngereog 😅😅...
Tentu lebih berpengalaman bin friendly 😅😅....
Harap maklum inner child mereka berdua masih terbawa sampai dewasa /Sob/...
Ada satu kepingan puzle tidak sempurna bahkan hilang yang seharusnya melengkapi masa kecil mereka 🤧...
Bagian yang bilang itu baru ditemukan setelah mereka dewasa...
Meski mereka berdua belum menyadarinya...
Enaknya dimulai dari mana dulu Dy 😅...
Dia punya mata lhoo Bi, makanya memanfaatkan kesempatan dalam kelonggaran melihat dirimu 😅😅...
Mbok yang manis gitu lhoohh sama suami 😅...
Ini bukan kisah tentang Cinderella yang kehilangan sepatu kaca /Sob//Facepalm/..
Jangan2 sandal jepitnya jadi mahar juga 😅😅..
Atau malah seserahan untuk mempelai perempuan 😅😅😅😅...
Biar anti mainstream /Sob/...
Buruan pamerin ke Yoga tapi jangan pamer ke Author DF_14 😅...
Buruan tobat giihh sebelum pindah alam /Sob/...
Mumpung masih ada kesempatan dalam kelonggaran...
Dengan tidak memilih Pram sebagai calon menantu, telah menyelamatkan jalan hidup Bianca di masa depan..
Sekaligus melindungi aset Keluarga Antonio 🙌...
Dylan kandidat calon suami yang mendekati kriteria paling sempurna diantara yang lain...
Dan perlu diingat rival terpilih adalah putra kandung semata wayangmu Bob 👌...
Sempatnya jadi stalker ...
Jangan suka ingin tahu urusan orang lain, itu bisa membu-nuhmu 🤸♀️...
Sebatas mantan yang harus dibuang di tempat sampah yee 😝...