Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.
Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.
Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.
Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.
Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Kaiju Aneh
Kabupaten Ziyang...
Ziyang sebelumnya menerima pengungsi dari Meishan dan jadi sibuk, namun beberapa jam lalu mereka di serang oleh gelombang Kaiju serta iblis.
Sejak kemunculan 12 titik Gate yang berisi Kaiju ber-level tinggi, situasi dunia jadi tidak kondusif.
Kemunculan Gate jadi lebih sering apalagi dalam jumlah besar seperti hendak menginvasi atau menguji.
1 jam telah berlaru, mereka bertiga telah sampai di Kabupaten Ziyang.
Tapi mereka berlarian dari atap terkejut kalau rumah-rumah sudah terbakar api dan kerusakan dimana-mana.
Bahkan mereka bertiga bisa melihat bercak-bercak darah dan anggota tubuh serta mayat dari Kaiju atau iblis.
"Sepertinya ada yang bertarung di sini, kita harus cepat. Jangan biarkan mereka masuk sampai tengah Kabupaten!" Perintah Flower.
Reyhane mengangguk. "Kalau begitu kita harus tambah kecepatan kita"
"Langkah petir!"
Ziust!, kecepatan lari Reyhan menjadi lebih cepat dengan bayangan listrik membentuk bayangan di belakang nya.
Asuna menatap Flower. "Sampai jumpa lagi" Asuna menekan otot kakinya kemudian melesat secepat ledakan.
Flower berkedip-kedip beberapa kali karena tercengang. "Hei!" Flower terpaksa masuk ke dalam moder akarnya agar bisa mengejar keduanya.
Tak jauh di depan, Reyhan dapat melihat ada seorang gadis bersama puluhan Exorcist berdiri di garis depan karena di belakangnya ada banyak warga.
Reyhan dengan sigap mengeluarkan pedangnya kemudian melompat. "Tebasan petir!"
Swush!
Tebasan itu membunuh beberapa Kaiju dan Iblis, mereka menoleh ke belakang dan meneriaki Reyhan.
Reyhan mendarat dengan sempurna kemudian menancapkan pedangnya di tanah. "Ledakan petir!"
Ztss!!
Mereka yang mendekat terkena gelombang listrik dan tewas, Asuna baru saja tiba menyusul di pertempuran.
Asuna menghajar semua di depannya dan terus menuju posisi orang di depannya.
"Aku akan membantu" Flower membuka jalan dengan menampar mereka memakai akar-akarnya.
Asuna terkejut tapi mengangguk terima kasih sebelum bergerak lebih cepat.
Gadis itu merasa lega dan senang saat ada bantuan dari luar.
Tapi begitu urusan disini selesai, Reyhan merasakan energi kuat di belakang nya. Semua Exorcist yang merasakannya menoleh ke belakang.
Reyhan melihat manusia berjalan tapi tubuhnya aneh seperti bermutasi, dengan jamur sebagai kepalanya.
"Itu... Apa?" Gumam Reyhan.
Gadis yang Reyhan tolong langsung teringat dan buru-buru ke sisi Reyhan. "Tahan dulu! Dia adalah Kaiju! Kaiju kecil yang setara Iblis level 11!"
"Level 11?" Reyhan tercengang. "Apa kami bisa mengurus level 11 tanpa ibu?" Batinnya.
Sedangkan Flower yang merasa kenal dengan gadis itu langsung kembali ke wujud manusia dan mengecek wajah nya.
"En? Vica?!"
Ia yang merasa terpanggil menoleh dan terkejut. "Flower?" Tunjuknya heran.
"Kenapa kau bisa disini?" Tanya Flower dengan nada mendesak.
"T-tidak tunggu penjelasan ku dulu" Vica menggigit bibirnya cemas. "Aku dapat perintah untuk bergabung dengan Exorcist unit 12 untuk menjaga Kabupaten Ziyang"
Flower mendecakkan lidahnya, ia memalingkan wajahnya pada Kaiju di depan.
Reyhan memerhatikan mereka berdua jika keduanya tidak akur. "Semua nya kita tidak tahu sanggup atau tidak, tapi kita bisa mencoba" Reyhan memakai zirah logam nya.
Asuna berdiri di sebelah Reyhan, menyiapkan kedua tinjunya dengan lapisan energi padat.
Vica sendiri memegang pistol dan pedang sebagai senjata utamanya. Sedangkan Flower masuk kembali ke dalam tubuh Mawar.
Vica baru ingat orang-orang di belakang nya. "Kalian bawa mereka pergi! Kami akan hadang dia disini!"
Sontak bawahan Vica mengangguk dan membawa mereka yang selamat mundur.
Kaiju Mushroom menatap mereka dengan datar, ia berhenti melangkah begitu dia melihat mereka dengan jelas.
"Manusia... Kenapa kalian tidak lari lagi?"
Reyhan terkejut karena dia bisa bicara tapi mengingat Savage bisa bicara akhirnya Reyhan bisa terbiasa.
"Tampaknya hanya Kaiju yang bisa bicara" tawanya tipis. "Tentu saja karena aku ada kekuatan untuk menghalangimu!"
Reyhan menyerang dengan tebasan petir, namun Kaiju Mushroom itu menahan tebasan petir itu dengan telapak tangan kosong kemudian meremasnya sampai hancur seperti kaca.
"Tidak sopan, aku sedang bicara"
"Tidak ada yang bisa di bicarakan padamu!" Teriak Vica kemudian menembakkan pistolnya 3x.
Tang! Tang! Tang! Dengan sempurna Kaiju itu menepis peluru-peluru itu. "Menyedihkan, apa hanya itu?" Cibirnya.
Reyhan menyeringai. "Tentu saja tidak" Reyhan melesat ke depan dengan disertai suara petir.
Kaiju Mushroom melihat Reyhan tiba di sebelahnya. "Cepat sekali" kaiju Mushroom menahan pedang Reyhan dengan tangannya.
"Haa!" Reyhan berteriak lalu menebas tangannya hingga putus. "Ledakan petir!" Reyhan menempelkan tangannya ke pinggang Kaiju itu.
Duar!
Kaiju Mushroom itu terpental ke samping, matanya berkedip beberapa kali karena mengolah kejadian sebelum nya.
Reyhan sendiri agak bingung kenapa dia lembek tidak seperti iblis yang keras, namun tangan Kaiju Mushroom justru tumbuh kembali.
"Sayang sekali aku tidak akan mati semudah itu" kedua Kaiju Mushroom berganti menjadi padat berubah jadi pedang.
"Mari kita bertanding" Kaiju itu melesat ke depan Reyhan dan beradu cepat dengan pedang Reyhan.
Asuna memerhatikan gerakan cepat mereka dengan fokus. "Ini dia!" Melihat celah dari Kaiju, Asuna berlari ke arahnya kemudian memegang pinggangnya mendorong ke depan.
"Haa!" Asuna terus mendorong nya kemudian meninju perutnya dengan kuat.
Bom! Tinju itu menghasilkan dentuman kuat, bahkan perut Kaiju itu sampai berlubang.
Reyhan memerhatikan Kaiju itu dengan seksama, selanjutnya mereka di buat tercengang.
Perut Kaiju itu yang berlubang justru sembuh kembali, dan sejenak Asuna dapat melihat bola biru yang berpindah-pindah tempat.
"Maaf sekali, aku tidak bisa mati semudah itu" Kaiju itu memegang pergelangan Asuna dengan kuat kemudian melempar nya kembali dengan keras.
Namun dengan refleks bagus, Asuna berdiri di sebelah Reyhan. "Tuan saya melihat ada yang aneh, ada semacam inti yang bergerak-gerak di tubuhnya dan terus berpindah tempat"
"Hm?" Alis Reyhan terangkat. "Inti?"
Vica berlari lalu berhenti di sebelah mereka. "Aku lupa bilang, saat aku menyerangnya aku juga melihat inti aneh yang terus bergerak-gerak secara acak"
Flower mendesis tajam. "Kalau begitu akan sulit membunuhnya meskipun kekuatan kita cukup"
Kaiju Mushroom menatap dengan bingung lalu dia bergerak ke depan. "Aku akan menyerang jika kalian tidak bergerak"
Vica meliril sebelahnya dengan tajam, sebab dia memprediksi gerakan Kaiju itu.
Ketika yang lainnya waspada, Vica justru menembak pistolnya di sebelahnya.
Kaiju itu menangkis peluru dengan tangannya kemudian melesat ke depan.
"Tidak akan kubiarkan!" Asuna berdiri di hadapan Vica.
Kaiju memutar badannya untuk melompat ke atas Asuna, namun ia tidak menyadari jika Reyhan menunggu di bawah.
"Gawat"
Reyhan menebas nya. "Tebasan petir!"
Tubuh Kaiju itu terbelah menjadi dua, Vica melihat tubuh itu bergetar hendak terhubung.
Vica segera menusuk satu tubuh dengan pedangnya. "Cepat cari inti nya!"
"Serahkan itu padaku!" Flower meremas kedua potongan tubuh dengan akar-akarnya kemudian meremas sampai hancur lebur.
Melihat tidak ada tanda-tanda Kaiju akan bangun, mereka bernafas lega.
Reyhan memasukan pedang dan zirahnya ke ruang penyimpanan. Ia berjongkok menatap pecahan inti dengan serius.
"Apa sebelumnya Kaiju punya inti? Apa iblis juga?"
"Tidak, kurasa bukan seperti itu karena Iblis berbeda dengan Kaiju" sela Vica. "Dan ini pertama kalinya kami tahu ada Kaiju memiliki inti"
Reyhan meletakkan pecahan itu kembali ke tanah. "Oke ayo kita bergabung dengan unit pengaman kabupaten Ziyang" berdiri.
Flower mengangguk setuju. "Mereka pasti juga ada disana"
Mereka berempat berjalan bersama menuju markas sementara, sedangkan Vica dan Flower sejak awal hubungan mereka tidak terlalu baik.
Karena Flower dulu di serang di Jakarta karena ulah Vica, bahkan sejak kecil Vica suka menjahili Flower.
....
Begitu tiba di markas sementara, Reyhan melihat banyak pengungsi yang tinggal di tenda dan prajurit-prajurit yang berlalu lalang kesana kemari.
Flower menatap meriam laser dengan lega. "Syukurlah jika disini ada keamanan untuk iblis level 7 ke atas"
Reyhan berbalik badan pergi, Asuna mengikutinya, Vica memandang dengan bingung.
"Tunggu! Kamu mau kemana?" Cegat nya.
"Aku akan Mesir" ucapnya singkat lalu melewati Vica.
Vica menatap mereka berdua dengan tak percaya. "Flower kamu biarkan mereka berdua?"
Flower mendengus. "Biarkan saja, karena Reyhan punya hak bebas, tidak seperti kita yang terbebani tugas sebab ada unit masing-masing" ia pergi masuk lebih dalam ke markas.
Vica menghela nafas tak percaya lalu mengikuti Flower.
....
Atap dari atap, Reyhan dan Asuna berlari memerhatikan kerusakan parah dari atap.
"Benar-benar rusak" gumam Reyhan. "Berapa jauh lagi sampai tiba di Gerbang"
"Tuan, kenapa kita harus ke gerbang Bukannya ke Mesir langsung?" Tanya Asuna bingung.
Beberapa saat setelah Asuna bertanya Reyhan melihat bangunan besar seperti tembok raksasa. "Karena mungkin ada cara untuk menambah kekuatan petirku"
Reyhan dengan semangat berlari lebih cepat, begitu keduanya tiba di atas tembok. Mereka melihat beberapa mayat prajurit tergeletak karena selesai di makan.
Reyhan menekan telapak kakinya di tanah. "Ledakan petir"
Ziutss!!
Tembok yang semula mati kini hidup kembali, bahkan lampu-lampu yang padam langsung menyala karena mendapat energi.
Reyhan tercengang melihat betapa luasnya tembok yang dia lihat. "I-ini ciptaan manusia dalam 10 tahun?"
....