Lin Fan, seorang pekerja kantoran yang tewas karena kelelahan bekerja (tipes dan lembur), bereinkarnasi ke Benua Langit Azure sebagai murid rendahan di Sekte Awan Mengalir. Saat dia bersumpah untuk tidak pernah bekerja keras lagi di kehidupan keduanya, "Sistem Kemunculan Pemalas" aktif. Semakin malas dan santai dia, semakin kuat kultivasinya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irzad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19: Pusaka Pendirian Fondasi
Kabar tentang penolakan Lin Fan untuk menghadiri Perjamuan Seratus Dewa menyebar ke seluruh penjuru Sekte Awan Mengalir lebih cepat daripada wabah mematikan. Namun, efek dari penolakan itu jauh di luar nalar manusia biasa.
Alih-alih merasa terhina, Pemimpin Sekte Linghu justru memerintahkan agar seluruh hidangan mewah malam itu disingkirkan. Enam belas Tetua Tertinggi dan murid-murid inti akhirnya menghabiskan malam perjamuan mereka dengan duduk bersila dalam keheningan absolut, hanya meminum secangkir air putih hangat, merenungi kata-kata Lin Fan tentang "perut yang terlalu penuh akan membuat jiwa tidak bisa terbang".
Pagi harinya, suasana di Puncak Utama terasa lebih jernih. Beberapa Tetua bahkan dilaporkan berhasil memecahkan kebuntuan kultivasi mereka setelah semalaman menahan lapar dan menekan ego duniawi. Reputasi "Master Lin" dari Dapur Luar pun melesat menembus lapisan langit. Ia tidak lagi dianggap sekadar ahli tersembunyi; bagi para petinggi sekte, ia adalah nabi yang diturunkan untuk meluruskan jalan kultivasi mereka yang telah menyimpang.
Di tengah semua pemujaan fanatik berskala sekte tersebut, sang nabi yang bersangkutan sedang menghadapi krisis fisik yang sangat serius di sudut Dapur Luar.
"Zhao Er..." erang Lin Fan dengan suara parau dari balik tirai sutra birunya.
Zhao Er, yang kini secara praktis telah mengangkat dirinya sendiri menjadi Kepala Penjaga Pintu Paviliun Lin Fan, segera menyibakkan tirai dengan wajah tegang. "Tuan Lin! Apakah Anda membutuhkan sesuatu? Teh embun pagi? Pijatan punggung?"
Lin Fan menggeser tubuhnya di atas Kursi Goyang Energi Qi dengan gelisah. Wajahnya ditekuk kesal. Kipas angin otomatis spiritualnya masih berputar memberikan udara sejuk, dan bantalan sutra esnya masih empuk. Namun, ada satu kecacatan fatal pada kursi goyang tersebut yang baru ia sadari setelah berjam-jam tertidur.
"Tinggi kursinya," gumam Lin Fan, menatap tajam ke arah kakinya yang terbalut sepatu kain usang. "Kursi ini sedikit terlalu tinggi. Saat aku bersandar ke belakang, tumitku tidak sepenuhnya menyentuh lantai. Kakiku menggantung sekitar dua inci di udara."
Zhao Er mengerjap bingung. "M-menggantung dua inci... apakah itu masalah besar, Tuan?"
"Masalah besar?" Mata sayu Lin Fan tiba-tiba sedikit melebar, memancarkan keseriusan seorang sarjana yang sedang membahas teori kehancuran dunia. "Zhao Er, membiarkan betis menggantung tanpa tumpuan berarti otot betisku secara tidak sadar harus menahan berat kakiku sendiri yang ditarik oleh gravitasi. Itu membakar setidaknya tiga kalori ekstra per jam! Dalam sepuluh jam tidur, aku kehilangan tiga puluh kalori tanpa alasan yang jelas! Ini adalah kebocoran energi yang tidak bisa ditoleransi!"
Zhao Er menelan ludah, terkesiap oleh kedalaman logika tersebut. Tentu saja! batin Zhao Er. Bagi seorang praktisi Dao Kekosongan, kebocoran tiga puluh kalori adalah ketidaksempurnaan sirkulasi Yin dan Yang!
"Hamba pantas mati karena kelalaian ini!" Zhao Er nyaris bersujud. "Hamba akan segera mencari balok kayu untuk mengganjal kaki Tuan agar sudutnya selaras dengan alam semesta!"
"Cari balok kayu yang permukaannya halus. Jangan sampai ada serpihan kayu yang merusak sol sepatuku," pesan Lin Fan sambil menghela napas panjang, memejamkan matanya kembali untuk menghemat kalori yang baru saja terbuang karena berbicara terlalu banyak.
Namun, sebelum Zhao Er sempat berlari mencari kayu ganjalan, sebuah hembusan angin yang membawa aroma bunga teratai es menyapu seluruh ruangan dapur. Suhu udara turun beberapa derajat, mengubah uap kaldu yang mendidih di tungku-tungku raksasa menjadi kabut tipis yang indah.
Para murid pelayan di Dapur Luar seketika menghentikan aktivitas mereka. Mereka menundukkan kepala serempak.
Dari ambang pintu yang telah diperbaiki engselnya, melangkah masuk sesosok gadis dengan keanggunan seorang dewi yang turun dari langit bersalju. Su Qingxue hadir tanpa pengawal. Jubah sutra biru mudanya berkibar pelan. Wajah pualamnya yang biasanya memancarkan kedinginan tak tersentuh, kini dihiasi oleh rona kemerahan tipis dan tatapan yang sangat, sangat hormat saat ia mengarahkan pandangannya ke sudut barat laut dapur.
Wang Ta segera memberi isyarat kepada seluruh dapur untuk mundur, membiarkan sang dewi es berjalan tanpa hambatan menuju tirai sutra biru.
Su Qingxue berhenti tepat dua langkah di depan tirai. Di tangannya, ia memegang sebuah kotak kayu yang terbuat dari Akar Pohon Roh Seribu Tahun, diukir dengan pola awan dan naga yang luar biasa rumit. Kotak itu sendiri adalah harta karun, namun energi yang memancar dari dalamnya jauh lebih mengerikan. Hawa dingin yang menusuk tulang berpadu aneh dengan kehangatan yang menenangkan jiwa, berdenyut seperti detak jantung makhluk abadi.
"Junior Su Qingxue, memohon izin untuk menghadap Senior Lin," ucap gadis itu dengan suara merdu yang menggetarkan udara, membungkuk sembilan puluh derajat.
Di dalam, Lin Fan membuka sebelah matanya dengan sangat enggan. Ah, si es batu ini lagi, batin Lin Fan kesal. Apakah dia tidak punya kegiatan lain selain mengganggu jadwal rebahanku?
"Masuklah," gumam Lin Fan malas, suaranya teredam oleh bantal yang ia peluk.
Zhao Er dengan sigap dan penuh hormat menyibakkan tirai sutra, membiarkan Su Qingxue melangkah masuk ke dalam area privat tersebut.
Begitu Su Qingxue masuk, matanya langsung tertuju pada Lin Fan yang sedang berbaring menyamping, tampak sangat tidak berdaya dan berantakan. Namun, setelah insiden "tamparan nyamuk pencerahan" tempo hari, Su Qingxue tidak lagi tertipu oleh wujud luar ini. Baginya, setiap kerutan di jubah Lin Fan adalah peta meridian semesta.
Su Qingxue melangkah maju dan berlutut dengan satu kaki, sebuah gerakan penghormatan yang hanya ia lakukan kepada Tetua Agung sekte. Ia mengangkat kotak kayu roh itu dengan kedua tangannya ke arah Lin Fan.
"Senior," mulai Su Qingxue, matanya menatap kotak itu dengan sungguh-sungguh. "Berkat bimbingan Anda dan Urat Naga Tanah yang Anda potongkan untuk saya, meridian saya telah pulih. Saya bahkan telah menyentuh ambang batas baru dalam pemahaman pedang saya."
Lin Fan hanya merespon dengan bunyi Hmm pelan, menatap kotak kayu itu tanpa minat.
"Saya mendengar dari Tetua Bai bahwa Anda menolak hadir di Perjamuan Seratus Dewa malam tadi," lanjut Su Qingxue, suaranya dipenuhi kekaguman yang bergetar. "Pesan Anda tentang 'mengosongkan perut dan jiwa' telah mengguncang hati kami semua. Saya menyadari, bagi seorang ahli yang telah mencapai puncak Tingkat 9 Pemurnian Tubuh seperti Anda, makanan dan minuman duniawi memang tidak lagi memiliki arti."
Lin Fan mengerjap lambat. Aku menolak karena malas jalan, astaga. Berhentilah membuatku terdengar seperti filsuf depresi.
"Oleh karena itu," Su Qingxue membuka tutup kotak kayu tersebut perlahan.
WUUUSH!
Sebuah pendaran cahaya biru dan merah meledak keluar dari dalam kotak, menerangi sudut dapur yang remang-remang itu. Gelombang energi Yin dan Yang yang sangat murni menyapu udara. Wang Ta dan Zhao Er yang mengintip dari luar nyaris jatuh pingsan karena tekanan spiritual yang begitu pekat.
Di dalam kotak berlapis sutra emas itu, tergeletak sebuah bongkahan batu giok berbentuk oval, sebesar bantal kecil. Setengah bagiannya berwarna biru es yang mengeluarkan kabut dingin, sementara setengah bagian lainnya berwarna merah rubi yang memancarkan hawa hangat.
"Ini adalah 'Batu Giok Api-Es Yin Yang'," ucap Su Qingxue, nada suaranya penuh kebanggaan bercampur ketegangan. "Ini adalah pusaka warisan dari leluhur Puncak Teratai Salju, yang hanya diberikan kepada murid paling berbakat yang bersiap menembus Alam Pendirian Fondasi (Foundation Establishment)."
Mata Su Qingxue menatap Lin Fan dengan penuh harap. "Menembus Pendirian Fondasi adalah momen hidup dan mati. Energi akan mengamuk di dalam Dantian. Batu Giok ini, jika diletakkan di bawah tubuh saat bermeditasi, akan secara otomatis menyeimbangkan energi Yin dan Yang yang mengamuk, menstabilkan suhu tubuh, dan meningkatkan tingkat keberhasilan terobosan hingga sembilan puluh persen! Karena Senior sudah berada di puncak Tingkat 9, pusaka tak ternilai ini adalah hadiah yang paling pantas untuk membalas budi Anda!"
Di luar tirai, Wang Ta harus menyumbat mulutnya sendiri dengan kain lap agar tidak berteriak. Batu Giok Api-Es Yin Yang?! Itu adalah harta tingkat surga! Murid sekte luar akan saling membunuh hanya demi melihat serpihannya!
Namun, di atas kursi goyangnya, ekspresi Lin Fan sama sekali tidak berubah.
Ia menggunakan 'Mata Persepsi Malas'-nya untuk memindai batu giok itu. Di mata Lin Fan, ia tidak melihat pusaka penyeimbang meridian yang diagungkan. Yang ia lihat adalah sebuah benda padat berbentuk oval yang memiliki tinggi sekitar dua inci, dengan permukaan yang sangat halus tanpa sudut tajam, dan memancarkan suhu hangat yang pas di satu sisi, serta suhu sejuk di sisi lainnya.
Tinggi dua inci.
Tepat seukuran jarak kakinya yang menggantung di udara.
Mata sayu Lin Fan tiba-tiba memancarkan kilatan kelegaan yang luar biasa. Masalah kebocoran tiga kalori per jamnya baru saja menemukan solusi dari surga!
"Benda ini..." ucap Lin Fan lambat-lambat, menggeser tubuhnya sedikit untuk duduk agak tegak. "Kau memberikannya padaku? Sepenuhnya menjadi milikku?"
Su Qingxue mengangguk dengan semangat. "Benar, Senior! Anda dapat menyerap esensinya siang dan malam. Energi murninya akan menyatu dengan tulang Anda. Tidak ada benda material yang lebih berharga dari ini di Puncak Teratai Salju."
"Bagus," jawab Lin Fan datar.
Tanpa ragu sedikit pun, Lin Fan menjulurkan sebelah tangannya. Ia mengambil Batu Giok pusaka bernilai puluhan ribu batu roh itu dari dalam kotak kayunya yang mewah dengan cara yang sama kasarnya seperti memungut batu bata di jalanan.
Ia lalu menjatuhkan batu giok bercahaya itu ke atas lantai batu Dapur Luar yang penuh dengan noda minyak dan debu abu kayu bakar.
KLAK.
Bunyi benturan batu giok surgawi dengan lantai dapur yang kotor terdengar sangat nyaring.
Jantung Su Qingxue seakan berhenti berdetak. Mulutnya terbuka lebar, napasnya tercekat di tenggorokan. Apa yang sedang dilakukan Master Lin?! Benda itu harusnya diletakkan di atas altar giok putih dan disembah sebelum digunakan!
Namun, kengerian Su Qingxue belum mencapai puncaknya.
Dengan gerakan yang sangat rileks, Lin Fan menyandarkan punggungnya kembali ke kursi goyang rotannya. Ia mengangkat kedua kakinya yang terbalut sepatu kain kumal, lalu meletakkannya tepat di atas Batu Giok Api-Es Yin Yang tersebut.
Tubuh Lin Fan langsung merosot ke posisi yang paling sempurna secara ergonomis. Tumitnya tidak lagi menggantung. Beban otot betisnya sepenuhnya ditopang oleh batu giok surgawi itu. Suhu hangat dari sisi merah batu giok itu meresap melalui sol sepatunya, memberikan sensasi pijat refleksi yang luar biasa nyaman, sementara sisi esnya menjaga agar kakinya tidak berkeringat.
Lin Fan membuang napas panjang yang diwarnai dengan desahan kepuasan absolut. Otot-otot di wajahnya benar-benar rileks. Senyum tipis yang penuh kedamaian merekah di bibirnya.
"Ah..." gumam Lin Fan, menyilangkan tangannya di perut. "Sudutnya sempurna. Tingginya pas. Dan rasanya seperti kakiku sedang direndam air hangat. Nona Su... kau benar-benar tahu apa yang sedang kubutuhkan. Hadiah ini sangat fungsional."
Ruangan itu hening total. Waktu seakan membeku.
Su Qingxue mematung. Matanya yang sebiru telaga es menatap sepatu kumal Lin Fan yang kini dengan santainya menginjak harta karun terbesar sektenya. Akal sehat kultivasinya baru saja dihancurkan berkeping-keping dan diinjak-injak, secara harfiah.
Menggunakan pusaka penyeimbang meridian pembelah langit sebagai... ganjalan kaki?!
Ini penghinaan! Insting pertama Su Qingxue adalah berteriak marah. Benda itu telah disucikan oleh darah leluhur!
Namun, saat ia menatap wajah Lin Fan yang dipenuhi kedamaian ekstrem, tatapan marah Su Qingxue perlahan memudar. Ia menahan napasnya, mencoba memahami logika di balik tindakan absurd ini.
Tunggu... pikiran jenius Su Qingxue mulai bekerja dengan liar, merangkai ilusi filsafat yang rumit.
Batu giok ini mewakili puncak kekayaan material sekte. Bagi orang biasa, ini adalah harta yang harus disembah. Tapi bagi Senior Lin... ini hanyalah sebuah batu! Beliau meletakkannya di bawah kakinya... beliau menginjak kemewahan duniawi!
Mata Su Qingxue seketika dipenuhi oleh air mata pencerahan yang panas. Tubuhnya gemetar hebat.
Dan lagi... titik akupunktur Yongquan berada di telapak kaki. Dengan menjadikan batu giok ini sebagai alas kaki, beliau menyerap esensi Yin dan Yang langsung dari akar tubuhnya, menyatukannya dengan energi bumi di lantai dapur yang kotor ini! Beliau tidak memisahkan yang suci dan yang kotor! Inilah peleburan Dao sejati! Kesombonganku menganggap benda ini suci, tapi di mata Senior Lin, batu giok dan batu kerikil adalah sama!
"Senior..." Su Qingxue terisak pelan, air mata menetes membasahi lantai. Ia membungkukkan badannya hingga dahinya menyentuh lantai. "Saya... saya sangat malu. Ketamakan dan kemelekatan saya pada benda materi benar-benar menyedihkan. Terima kasih telah menghancurkan ego saya hari ini. Menggunakan Batu Giok Bulan Kembar sebagai ganjalan kaki... pelajaran moral ini terlalu mendalam bagi saya."
Lin Fan, yang matanya sudah setengah terpejam karena terbuai rasa hangat di kakinya, hanya merespon dengan dehaman pelan.
Pelajaran moral apa lagi kali ini? batin Lin Fan dengan sisa-sisa kesadarannya yang mulai memudar. Aku hanya pegal karena kakiku menggantung. Terserahlah, selama dia tidak meminta batu ini kembali. Ganjalan ini terlalu nyaman untuk dilepaskan.
Di dalam benaknya, sistem berdenting dengan riang.
[Ding! Misi Tersembunyi Selesai: 'Menistakan Harta Karun Langit demi Kenyamanan Pribadi'.]
[Sistem menilai Host telah mencapai pencerahan tertinggi dari kemalasan: Mengubah pusaka dewa menjadi perabotan rumah tangga.]
[Menerima Pengalaman Kultivasi +2500.]
[Efek Khusus: 'Aura Bantalan Awan' milik Host kini menyerap properti dari Batu Giok Yin Yang. Suhu di sekitar kursi goyang Host akan selalu dipertahankan pada tingkat paling sejuk di musim panas, dan paling hangat di musim dingin, secara otomatis.]
Lin Fan mendengkur halus. Kepuasan membuncah di hatinya. Pemanas ruangan dan AC otomatis tanpa perlu membayar tagihan listrik? Ini adalah kehidupan yang selalu ia impikan saat menjadi budak korporat dulu.
Su Qingxue perlahan bangkit berdiri, tidak berani menghapus air matanya. Ia menatap Lin Fan yang tertidur lelap dengan pandangan yang dipenuhi pemujaan mutlak, jauh melebihi rasa hormatnya kepada Pemimpin Sekte.
"Tidurlah yang nyenyak, Senior Lin. Saya tidak akan membiarkan siapa pun mengganggu proses peleburan Yin-Yang Anda dengan debu bumi," bisiknya suci.
Gadis itu mundur perlahan, meninggalkan Dapur Luar dengan hati yang terasa seringan kapas, yakin bahwa ia baru saja menyaksikan salah satu manifestasi spiritual terhebat dalam sejarah benua. Sementara itu, Batu Giok bernilai puluhan kota itu kini resmi beralih fungsi menjadi penopang tumit sepatu seorang pemalas sejati.