Area 21 +
Rasa kecewa tak bisa terbendung lagi bagi kedua orang tua Alana kala mengetahui dirinya tengah hamil di luar nikah.
"Katakan sama papi, siapa laki laki itu. Kalau kamu tidak ingin memberitahu. Papi akan cari tahu sendiri. Dan kamu tentu tahu bagaimana dengan mudahnya papi mencari. Papi hanya ingin kamu jujur saat ini." Tekan papi Wibowo menatap putrinya yang menangis tersendu sendu. Alana meragu.
~~~~~~~
Alana tak menyangka karena rasa cinta yang begitu sangat dalam membawa nya kejurang yang salah.
Dia harus mengandung tanpa seorang suami di sisinya. Alana memutuskan pergi meninggalkan tanah air tanpa memberitahu anak yang di kandung nya pada ayah biologis.
Alana juga berusaha untuk membuang rasa cinta nya, pada pria yang merupakan cinta pertamanya itu. Pada sepuluh tahun kemudian, Alana memutuskan untuk kembali ke tanah air dengan status yang berbeda.
Bukan single mom.
Tapi sebagai seorang istri dan memiliki seorang putra.
Alana menikah dengan pilihan orang tua nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hee_Sty47, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 22
***
Rayan keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sudah segar. Dia mengedarkan pandangan dengan tangan nya yang bergerak mengeringkan rambut nya yang masih basah, ia menatap kamar itu tak ada Alana di dalam sana.
Pria itu menghela nafas berat, terdiam sesaat hingga ia memutuskan melangkah ke walk in closet.
Sampai di dalam sana, ia tercenung saat melihat setelan baju santai nya sudah di siapkan Alana di atas kabinet island .
Dalam keadaan kesal , Alana masih mau menyiapkan untuk dirinya.
Terlihat jelas bagaimana ia mengusir Alana tadi untuk pertama kalinya, meski pada akhirnya ia menyesalinya juga.
Wanita itu terlihat sekali sedang menahan tangis nya. Kedua mata Alana memerah.
Rayan jadi begitu menyesal sekarang, namun di sisi lain dia juga masih merasa kesal.
Sementara di bawah, Alana sedang menikamati sarapan bubur yang di belikan oleh Kevin dan juga suami nya.
Meskipun tak begitu selera, namun Alana harus tetap mengisi perut nya yang kosong jika tidak ingin asam lambungnya kumat. Dan berakhir drop.
Karena mood nya sudah hancur, Alana memilih membereskan sisa makannya. Dia tak dapat menikmati bubur itu dengan baik. Yang terpenting sudah masuk beberapa. Jadi perutnya tidak kosong kosong amat.
Alana melangkah menaiki anak tangga satu persatu untuk kelantai dua.
Tiba di atas Alana membuka pintu balkon dia keluar guna menatap langit yang menampakan gelap nya.
Mendung.
Sepertinya hujan akan datang.
Wanita itu memilih duduk di salah satu kursi. Menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya perlahan.
***
Hubungan Rayan dan Alana yang saling diam diaman sudah hampir seminggu ini.
Empat hari yang lalu Alana bahkan memilih tidur di kamar tamu. Dan Rayan hanya diam tak menahannya.
Dan sudah dua hari ini Rayan tak pulang, lantaran sedang keluar kota. Selama itu juga Rayan tak ada memberi kabar pada nya. Bahkan pergi saja Rayan tak pamit pada Alana.
Alana mencoba tidak memusingkan hal itu , meski demikian hatinya di landa kegelisahan.
Memiliki ego nya yang tinggi membuat nya mempertahankan keterdiaman nya pada sang suami . Dan enggan untuk mengajak Rayan berbicara lebih dulu . Lantaran pria itu juga sama sekali tak menegurnya.
"Mom." Alana menoleh ke samping menatap putranya yang kali ini menatap ke arah nya. Seperti ada hal yang ingin di sampaikan putra nya itu.
"Kenapa boy?" Tanya Alana
"Mommy marahan ya sama daddy?" Tanya Kevin pelan. Terlihat sedikit keraguan di balik tatapan sang putra. Mungkin lebih tepat nya tak enak hati.
Anak sembilan tahun itu tentu sudah sangat mengerti dengan apa yang terjadi antara Rayan dan Alana.
Keterdiaman keduanya nampak jelas terlihat. Namun Kevin memilih diam, lantaran menurut Kevin itu masalah orang dewasa.
Dan seorang anak tentu tidak boleh ikut campur, apalagi dia masih terbilang anak kecil.
Alana mengigit bibir bawah nya. Dia lupa jika ada Kevin di antaranya dan sang suami.
Tentu putra nya itu akan mengetahui perubahan sikap Rayan dan dirinya.
"Ya. Daddy kamu diamin mommy. " Akhirnya Alana mengatakan nya. "Ya sudah mommy diamin balik." Aku Alana yang terdengar nampak kesal.
Kevin mengangguk mengerti. "Mommy." Panggil Kevin lagi.
"Heum." Sahut Alana tanpa melepas tatapan nya pada sang putra
"Mommy sayang nggak sama daddy?" Mendapat pertanyaan Kevin itu membuat Alana tertegun. Ia tak menyangka pertanyaan itu meluncur dari mulut putra nya.
Jujur saja akhir akhir ini dia sangat merindukan Rayan. Dia ingin Rayan seperti biasanya bersikap. Namun pria itu benar benar mengacuh kan nya.
Jujur setelah pengakuan Rayan yang menyukai nya, dia pun mulai merasakan hal yang sama. Dia akui mulai nyaman dengan suami nya itu . Semua perlakuan dan perhatian Rayan membuat dirinya merasa di sayangi.
Tapi sekarang, Rayan seperti mempermainkan perasaan nya.
"Mom." Panggil Kevin lantaran Alana justru melamun.
Alana tersentak. Dia berdehem singkat "Malam ini mau nginap di rumah oma ?" Tawar Alana terkesan mengalihkan pembicaraan.
Entahlah dia masih gamblang dengan perasaanya saat ini. Apa dia mulai sayang dengan Rayan atau tidak.
"Oma kan nggak ada di rumah mom. Ikut opa keluar kota." Alana meringis pelan. Niat hati ingin mengalihkan pembicaraan, justru dia melupakan jika sang mami ikut papi nya pergi.
"Mau nge mall ? " Tawar Alana lagi, yang langsung di balas gelengan kepala oleh Kevin.
"Tunggu daddy pulang aja mom." Alana menghela nafas pelan lantas mengangguk saja. Kevin sudah begitu dangat dekat. Benar benar seperti layak nya anak dan ayah.
Alana tidak tahu kapan pria itu akan pulang. Dia juga tak mungkin bertanya pada papi mami nya, menanyakan kepulangan mereka.
Alana tentu tak ingin mami maupun papi nya mengetahui hubungan nya dengan Rayan seperti ini.
"Daddy pulang hari ini katanya mom." Beritahu Kevin usai menatap ponsel milik nya.
Rayan mengirim pesan pada nya mengatakan jika sang daddy hari ini akan pulang, kemungkinan sore atau malam sudah tiba di rumah.
Kevin juga lah yang menjadi perantara, di mana anak laki laki itu selalu memberikan informasi saat sang daddy menanyakan kabar mommy nya itu. Dan meminta Kevin untuk mengingatkan mommy nya agar jangan sampai telat makan.
Rayan juga meminta Kevin mengirim gambar sang istri, dan apa saja yang dilakukan wanita itu. Bahkan sebelum Rayan keluar kota, Kevin sudah melakukan tugas dari sang daddy nya itu saat bekerja.
Mengenai pertanyaan barusan. Kevin benar benar menanyakan itu sendiri tanpa di suruh oleh Rayan. Karena dia merasa hubungan kedua orang tua nya terasa canggung.
Kevin dapat melihat bahwa daddy nya sangat mencintai mommy nya. Namun berbeda dengan mommy nya, mungkin tidak menyadari itu.
"Besok kan minggu, gimana kalau kita pergi ke mall sama daddy. " Usul Kevin.
"Mommy ikut aja Kevin. " Jawab Alana seadanya. Kevin mengangguk kepala.
"Ok, nanti Kevin ajakin daddy. " Sahut putra nya kembali , Alana mengangguk kepala saja lantas kembali menatap layar di depan nya saat ini.
Mas Ray pulang, apa gue harus mulai pembicaraan kali ini. Rasanya benar benar nggak nyaman. Gue kangen.