Seruni (20 tahun) adalah kembang desa cantik, lugu dan polos yang tinggal di wilayah terpencil daerah Tapal Batas.
Pernah bertunangan dengan salah satu pemuda dari kampung sebelah. Berujung putus dan gagal menikah karena ditikung adik tirinya bernama Rasti.
Suatu hari, Seruni dijodohkan dengan seorang pria dari kota. Musibah datang menerpa, di mana rombongan bus calon pengantin laki-laki mengalami kecelakaan, lalu terbakar hebat. Semua penumpang tewas di TKP termasuk calon suami Seruni.
Kepercayaan masyarakat setempat, jika sampai seorang gadis gagal menikah dua kali maka dianggap pembawa sial. Pastinya tak ada pemuda yang akan sudi menikahi Seruni.
Pak Tono selaku Kades yang berstatus sebagai ayah kandung Seruni, terpaksa menerima laki-laki asing bernama Bastian Fernando Malik yang mendadak bersedia menjadi suami Seruni. Tanpa diketahui semua orang bahwa Bastian tengah lari dan bersembunyi dari kasus pembunuhan yang menjeratnya.
Bagian dari Novel : Maafkan Mama, Pa🍁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 - Abang dan Ading
Acara pernikahan Bastian dan Seruni pun telah usai. Seruni sudah masuk ke dalam kamarnya sendiri yang digunakan sebagai kamar pengantin. Hiasan ala kadarnya yang ada di kamar tersebut.
Namun percayalah walaupun tampak sederhana, tetapi semua tampak bersih dan rapi. Seruni tipikal orang yang suka akan kebersihan dan kerapian. Ia juga wanita pekerja keras. Walaupun pendidikan sekolahnya hanya sampai SMP saja.
SMA di sana lokasinya sangat jauh. Bahkan jika bersekolah SMA, dari desa Seruni harus menempuh perjalanan sekitar dua jam lebih dengan mengendarai motor.
Seruni tak punya sepeda motor. Ia hanya punya sepeda ontel butut yang dikayuh pakai kaki atau yang biasa disebut sepeda keb0.
Sedangkan Rasti punya sepeda motor. Adik tirinya itu baru saja lulus SMA beberapa bulan yang lalu. Saat ini umur Rasti delapan belas tahun. Berjarak dua tahun dengan Seruni.
Di halaman belakang tepat di bawah pohon rambutan, Pak Tono menye_sap batang rokok miliknya. Ia sempat menawari Bastian untuk merokok bersama, namun ditolak dengan halus oleh menantunya itu.
Bastian memang tidak merokok setiap hari. Ia hanya akan merokok jika pikirannya sedang kalut atau resah saja. Namun saat ini entah mengapa pikirannya mengenai kasus pembunuhan Rossa mendadak menepi dari otaknya.
Berganti sosok paras cantik yang sejak pandangan pertama selalu menundukkan kepalanya terhadapnya maupun di depan para tamu yang hadir tadi saat acara pernikahan sederhana mereka.
"Jaga dan sayangi Seruni baik-baik. Bapak paham kamu saat ini tidak ada cinta untuknya. Begitu pun Seruni yang belum mengenalmu. Tapi bapak pastikan dia akan menjadi istri yang setia dan patuh pada suaminya. Hatinya juga lembut dan penyayang. Bapak yakin dia bisa mencintaimu dengan baik ke depannya," tutur Pak Tono membuka obrolan.
"Iya, Pak." Sahut Bastian.
"Kalau memang suatu hari kamu tak ingin bersama Seruni lagi sebagai suami-istri, tolong pulangkan putriku baik-baik. Jangan pernah membuatnya menangis atau bersedih," tutur Pak Tono sejenak menjeda kalimatnya. Bastian tetap mendengarkan dengan seksama petuah bijak dari ayah mertuanya.
"Aku sudah melakukan kesalahan fatal pada Seruni dan mendiang ibunya. Jangan sampai kamu melakukan hal yang sama terhadapnya. Aku benar-benar tak akan memaafkan mu jika sampai hal itu terjadi," lanjutnya.
"Kalau boleh tau, kesalahan apa yang sudah bapak perbuat pada Seruni dan mendiang ibunya?" tanya Bastian didera penasaran.
Pak Tono menghela nafas beratnya jika mengingat perkara masa lalu yang terjadi dalam biduk rumah tangganya.
"Tak perlu membahas masa lalu. Kita baru saling mengenal juga,"
"Maaf, Pak. Saya tak ada mau ikut campur perkara yang sudah berlalu. Hanya saja saya ingin tau agar diri ini tak melakukan kesalahan seperti bapak di masa lalu,"
"Intinya mengenai cinta yang cukup rumit dan perselingkuhan," ujar Pak Tono.
Bastian menganggukkan kepalanya kecil di depan Pak Tono. Ia paham ucapan ayah mertuanya itu. Sebab hal yang sama pernah terjadi dalam rumah tangga kedua orang tuanya di masa lalu hingga membuat dirinya trauma.
☘️☘️
Ceklek...
Derit pintu kamar pengantin dibuka oleh Bastian.
Deg...
Tatapan Bastian dan Seruni pun bertemu dalam satu pandangan garis lurus yang sama. Seruni masih tetap sama di posisinya yakni tengah duduk di tepian ranjang.
Detik selanjutnya, Bastian menutup dan mengunci pintu kamar mereka. Jujur, tiba-tiba jantung Bastian berdegup cukup kencang. Semacam anak SMA yang canggung ketemu sang pujaan hati atau kekasihnya.
Bastian mencoba untuk menolak degup rasa baru yang menyelinap masuk ke hatinya karena kehadiran Seruni di hidupnya. Nama Kirana masih tersemat di hatinya, walaupun wanita itu milik Aldo.
Tap...tap...tap...
Bastian melangkah mendekati Seruni. Ia tak sungkan mendaratkan b0kongnya di samping Seruni duduk. Sontak hal ini membuat sang pengantin wanita gemetaran serta dag-dig-dug. Seeer...
Harap maklum selama ini Seruni tak punya teman dekat laki-laki. Hanya Ardi yang pernah dekat dengannya. Selebihnya hanya berusaha mendekati, tapi tak berlanjut. Dikarenakan dahulu Seruni belum memikirkan soal pernikahan. Ia hanya fokus dengan sekolah dan bertani mengurus lahan milik ayahnya.
"Kenapa belum ganti baju?"
"Ehm, Abang kok gak ucap salam dulu!" protes Seruni dengan suara lirih dan kepala menunduk.
"Ya ampun, aku lupa. Inget Bastian sekarang ini kamu hidup di desa antah berantah. Harus tau agama dan tata krama!" batin Bastian bermonolog pada dirinya sendiri.
"Ah, ma_af. A_bang lu_pa," ucap Bastian tergagap. Seruni pun tersenyum tipis penuh maklum pada sang suami.
"Assalammualaikum,"
"Waalaikumsalam, Abang."
"Aku panggil kamu apa?" tanya Bastian seraya menggaruk kepalanya sendiri yang sebenarnya tidak gatal, tapi kebingungan melanda pak pengacara satu ini.
"Panggil Ading atau Runi juga boleh," cicit Seruni tersipu malu.
"Baiklah,"
"Abang tadi dari mana?"
"Ketemu bapakmu,"
"Apak cakap apa ke Abang?" tanya Seruni mendadak penasaran.
"Urusan laki-laki,"
"Oh begitu," gumam Seruni yang cukup mengerti dengan jawaban singkat Bastian.
Artinya, sebagai istri ia tak patut menanyakan hal tersebut lebih jauh karena bersifat rahasia.
Seruni adalah gambaran anak dan istri yang penurut, maka ia tak akan melangkah lebih jauh bila tuan rumah melarang dirinya untuk masuk.
"Tadi pertanyaanku belum kamu jawab," pancing Bastian.
"Yang mana, Bang?"
"Kenapa kamu tak juga ganti baju?"
"Nunggu abang dulu,"
"Kenapa harus nungguin abang?"
"Ading kan sekarang udah jadi istri abang. Jadi, ading mau minta izin dulu ke abang. Apa boleh ading ganti baju pengantin ini dengan pakaian yang lain?"
"Astaga, Runi. Perkara sepele seperti ini kamu tak perlu minta izin padaku. Lakukan saja yang kamu mau!" seru Bastian mendadak nada suaranya naik satu oktaf.
"Maafkan ading, Bang. Yang ading paham, apapun yang hendak seorang istri lakukan harus seizin suami. Ading pikir, abang bisa saja masih pengin lihat aku pakai baju pengantin. Jadi sengaja tak ku lepas dulu. Nunggu izin dari abang," ungkap Seruni secara jujur dan apa adanya.
"Maafkan Runi ya, Bang." Lanjutnya seraya menautkan jari-jemarinya.
Seruni mendengar jelas nada suara Bastian mendadak naik. Ia berpikir bahwa sang suami sedang marah padanya. Seruni jadi merasa bersalah pada Bastian.
Detik selanjutnya, Bastian memahami gestur tubuh Seruni yang dilanda ketakutan usai mendengarnya berbicara.
Bastian menghela nafas beratnya. Ia berusaha memukul mundur emosinya karena tingkah Seruni bertolak belakang dengan kebiasaan dirinya maupun kebiasaan teman-temannya di kota.
Dua orang dari dunia serta lingkungan yang berbeda. Sifat dan kebiasaan yang tak sama. Bahkan pergaulan yang sangat jauh berbeda antara Bastian dengan Seruni. Mendadak dua orang tersebut harus hidup bersama dalam satu mahligai suci yakni pernikahan. Semuanya pasti butuh saling beradaptasi.
"Kalau kamu gerah, ya ganti baju saja. Tanpa harus nunggu izin dariku. Apalagi cuaca hari ini panas banget. Terus di kamar ini aku lihat gak ada A C nya juga. Pasti kamu gerah sejak tadi," ucap Bastian.
"A C? Apa itu, Bang?"
Bersambung...
🍁🍁🍁
hei laki-laki inget baik baik ya wanita modal ngangkang merebut suami orang bukan wanita baik2 sehina hina nya wanita adalah modelan begitu semoga para pelaku perselingkuhan kalau tidak bertobat azab dunia dan akhirat menimpanya dengan sangat tragis Aamiin
Sungguh ngeri kalo baca sepak terjang pelakor zaman ini....,,