Definisi takdir yang tidak bisa kita tebak.
Kehidupan terus berjalan, hanya bersama ketika bersekolah di sekolah menengah pertama, itupun menjadi musuh yang tidak berujung damai meskipun sudah lulus.
Lama tak jumpa, tanpa kabar, tanpa melihat sosial media, karena sama-sama merasa tidak perlu.
Suatu hari seperti biasanya, gadis bernama Kenzie itu pulang ke rumah ibunya karena libur akhir pekan, namun, kepulangannya kali ini justru berbeda, ia harus menerima pernikahan yang tidak ia inginkan, karena dijodohkan dengan musuhnya saat SMP.
Keduanya sama-sama memiliki kekasih, apa mereka menerima pernikahan tanpa cinta itu?
Kalaupun pernikahan itu terjadi, bagaimana kelanjutan hubungan mereka dengan kekasihnya masing-masing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cimai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 : Anggunly No Barbarly
Saat sedang berdebat, tiba-tiba mereka mendengar suara pintu belakang ada yang membuka. Dengan sigapnya, Kenzo langsung menarik pinggang Kenzie sampai terduduk di pangkuannya lalu menyimpan vape itu di saku. Untuk menyempurnakan aktingnya itu, Kenzo juga melingkarkan tangannya sampai pinggang Kenzie.
"Eh, Ma, Bu." sapa Kenzie malu-malu.
"Lepasin," bisik Kenzie. Namun, Kenzo justru mengencangkan tangannya.
"Aduh, kami pasti mengganggu." ujar Mia.
Laras hanya senyum-senyum melihat anak dan menantunya itu.
"Nggak kok, Ma. Sama sekali nggak ganggu!" balas Kenzie panik.
Kenzie melirik tajam pada Kenzo yang masih memangkunya itu.
"Nggak usah malu, mungkin dengan begitu, Kenzo cepat sembuh." goda Mia saat melihat Kenzie berusaha melepaskan tangan Kenzo.
Kenzie langsung meringis sembari mencubit tangan Kenzo.
"Ke depan aja yuk, Ras." ajak Mia.
"Yuk Mbak, nggak tepat waktu nih," jawab Laras.
Mia kembali ke dalam sambil senyum-senyum sendiri.
"Jadi gemes sendiri, hihi." ujar Mia.
"Iya Mbak, haha."
Besan itu memilih untuk duduk di sofa sembari menonton televisi. Mereka berniat untuk memasak, tetapi melihat meja makan sudah ada beberapa menu.
"Oh ya, kita disini sampai kapan, Mbak?" tanya Laras merasa sungkan.
"Maksimal tiga hari aja kali ya, tapi, kalau Kenzo sudah membaik ya mungkin bisa lebih cepat." balas Mia yang disetujui oleh Laras.
Biar bagaimanapun, Laras tetap canggung berada di rumah ini. Meskipun menurutnya, kebaikan Mia sudah diatas rata-rata, Laras tetap membatasi diri.
Setelah memastikan Laras dan Mia sudah masuk ke rumah, kali ini Kenzie mencubit paha Kenzo agar melepaskannya.
"Aw! kdrt ini namanya!" protes Kenzo.
"LEBAY!" balas Kenzie.
Cubitan Kenzie langsung berhasil membuat Kenzo melepaskan tangannya.
"Kurang ajar ya!" protes Kenzie dengan berkacak pinggang.
"Eh, si tengil!"
"Aku cuma reflek aja biar mereka percaya kalau kita beneran niat nikah!" balas Kenzo.
Kenzie menarik napas panjang, melongok ke pintu dapur untuk memastikan tidak ada yang menguping.
"Tapikan nggak harus meluk juga kali! kalau sampai tanganmu salah megang, bisa kena pasal pelecehan!" balas Kenzie karena teringat tangan Kenzo hampir turun dari perutnya.
"Budeg kah! ITU REFLEK, R-E-F-L-E-K!"
"Lagian, pelecehan yang gimana? kita 'kan sah suami-istri," lanjut Kenzo dengan santai.
Kenzie berdecak kesal.
"Udah dikasih teguran sakit, eh, bukannya tobat malah makin ngelunjak!"
"Iya, Kenzie, iyaaa, maaf." ucap Kenzo tidak ingin berdebat.
Mereka langsung saling diam, namun, memikirkan drama seperti apa yang akan mereka tampilkan dihadapan Laras dan Mia.
"Terpaksa nanti malam kita sekamar! AWAS KALAU MACAM-MACAM!" ancam Kenzie langsung pergi.
Kenzo mengomel sendiri menghadapi perempuan itu.
"Eh buset! malah bangun tombak gue!"
"HEH! TIDUR KAU!" omel Kenzo.
...
Di hadapan kedua ibu, Kenzo dan Kenzie langsung bersikap manis. Mereka sedang menikmati makan sore dengan menu makan yang dimasak oleh Kenzie.
"Mama kapan pulang?" tanya Kenzo memecahkan keheningan.
Kenzie langsung melotot mendengar pertanyaan itu.
"Mulutmu!" protes Kenzie berbisik.
"Maaf Ma, Bu." ucap Kenzie langsung merasa tidak enak.
"Itu pertanyaan biasa, sayang." ujar Kenzo semakin mengejutkan Kenzie.
"Benar-benar nggak waras!" bathin Kenzie.
Mia tertawa kecil.
"Kenzo, kamu harus merubah gaya bicaramu, agar lebih sopan. Jangan minta ditoleransi hal-hal yang kurang baik," ujar Mia.
"Maaf ya, Kenzie ... Laras." ucap Mia.
Laras mengangguk.
"Mama pulangnya kapan-kapan," ujar Mia menjawab pertanyaan Kenzo.
"Oh," balas Kenzo.
Kondisi Kenzo sudah membaik, karena reaksi dari obat dan suntik sudah memperlihatkan hasil. Tidak seperti pagi hari serasa sangat lemah tak berdaya, bahkan ia sudah memikirkan untuk membuat surat wasiat.
...
"Kamu berangkat kerja biasanya jam berapa?" tanya Mia.
"Jam 7 kurang biasanya sudah berangkat, Ma." jawab Kenzie.
Mia manggut-manggut.
"Selama Mama sama ibumu disini, kamu fokus saja urus Kenzo yang pasti rewel itu kalau lagi sakit. Soal masak biar menjadi urusan ibumu, hehe." ujar Mia yang menyadari masakannya sangat biasa saja.
"Iya 'kan, Ras?" imbuhnya sembari mengode sang besan.
"Ohhh, iya dong, gampang. Soal masak mah serahkan kepada Ibu Laras," balas Laras.
"Mama yang bersih-bersih," timpal Mia.
Senyuman di bibir Kenzie terasa sulit untuk dijelaskan. Ia bahagia melihat keakraban kedua ibu itu. Namun, ketika sadar bahwa pernikahan ini akan berakhir, senyumnya perlahan hilang.
"Bagaimana nanti kalau aku dan Kenzo sudah berpisah?"
"Apa mereka masih bisa seakrab ini?"
"Bu ... Ma ... maafkan aku," bathin Kenzie.
Sebagai seorang pebisnis, ponsel Mia selalu sibuk. Pekerjaan yang ia tinggalkan tetap membutuhkan pengawasannya, meskipun jarak jauh.
Di ruang keluarga, ketiga wanita itu sibuk dengan ponselnya masing-masing. TV menyala hanya untuk mengiringi keheningan ketiganya.
"Kenzie, kok kamu malah di sini terus, temani suamimu sana, siapa tau butuh bantuan." ujar Laras.
"Justru ini karena lagi usaha biar nggak sekamar sama dia, Bu!" bathin Kenzie.
"Iya Bu, sebentar lagi." jawab Kenzie.
Percakapan itu membuat Mia menutup ponselnya, dan juga bersamaan dengan Kenzo keluar dari kamar.
"Mau kemana?" tanya Mia.
"Pipis," jawab Kenzo.
"Itu suamimu kamu tungguin, nanti langsung istirahat aja, besok juga kerja." ujar Laras ketika Kenzo sudah menutup pintu kamar mandi.
Ingin rasanya menolak, namun, masih bisa ditahan oleh Kenzie.
"Iyaa, Ibuu." jawab Kenzie dengan senyuman yang terpaksa.
"Ibu sama Mama juga harus istirahat," ujar Kenzie.
"Iyaa!" jawab Mia dan Laras bersamaan.
Menuruti apa perintah ibunya, Kenzie langsung mengikuti langkah Kenzo yang sudah selesai dengan urusannya di toilet.
"Aku diusir!" keluh Kenzie ketika sudah di dalam kamar.
"Lagian kamu ngapain? mau alasan bagaimanapun tetap aja tidurmu di sini." balas Kenzo santai.
Kenzie langsung menggerutu pelan.
"Mana selimutnya? aku tidur di sofabed itu!" ujar Kenzie.
Kenzo menatap Kenzie lalu berdecih.
"Tuh ada di lemari selimutnya," tunjuk Kenzo.
Kenzie langsung bergegas membuka pintu lemari yang ditunjuk Kenzo, setelah melihat ada di bagian atas, ia langsung menarik kursi.
"Kalau butuh bantuan itu ngomong!" protes Kenzo.
"NGGAK USAH! NGGAK PERLU! BISA SENDIRI!" tolak Kenzie.
"Ya sudah kalau nggak mau dibantu!" balas Kenzo santai dan langsung naik ke ranjangnya.
Kenzo memperhatikan Kenzie yang masih sibuk sendiri untuk mendapatkan posisi tidur yang pas.
"Tukeran kah?" tanya Kenzo.
"NGGAK USAH!"
Kenzie langsung menutupkan selimut ke seluruh tubuhnya.
"Ini aku ngantuk banget, tapi, gimana kalau sampai tidurku kayak biasanya?" bathin Kenzie panik.
Meskipun tidak selalu terjadi, tetapi tidur Kenzie sering banyak melakukan gerak. Terkadang ia bangun dalam posisi kakinya yang ada diatas bantal, dan beberapa kali terjadi ia bangun posisi tubuhnya di lantai, hanya kepalanya yang di kasur.
"Semoga malam ini dan malam-malam seterusnya tidurku sangat anggunly, no barbarly, aamiin!" ucapnya lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Double Up Dong Pliiis🥰
semoga mangkin rukun dan samawa rumah tangga nya.
trus loncing dah baby ken nya🤣🤣🤣
Kalau besok ada kesempatan, author akan update pas waktu sahur ya, pastinya lebih seru 😁
Jangan lupa di subscribe 😍
sesuai harapan ku...
mangkin lama pasti si kenzo mangkin nempel Sama kenzi
kalau bisa cepet aja kebongkar keburukan pasangan gak halal mereka.
pengen liat nanti kenzo bucin sama kenzi...
kan seru couple ken..🤭