-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.
Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.
Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.
Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.
Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.
“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 : Pengakuan Sherly
“Sherly..”
“Hmm ??”
“Apa kau benar-benar tidak ingin menceritakan sesuatu kepadaku ?? Apa kau belum siap ??”
Sherly yang berbaring menyamping menghadap Jeremy, melihat lelaki itu juga berbaring menyamping menghadap ke arahnya, mata lelaki itu seakan meminta Sherly untuk menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkannya.
“Tentang apa ??”
“Perilakumu yang berbeda. Kau dulu, sangat takut kepadaku dan begitu mencintai Vincent, tapi kini ??” Ujar Jeremy dengan nada penasaran dan juga ingin tahu tentang kebenaran dari Sherly.
Pertanyaan itu membuat Sherly merasa gugup, dia bahkan menggigit bibirnya sendiri, karena bingung. Bagaimana dia bisa mengatakan jika dirinya bukan berasal dari dunia novel ini ?? Apakah Jeremy akan percaya ??
“Aku bingung harus memulai dari mana.. Ceritaku, terdengar tidak masuk akal.” Ujar Sherly dengan ragu-ragu, membuat Jeremy menaikkan alisnya mendengarkan perkataan dari Sherly.
“Bukankah ceritaku juga tidak masuk akal ?? Maksudku, aku mengulang waktu kembali dari awal. Bukankah itu terdengar mustahil.. Jadi, aku ingin mendengar dari sisimu..” Ujar Jeremy, seakan mendesak Sherly untuk mengatakan semuanya, karena Jeremy hanya ingin mengetahui satu hal. Yaitu kebenaran.
Kebenaran dari alasan, perubahan perilaku Sherly, kebenaran mengenai wanita di depannya, benarkah ini Sherly Agda Brianna ataukah orang lain ??
“Jika.. Aku mengatakan.. Aku bukanlah Sherly yang kau kenal, bagaimana ??”
“Hmm~ Bukan Sherly yang aku kenal ??” Ujar Jeremy dengan tatapan penuh selidik, seakan memastikan apakah wanita di depannya ini tidak berbohong, dan berbicara dengan jujur kepadanya.
“Singkatnya, jiwaku bukanlah jiwa dari Sherly yang kau kenal sebelumnya. Dan ya, aku tahu akhir dari kisahmu sebelumnya, karena itu aku ingin membantumu.” Ujar Sherly secara singkat. Membuat Jeremy terdiam sejenak, seakan mencerna perkataan dari Sherly.
“Lalu dimana jiwa Sherly yang sebelumnya ??”
“Entahlah, dia pergi begitu saja.. Dan dia menyerah.”
“Menyerah ??”
“Dia menyerah mempertahankan cintanya dengan Vincent, dan dia malah memberikan tubuh dan kehidupan ini kepadaku.”
Jeremy mengedipkan matanya beberapa kali, membuat Sherly menghela nafasnya. Dia tahu, cerita dari dirinya jauh lebih tidak masuk akal daripada Jeremy, karena itu sebenarnya Sherly enggan mengatakan yang sebenarnya, karena lelaki di depannya pasti tidak akan mengerti.
“Lalu siapa kau sebenarnya ??”
Sherly terkejut dengan pertanyaan Jeremy, wanita itu menoleh dan sedikit bingung dengan perkataan dari lelaki di depannya.
“Ka.. Kau percaya ??”
“Jika aku menceritakan, tentang bagaimana aku mengulang waktu pada Kak Jefry, dia pasti juga tidak akan percaya padaku. Kisah kita sama-sama tidak masuk akal, jadi kenapa kita harus saling meragukan satu sama lain ??” Ujar Jeremy dengan lembut, Sherly menganggukkan kepalanya. Rupanya Jeremy cukup pintar mengendalikan dirinya, tidak berteriak histeris atau marah-marah, justru lelaki di depannya terlihat sangat tenang.
“Sherly Anne Anthonella, itu nama asliku.” Ujar Sherly, membuat Jeremy menganggukkan kepalanya. Hingga sesuatu menghantam pikiran Sherly, benar. Dirinya sudah jujur jika dia bukanlah Sherly yang dulu, bukanlah Sherly yang dikenal oleh Jeremy.
“Ehm.. Remy..”
“Ya ??”
“Apa kau kecewa ?? Apa kau marah ?? Apa kau akan meninggalkanku setelah tahu, aku bukanlah Sherly yang dulu ??” Ujar Sherly dengan takut dan was-was, dengan pernyataan jujur darinya mengenai jati dirinya. Sherly takut, Jeremy akan kecewa dan marah, karena sudah pasti Jeremy hanya akan mencintai Sherly yang sebelumnya.
Tapi, ketakutan Sherly hilang begitu saja, saat melihat senyuman lembut Jeremy, dan bahkan lelaki di depannya terkekeh pelan. Membuat Sherly merasa bingung dengan perilaku Jeremy, apa yang lucu ?? Batin Sherly.
“Kau sangat lucu, dan menggemaskan~” Tangan Jeremy terjulur ke arah Sherly, dan membelai pipi wanita di depannya dengan ibu jarinya. Jeremy malah memberikan tatapan lembut dan begitu mengaguminya.
Sherly masih tidak percaya dengan reaksi dari Jeremy, wanita itu mengedipkan matanya beberapa kali, seakan bingung dengan perilaku Jeremy yang bahkan tidak marah, mengelak atau bahkan menghinanya karena cerita yang tidak masuk akal itu. Jeremy menarik tangannya, dan membuka kedua tangannya di depan Sherly.
“Kemarilah, sayang~ aku ingin sekali memelukmu.” Ujar Jeremy tersenyum kecil, Sherly dengan perlahan mendekatkan tubuhnya, tapi tetap memberikan tatapan bingung dan tidak percaya.
Saat sudah dekat, Jeremy menarik tubuh Sherly di dalam dekapannya, dengan selimut juga menutupi kedua tubuh mereka. Seakan melindungi dari udara malam yang begitu dingin, cahaya bulan menjadi satu-satunya pencahayaan di dalam kamar itu.
“I’m never leave you, baby~ I loved you very much.” (Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, sayang~ aku sangat mencintaimu.)
Bisikan lembut penuh penekanan terdengar dari Jeremy, seakan menyakinkan wanita itu, jika dirinya tidak akan pernah meninggalkan Sherly, apapun yang terjadi.
“Faktanya aku lebih menyukai dan mencintaimu, dengan perilakumu yang sekarang. Kau sangat jauh berbeda, kau terlihat lebih berani.” Lanjut Jeremy, membuat Sherly terdiam, merasakan pipinya memanas mendengarkan bisikan lembut lelaki di dekatnya.
“Sayang~”
Jeremy kemudian menggerakkan kepalanya, seakan mencoba melihat wajah Sherly yang berada di dekapannya. Tapi Sherly justru menundukkan wajahnya, menghindari tatapan dengan Jeremy, dirinya merasa malu untuk melihat wajah kekasihnya.
“I though you're already sleep, baby~” (Aku pikir kau sudah tidur, sayang~)
Jeremy menyadari kekasihnya masih belum tertidur.
“N-Not yet..” (Be-belum..)
Mendengar nada suara gugup dari Sherly, membuat Jeremy tersenyum jahil, tahu jika sang wanita saat ini menyembunyikan wajahnya karena rasa malu, membuat sisi nakal Jeremy muncul untuk menggoda Sherly.
“Then, look up baby~ I wanna see your pretty face~” (Kalau begitu, lihat ke atas sayang~ Aku ingin melihat wajah indahmu~)
“Remy !!” Sherly mengeluarkan suara kesal dan gugup, saat mendengarkan nada menggoda dari Jeremy, bahkan telinga wanita itu memerah karena bisikan menggoda dari Jeremy.
Tangan Jeremy bergerak perlahan, memegang dagu Sherly, dan mengangkat wajah wanita itu dengan perlahan. Hingga Jeremy menatap wajah memerah malu, di hadapannya. Bahkan mata Sherly terlihat berkaca-kaca, karena menahan rasa panas akibat godaan dari Jeremy.
Lelaki itu kemudian mendekatkan wajahnya, dan mencium bibir Sherly dengan lembut dan sekilas, juga bagian kening Sherly. Lalu tersenyum sembari mengusap rambut Sherly.
“Good night, baby~ and sweet dream.” (Selamat malam, sayang~ Mimpi indah.)
Setelah mengatakan itu, Jeremy melepaskan dagu Sherly, dan wanita itu langsung meringkuk menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Jeremy, kedua tangannya sempat memukul pelan dada Jeremy, seakan melampiaskan rasa kesal dan malunya, sebelum menenggelamkan wajahnya pada dada yang keras dan padat itu.
Jeremy sempat tertawa kecil, melihat perilaku Sherly yang begitu menggemaskan di matanya. Lalu dia menarik selimut, agar tubuh Sherly sepenuhnya tertutup dengan selimut, lalu tangannya mulai mengingkar memeluk Sherly sehingga kedua tubuh mereka benar-benar menempel. Barulah Jeremy mengubah posisi kepalanya, dan mulai menutup matanya.
Sementara Sherly mengepalkan tangannya, merasakan sesuatu yang terus bergerak cepat di dalam tubuhnya, jantungnya berdetak tak karuan karena perilaku lembut dari Jeremy, membuat wanita itu menjadi sedikit gelisah.
Aku benar-benar akan jantungan, jika terus mendapatkan perilaku manis seperti ini, ayolah jantung bekerja sama kali ini, aku ingin tidur batin Sherly di dalam hatinya.
Sherly tidak pernah menduga, jika Jeremy akan memperlakukannya begitu lembut dan baik. Dia berfikir, mungkin Jeremy akan terus menggarap tubuhnya setiap malam, dan menjadikannya sebagai budak s** karena obsesinya, tapi semua di luar pikiran negatifnya.
🌟🌟🌟🌟🌟
..