NovelToon NovelToon
ASI Anak SMA

ASI Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Malamfeaver

___Folow Ig:gaabriiellaaa12

"Vanya Gabriella" memiliki kelainan saat menginjak usia 18 tahun,dimana dia sudah mengeluarkan as* padahal dia tidak hamil.
dan disekolah barunya dia bertemu dengan ketua OSIS, "Aiden Raditya", dan mereka adalah jodoh.

"lo ngelawan sama gua? "
bentak Aiden marah

"nggak kak...maaf"
jawab vanya sambil menunduk ketakutan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malamfeaver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab. 30

​Sesampainya di apartemen, Vanya benar-benar memanfaatkan keadaan. Begitu pintu tertutup, dia langsung merosot di sofa depan TV dengan wajah yang ditekuk sedalam mungkin. Tubuhnya memang masih agak lemas, tapi bibirnya yang mulai merah lagi menandakan kalau tenaganya untuk merengek sudah kembali pulih.

​"Kak... gerah banget. Tadi di lapangan kan keringetan," ucap Vanya sambil menarik-narik kerah seragamnya yang lengket.

​Aiden yang baru saja meletakkan kunci dan tas di meja, menoleh. "Ya mandi sana. Air hangatnya udah gue nyalain dari aplikasi tadi di jalan."

​Vanya menggeleng kuat-kuat. "Nggak kuat jalan ke kamar mandi... kakinya masih gemeteran. Terus perutnya masih sakit kalau buat nunduk ambil handuk. Tangan aku juga lemes banget buat gosok punggung..."

​Aiden menyipitkan mata. Dia tahu istrinya ini sedang dalam mode manja tingkat dewa. "Terus maunya apa, Gabriella? Mau gue panggilin mami buat mandiin lo?"

​"Gak mau mami! Maunya Kak Aiden... kan Kak Aiden yang tadi bikin aku pingsan gara-gara disuruh hormat di lapangan,"

Vanya mulai mengeluarkan jurus andalannya mata berkaca-kaca dan bibir yang digetarkan sedikit.

"Katanya tadi mau tanggung jawab..."

​Aiden terdiam sejenak. Otaknya berperang antara logika ini modus dan keinginan terpendamnya. Akhirnya, cowok itu mendesah pasrah, tapi ada senyum tipis yang sengaja dia sembunyikan.

​"Ya udah, sini. Tapi jangan nangis kalau nanti mandinya jadi lama," ancam Aiden sambil mendekat.

​Aiden benar-benar menggendong Vanya masuk ke kamar mandi. Dia mendudukkan Vanya di kursi kecil dekat bathtub. Dengan sangat telaten, Aiden mulai membuka ikat rambut Vanya, menyisir rambut istrinya yang berantakan dengan jari-jarinya.

​"Kak... beneran mau mandiin?" tanya Vanya mendadak malu sendiri pas Aiden mulai membuka kancing seragam paling atasnya.

​"Katanya tadi lemes? Katanya nggak bisa gosok punggung? Sekarang kok nanya?" goda Aiden. Wajahnya cuma berjarak beberapa senti dari wajah Vanya. Nafas Aiden yang hangat bikin bulu kuduk Vanya meremang.

​Aiden sangat lembut. Dia membasuh bahu Vanya dengan air hangat, lalu menuangkan sabun cair aroma vanila kesukaan Vanya ke shower puff. Dia mulai menggosok punggung Vanya dengan gerakan perlahan, seolah Vanya adalah porselen mahal yang mudah pecah.

​"Geli, Kak... pelan-pelan," bisik Vanya, wajahnya sudah merah padam sampai ke telinga.

​"Tahan. Katanya mau bersih," sahut Aiden. Suaranya sudah mulai berubah jadi lebih berat. Tangannya yang besar bergerak dari bahu ke arah leher, sengaja berhenti di bekas kemerahan yang dia buat tadi malam.

"Bekasnya belum hilang. Malah makin keliatan gara-gara air hangat."

​Vanya cuma bisa menunduk, nggak berani natap mata Aiden. Niatnya mau ngerjain Aiden biar jadi pembantu pribadinya, malah dia sendiri yang sekarang merasa terintimidasi sama aura suaminya.

​Setelah mandi yang berakhir dengan Vanya yang dibungkus jubah mandi tebal karena Aiden nggak mau khilaf lebih jauh sebelum Vanya benar-benar sehat, mereka duduk di meja makan. Aiden sudah memesan bubur ayam spesial dan sup hangat lewat ojek online.

​"Aaaaa... suapin," Vanya membuka mulutnya lebar-lebar.

​"Tangan lo nggak sakit kan?"

​"Kan masih lemes, Kak Aiden sayang... ayo dong, suapin istrinya yang lagi sakit ini," rengek Vanya.

​Aiden akhirnya menyendokkan bubur itu. "Tiup dulu! Panas!" protes Vanya pas buburnya baru sampai di depan mulut.

​Aiden dengan sabar meniup bubur itu berkali-kali sampai suhunya pas. "Udah. Nih, makan yang banyak biar besok nggak pingsan lagi di depan umum. Gue malu."

​"Malu atau bangga bisa gendong aku di depan satu sekolah?" ledek Vanya sambil mengunyah buburnya.

​"Dua-duanya," jawab Aiden singkat tapi jujur.

​Jam menunjukkan pukul 8 malam. Sesuai janji Aiden di mobil tadi, malam ini dia harus menjadi guling pribadi buat Vanya. Di atas kasur, Vanya sudah meringkuk di bawah selimut, kepalanya bersandar nyaman di dada Aiden.

​"Kak... makasih ya buat hari ini," gumam Vanya pelan. Tangannya memainkan kancing kaos Aiden.

​"Hm. Makasih doang?"

​Vanya mendongak, lalu dengan cepat mencium pipi Aiden. Cup! "Makasih udah jadi pahlawan tadi."

​Aiden membalas dengan memeluk Vanya makin erat, menumpukan dagunya di atas kepala Vanya. "Gue bakal selalu jadi pahlawan lo, asal lo nurut. Besok kalau gue bilang jangan, ya jangan. Paham?"

​Vanya mengangguk kecil. "Paham, kak..."

​"Dan satu lagi..." Aiden menarik selimut sampai menutupi kepala mereka berdua.

"Sekarang waktunya asupan buat gue. Gue udah capek jadi babu seharian, sekarang gantian gue yang mau dimanjain."

​"Ihh, Kak Aiden! aku lagi sakitttt..taukk!"

​"Diem, Vanya. Ini bagian dari terapi penyembuhan gue,"

bisik Aiden nakal, sebelum akhirnya suasana kamar itu hanya menyisakan suara tawa kecil dan rengekan manja Vanya yang pelan-pelan tenggelam dalam dekapan hangat suaminya.

1
Puji Asih
seruuu
Jamayah Tambi
Kata nak buatvresepsi penikahan Aiden dan Vanya kalau dah libur .Ni ke New aYork pula.Bila nak bagi tau umum mereka suami isteri.
Jamayah Tambi
Laurakan dah dihukum kenapa bisa kuliah lagi di kampus yg sama pulak tu
Jamayah Tambi
Kau memang salah Auden Yang kau terima masuk 2 beruk dalam rumah kenapa.Dah tau 2 beruk tu suka ngeyel ke kamu.Dasar gatal.
Jamayah Tambi
Berlebihan sangat mereka ni bila tau Vanya hamil.
Jamayah Tambi
Kau memang salah Aiden.Tidak mau berterus terang.Pembohong.
Jamayah Tambi
Vanya bodoh.Dah tau Andra bawa kau ke situ kenapa masuk juga.Kau boleh je lari dan tunggu texsi kat luar
Jamayah Tambi
Rasain ksu Den.Klu Laura pelukblengan lamu biarkan saja.Kan dah timbul fitnah.
Jamayah Tambi
Kaubkena tegas.Kara tak nak tapi kau masih lagi mau klu perempuan itu pegang tangan kamu
Jamayah Tambi
Yang kau layan perempuan tu kenapa.
Jamayah Tambi
Pindah rumah lain.Kan irang kaya
Jamayah Tambi
Kalau kau sayang bini pindah saja dari pent house tu.Divsana ada jalang yg tak faham bahasa
Jamayah Tambi
Rumah sebesarvitu tak kan tidak ada kamar lain
Masa tidur di sofa
Jamayah Tambi
Hah,tau cemburu,kalau suami minta ya on saja.
Jamayah Tambi
Apa massalahbkorang ni.Ada usteri tak nak bagi hak suami.Aiden cari lain barubtau.Nasib sayang.Yg Si Aiden tak nak tidur rumah mertua kenapa.Tak faham anak2 sekarang
Jamayah Tambi
Orang Amerika tinggi2.Tak jumpa yg rendah macam kita.Black man terutamanya,sikap mereka kasar.
Jamayah Tambi
Vano bocil 5 tahun kenapa nasi cadel ya.Biasa bocil 5 tahun udah petah bercakap.Kalau di sekolah Teka udah pandai pidato
Jamayah Tambi
Apa hak satpam sekolah menghukum murid.Tugadnya menjaga gerbang sekolah dan menjaga keamanan sekolah,juga memastikan yg masuk ke sekolah bukan oran sembarangan.Kalau kat negaraku satpam tubdah kena ke polisi kerana menghukum murid berjemur di lapangan hingga pengsan.
Jamayah Tambi
Belum dapat samosa ya Den
Jamayah Tambi
Geli geleman aku babyvtua minta suau.Kalau hisap2 manja tak pe la.Ini minta susu macam bayi kelaparan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!