NovelToon NovelToon
Om Benny, I Love You

Om Benny, I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Pernikahan rahasia / CEO / Romantis / Cinta Terlarang / Nikah Kontrak
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: chiisan kasih

Pernikahan rahasia. Ciuman terlarang. CEO dingin yang jatuh pada gadis tomboy.
Benny, seorang CEO yang anti wanita dan memilih hidup sendiri, terpaksa menikah dengan Cessa—putri sahabatnya yang berusia delapan belas tahun. Pernikahan mereka dimulai sebagai kontrak penuh aturan: tanpa cinta, tanpa sentuhan, tanpa perasaan.
Namun satu ciuman menghancurkan segalanya.
Tinggal serumah membuat batasan runtuh, kecemburuan tumbuh, dan hasrat berubah menjadi dosa. Saat Cessa mencintai tanpa ragu, Benny justru berperang dengan prinsip, moral, dan ketakutan terbesarnya: jatuh cinta pada wanita yang seharusnya tak boleh ia miliki.
Ini bukan kisah cinta yang aman.
Ini kisah tentang memilih perasaan… atau menghancurkan hidup sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiisan kasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

“File yang Tidak Pernah Kuketahui”

Jam menunjukkan pukul 23.47.

Rumah mereka gelap, kecuali cahaya dari ruang kerja kecil. Laptop Benny terbuka. Email terbaru masih belum dibuka.

Subjeknya singkat.

File Final — Bukti Pribadi (Terakhir)

Cessa berdiri di belakang Benny.

“Buka,” katanya pelan.

Benny menggeleng. “Kalau ini tentang kamu”

“Buka,” ulang Cessa, lebih tegas.

Benny menarik napas dalam. Lalu mengklik.

Sebuah folder terbuka.

Di dalamnya hanya satu file video.

Durasi: 02:13.

Benny memutar.

Rekaman itu jelas bukan editan murahan.

Kualitas bagus. Sudut kamera stabil.

Lokasi: ruang kerja lama Benny. Tahun lalu.

Waktu sebelum pernikahan resmi mereka.

Video memperlihatkan Benny berbicara dengan seorang pria—salah satu anggota dewan lama yang kini sudah tidak menjabat.

Audio terdengar jelas.

“Kalau situasi makin rumit, saya bisa gunakan pernikahan ini sebagai tameng.

Media akan fokus ke itu, bukan ke restrukturisasi.”

Cessa membeku.

Video berhenti.

Ruangan terasa hampa.

Benny menatap layar seperti orang yang baru saja ditampar oleh masa lalunya sendiri.

“Aku… bahkan lupa percakapan itu,” gumamnya.

Cessa tidak langsung berbicara.

Kata tameng menggema keras di kepalanya.

Pernikahan ini.

Tameng.

“Cessa,” ucap Benny pelan, suaranya pecah. “Itu sebelum aku”

“Sebelum kamu berubah?” potong Cessa pelan.

Benny mengangguk. “Itu strategi bisnis. Aku waktu itu—”

“Sinis,” lanjut Cessa. Bukan marah. Fakta.

Benny memejamkan mata.

“Ya.”

Keheningan panjang.

Cessa berjalan ke jendela. Membuka sedikit tirai. Udara malam masuk.

“Aku tidak marah karena kamu pernah berpikir seperti itu,” katanya akhirnya.

Benny menoleh perlahan.

“Aku marah,” lanjut Cessa lirih, “karena aku tidak tahu.”

Benny berdiri. “Aku tidak menganggap itu penting lagi.”

“Itu penting buatku,” balas Cessa.

Sunyi.

“Apakah saat kamu setuju menikah denganku,” tanya Cessa pelan, “masih ada bagian dari dirimu yang melihatku sebagai solusi?”

Benny menatapnya.

Ia tidak bisa menjawab cepat.

Dan keheningan itu… menyakitkan.

“Jawab,” kata Cessa.

Benny menelan ludah.

“Awalnya… iya.”

Kalimat itu jatuh seperti batu.

“Tapi bukan itu yang membuatku bertahan,” lanjut Benny cepat. “Bukan itu yang membuatku mencintaimu.”

Cessa memejamkan mata.

“Aku tahu kamu berubah,” katanya. “Aku melihatnya.”

“Lalu?” tanya Benny.

“Tapi fakta bahwa aku pernah menjadi strategi…” suara Cessa bergetar tipis, “itu menyakitkan.”

Benny mendekat. “Aku bodoh.”

“Tidak,” jawab Cessa. “Kamu dingin.”

Benny terdiam.

“Dan aku jatuh cinta pada versi hangatmu,” lanjut Cessa. “Bukan yang itu.”

Benny berdiri tak berdaya.

“Aku tidak bisa menghapus masa laluku,” katanya pelan.

“Aku tidak minta kamu menghapusnya,” jawab Cessa. “Aku minta kamu tidak menyembunyikannya.”

Ponsel Benny bergetar.

Pesan masuk.

24 jam.

Mundur, atau video ini kami publikasikan penuh.

Cessa melihat layar itu.

“Kalau ini keluar,” katanya pelan, “orang akan percaya kamu memanfaatkanku.”

Benny mengangguk. “Dan mereka tidak sepenuhnya salah tentang versiku yang dulu.”

Cessa terdiam.

Ini bukan lagi manipulasi kecil.

Ini adalah pukulan ke fondasi hubungan mereka.

“Kalau kamu mundur?” tanya Cessa.

“Perusahaan selamat,” jawab Benny. “Reputasi mungkin rusak sebentar, tapi reda.”

“Kalau kamu bertahan?”

“Mereka rilis video.”

Cessa menarik napas panjang.

“Kamu menyesal menikah denganku?” tanya Cessa tiba-tiba.

Benny menatapnya tajam. “Tidak.”

“Bahkan kalau semua orang percaya kamu memanfaatkanku?”

“Tidak,” jawab Benny tanpa ragu. “Karena aku tahu itu tidak lagi benar.”

Cessa menatapnya lama.

“Kalau video itu keluar,” lanjut Cessa pelan, “aku yang akan paling dihina.”

Benny mengepalkan tangan. “Aku tahu.”

“Dan kamu masih mau bertahan?”

Benny mendekat satu langkah.

“Aku tidak akan membiarkan kamu menanggungnya sendiri.”

Cessa tersenyum kecil—pahit.

“Dulu kamu siap menjadikanku tameng,” katanya pelan. “Sekarang kamu siap jadi tamengku?”

Benny menatapnya dalam.

“Sekarang aku siap jadi perisai,” jawabnya.

Sunyi.

Cessa merasakan dadanya penuh.

Ia tidak meragukan cintanya.

Ia tidak meragukan perubahan Benny.

Yang ia ragukan adalah… apakah ia siap menghadapi versi lama Benny di mata dunia.

“Buka lampu,” ucap Cessa tiba-tiba.

Benny bingung, tapi menurut.

Cessa berdiri di tengah ruangan, cahaya terang menyinari wajahnya.

“Kalau video itu keluar,” katanya pelan tapi tegas, “aku tidak akan bersembunyi.”

Benny terdiam.

“Aku tidak akan jadi korban narasi,” lanjut Cessa. “Aku akan berdiri dan mengatakan—ya, itu masa lalu. Tapi aku memilih masa kini.”

Air mata Benny akhirnya jatuh.

“Kamu tidak harus sekuat itu,” bisiknya.

Cessa tersenyum tipis.

“Aku tidak kuat,” katanya. “Aku cuma tidak mau lari lagi.”

Namun tepat saat mereka berpikir sudah siap—

Notifikasi muncul.

Satu forum bisnis besar memposting teaser.

VIDEO CEO DIRGANTARA — Pernikahan sebagai Strategi?

Belum full.

Tapi cukup untuk memicu badai.

Benny menatap layar.

Cessa berdiri di sampingnya.

Mereka tidak bicara.

Karena untuk pertama kalinya—

dunia akan melihat versi lama Benny.

Dan mereka tidak bisa menghentikannya.

Video lama mulai bocor ke publik.

Benny pernah menjadikan pernikahan sebagai tameng.

Kini dunia akan menilai

dan Cessa harus memilih: bertahan di tengah hujan hinaan, atau melindungi dirinya sendiri.

1
Dwi Winarni Wina
yakin tak pernah normal dekat sm cessa benny😀
Dwi Winarni Wina
pergi yg jauh cessa biar beni kehilanganmu..
Dwi Winarni Wina
aku aja benny suka sama cessa tp gengsinya tinggi mau mengakuimya😀
Dwi Winarni Wina
Si Benny sebenarnya ada perasaan tapi ge ngsinya terlalu tinggi😀
Dwi Winarni Wina
biarkan aja perasaanmu tumbuh Benny...
Dwi Winarni Wina
casse keras kepala banget kekeh pada pilihannya...
Dwi Winarni Wina
cessa nekat ingin tetep menikah sm Benny sahabat baik ayahnya...
Dwi Winarni Wina
berarti pria normal ben, terima aja lamaran cessa😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!